26 March 2008

Pietche Ranitoa rilis album ketiga




Pietche Ranitoa baru saja merilis album ketiga. Judulnya: Lonceng Gereja. Yah, sudah jelas lagu-lagu rohani, gospel songs. Pietche pemuda asal Bajawa, Flores bagian barat, yang semangatnya tinggi, optimistis, selalu merasa bisa menghadapi tantangan seberat apa pun.

"Bung sudah tahu belum, saya punya album ini sudah dibahas di Radio Merdeka FM lho. Katanya, kualitas album saya bagus. Nggak kalah lah sama album-album major label," ujar Pietche Ranitoa kepada saya di Surabaya, 25 Maret 2008.

"Bung rugi kalau nggak koleksi saya punya album. Hehehe...."

Pietche Ranitoa belajar musik pada almarhum Pater Petrus [Piet] Wani SVD, komponis musik liturgi asal Flores. Lagu-lagu misa Piet Wani banyak dinyanyikan di gereja-gereja Katolik di seluruh Indonesia. Piet Wani mengantungi gelar magister music sacrae dari Roma, Italia.

Namun, seperti kebanyakan orang Flores, Pietche Ranitoa tidak intens belajar musik klasik serta paduan suara. Setelah merasa 'bisa', meski belum optimal, dia sudah membina beberapa paduan suara anak muda di Jawa. Bosan dengan paduan suara, Pietche menjual suara sebagai penyanyi solo. Mengisi acara-acara perkawinan, persekutuan doa, dan sebagainya.

"Saya mau hidup dari musik. Dari menyanyi. Kita punya suara ini kan aset yang sangat berharga," ujar Pietche Ranitoa yang sudah punya album ini.

Ketiga-tiga album [kaset/CD] dicetak 2.000-3.000 kopi. Dia menjual sendiri di halaman gereja-gereja, promosi di persekutuan, atawa event yang banyak umatnya. Namanya juga cari makan, bukan?


Demi membantu sahabat dari Bajawa ini, saya membeli album Lonceng Gereja. Harganya Rp 50 ribu. Saya cermati suara Pietche Ranitoa cukup bagus. Bariton, ambitusnya lebar, ada sedikit vibrasi, agak tebal. Mirip penyanyi-penyanyi Maluku pada 1980-an. Teknik vokalnya klasik, namanya juga pelatih paduan suara.

"Saya nyanyikan The Prayer ini dengan tangga nada asli. Tidak saya turunkan sama sekali," akunya bangga. Pietche hanya ingin bilang The Prayer yang aslinya dibawakan Andrea Bocelli, tenor asal Italia, selalu diturunkan tonnya oleh penyanyi-penyanyi anak negeri, termasuk Delon Indonesian Idol.

Berarti kamu lebih hebat dari Delon, dong?

"Hehehe... Bukan begitu, Bung. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa orang Flores pun bisa menyanyi dengan standar yang tinggi. Dunianya Delon dengan saya kan beda," ujar Pietche Ranitoa.

Selain The Prayer, masih ada sembilan lagu di album ini. Ada Sobat yang Setia, Dengar Lonceng Gereja, Ave Maria [Schubert], Jiwaku Mengharapkan Tuhan*, Pujilah Tuhan*, Oh Indahnya**, Apa Maksudnya*, Lihatlah Penebusmu*, An Tungga Lama Tua* [bahasa daerah Rote, NTT].

Lima lagu ditulis sendiri oleh Pietche. Satu lagu rohani diindonesikan liriknya sama Pietche. "Jelek-jelek begini saya bisa menulis dan mengaransemen lagu. Kata teman-teman sih bagus. Bagaimana pendapat Bung?" todongnya. Beta hanya tertawa mendengar gaya si Bajawa ini yang khas dan periang.

Aransemen musik digarap Denny dari Nada Musica Studio Surabaya. Ada nuansa klasik, country, pop lawas, praise and worship, hingga etnik Rote di Nusa Tenggara Timur. Pietche Ranitoa rupanya masih mencari-cari bentuk yang pas.

"Mas Denny ini agamanya Islam, tapi kami bisa ketemu di gelombang yang sama. Musik itu memang universal, tidak mengenal batas-batas ras atau agama," tutur Pietche Ranitoa. Dia juga memuji kehebatan Denny yang bisa menafsirkan lagu klasik Ave Maria dengan baik.

Setelah mendengar 10 lagu di album ini, menurut saya, mutu rekaman sudah jauh lebih bagus ketimbang sebelumnya. Kita seakan dibawa ke masa sebelum 1980-an ketika lagu-lagu rohani masih bernuansa tenang, berbasis himne, tidak hingar bingar. Pietche Ranitoa seakan mengajak pendengar untuk lebih merenung, mendekatkan diri pada Tuhan, Sang Pencipta.

Tidak dijual di Flores sana?

"Tunggu dulu. Saya harus bikin VCD-nya. Kenapa? Orang-orang di Flores itu kan butuh hiburan. Kalau cuma CD saja akan sulit laku," kata si Pietche Ranitoa.

Omong-omong, kenapa tidak mencoba mendekati major label di Jakarta?

"Bung bisa bantukah? Saya sih maunya begitu. Tapi Bung tahu sendiri kita sulit sekali masuk ke sana karena sekarang ini kompetisinya luar biasa."

Okelah, Bung Pietche Ranitoa! Mudah-mudahan album ketiga ini sukses!

NOMOR KONTAK
Pietche Ranitoa
081 553 904880

1 comment:

  1. wah boleh juga si pietche ini. nyanyikan terus lagu2 flores.

    ReplyDelete