12 May 2008

Musik klasik di radio Surabaya



Iman Dwi Hartanto, pengasuh musik klasik Radio Suara Surabaya FM 100.

Minggu, 11 Mei 2008, tengah malam. Saya menikmati alunan suara tenor Luciano Pavarotti dari Radio Sonora FM Surabaya. Legenda asal Italia itu membawakan O Sole Mio. Sulit menemukan suara bagus, kuat, tinggi, dan nyaris sempurna itu di jagat ini. Masih banyak sebetulnya seniman lain yang menekuni opera atau seriosa, tapi hanya sedikit yang matang macam Pak Pavarotti.

Saya memang selalu berusaha menyimak program musik klasik dan jazz di radio-radio Surabaya. Sonora FM--dulu namanya Salvatore FM--rutin menyiarkan musik klasik setiap Minggu malam. Pengasuhnya Bung Lody alias Dion, bujangan asal Nusa Tenggara Timur. "Dulu saya nggak bisa apa-apa. Logat dari Timor sulit hilang. Tapi, puji Tuhan, berkat latihan terus-menerus akhirnya bisa," kata Bung Lody.

Semua laki-laki penyiar Sonora memang pakai sebutan BUNG. Ada Bung Lody, Bung Tony, dan entah Bung siapa lagi. Gaya Bung Lody tenang, lembut, menyapa. Radio di bawah jaringan Kompas-Gramedia ini sejak dulu memang begitu. Dus, mendengarkan siaran musik klasik di Sonora enak sekali sambil membaca buku dan minum kopi.

Bung Lody banyak melayani permintaan lagu dari pendengar. Karena itu, jangan heran kalau sajian klasik di Sonora kebanyakan diisi komposisi-komposisi top hits. Mozart paling banyak. Juga Beethoven, Haydn, Strauss. Vokalis macam Pak Pavarotti, Jose Carreras, Placido Dominggo--Si Tiga Tenor--sangat disuka pendengar. Dan sering diputar.

Syukurlah, program itu bertahan bertahun meskipun iklannya sedikit, bahkan tak ada. Hanya idealisme pengelola radio sajalah yang memungkinkan program musik klasik eksis sampai kini. Salah satu fungsi media memang pendidikan. Tidak hanya cari uang saja!

Dalam waktu bersamaan Radio Suara Surabaya pun menayangkan program musik klasik. Iman Dwi Hartanto--penyiar terkenal, salah satu ikon SSFM--pengasuhnya. Iman biasanya bikin tema tertentu. Ketika Pak Pavarotti meninggal, misalnya, suara Pavarotti diperdengarkan. Juga ada wawancara dengan Pak Richard Awuy, guru vokal dan pelatih paduan suara di Surabaya. Mereka bincang soal kualitas Pavarotti, teknik vokal, serta seluk-beluk musikalitas sang legenda.

Dalam nuansa Paskah, Mas Imam tak lupa memutar komposisi-komposisi klasik yang kental dengan kristianitas. Paduan suara, oratorio, dan beberapa nomor populer yang tak asing lagi buat pegiat paduan suara gereja. Misalnya Hallelujah karya GF Handel. Pak Iman kasih narasi sedikit, lalu terdengarlah komposisi nan megah dan luar biasa itu.

Suara Surabaya itu radio yang mengutamakan laporan lalu lintas, traffic report. Macet sana, macet sini, tanggul jebol, unjuk rasa, kebakaran, dan seterusnya. Telepon dari pendengar sangat diutamakan. Musik bukan program utama. Musik hanya tempelan atawa sekadar mengisi waktu.

Maka, penyiar SSFM harus banyak cakap ngalor-ngidul untuk memancing reaksi pendengar. Lalu, Pak Iwan bicara membahas topik yang sedang aktual. Pak Sumarwito marah-marah karena jalan macet. Pak Nasaruddin nimbrung melapor ada sepeda motor ugal-ugalan. Bu Utami bahas kenaikan harga minyak. Pak Rudi yang terkesan pakar segala bidang. Pak Agustinus yang ngamuk-ngamuk di radio.

Hehehe... Pokoke seru banget deh!

Karena itu, musik klasik harus 'minggir' kalau ada laporan kejadian yang menarik. Kemaceta yang parah. "Sebentar, Kawan, saya gunakan peluang untuk menerima laporan dari seorang kawan tentang kemacetan di Raya Porong," begitu kira-kira cara Mas Iman menginterupsi program musik klasik.

Saya maklum. SSFM bukan radio khusus musik, apalagi musik klasik, bukan? Tapi saya salut sama Pak Sutoyo, bos SSFM, yang menyediakan ruang untuk musik nonkomersial macam klasik dan jazz. Layaklah kalau Pak Toyo dapat berbagai penghargaan atas dedikasinya bagi pengembangan wawasan warga Kota Surabaya dan Jawa Timur umumnya.

Satu lagi radio yang punya program musik klasik JJFM. Radio ini sound-nya oke punya. Enak didengar. Ia membidik segmen pengusaha. Setahu saya JJFM sempat kerja sama dengan Surabaya Symphony Orchestra untuk penyediaan materi musik klasik. Ada ruang apresiasi. Ini penting karena orang Surabaya umumnya tidak akrab dengan musik klasik.

"kita bahas berbagai hal tentang musik klasik. Mulai concerto, oratorio, komponis-komponis terkenal, hingga symphony orchestra. Bahannya tidak akan pernah habis," ujar Samuel W. Tong kepada saya.

Putra Pak Solomon Tong, dirigen dan pendiri Surabaya Symphony Orchestra ini diajak pihak JJFM untuk memandu program musik klasik. "Tapi sekarang sudah tidak sempat. Saya banyak kegiatan di luar, termasuk mengelola SSO. Yang jelas, saya masih sempat kasih masukan-masukan untuk teman-teman di JJFM," ujar Samuel yang belakangan ini sering tampil di konser-konser SSO.

Begitulah tiga radio di Kota Surabaya yang sangat ajek membina musik klasik. Mungkin ada lagi radio-radio lain, tapi lolos dari pantauan saya. Penggemar musik klasik selayaknya berterima kasih kepada mereka.

2 comments:

  1. Get your Online Lyric song in http://www.lyrics-x.com

    ReplyDelete
  2. wow mas iman lumayan enak kalo siaran.

    ReplyDelete