05 March 2008

Chacken M, Indonesia Jaya, komponis pejuang


INDONESIA JAYA 

By Chacken Matulatuwa [1948-2008]

Hari-hari terus berlalu
Tiada pernah berhenti
S'ribu rintang, jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang

Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk Yang Kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...

Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan, mulia adanya
Berpeganglah tangan satu dalam cita
demi masa depan Indonesia Jaya


Saya terkejut membaca berita di internet bahwa Chacken M. [60 tahun], penulis lagu pop Indonesia, meninggal dunia, Selasa (4/3/2008). Saya tak mungkin lupa nama Pak Chacken karena kebetulan beta sangat suka lagu ciptaan almarhum, Indonesia Jaya. Ini saya punya lagu kenang-kenangan sewaktu aktif di paduan suara mahasiswa Universitas Jember, Jawa Timur.

Teman-teman mahasiswa pun rata-rata suka lagu ini. Kalau ada wisuda, latihan, tampil di panggung, teman-teman minta agar Indonesia Jaya dinyanyikan. "Gimana ya? Enak banget sih melodi dan syairnya. Rasanya merinding kalo dengar lagu itu," begitu kata Fitri, teman semasa mahasiswa pada 1990-an.

Memang betul. Saya kira semua orang Indonesia [yang paham musik] sepakat bahwa Indonesia Jaya punya kualitas sangat bagus. Melodi bagus. Lirik penuh optimisme. Ajak sesama bangsa Indonesia berjuang menghadapi kendala demi Indonesia yang jaya. Dan jangan lupa... berjiwa Pancasila.

Indonesia Jaya merupakan satu dari 12 lagu terbaik lomba cipta lagu pembangunan tahun 1987. Penyanyi aslinya memang Harvey Malaihollo. Di album yang sama Pak Chacken juga menulis lagu KUSAMBUT HADIRMU [dibawakan Andi Meriem Mattalatta], tapi tidak menjadi hit. Satu lagu lagi yang hit adalah DOA ANAK NEGERI [karya Donny Hardono dan D. Prasetyo] dengan vokalis Chrisye.

Kedua lagu ini--INDONESIA JAYA dan DOA ANAK NEGERI--menjadi lagu favorit teman-teman mahasiswa aktivis paduan suara di seluruh Indonesia. Bahkan, sampai sekarang saya masih mendengar anak-anak SMA di Surabaya pun membawakan lagu ini. Bukan maen!

Yah, Indonesia Jaya jelas lagu perjuangan, tapi tidak indoktrinatif macam banyak lagu perjuangan umumnya. Secara industri pun boleh lah. Harvey Malaihollo, penyanyi asal Maluku yang dulu disebut "macan festival" [karena selalu memang kalau ada festival atau lomba menyanyi pop] membawakan Indonesia Jaya dengan sangat memukau.

Amboi, saya pikir, Bung Harvey memang tidak ada yang bisa lawan lah. Pak Chacken orang Ambon, bung Harvey Ambon, ya, tentu cocok to!!!

Kalau Bung Harvey nyanyi Indonesia Jaya, terus terang, saya bergidik mengakui kedahsyatan komposisi Indonesia Jaya. Apalagi kalau musiknya digarap Bung Elfa Secioria bersama Elfa's Big Band atau Elfa's Orchestra. Tidak salah kalau Indonesia Jaya, karya Pak Chacken, telah menjadi salah satu lagu abadi di tanah air.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara khusus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pak Chacken Manusama. Bahkan, situs SBY ada sebuah berita kecil tentang simpati SBY pada Pak Chacken. Beta kutip pernyataan Presiden SBY:

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya mendapat berita bahwa saudara Chaken, seniman kita dan pencipta lagu Indonesia Jaya meningggal dunia hari ini (4/3/2008).

"Kita kehilangan seorang seniman pencipta lagu. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Tuhan. Meskipun almarhum telah tiada, tapi lagunya akan terus kita kenang, dan Indonesia Jaya akan terus terjadi di negeri yang kita cintai ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawakal."

Saya kira, ini kali pertama seorang presiden Republik Indonesia secara khusus mengungkapkan simpatinya untuk penulis lagu pop. Ternyata, saudara-saudara, Pak SBY ini penggemar berat lagu Indonesia Jaya karya Pak Chacken yang tinggal di Jalan Pontianak I/132, Perumahan Naga Mas, Jaka Mulya, Bekasi. Pada acara 17 Agustus 2007 Pak SBY menyanyikan Indonesia Jaya dengan penuh penghayatan.

Wah, ternyata saya punya selera sama dengan Pak SBY ya? Cuma nasib saja yang beda jauh. Beliau orang hebat, presiden, saya cuma orang biasa, orang kampung. Hehehe....

Kalau tak salah ingat, Indonesia Jaya sangat disukai Ibu Maya Rumatir. Beta beberapa kali mengikuti seminar atau diskusi yang dihadiri Maya Rumantir. Dan bekas penyanyi pop era 1980-an, pernah dekat keluarga Pak Harto, itu selalu membawakan Indonesia Jaya.

"Lirik lagu ini luar biasa. Semua orang Indonesia pasti tersentuh dengan lagu Indonesia Jaya," kata Ibu Maya Rumatir kepada saya di Surabaya, suatu ketika.

Ibu Maya Rumantir ini bagus kalau menyanyikan Indonesia Jaya. Tapi masih kalau jauh lah sama Bung Harvey Malaihollo. Dulu, ketika Ibu Maya punya program putra-putri nusantara di TVRI, lagu Indonesia Jaya selalu dinyanyikan. Saya belum lupa itu!

Di Surabaya Bung Yulius Kristianto, pelatih paduan suara terkenal, alumnus Paduan Suara Mahasiswa Universitas Airlangga, pun kerap menampilkan Indonesia Jaya saat konser. Lagi-lagi, saya tersentuh mendengar lagu Indonesia. Yah, lagu bagus itu tak akan hilang ditelan masa. Beda dengan lagu-lagu pop murahan yang syair dan musiknya digarap asal-asalan.

Begitulah. Bapa Chacken M. telah mewariskan karya seni berharga untuk kita semua, orang Indonesia. Almarhum bukan penulis lagu yang produktif. Karyanya tidak banyak, tapi rata-rata bermutu tinggi. Selalu lolos di festival lagu pop Indonesia tingkat nasional pada 1980-an hingga awal 1990-an.

Pada 1983 Pak Chacken menulis lagu berjudul BOROBUDUR untuk diikutkan dalam ASEAN Song Festival. Penyanyinya: Euis Darlias, Nola Tilaar, Masnait VG -- yang terakhir ini grup vokal asal Maluku. Pak Chacken mengajak kita bangga dengan Candi Borobudur yang luar biasa itu.

"Borobudur candi yang paling termegah
Di antara tujuh keanehan dunia
Ha… ha…ha…

Borobudur peninggalan nenek moyang kita
Lambang tinggi kebudayaan bangsa Indonesia
Haaaa…"


Perhatikan, lirik lagu yang ditulis Chacken memang sangat kuat. Selalu ada muatan kebangsaan, perjuangan, kebanggaan, sebagai bangsa Indonesia. Tak berlebihan Pak SBY secara khusus mengundang Pak Chacken menghadiri peluncuran album "Rinduku Padamu" -- kumpulan lagu-lagu karya Pak SBY -- Oktober 2007 di Pekan Raya Jakarta.

Sayang sekali, nama besar dan karya-karya monumental Pak Chacken tidak diimbangi dengan penghargaan yang layak. Selama 10 tahun Pak Chacken terbaring lemah karena stroke. Hidup miskin nyaris melarat. Harta benda tak punya. Pemerintah kita sejak dulu memang cenderung mengabaikan seniman-seniman yang telah memperkaya kehidupan rohani bangsa Indonesia.

Saya tahu sendiri betapa banyak seniman yang pernah berjaya pada 1970-an, 1980-an, kini hidup terlunta-lunta. Ada yang jadi penjaga tambak, tukang tambal ban, penjual gorengan, satpam, tukang kebun, kernet, pengamen.... Penghasilannya tidak menentu.

Sebelum ajal menjemput, beliau diundang Presiden SBY dan dapat perhatian dari pemerintah. Selamat jalan Pak Chacken! Semoga cita-cita anda melihat Indonesia yang jaya, toleran, damai, selalu bergandengan tangan... suatu saat menjadi kenyataan!

Oh, ya, berikut partitur paduan suara Indonesia Jaya (SATB) yang pada 1990-an saya pelajari ketika menjadi anggota dan penggerak Paduan Suara Mahasiswa Universitas Jember. Semoga bermanfaat untuk kawan-kawan dan adik-adik aktivis paduan suara di mana saja.

Selamat berlatih!



30 comments:

  1. lagu indonesia jaya bisa didengar di youtube :

    http://www.youtube.com/watch?v=4xhFGS96ca4&feature=related

    ReplyDelete
  2. beta salut sama tulisan2 bung hurek yg unik dan kreatif. ternyata bung penggiat paduan suara mahasiswa ya? makanya, artikel2 paduan suara sangat bagus.
    salam.

    teddy di jakarta

    ReplyDelete
  3. Lambertus, thanks for "Indonesia Jaya" and the story about Bapa Chacken Manusama. He's our great composer.

    bernard, papua

    ReplyDelete
  4. sukses bos! boleh juga anda pu blog ini. ada bakat jadi penulis hebaaat. hehehe... salam kenal.

    frans di jogja

    ReplyDelete
  5. halo...

    saya termasuk salah satu mahasiswa yang menggemari lagu indonesia jaya dan doa anak negeri,secara saya dulu mengikuti paduan suara selama di sma dan kedua lagu itu selalu dinyanyikan pada saat peringatan kemerdekaan indonesia di grahadi(surabaya) dan semua teman2 saya juga menggemari kedua lagu itu dan kerap menyanyikannya di sekolah. Tapi baru kali ini saya mengeahui profil penciptanya...makasih banyak sudah dikasih tambahan pengetahuan..

    Moga Indonesia makin jaya(doa kami dari anak negeri)

    era di bandung

    ReplyDelete
  6. Era di bandung, terima kasih sudah mampir di sini. Baru-baru ini ada lomba paduan suara antar-SMA di Surabaya. Lagu wajibnya DOA ANAK NEGERI. Lagu INDONESIA JAYA pun masih sering dinyanyikan.
    Selamat beruntung!

    ReplyDelete
  7. puagi ciang mas...
    Beta ngucapin salm knalq lusia.
    Mas, q pnya kanlan di Unej fak ekomi.tp ekomi ap ya..kyakna adm.perusahaan de.angkt03.tp smpai saat ini blm tau tu org.yg jd problem,nomor hp na tu ilang.nah loe, gmna tu.rmhnua jl.erlangga,sekitar kmpus kan?namana Aditya novantika.mnta tlung ya mas klo knal.q khlangan bgt tu org.thx b4+after.God Bless U.ne noq 081325291525.ato di email tmnq susancute_bruggman@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  8. waduh non, aq gak kenal. aq kan dah lama cabut dari jember. moga2 dah ketemu. salam.

    ReplyDelete
  9. Di karangan ini disebut nama Chacken Manusama. Tapi menurut adiknya Demi M yang tinggal di Jakarta dan adalah anggote , nama belakang adalah Matulatua bukan Manusama. Apa yang betul ya?

    Lihat di youtube.com klip ini: http://www.youtube.com/watch?v=6fwJ9Xbgcng

    Ini lagu ciptaan Chacken M.
    Jaman dulu masih dinyanyikan oleh Dian Piesesha, di klip tersebut dinyanyikan oleh Siwi Yunia

    Salam,
    Ralph di Belanda

    ReplyDelete
  10. Saya merujuk pada kaset-kaset keluaran sebelum 1980-an. Sebelum pakai nama Chacken M., saya selalu menemukan nama pencipta lagu Chacken Manusama. Saya kok tidak pernah menemukan nama Chacken Matulatua.
    Sayang, saya tidak pernah minta konfirmasi ketika Pak Chacken masih hidup. Tapi bisa saja Anda benar. Majalah Tempo juga menulis Chacken Manusama.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  11. Ok bung,

    Saya akan merubahkan di klip youtube nama Chacken dari Matulatua ke Manusama, sebab perasaan saya itu betul.

    Salam,
    Ralph di Belanda

    ReplyDelete
  12. Tapi tetap merasakan bimbang:
    Di http://evgarf.multiply.com/journal/item/6/.PeNCiPta_LaGu_INdoNesiA_JaYa_teLaH_bpuLaNG_Hidup_tiada_mungkin_tanpa_perjuangan_tanpa_pengorbanan.._kata2_itu_benar_Oom..seLaMat_jaLaN_Oom_Chacken_M.
    ada tertulis namanya Chacken Matulatua.
    Munkin nama ini yang benar. Akhirnya majalah dan harian juga bisa keliruh karena kurang check sumbernya.
    Sayangnya waktu saya di Jakarta tahun 2006, saya kepingin ketemu pak Chacken dan minta adiknya Demmy Matulatua untuk ajak saya ke pak Chacken M
    Tapi itu ngak jadi sebabnya alasan yang kurang jelas.

    Salam,
    Ralph di Belanda

    ReplyDelete
  13. Terima kasih Ralph. Saya akan cek dan berusaha memverifikasi lagi. Agar artikel di blog ini lebih akurat dan bisa menjadi referensi orang banyak. Salam musik.

    ReplyDelete
  14. mantap bung. thanks dah bagi2 lirik n referensi indonesia jaya.
    merdeka!!!!

    ReplyDelete
  15. bagus memang lagu ini. kayaknya skrg gak ada lagi ya? cokelat terlalu ngepop. beda sih jamannya.

    ReplyDelete
  16. hai... aku juga sangat terinspirasi dgn lagu INDONESIA JAYA

    ReplyDelete
  17. waduh, bung, baru kali ini aq nemu blog yg luar biasa. n amat sangat musikal.

    joni krowa

    ReplyDelete
  18. johnny george andre:

    Bung lambertus yang terhormat.

    terimakasih bung sudah tulis sedikit tentang papa sy (Chacken Matulatuwa), koreksi saya sampaikan kpd bung untuk segera merubah artikel-artikel almarhum Chacken Matulatuwa. semoga Bung Lambertus tidak keberatan atas koreksi sy. thx GBU.

    ReplyDelete
  19. Terima kasih Bung Johnny George Andre,
    Akhirnya saya mendapat informasi akurat dari anda, putra almarhum Bapak Chacken M. Saya jadi tahu bahwa Chacken M. itu Chacken Matulatuwa. Penjelasan ini sekaligus KOREKSI dan klarifikasi atas berbagai salah paham selama ini.

    Saya tentu sangat tidak keberatan dikoreksi oleh anak kandung almarhum Chacken Matulatuwa. God bless you too!

    ReplyDelete
  20. wah... emang lagu ni bener2 enak buat didenger. Aku tu salah satu pecinta musik di Indonesia, apalagi lagu Indonesia jaya. Walaupun banyak lagu2 yg baru, tapi lagu ni gak pernah terseret oleh arus gelombang musik negeri kita. Pokoknya, buat pecinta lagu Indonesia, rugi deh, kalo gak pernah tau tentang lagu ini. Diba di Bandung

    ReplyDelete
  21. salut untuk seniman indonesia yang mampu menggugah nasionalisme...

    salam bang Lambertus L. Hurek...
    kami adalah komunitas baru yang membentuk paduan suara.. kami sangat berterimakasih apabila ada yang membantu kami dalam memberikan referensi aransemen lagu dengan SATB..
    terimakasih...

    komunitas seni Q-pas Bogor

    ReplyDelete
  22. Akhirnya sama ketemu nada2nya. Makasih ya infonya.

    ReplyDelete
  23. bung, aku cari2 partitur Indonesia Jaya di Google dan ternyata ketemu di blog anda. aku kira, blog anda sangat informatif dan banyak memberikan wawasan paduan suara kepada masyarakat indonesia.

    good luck ya!!!

    bastian

    ReplyDelete
  24. ada mp3nya ga gan bwt indonesia jaya???

    ReplyDelete
  25. mantab lagunya. salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

    ReplyDelete
  26. ada yang punya chord gitarnya. please butuh banget buat classmeet lomba vokal group. tolong e-mail ya di rizki_metro@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  27. ada yang punya chord gitar yang biasa sama tabnya ga. rizki_metro@yahoo.co.id , kirim ke email ini ya secepatnya

    ReplyDelete
  28. thx bung ini ciptaan beta pung opa beta sangat bangga kpd beliau , beta ucapkan terimakasih ternyata masih ada orang yang perduli dengan beliau , salam kenal dari saya raka indonesianes sandri matulatuwa cucu ke dua dari anak pertama chacken M (sally matulatuwa) Tuhan Yesus memberkati....

    ReplyDelete
  29. Lagu yang akan selalu di kenang dan selalu menjadi lagi wajib wisuda di salah satu universitas ternama di indonesia.
    Begitu besar jasa Pak chacken memberikan inspirasi bagi generasi muda.
    Tuhan memberkati atas jasa besar Pak Chaken Matulatuwa.



    ReplyDelete
  30. Ini mask lagu nasional atau bukan?

    ReplyDelete