19 April 2008

Konser Eliata Choir di Cak Durasim



Oleh: Sepancanaryanto

Dunia paduan suara Surabaya diramaikan oleh Eliata Choir. Kumpulan anak-anak muda yang gila paduan suara ini baru saja menggelar konser di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali 15 Surabaya, Sabtu (5/4/2008). Konser ini cukup sukses, bisa dilihat dari penonton yang memenuhi gedung di kompleks Taman Budaya Jatim itu.

Suasana mendung tak menghalangi animo penonton. Panggung didekorasi seperti sapu lidi terbalik dengan aneka warna. Lighting oke. Ini membuat konser bertajuk And The Night Shall Be Filled with Music ini kian romantis. Indah. And The Night Shall Be Filled with Music--yang juga tema konser--menjadi lagu pembuka. Iringan Symphony String Ensamble dibantu Alvin (pianis), Jozzi, dan Yayang dari The Percussion Player sangat mendukung nuansa musik Eliata.

Dibagi dalam dua sesi, Eliata Choir menyanyikan 18 lagu kurang lebih selama empat jam. Nomor-nomor yang dibawakan antara lain Agnus Dei (Samuel Barber), Ave Maris Stella (Edvard H. Grieg), O Divine Redeemer (Charles Gounod), Prayer of Being (Mark Hayes), dan I Will Sing With The Spirit (John Rutter). Lagu-lagunya memang cukup variatif.

Sekadar perkenalan, Eliata Choir dibentuk pada 2004 dengan anggota awal 15 orang. Pelan-pelan Eliata bertumbuh menjadi 30 anggota aktif yang berasal dari berbagai gereja di Surabaya dan Sidoarjo. Nama Eliata diambil dari seorang putra Lewi, pemimpin paduan suara di sinagoga, pada zaman Perjanjian Lama. Eliata sendiri berarti Thou art my Lord (Eliathad).

Eliata Choir ini dilatih dan dipimpin oleh Maria Widyaningrum, aktivis paduan suara kelahiran Denpasar 31 tahun lalu. Maria Widyaningrum yang akrab dipanggil Maya ini bekas aktivis paduan suara ITS Surabaya. Maya juga aktif melatih paduan suara pelajar dan gerejawi di Kota Surabaya.

Eliata Choir latihan setiap Selasa dan Jumat pada pukul 19.00-22.00 di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Jalan Polisi Istimewa Surabaya. Sekaligus melayani misa rutin setiap dua bulan sekali pada Minggu ketiga pukul 09.15 WIB.

Eliata Choir telah melakukan banyak pelayanan baik di Gereja Katolik maupun Protestan di Surabaya, upacara perkawinan. Hebatnya, mereka pernah ikut membantu konser amal Mozart C Minor (2005) dan Mozart Requiem (2006) di Surabaya. Untuk menambah wawasan anggota, Eliata Choir mengundang beberapa pelatih tamu seperti Rubin Lukito (rutin), Tommyanto Kandisaputra, dan Richard Awuy.

Rubin Lukito yang asli Surabaya ini sarjana teknik elektro. Tapi dia rela meninggalkan profesinya sebagai ahli teknik audio untuk mendalami musik gereja. Rubin pada Mei 2003 menempuh pendidikan musik di Singapore Bible College, dan akhirnya memperoleh gelar bachelor of church music dalam bidang komposisi. Pada 2006 di institusi yang sama dia memperoleh gelar graduate diploma. Rubin saat ini aktif melatih beberapa paduan suara gereja di Surabaya dan menjadi solis tamu pada beberapa konser, termasuk di Eliata Choir.

Konser Eliata Choir di Gedung Cak Durasim pekan lalu merupakan konser kedua setelah Sing Noel Concert (2005). "Konser ini untuk menjawab kerinduan kami memperkaya atsmosfer Kota Surabaya tercinta dengan paduan suara," ujar Mbak Maya yang cantik itu.

Konser Eliata Choir diakhiri dengan It’s Rag Time (Kirby Shaw). Lagu ini dibawahkan dengan riang gembira plus gerakan-gerakan ritmis dan dinamis. Proficiat! Kami tunggu konser-konser Eliata berikutnya. Puji Tuhan!

ELIATA CHOIR
Adry 081 33191 5000
Audrey 081 231 42420

Reny 0856 4811 7711

6 comments:

  1. salam kenal, mas/pak.. kayaknya mas aja ya :D
    terima kasih banyak sudah menonton konser kami... lebih2 telah meliput/review konser itu di blog ini. We really-really appreciate what you've done :)

    btw, kenapa tidak gabung saja dengan kami ? kami tunggu :)

    ReplyDelete
  2. naskah ini yg nulis asep, kancaku. aku sendiri gak sempat lihat karena kerja malam. sejak usia 27 saya eksit dari paduan suara karena, itu tadi, kerja malam dan makin sulit bagi waktu. saya kira banyak mantan aktivis choir yang juga ingin berlatih, tapi ada2 saja kendalanya.
    maka, berbahagialah teman2 yang masih bisa terlibat langsung di choir. semua ada masanya lah. ada masa kita aktif, masa sedikit mundur, masa jadi pengamat, masa jadi penonton... anak2 muda [di bawah 27] lah yang harus ambil peran.
    salam untuk caecilia dan teman2 di eliata, khususnya si maya.

    ReplyDelete
  3. catatan paduan suara kayak gini perlu banget. buat tambah wawasan. GBU. siska

    ReplyDelete
  4. Gue ingin membeli buku Madah Bakti, gimana ya?
    Tha_less@yahoo.com

    ReplyDelete
  5. Buku Madah Bakti banyak dijual di toko2 buku katolik di Surabaya. Di Gramedia juga ada. Mau yang lebih murah di Jalan Semarang, lapak buku2 bekas. Kalau di kota2 lain, saya tidak tahu. Salam damai.

    ReplyDelete
  6. ehm... good for all ya...
    moga tambah besar ni paduan suara..
    keep "phileo" spirit, ok

    ReplyDelete