22 July 2008

Franky Sihombing musik pop kristiani



Musik rohani Kristen--gospel music--di Indonesia dalam 10 tahun terakhir berkembang luar biasa. Album-album banyak. Penyanyi-penyanyi baru bermunculan. Konser pun digelar di mana-mana. Atraksi para pemusik tak kalah dengan artis-artis pop. Mereka dielu-elukan layaknya superstar.

"Lha, yang seharusnya dipuji itu Tuhan atau si artis?" begitu pertanyaan iseng saya kepada seorang mahasiswa penikmat konser rohani di Surabaya.

"Memuji Tuhan, dong! Tapi artisnya juga penting. Artis itu yang mengantar kita memuji Tuhan," jawab si mahasiswa keturunan Tionghoa.

Beberapa tahun lalu Don Moen, artis rohani asal Amerika Serikat, didatangkan Gereja Bethany ke Surabaya. Wah, hebohnya luar biasa. Maka, kebaktian dan konser musik berpadu satu. Suasananya mirip konser band-band populer macam Peterpan, Padi, Dewa 19, dan sejenisnya di Stadion Tambaksari Surabaya atau Stadion Gajayana Malang. Ribuan jemaat hafal lagu-lagu Don Moen. Mereka menyanyi, angkat tangan, tutup mata, beserah kepada Tuhan.

Begitulah. Belantika musik rohani di tanah air memang mengalami transformasi luar biasa sejak era 1970-an, 1980-an, sampai hari ini. Sebelum 1990-an artis rohani--sebut saja begitu--bisa dihitung dengan jari. Biasanya, penyanyi-penyanyi pop terkenal diminta menyanyikan lagu-lagu rohani di buku Kidung Jemaat dan sejenisnya. Tampil di TVRI saat Natal atau Paskah.

Nama-nama beken sebut saja Henny Purwonegoro, Ade Manuhutu, Ongen Latuihamalo, Victor Hutabarat, Broery Marantika, Bob Tutupoly, Masnait VG. Nyanyi rohani hanya sampingan belaka. Bukan bisnis utama. Kaset-kaset rohani dipersiapkan secara kilat. Beda sekali dengan rekaman untuk musik pop yang dipersiapkan secara intensif. Baru pada pertengahan 1980-an, dan lebih-lebih era 1990-an, bisnis rekaman kristiani digarap secara serius.

Para artisnya selalu pakai istilah 'pelayanan'. Tapi, kalau dikuliti betul, ya, tetap saja bisnis. Bisnis dengan segmen pasar jemaat kristiani di seluruh Indonesia. Mereka pun tak segan-segan keluar uang banyak untuk promosi di televisi. Nikita, ketika menjadi artis cilik, sukses mencetak hit Di Doa Ibuku Namaku Disebut pada era 1990-an. Omzet kaset Nikita tak kalah dengan rekaman penyanyi populer [sekuler] papan atas.

Dari sekian banyak artis rohani--yang muncul, hilang, tumbuh, kembang--nama FRANKY SIHOMBING termasuk yang sangat mencorong. Namanya bermarga Batak, tapi gaya bicaranya mengalahi orang Betawi asli. Franky pemusik yang malang melintang di Jakarta. Dia mengawali karier sebagai pemusik pop [sekuler]. Masuk keluar studio, main di panggung, kafe, dan di mana saja. Dia menguasai banyak instrumen, khususnya bas dan gitar.

"Saya dulu orang dunia," tutur Franky Sihombing dalam sebuah seminar musik rohani di Surabaya. Karena itu, dia pernah merasakan 'nikmatnya dunia' artis pop terkenal dengan segala pahit getirnya. Hingga suatu saat Franky Sihombing mengaku mengalami pertobatan. Istilah khas teman-teman karismatik: "dipakai Tuhan sebagai alat-Nya untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan".

Ketika masih mahasiswa, saya sekali-sekali menulis untuk majalah rohani. Salah satunya BAHANA. Wartawan senior BAHANA, Fanny Lesmana, suatu ketika meminta saya untuk meliput kegiatan Franky Sihombing bersama teman-temannya dari VOG di Surabaya. "Kamu tolong bikin profil Franky Sihombing dan VOG. Sekarang lagi tren di kalangan anak muda Kristen," pinta Mbak Fanny.

Amboi, tugas yang menarik! Saya bisa bertemu artis-artis Jakarta meski bukan artis pop sekuler. Ini pengalaman pertama melakukan wawancara mendalam dengan artis. Meliput dari dekat, belakang panggung, konser artis. Kemudian meramu menjadi tulisan yang padat. Saat itu Bang Franky dan kawan-kawan tinggal di sebuah guest house yang asri meski tidak mewah.

Pemusik berbadan subur ini ramah, terbuka, bersahabat. Dia cerita tentang VOG dan perjalanan kariernya sebagai pemusik. Sebagian besar informasi saya lupa. Maklum, sudah lewat beberapa tahun dan dulu belum ada blog macam ini, bukan? Intinya, Voice of Generation alias VOG dibentuk Franky Sihombing untuk mengimbangi kegandrungan anak-anak muda pada artis-artis pop sekuler.

Lagu-lagu pop merasuk ke mana-mana. Cinta muda-mudi, patah hati, naksir cowok/cewek, dan tema-tema seputar itulah. Lantas, Franky Sihombing yang makan garam di pop sekuler--dia pun komposer hebat--punya visi rohani yang sangat kuat. Yakni, menciptakan lagu/musik kristiani yang bisa mengimbangi kedahsyatan pop duniawi. "Kita harus lawan. Dan caranya bukan dengan khotbah atau larangan, tapi kita bikin alternatif," tegasnya.

Tak ada cara lain, demikian Bang Franky, kecuali dengan kualitas. Bagaimana bisa memenangi pertempuran dengan pop duniawi kalau kualitas musik rohani buruk? Tanpa mengurangi respek pada artis-artis rohani sebelumnya, Franky menilai album-album gospel di Indonesia selama ini kalah kelas dibandingkan pop duniawi. Biaya produksinya saja tak sampai 5 persen. Aransemen seadanya. Proses rekaman seadanya. Dibuat cepat-cepat. Materi lagu atau musik pun pas-pasan.

"Itu yang jadi pergumulan saya," kata Franky Sihombing. Tak lupa pria yang kerap disapa "pendeta" ini mengutip ayat-ayat Alkitab tentang pentingnya musik bagi pertumbuhan iman. Dia juga mengingatkan bahwa setan pun menggunakan musik dalam rangka menyesatkan manusia. Maka, musik harus dilawan dengan musik. "Anak Tuhan jangan mau kalah sama setan," tandasnya.

Nah, VOG yang mirip grup vokal ini didesain dengan visi yang kuat dari Franky Sihombing. Namun, agar bisa diterima anak-anak muda, lirik dan lagunya dibuat sedekat mungkin dengan selera anak muda. Tidak ada kata-kata berbau terlalu Kristen macam "Yesus, Roh Kudus, anak terang, Bapa di surga, Juruselamat, dan sejenisnya". Istilah-istilah itu, menurut Franky Sihombing, bisa membuat orang alergi. Belum apa-apa sudah menolak mendengarkan musik yang ditawarkan VOG.

"Kita buat lirik yang universal. Bicara cinta, tapi cinta kepada Tuhan," kaya bapak tiga anak ini--Petra Sihombing, Ben Sihombing, Iva Sihombing.

Dengan pola ini, VOG bisa diterima di kalangan yang luas, tak hanya di lingkungan gereja. Konser VOG di berbagai kota pun ramai. Di Surabaya VOG bikin konser di Gedung Go Skate, Jalan Embong Malang. Tak lama setelah konser itu, Go Skate yang sudah tidak menarik dirobohkan. VOG itu personelnya banyak, tapi bintangnya tetap Franky Sihombing. VOG itu, ya, Franky Sihombing.

Entah mengapa, band rohani ini bubar. Bisa jadi karena kesibukan personel, perbedaan orientasi, atau masalah dengan label. Saya pun tidak tertarik bertanya lebih jauh. Yang pasti, setelah VOG bubar, nama Franky Sihombing justru semakin berkibar. Franky jadi salah satu penulis lagu rohani laris, hits maker. Dia pun merilis banyak album dan bikin konser di mana-mana. RAYAKAN, begitu nama serial album Franky Sihombing.

"Albumnya Franky Sihombing, RAYAKAN, cepat habis. Banyak yang cari," ujar penjaga toko kaset/CD rohani kepada saya di Surabaya. Konser-konser Franky Sihombing di Surabaya, biasanya di Plaza Tunjungan, pun selalu ramai. Ini karena Franky Sihombing sangat menguasai psikologi anak muda. Dia pakai bahasa anak muda untuk merangkul penggemarnya.

"And all the fans yang beli kaset dan CD saya ini, jangan yang bajakan ya, plis... plis," tulisan khas Franky di sampul albumnya. Dalam seminar-seminar, Franky pun selalu bicara dalam gaya anak muda. Maka, penggemarnya buanyaak banget. Salah satu lagu karya Franky Sihombing yang sering saya dengar di Surabaya adalah KAU SANGAT KUCINTA.

Liriknya sebagai berikut:

Bersyukur selalu
Bagi kasih-Mu di dalam hidupku
Tak kan kuragu
Atas rencanamu tuk masa depanku

S'bgai Bapa yang baik
Tak kan pernah Kau melupakanku
S'bagai Bapa yang sangat baik
Tak kan pernah Kau meninggalkanku

Ku kan menari dan bersuka
kar'na-Mu o Yesusku
Dan ku kan minum air-Mu
bagai rusa rindu selalu
Ku hidup dalam-Mu
dan hidup-Mu di dalamku
O Yesusku
Kau sangat kucinta

12 comments:

  1. mbak/mas hehehe... blognya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
    www.kumpulblogger.com

    ReplyDelete
  2. bang franky emang kreatif.

    ReplyDelete
  3. oh ya gimana kabar VOG? bubar sama sekali? GBU.
    ronald

    ReplyDelete
  4. titip salam buat bang franky. keren!

    ReplyDelete
  5. k'franky makasih untuk lagu2x yg bynk membuat orang untuk lbh lg mengenal Yesus...
    kmrin k'franky konser di langowan ya....
    itu bgs buanget walaupun suara k'franky di tutupi sm suara keyboardx tp itu ga mslh...
    hahahah...
    okhay de...
    nanti konser lg ya, tpi di remboken...
    hahahah...

    God bless...

    ReplyDelete
  6. saya penggemar lagunya mas franky nih terutama yang Bapa yang kekal sama janjimu seperti fajar. TOP!

    ReplyDelete
  7. mantap deh, yang penting semua untuk kemuliaan Tuhan ..

    ReplyDelete
  8. thank for your song
    i like u to pray for me
    i just hear that ,thank for all

    ReplyDelete
  9. Syallom, peace to you all, greetings, I invite you to visit and provide feedback on my blog at http://terang-jiwa.blogspot.com,

    Thank you for your kindness

    ReplyDelete
  10. Saya nge fans ma Tatto nya bang Franky,,,,hehehe

    ReplyDelete
  11. Saya suka Tatto nya bang Frangky...hehehe

    ReplyDelete