01 May 2008

Gereja Stasi Juanda resmi jadi paroki



Kamis, 1 Mei 2008. Hari Kenaikan Yesus Kristus, tanggal merah, libur nasional. Saya ikut misa di Gereja Santo Paulus, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Tak sampai dua kilometer dari kediaman saya.

Yah, otomatis saya ikut wilayah gerejawi Paulus meski belum tercatat. Saya juga tidak aktif di lingkungan, wilayah, paduan suara, dan sebagainya. Saya hanya awam, umat biasa. Misa rutin tanpa ada aktivitas kegerejaan. Sangat beda dengan masa ketika saya mahasiswa di Jember. Saya ikut berbagai organisasi, paduan suara, dan aktif sekali di paroki.

Misa Kenaikan kali ini sangat istimewa. Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono yang memimpin. Ada enam pastor pendamping atau konselebran. Yang saya kenal Romo Sonny Keraf SVD dan Romo Gabriel Dasi SVD, dua pater asal Flores yang tak asing lagi di Gereja Juanda. Misa pontifikal bersama Bapa Uskup plus enam pastor?

Maklum, Uskup Surabaya meresmikan Stasi Paulus Juanda sebagai paroki baru di Keuskupan Surabaya. Namanya Paroki Santo Paulus, Juanda, Sidoarjo. Saya cek di keuskupan, ternyata Juanda tercatat sebagai paroki ke-40 di Keuskupan Surabaya. Paroki baru yang diharapkan membawa kesegaran, gairah, semangat di kalangan umat Katolik di Jawa Timur.

Dan, kami di Paroki Juanda punya potensi untuk itu. Umat 701 keluarga, kira-kira 2.500 sampai 3.000 jiwa. Terbagi dalam 7 wilayah dan 21 lingkungan. Setelah menjadi stasi selama tiga tahun [gereja diberkati pada 20 Agustus 2005 oleh Duta Besar Vatikan Mgr Malcom A. Ranjith], Stasi Juanda dianggap sudah saatnya mandiri. "Harus cepat jadi paroki biar gak manja," kata Uskup Surabaya Mgr Sutikno dalam khotbahnya.

Tadinya, peresmian sebagai paroki ke-40 mau disesuaikan dengan pesta nama Santo Paulus, kalau tak salah bulan Juni. Tapi Bapa Uskup sengaja memilih momen Hari Kenaikan. Sebab, semua persyaratan sebagai paroki sudah dipenuhi. Gereja bagus berarsitektur candi ala Majapahit. Umat banyak rata-rata berpendidikan bagus, sebagian menengah ke atas. Lingkungan, wilayah,... aktivis semua komplet. Tunggu apa lagi?

Mgr Sutikno berpesan agar umat Katolik di Paroki Santo Paulus Juanda mampu menghadirkan Tuhan di mana saja. Di gereja, di rumah, di masyarakat, di tempat kerja. "Karena Allah itu kasih," kata uskup asli Tanjung Perak, Surabaya, ini.

Beliau juga berpesan agar umat tidak ke gereja hanya untuk memanjakan telinga dan khotbah-khotbah yang riuh-rendah atau ruangan ber-AC. Gereja tak perlu AC, katanya. "Saya sekarang keringatan nggak apa-apa. Kalau mau cari kenyamanan, yang sensual, bukan di gereja tempatnya. Cari saja di tempat-tempat dugem," kata Mgr Sutikno disambut tawa umat. Gaya bicara uskup yang satu ini memang khas arek Surabaya: blak-blakan, kritis, dan menggelitik.

Seperti sudah saya perkirakan, Romo Petrus Sonny Keraf SVD [pastor asal Lembata, Flores Timur, tetangga kampung saya] dipercaya sebagai pastor paroki. Romo Yosef Due SVD jadi pastor pembantu. Ini berarti saya terus-menerus berhadapan dengan pater yang sama-sama orang Flores. Ini juga kebanggaan tersendiri karena orang Flores masih pegang peranan penting di gereja-gereja Katolik di Pulau Jawa sampai sekarang.

"Di mana-mana romonya Flores, Flores, Flores," ujar teman saya, Wahyu, asal Surabaya. Hehehe.... Makanya, anak-anak muda di Jawa masuk seminari, belajar filsafat, teologi, mau jadi romo. Kalau tidak, ya, romo-romo Flores akan terus mendominasi.

Upacara peresmian paroki, pelantikan dewan paroki, penetapan pastor paroki, dan misa Hari Kenaikan berlangsung lancar selama dua jam lebih. Paduan suaranya bagus. Saya bisa menikmati lagu Ave Verum [Mozart] dan Hallelujah [Handel] dari kor inti Paroki Santo Paulus Juanda. Gak nyangka kalau paduan suara di paroki baru ini bisa tampil dengan hasilnya yang bagus. Gak malu-maluin deh!

Kalau kebersamaan dan semangat macam ini tetap dijaga--namanya juga paroki terbaru--bukan tidak mungkin Paroki Santo Paulus Juanda muncul sebagai the new emerging forces di Keuskupan Surabaya dan Jawa Timur umumnya. Sebab, saya lihat banyak tokoh penting yang berpengaruh di Surabaya ternyata jemaat paroki ini.

Proficiat Paroki Santo Paulus Juanda!
Proficiat Pater Sonny Keraf!
Deo gratis!


ARTIKEL TERKAIT
Pemberkatan Gereja Santo Paulus Juanda

4 comments:

  1. selamat buat paroki juanda. GBU!

    ReplyDelete
  2. Wooo,liputan dan prakatanya cakep... salam kang.

    aku ada beberapa Picnya peresmian kemaren di :

    http://stpaulusjuanda.multiply.com/

    salam.

    ReplyDelete
  3. hwa2..

    ini greja q...

    hehehehehe

    ReplyDelete
  4. Kami ingin memperkenalakan blog pelayanan komunitas kami, address http://krpertobatanindonesia.blogspot.com
    Terima Kasih

    ReplyDelete