03 May 2008

Chin Chin arsitek dan pemilik The Empire Palace




Siapa orang "gila" di balik kemegahan The Empire Palace Surabaya? Pertanyaan ini banyak terlontar ketika pada pertengahan 2007 bangunan supermegah itu mulai menampakkan diri di pusat bisnis Blauran, Surabaya. Aha, dialah TRISULOWATI alias CHIN CHIN. Usianya 35 tahun.

"Saya ini bukan siapa-siapa. Latar belakang keluarga juga tidak istimewa. Papa saya juga bukan konglomerat. Justru karena bukan siapa-siapa itulah, saya ingin memberikan sesuatu yang berharga buat masyarakat Surabaya," kata Chin Chin kepada RADAR SURABAYA.

Ketika mulai membangun The Empire Palace, dia mengaku banyak yang mencibir. Para kompetitor banyak yang apatis bisa melihat Empire yang megah di tengah kota Surabaya. Setelah jadi, kompetitor mengkritik makanannya tidak enak. Setelah makanan dibuat enak, dibilang pelayanan tak profesional. Dan seterusnya.

"Sampai sekarang kata-kata minor itu masih sering saya dengar. Terakhir ada yang bilang sound system di ballroom Empire jelek karena model bangunannya tekuk-tekuk. Suaranya dibilang mantul-mantul. Tapi, sudahlah, saya nggak pernah mikirin kok. Wong saya juga nggak ngerugiin mereka. Mau bilang apa pun terserah."

Sebelum membangun The Empire Palace, Chin Chin pernah membangun beberapa properti. Di antaranya ruko di Kedungdoro, Kedungsari, serta Royal Palace di Jakarta Selatan. Namun, Empire Palace Surabaya merupakan obsesi besarnya. Konsep Empire disiapkan sejak pertengahan 2004. Mula-mula lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya ini membeli tanah untuk ruko. Luasnya 7.000--8.000 meter persegi.

Tanah ini tadinya mau dibikin ruko perhiasan. "Tapi saya bilang ke suami:Apa nggak lebih baik kita bangun sesuatu yang beda? Toh, sebelumnya kita kan sudah pernah bangun ruko.”

Kalau membuat ruko, menurut Chin Chin, modalnya cepat balik. Tapi dia berpikir lain:

"Kalau dibikin ruko berarti saya nggak naik kelas. Padahal, hidup ini harus selalu menjadi lebih baik. Ternyata suami setuju." Konsep Empire ini dari hari ke hari terus berkembang."

Chin Chin kecil selalu berjuang dari bawah karena latar belakang keluarganya yang pas-pasan. Waktu SMP dia bersekolah di SMP Yos Sudarso Blitar, sekolah Katolik milik Yayasan Yohanes Gabriel yang memang diperuntukan bagi anak-anak keluarga kurang mampu (ekonomi). Karena itu, sejak SMP dia sudah bekerja setelah pulang sekolah.

Chin Chin juga cari duit supaya teman-teman sekelasnya bisa ikut piknik ke Jogjakarta. Caranya, jual undangan acara sekolah door to door. "Waktu itu dapat Rp 20 juta," kenangnya. Waktu SMA, lagi-lagi dia harus cari duit sendiri. "Saya ngajar les anak-anak SD."

Begitu kuliah di UK Petra, jurusan teknik arsitektur, uang kuliah dibayar sang kakak sulung. Karena uang terbatas, Chin Chin harus bekerja, jadi guru les. "Saya pilih arsitektur karena keluarga saya gak punya duit banyak. Sebenarnya saya ingin jadi dokter. Tapi kuliah di kedokteran nggak bisa nyambi."

Lulus kuliah di UK Petra, Chin Chin bekerja di sebuah pengembang di Kerawang. Juga pernah kerja di showroom mobil dan membuat arsitektur rumah bosnya. "Praktis, kehidupan saya di Jakarta hanya untuk kerja dan kerja. Siang saya kerja, malam garap arsitekturnya pesanan teman-teman."

Waktu membuat arsitektur rumah bosnya di Jakarta, Chin Chin sendiri yang mencari bahan-bahan bangunan. Keramik, cat,dan sebagainya dibeli sendiri. "Nyaris semua toko bangunan di Jakarta sudah pernah saya kunjungi," ceritanya.

Nah, pengalaman-pengalaman seperti itu ternyata sangat bermanfaat ketika di membangun The Empire Palace. Arsitektur dibuat sendiri. Semua detail bangunan yang rumit itu pun 100 persen karya Chin Chin. "Saya nggak mau pakai jasa orang asing kalau saya sendiri bisa?"

Chin Chin penggemar berat gaya arsitektur klasik. Gaya itulah yang terlihat di Empire. Setelah lulus kuliah di UK Petra, aliran arsitekturnya modern tropis. Tapi, ketika membangun Empire, Chin Chin kembali ke hobi semula.

"Saya sebut gaya Empire. Ini gaya baru lho," ujarnya.

12 comments:

  1. well,
    ce chin chin a very nice lady
    she help us all the way for my brother (A) and sister in law (C) married
    she treats us well and never differentiate people on their social status and background
    the wedding party: the ballroom and the food consider to be fairly or even more compare to the cost
    thank you ce chin chin
    (S)

    ReplyDelete
  2. Hi Bu Chin2,
    Not long ago we hv just celebrated our wedding party at Empire palace. We love your fabulous designed building, penthouses, all those classic rooms and etc, it's really spectacular. Overall is good.
    The minus part that I think should be improved is the parking lot.

    Wish best of luck for Empire palace and thanks for be there just before my wedding.

    Cheers.

    ReplyDelete
  3. I knew Chin-Chin as a very nice friend since we were in the same faculty, i.e. Architecture PETRA Surabaya. Yes she is a hard worker and always do the best for everything.

    I don't really surprise if she could reach an excellent achievement in building the very beautiful, luxurious and tremendous Empire Palace in Surabaya.

    I heard several months ago about Chin-Chin who performed the building development, and, when I and my family visited Surabaya in last Christmas, I had a chance to see the building closely, even looked and walked around to entire areas accompanied by the marketing manager. Unfortunately I didn't meet with Chin-Chin to reminisce the old story when we were in college(only talk by phone at that time).

    Congratulations Chin-Chin for your great achievement. Move forward to do a bigger creation in future. Your dream has come true.

    ReplyDelete
  4. Wahhh.... hebat juga perjuanganya...
    Semoga bisa terus menginspirasi saya supaya lebih kerja keras lagi dalam hidup ini/.

    ReplyDelete
  5. Maju terus ya, anda memang patut dipuji......

    ReplyDelete
  6. salut sama mbak chin chin. hebat banget sdh membuat bangunan yg sangat megah di sby. bangga deh kita punya arsitek yg gak kalah ama asing.

    ronny

    ReplyDelete
  7. Wah!!! benar-benar suatu proses perjuangan yg "UNIK". Kisah Bu Chin-Chin memotivasi saya untuk selalu berusaha untuk meraih apa yg saya impikan.

    Johan,

    ReplyDelete
  8. Jalan terus buat empire2 yang lain, aku sangat salut ama anda sukses buat anda mrs. chin chin

    ReplyDelete
  9. Aku lulusan smpk yos s blitar th 85, koncone agus suhendro, saiiki aku keplan trang2 neng kalimantan ngemban tugas negoro....PROVISIAT FOR TRESS....Salam nggo kokomu.....

    ReplyDelete
  10. Aku lulus dari yos th. 1984, aku bangga dengan prestasimu, mudah-2 an Allah suatu saat mempertemukan dalam acara reuni akbar, kapan ya ?

    ReplyDelete
  11. alamat website butik hotel di empire palace apa ya? pingin lihat dalamnya juga harga kamar hotel per malam

    ReplyDelete
  12. bener bener hebat..., hebat. maju terus Bu Chin Chin.
    saya selama support bu Chin chin untuk urusan karpet dari segi cara beliau memutuskan desain memang luar biasa...,saya hari ini sangat terharu dan membangkitkan keinginan bisnis saya dimasa yang akan datang SETELAH MEMBACA BIOGRAFI BELIAU. TERNYATA SESEORANG UNTUK MENJADI BESAR HARUS KERJA KERAS DAN PINTAR.

    MAJU TERUS YA BU TETAP LOW PROFILE.

    ReplyDelete