06 June 2008

Pra Budidharma membahas teknik vokal




"Vokal bagaikan alat musik tiup. Kita membutuhkan napas untuk memainkannya. Dalam bernyanyi, mengisi paru-paru dengan udara akan memberikan efektivitas, yaitu kemampuan untuk menyanyikan nada-nada panjang, kontrol terhadap nada tinggi, nada rendah, tekstur suara lembut-keras, warna suara, fleksibilitas, vibrato, nonvibrato, nada yang jernih dan bernyanyi lebih lancar dalam wilayah register tangga nada." - PRA BUDIDHARMA

Oleh Lambertus L. Hurek

Selama ini saya mengenal Pra Budidharma hanya sebagai pemain bas hebat, khususnya jazz dan world music. Pra pernah populer bersama Krakatau yang didirikannya pada 1980-an. Band ini sangat digemari anak-anak muda tahun 1980-an dan 1990-an. Personelnya hebat-hebat macam Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Tri Utami, Gilang Ramadhan. Nama-nama ini sangat penting dalam perkembangan musik industri kita di tanah air.

Tapi siapa sangka bahwa Pra Budidharma seorang guru musik. Dia sangat peduli pada musik vokal--yang disebutnya "bagaikan alat musik tiup". Meskipun tidak bisa menyanyi dengan sangat baik, Pra sangat paham teknik produksi suara. Bagaimana teknik menghasilkan vokal secara baik dan benar sehingga suara manusia benar-benar menjadi instrumen musik yang dahsyat.

Saya terkejut, kagum, membaca uraian-uraian Pra Budidharma dalam buku yang ditulisnya: METODE VOKAL PROFESIONAL, diterbitkan Elex Media Komputindo, Jakarta. Saya tak sengaja menemukan buku bagus ini di Toko Buku Gramedia Surabaya. "Masak sih Pra Budidharma menulis buku teknik vokal? Apa dia itu dosen atau instruktur vokal di Jakarta? Pra Budidharma yang Krakatau atau Pra Budidharma yang lain," bilang saya dalam hati.

Setelah membaca buku itu, ah benar, Pra Budidharma yang Krakatau. "Buku ini mengetengahkan teknik vokal dan pengertian berbagai corak vokal untuk jenis-jenis musik yang populer saat ini seperti pop, rock, R&B, jazz, dan country. Juga tidak melupakan pengetahuan tradisi musik klasik," tulis Pra Budidharma, yang menyelesaikan studi fine art di Seattle, Amerika Serikat. Sambil belajar di negara Om Sam, Pra Budidharma juga bermain musik selama beberapa tahun di sana.

Bagi mereka yang pernah aktif di paduan suara atau musik klasik, uraian Pra Budidharma di buku ini sebenarnya tak asing lagi. Teknik vokal dimulai dari PERNAPASAN. Cara menarik udara, masuk ke rongga dada, diafragma, dan perut. Latihan pernapasan ini cukup rinci. Tujuannya, itu tadi, menjadikan pita suara atau vocal chord kita sebagai alat musik tiup yang siap menghasilkan nada-nada indah.

Pra Budidharma mengingatkan bahwa teknik pernapasan yang salah akan merusak pita suara. Itu sama saja dengan tamatnya karier penyanyi. "Kita tidak dapat mengganti membran vokal seperti mengganti reed yang rusak pada saksofon. Oleh sebab itu, kita harus menjaga kondisi vocal chord sebaik-baiknya," kata Pra Budidharma.

Saya menambahkan, cara bernyanyi macam Alam saat membawakan lagu Mbah Dukun jelas-jelas ngawur dan berbahaya. Teknik vokal itu tidak bisa dipertangungjawabkan. Pita suara pasti akan rusak kalau cara nyanyi macam itu tidak diubah. "Kadang-kadang penyanyi terlalu ambisius. Kurang menyadari atau salah arah akan kekuatan fisik sehingga tampil melampaui kemampuan alat vokalnya," tegas Pra Budidharma.

Selain pernapasan, pada bagian TEKNIK VOKAL Pra Budidharma membahas secara ringkas [tapi sangat sistematis, plus metode pelatihan] vocal chord, artikulasi, kontrol volume, vibrato, resonansi warna vokal, register bawah dan atas, upper mix corak pop, lower mix corak vokal klasik. Pra Budidharma memberikan saran menggelitik dan kena:

"Rasakan senyum di dalam vokal Anda. Tidak seperti benar-benar tersenyum, tetapi angkat otot-otot daerah mulut dan muka sehingga sedikit menaikkan bibir atas. Rasanya kita seolah hendak menggigit sesuatu. Senyum dalam hati ini dapat membantu kita menaktifkan mask resonance," tulis Pra Budidharma di halaman 70.

Sebagai pemusik yang aktif di industri musik--baik bersama Krakatau maupun penampilan di berbagai konser pop, jazz, blues, world music--Pra Budidharma tak lupa membeberkan teknik vokal yang lazim dipakai di dunia pop, rock, blues, jazz. Tak lupa Pra Budidharma kasih gambaran tentang materi vokal yang dibutuhkan sebagai penyanyi profesional.

Bisa sebagai penyanyi latar, artis rekaman, penyanyi klub, teater musikal, voice-over [jingles, dubber, dll], musik religius, hingga penulis lagu. Uraiannya hanya empat halaman, tapi cukup memberikan wawasan tentang apa-apa saja yang perlu Anda yang serius merintis karier profesional di dunia tarik suara. "Pada setiap tingkatan dalam karier sebagai penyanyi, kita membutuhkan materi promosi yang dapat mewakili diri kita," tegas Pra Budidharma.

"Kombinasi musikalitas yang baik, teknik vokal, dan komunikasi emosional dapat menjadikan kita seorang vokalis yang memiliki kekuatan dan kharisma," begitu kata pamungkas buku yang beroleh apresiasi dari beberapa vokalis macam Titiek Puspa, Ita Purnamasari, Tri Utami, dan Aning Katamsi itu.

Setelah tampil di Surabaya--halaman Hotel Garden Palace--beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol sedikit dengan Pra Budidharma seputar buku ini. Saya mengatakan terkejut dengan uraiannya yang gamblang dan detail seputar teknik vokal, improvisasi, dan sebagainya. "Saya tidak menyangka kalau Anda ternyata guru vokal," kata saya.

"Hehehe.... Terima kasih, Anda sudah membeli dan membaca buku saya. Buku METODE VOKAL PROFESIONAL itu saya tulis menggunakan beberapa bahan yang saya peroleh ketika studi di Amerika Serikat. Di sana bahan-bahan pelatihan vokal dan musik umumnya banyak sekali. Sementara di Indonesia kan sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Makanya, saya mencoba menulis. Sekadar sumbangan untuk dunia musik di tanah air," kata pemusik yang ramah dan murah senyum ini.

Kebetulan, menurut Pra Budidharma, sahabat dekatnya, Dwiki Dharmawan, punya lembaga pendidikan musik Farabi di Jakarta. Jadi, materi dalam buku ini juga menjadi referensi bagi para siswa sekolah musik itu. "Saya usahakan agar uraian saya tidak terlalu berat, cukup sederhana, sehingga bisa digunakan masyarakat luas," kata Pra.

Hanya saja, dia mengingatkan sebaiknya ada guru atau instruktur yang membantu mengarahkan siswa dalam metode pelatihan vokal. Latihan pun harus rutin ibarat atlet yang tidak bosan-bosannya menggembleng diri. Kalau profesional, ya, latihan vokal harus menjadi menu rutin setiap hari. Penyanyi instan, hanya mengandalkan apa yang disebut "bakat alam", tidak memadai lagi di dunia industri yang semakin kompetitif.

"Kita harus membangun teknik bernyanyi. Stamina vokal akan muncul melalui proses latihan yang lambat, stabil, dan konsisten," begitu petuah Pra Budidharma.

TULISAN TERKAIT

Teknik olah vokal seni suara klasik.

7 comments:

  1. wah mantap sekali artikelnya

    moezig
    moezig@yahoo.com
    www.vocalistaangels.com

    ReplyDelete
  2. Hi.. bisa saya dapat informasi apakah Pra Budidharma buka kelas vokal di jakarta atau ada music centre di jakarta..? Thanks a lot ya...
    Michelle

    ReplyDelete
  3. Hi..bisakah saya dapat informasi apakah Pra Budidharma punya vokal training centre di jakarta ? Thanks ya..

    ReplyDelete
  4. Hi..apakah saya boleh dapat informasi Pra Budidharma ada vokal training centre di jakarta? Thanks ya..

    ReplyDelete
  5. Hi.. Chelly,

    Anda bisa menghubungi sekolah musik Farabi – Dwiki Dharmawan Music School

    Head Quarter:
    Jl Darmawangsa XI/5 Kebayoran Baru Jakarta 12160
    Tel: +6221 7224407/7226270
    Contact: Nurdina Rahmawati
    Email: contact@farabimusic.com

    Director: dwiki@dwiki.com

    ReplyDelete
  6. Hello saya sedang mencari guru vokal dan ketemu dengan blog ini. Terima kasih atas informasinya tentang Farabi. Saya segera mendaftar kesana

    ReplyDelete
  7. Aku Syamz Arief di Bdg mu ucapin Thank dah bkin artikel ini

    ReplyDelete