09 May 2008

Lakshmi Mittal ke pabrik baja Sidoarjo



Bapak Lakshmi Mittal tersenyum lebar. Dia orang terkaya keempat di dunia dengan aset Rp 412 triliun. Cukup untuk traktir sate kambing untuk semua orang Indonesia setiap hari. Hehehehe....

PT Ispat Indo atau PT Ispat Indonesia. Orang Sidoarjo dan Surabaya sangat akrab dengan nama ini. Pabrik baja yang berlokasi di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tidak jauh dari Terminal Purabaya, pintu gerbang masuk Kota Surabaya di Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Pabrik baja bukanlah tempat menarik. Karena itu, meskipun saya dan penduduk Sidoarjo sering melintas di sekitar PT Ispat Indo, tak ada yang memandang istimewa pabrik itu. Kesannya justru kumuh karena ada gunungan sampah besi tua di halaman. Juga truk-truk besar berseliweran di sana.

Nah, Ispat Indo baru menarik ditengok setelah awal April 2008, Lakshmi Niwas Mittal berkunjung ke sana. Pengusaha asal India ini orang terkaya nomor empat di dunia. Majalah FORBES menyebutkan kekayaan Lakshmi Mittal sekitar USD 45 miliar atau Rp 412 triliun. Dialah "raja baja" di dunia. Kabarnya, Lakshmi datang ke Indonesia untuk membahas rencana mengambil alih PT Krakatau Steel, pabrik baja ternama di negara kita.

"Lakshmi Mittal yang bangun pabrik baja Ispat Indo di Kedungturi, Sidoarjo, tahun 1976. Itu pabrik baja pertamanya dia. Boleh dibilang, cikal bakal kekayaan Lakshmi Mittal, ya, berawal dari Sidoarjo," ujar beberapa teman asal Kedungturi.

Penduduk senior di Kedungturi masih ingat baik bagaimana pengusaha India ini membuka pabrik baja dari nol. Tahun 1976 kawasan Kedungturi masih lengang. Hanya tanah kosong, sawah, dan penduduk sangat sedikit. Surabaya belum berkembang ke arah selatan [Sidoarjo] macam sekarang. Saat itulah Pak Lakshmi dengan tekun mengelola pabriknya. Usaha ini terbukti sukses besar. Selama 14 tahun Pak Lakshmi mengawasi langsung para karyawan di Ispat Indo, Sidoarjo.

Ekspor baja Ispat Indo berkembang pesat. Nama Pak Lakshmi tenar di dunia baja internasional. Pelan tapi pasti, dia mengembangkan usaha serupa di berbagai negara. Sekarang [2008] kabarnya dia punya pabrik baja di 61 negara di dunia. Pabrik di Sidoarjo--meski skalanya kecil karena lahan untuk perluasan tak ada lagi--selalu dikenang Pak Lakshmi. Jangan heran, ketika berkunjung ke Kedungturi baru-baru ini Pak Lakshmi memanfaatkan waktunya untuk bernostalgia.

Dia keliling pabrik, bertemu karyawan, serta berbagai cerita dengan pekerja senior. Sebelumnya dia berdoa di kuil khusus di dalam kompleks pabrik seluas 16,5 hektare itu. "Katanya, Pak Lakshmi senang sekali bisa datang ke Ispat Indo meski tidak lama. Pabrik baja ini punya nilai tersendiri bagi keluarga besar Lakshmi Mittal," papa warga Kedungturi.

Tak banyak cerita yang kita tahu dari kunjungan Lakshmi Mittal. Sebab, misi ini terkesan sangat dirahasiakan. Pihak Ispat Indo pun tak ada inisiatif untuk menggelar jumpa pers dengan manusia terkaya keempat di dunia itu. Padahal, itu bakal jadi momentum bagus untuk public relation bagi Ispat Indo. Setidaknya bisa menunjukkan kepada publik sosok hebat di balik pabrik baja legendaris itu.

Kenapa Ispat Indo perlu membangun citra positif?

Terus terang saja, selama ini berita-berita seputar Ispat Indo di surat kabar rata-rata kabar buruk. Didemo warga Kedungturi yang merasa sumurnya tercemar. Tidak ramah lingkungan. Masuk perusahaan daftar hitam buruk versi Kementrian Lingkungan Hidup. Membuang limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3 sembarangan. Tidak punya instalasi pengolahan limbah yang ditentukan pemerintah.

"Dewan Lingkungan Sidoarjo mendesak manajemen Ispat untuk menghentikan pembuangan limbah padat (sludge) di lahan-lahan kosong di Sidoarjo. Sludge itu berbahaya bagi kesehatan manusia," begitu pernyataan teman-teman aktivis muda yang tergabung dalam Dewan Lingkungan Sidoarjo. Desakan ini sangat gencar disuarakan pada 2004/2005.

Muhammad Gempur Adnan, deputi Kementrian Lingkungan Hidup, saat berada di Surabaya, juga pernah melontarkan kritik keras kepada PT Ipat Indo, pabrik baja yang didirikan Lakshmi Mital. Menurut Gempur, izin Ispat Indo bisa saja dicabut kalau ia terbukti menyebabkan pencemaran lingkungan. Termasuk membuang limbah padat B3.

Namun, Gempur buru-buru menambahkan, wewenang pencabutan izin itu ada di pemerintah daerah. Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengaku tidak berdaya menghadapi Ispat Indo. "Anda kan tahu Ispat itu miliknya siapa. Dia punya pengaruh sangat besar di dunia. Mustahil lah bupati Sidoarjo bisa menindak," kata salah satu anggota DPRD Sidoarjo. "Mbulet!" kata orang Jawa.

Hebatnya, isu-isu miring seputar Ispat Indo senantiasa hilang ditelan waktu. Orang-orang yang tadinya bicara keras, mengancam gugat, kirim surat protes ke mana-mana, entah kenapa tidak vokal lagi. Berita-berita di media massa pun raib. Kini, setelah tiga tahun lebih tak ada berita, eh muncul berita besar. Lakshmi Mittal datang menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membahas bisnis baja. Di sela kunjungan Pak Lakshmi mampir ke Kedungturi.

5 comments:

  1. mbak/mas hehehe... blognya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
    www.kumpulblogger.com

    ReplyDelete
  2. Saya seorang wiraswasta mempunyai usaha bidang Solar, Minyak Bakar, residu. harga murah !!!
    hub rere308@gmail.co.id

    ReplyDelete
  3. saya seorang wiraswasta mempunyai usaha di bidang besi tua.yang ingin saya tanyakan persyaratannya apa aja untuk menjadi suplier di ispatindo

    ReplyDelete
  4. I'am suplayer Iron Sand feT 58 with TiO2 max 15%
    kap produksi + 100.000 MT/ month
    and many land of Iron Sand sea 50.000 Ha

    email ; cintaorlove@ymail.com

    ReplyDelete