27 April 2008

Victor Hutabarat nyanyi Ina Maria (Thomas Kwaelaga)



Saya baru saja membeli kaset rohani di toko buku Katedral Surabaya. AVE MARIA, BUNDA YANG SELALU MENOLONG judul kaset indie label ini. Penyanyinya ternyata Victor Hutabarat [bersama Yolanda Makasunggal].

Victor Hutabarat penyanyi rohani senior. Suaranya sangat bagus. Tenor. Tinggi melengking Artikulasinya sangat jelas. Serba "sangat" lah! Orang Flores--dan Nusa Tenggara Timur umumnya--yang mengalami masa remaja pada 1980-an atau 1990-an niscaya mengidolakan Victor Hutabarat. Di mana-mana orang putar kasetnya Bang Victor.

Cara nyanyi Victor pun ditiru banyak orang, termasuk saya [dulu]. Lagu apa saja, kalau dinyanyikan Victor Hutabarat, ehm ditanggung bagus. Mau lagu rohani ala himne, karismatik, lagu Melayu, Tapanuli, nostalgia. Bang Victor dianugerahi talenta suara yang sangat istimewa oleh Tuhan. Dia lahir sebagai penyanyi, bukan tipe penyanyi karbitan seperti yang banyak muncul di televisi sekarang.

Beberapa waktu lalu Victor Hutabarat menerbitkan album AVE MARIA, kumpulan lagu-lagu dari PUJI SYUKUR--buku nyanyian liturgi di Jawa. Itu album rohani Katolik pertama bagi Victor Hutabarat yang Kristen Protestan. Saya salut karena Bang Victor mau menyanyi lagu-lagu Katolik.

Ini barang langka di NTT yang punya sejarah panjang "konflik" Katolik dan Protestan. Meskipun sama-sama penganut ajaran Yesus Kristus, dua denominasi gereja ini kurang akur di bumi Flobamora.

Lha, kok Victor Hutabarat mau membawakan lagu-lagu Katolik?

Ini kejutan. Sekaligus kabar gembira bagi kita, orang NTT. Kenapa orang luar tak membeda-bedakan gereja, sementara kita di NTT masih terus mengungkit konflik lama yang dipicu gerakan reformasi Martin Luther pada 1517? Secara tak langsung Victor Hutabarat--lahir di Palembang 29 Agustus 1955--telah menjadi jembatan ekumene di NTT.

Salut deh sama penyanyi berdarah Tapanuli yang sudah merilis 30-an album itu!

Album AVE MARIA edisi 2008 ini diterbitkan oleh kongregasi para pater Redemptoris alias CSsR untuk memperingati 50 tahun keberadaan kongregasinya di Indonesia. CSsR identik dengan Pulau Sumba, pusat utama pelayanannya. Pater Robert Ramone bertindak sebagai produser. Dua pater CSsR lainnya--Oktavianus Babu dan Konradus Budi Mukin--ikut sumbang suara mendampingi Victor Hutabarat dan Yohana Makasunggal.

Suara kedua pastor ini boleh juga. Bisa serasi dengan Victor Hutabarat yang sudah malang melintang di rimba musik Indonesia.

Musik ditata oleh Hanny Pangkerego, pemusik yang biasa mengarap album-album rohani Victor Hutabarat. Juga ada nama Henry Lamiri (biola), Cucu Ripet Paulus (saksofon), serta Gatot (gitar). Karena itu, album untuk kalangan sendiri ini tak banyak beda dengan album-album rohani Victor Hutabarat sebelumnya.

Hanya saja, ada 10 seluruhnya bertema Bunda Maria. Semuanya diciptakan oleh orang Flores, NTT. Ungkapan cinta, devosi, penyerahan kepada Bunda Maria sangat terasa.

Lagu BUNDA SELALU MENOLONG, misalnya, ditulis almarhum Frater Albert SVD ketika sakit berat. Lagu ini ditulis saat Albert sakit parah. "Sebagai ungkapan hatinya yang penuh cinta dan berharap pada pertolongan doa Bunda Maria," begitu tertulis di sampul album.

Bagi orang Flores Timur atau etnis Lamaholot--macam saya--album Victor Hutabarat ini sangat berkesan karena ada lagu INA MARIA. Satu-satunya lagu yang menggunakan bahasa daerah: bahasa Lamaholot.

Bahasa Lamaholot dipakai secara luas di Flores Timur daratan, Pulau Solor, Pulau Adonara, dan Pulau Lembata. Kawasan ini meliputi Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Sejak dulu penulis lagu rohani [liturgi] di Flores Timur dan Lembata selalu mencoba mengungkapkan perasaan religiusnya dalam bahasa Lamaholot.

Nah, INA MARIA [ciptaan Thomas Kwaelaga] merupakan salah satu dari sekian banyak lagu devosional yang sangat merakyat di kampung-kampung Flores Timur. INA = mama, ibu, bunda. INA MARIA berarti Bunda Maria. Ketika berada dalam kesulitan, orang-orang kampung meminta bantuan doa Ina Maria. Sembahyang kontas atau rosario. Pasang lilin. Novena Tiga Salam Maria.

Melodi INA MARIA sederhana saja, sama dengan lagu-lagu Flores Timur umumnya. Tapi, justru karena kesederhanaan itu, INA MARIA cepat meresap ke hati umat. Syair lagu yang juga ditulis Thomas Kwaelaga, guru di kampung Sandosi, Adonara Timur, ini demikian:

Ina... Ina... Maria
Ina ata sare
Ina... Ina... Maria
Ina peten kame

1. Tobo tuen pae parep
Peten non go anam ue
Susah doan paya lela
Paya tada tana ekan
Ina... Ina... Maria
...................

2. Kame ia ata nalan
Peten kame anam ue
Ribun pia susa tudak
Ratun pia paya taga
Ina... Ina... Maria
...................

3. Ole Ina o Maria
Ribun tani loran lou
Ratun pia susa tudak
Sudi Ina o Maria
Ina... Ina... Maria
..................

4. Nalan kame pulo kae
Utan kame lema kae
Nuba pia tani mayan
Mayan ema o Maria
Ina... Ina... Maria
...................


Begitulah.

Syair lagu INA MARIA [Thomas Kwaelaga] ini sangat khas Lamaholot. Entah kenapa, sejak zaman dulu lagu-lagu Flores selalu bernuansa sendu, sangat sedih, cenderung menguras air mata. Selalu mengambarkan diri sebagai orang miskin papa [ribun pia susa tudak], menangis sepanjang hari [ribun tani loran lou], punya berpuluh-puluh kesalahan [nalan kame pulo kae].

Yang pasti, album AVE MARIA versi Redemptoris Victor Hutabarat ini menambah lagi khasanah musik rohani Katolik di tanah air. Juga menjawab kerinduan orang-orang Flores Timur di perantauan akan kampung halaman. Terima kasih Bung Victor Hutabarat!

Ina, Ama, Kaka Ari...
Tobo leron peten susah,
Rema tukan tani mayan
Lewotana pe doan kae


Karakter ini selalu dibawa-bawa orang Flores Timur ke mana-mana. Simak saja syair lagu-lagu daerah dari dulu sampai sekarang: pesannya tak pernah jauh-jauh dari sini.

"Itu memang cocok dengan kehidupan kita di kampung. Dan itu yang bikin lagu-lagu daerah kita sangat digandrungi masyarakat," ujar Frans, teman saya, asal Flores Timur.

17 comments:

  1. Ama Lamber,
    bisa mo kirim kaset tou untuk kame ie doan manila?kam rua Herry Langoday ire temy ata lewun seba hidup me.
    go perna denge lagu Ina MARIA,tapi lela koi ama. Bisa mo kirim tou ama?
    salam untu semua
    franskupangujan (olan444@yahoo.com)

    ReplyDelete
  2. Salam Kenal,

    beberapa waktu yg lalu kami menyanyikan lagu ini, saya senang dengan melodinya.
    Saya contek textnya ya.

    agneswollny.multiply.com

    ReplyDelete
  3. oh, terimakasih :)
    Agnes

    ReplyDelete
  4. Oke, Mbak Agnes, silakan dipakai untuk nyanyi2 di Jerman, siapa tahu lebih ingat tanah air. Kok bisa ya lagu rohani daerah Flores Timur sampai nyasar di Jerman ya?
    Selamat bersibuk ria di negara orang. Salam damai.

    ReplyDelete
  5. Ama Lamber...
    Salam Kenal,saya dikasih sama teman alamat blogmu ini,dan menurut saya blog-nya ama paling bagus dibandingkan dengan anak muda FLOTIM yang lain.Kalo boleh kirim lagu ini ke email saya biar nanti goe download ( maaf kalo bisa di-zip-kan yah ) soalnya di tempat kerjaku download Mp3-nya gak bisa.sebelum & sesudahnya,sekali lagi selamat,boleh donk saya bergabung di blog-nya Ama.Oh ya saya dari Desa Badu,Larantuka.Demikian & Terimakasih.

    Salam
    Sam Hurint
    e-mail : sam.hurint@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  6. eka lupa lewotana ya....
    teman teman semua......GBU
    Salam
    BOBBY DOREN

    ReplyDelete
  7. Sam Hurint, Bobby Doren, terima kasih sudah mampir di pondok maya saya. Oring medohn. Rekaman Victor Hutabarat dan pater-pater CSsR itu di kaset, bukan CD/VCD, sehingga sulit dikopi. Saya gaptek, tidak tahu cara transfer.

    Maka, saya hanya bisa bantu dengan menulis notasi sederhana ini agar bisa dinyanyikan kapan saja. Lebih baik menyanyi sendiri daripada terus-menerus dengar suara penyanyi yang belum tentu lebih baik. Sekali lagi, terima kasih dan salam untuk keluarga besar Lamaholot di mana saja.

    ReplyDelete
  8. ada lagu rohani lamaholot yg bisa didengarkan di blognya Mbak Agnes (Jerman):
    http://agneswollny.multiply.com/video/item/10/Lagu_Flores

    ReplyDelete
  9. wow,terimakasih ama,sebelumnya boleh minta emailnya Boby Doren ??? kayaknya teman lama saya ini.Salam balik buat Ama & sukses buat blognya.

    ReplyDelete
  10. Maaf ribu tou, Boby Doren go koi hala. Mo soba leta te ana ahan. Salam.

    ReplyDelete
  11. Hi Lambert, mat kenal n mat jumpa.

    Saya adalah salah seorng Pater Redemptoris yg saat ini sedang belajar di Manila (Philipinne). Saya mau ucapkan terima kasih banyak yah buat promonya untuk album Ave Maria 2 Viktor Hutabarat dan para Pater Redemptoris.

    Nama saya P. Kosmas Damianus Moa, CSsR, biasa dipanggil Pater Koma. Saya salah seorng yg melirik beberapa lagu dlm album itu dan ikut menyanyi bersama Bang Viktor. Duh menyenangkan sekali ada umat Allah yg ikut mndukung karya para Pater Redemptoris untuk pewartaan iman melalui bidang musik. Saya tidak menyangka sama sekali bahwa ada blognya Lamber dlm internet yg mempromosikan album ini.

    Sekali lagi terima kasih banyak ya buat kebaikan dan dukungannya. Saya akan mendoakanmu selalu agar sukses dalam usaha dan diberi selalu kesehatan yg baik oleh Tuhan.

    ReplyDelete
  12. Terima kasih Pater Koma, semoga sukses dalam studi di Manila. Umat di kampung sudah menanti, jadi cepat selesai lah.

    Yah, saya salut, terkejut, begitu mendengar lagu-lagu di album ini. Mutunya tak kalah dengan penyanyi profesional. Belum lagi komposisi ditulis sendiri oleh pater-pater Redemptoris.

    Saya tunggu album berikutnya. Salam damai!

    ReplyDelete
  13. Mat pagi.

    saya seorang yang sangat senang dengan lagu Ina Maria dalam bahasa Lamaholot. Terasa sangat menyentuh baik dari segi syair maupun aransemennya. Kebetulan sekarang saya tinggal di maumere. di maumere, orang merubah sayir lagu ini ke dalam bahasa Maumre dan menjadi lagu wajib dalam berbagai kegiatan dao rosario dan ibadat lainya.

    Saya juga memilik berbagai koleksi lagu Ina Maria ini dalam bentuk VCD/CD yang dinyanyikan oleh para penyanyi lokal, albumnya para frater termasuk juga pada album milik biara Redemtoris yang dinyanyikan oleh Victor Hutabarat dkk (tapi bung Victor tidak nyanyi Ina Maria; tapi kalau Bung Victor pernah nynyi lagu ini, saya pingin dapat copynya).

    Lagu ini dinyanyikan atau diperdengarkan hampir di seluruh pelosok flores dan lembata dan mungkin di tempat lain juga. Maum sayangnya, saya tidak pernah memnemukan nama pencipta lagu ditulis dalam album2 tersebut.

    Saya meraqsa prihatin dan turut bersedih karena pencipta lagu ini yang adalah seorang guru SD yang sangat sederhana, tinggal di pedalamam adonara yakni di Sandosi, adonara Timur. Karena cinta terhadp lagu ini, saya berssah paya pergi mencari beliau di adnara dan berhasil bertemu dengan beliau dan sempat semalam nginap di rumahnya sekedar bertanya tentang inspirasi apa yang membuat beliau menulis lagu ini. Ternyata beliau mempunyai devosi yang kuatt terhadap Bunda Maria.

    Masih ada banyak lagu Maria yang bagus2 yang lahir dari buah inspirasinya. Hanya ada satu albm yang pernah menulis nama penciptanya yakni album ERLASARI yang di nyanyikan oleh Erlin Lasar, penyanyi cilik asal Lembata yang tinggal di Maumere.

    Ok. Hanya ini saja sekilas info. semoga bermanfaat.

    "Edang Yoseph"
    edang_maumere@yahoo.com

    ReplyDelete
  14. Bung Edang, itu juga yang menjadi kegelisahan saya. Kok nama pencipta Ina Maria tidak pernah dicantumkan? Saya bertanya ke banyak orang Lamaholot di Jawa Timur, tapi tidak ada yang tahu. Karena itu, saya berterima kasih atas informasi yang anda gali langsung di Sandosi, Adonara Timur.

    Pertanyaan saya: guru SD di Sandos itu namanya siapa? Saya akan menulis nama beliau di blog dan mencantumkan namanya di partitur. Guru nepe naranen heku? Salam.

    ReplyDelete
  15. Nama pengarang lagu Ina Maria adalah bapak THOMAS KWAELAGA. Saya sudah hubungi beliau perihal tidak dicantumkan namanya dalam beberapa album lagu Ina Maria. Sebagai pencipta lagu, Beliau sangat prihatin dengan hal ini.

    Mungkin hal ini terjadi karena lagu ini sudah sangat bersahabat di hati pencinta lagu Ina Maria sampai orang lupa mencari tahu nama pengarangnya sekaligus meminta ijin hak pencipta untuk menyanyikan lagu ini sekaligus memperdagangkannya. Mudah - mudahan ini bermanfaat. Trims.

    Edang Yosef

    ReplyDelete
  16. sa minta izin share link ini ke grup2 katolik dan grup2 flores&florestimur
    Boleh ya....

    Kamilus Nara Odung

    ReplyDelete
  17. Josaphat Sadsunu1:22 PM, July 16, 2013

    Selamat siang, Mas Lambert.

    Salam kenal.

    Sudah lama saya mendengar lagu Ina Maria dari You Tube dan sangat menikmatinya.
    Dua pekan lalu saya berada di Larantuka dan dalam ibadah penutup saya meminta para peserta menyanyikan lagu Ina Maria itu. Bulu kuduk saya berdiri, merinding, mendengarkan keindahan syahdu lagu itu.

    Sejak mendengar lagu, baik dari Youtube (sejak 3 tahun lalu) dan di Larantuka itu, saya berusaha mencari teks partitur lagu tersebut dan baru 2 hari lalu mendapatkannya dari seorang mantan frater di kantor kami.

    Dalam teks aransemen Robert S.T. itu ditulis syair dan lagu oleh NN.
    Saya heran mosok lagu sangat indah tidak ada pengarangnya, tepatnya tidak ada yang tahu pengarangnya.

    Lalu saya search di google dan menemukan blog Anda yang menceritakan ikhwal nyanyian Ina Maria itu.

    Saya meminta izin apakah lagu Ina Maria sebagaimana terdapat dalam file lampiran (saya coppy dari blog Anda) boleh saya share di facebook saya.

    Tujuannya: 1. menolong orang yang ingin mendapatkan teks partitur lagunya, 2. tentu saja memperkenalkan pengarang lagu sebagaimana terdapat dalam teks yang Anda pasang di blog Anda.

    Saya menunggu jawaban/balasan Anda.

    Salam hormat saya untuk Bapak Thomas Kwaelaga di Sandosi, Adonara


    Tuhan memberkati,


    Josaphat Sadsunu

    ReplyDelete