16 February 2008

Trio Ambisi, harmonisasi suara Batak


Pekan lalu saya mampir ke sebuah warnet di kawasan Japanan, Gempol Pasuruan. Ini tempat asal Inul Daratista, penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyang ngebor. Hampir satu jam saya berselancar di dunia maya. Pemilik warnet memutar lagu-lagu daerah Batak [Tapanuli], Sumatera Utara. Hmm... saya kenal betul harmonisasi suara grup ini.

Tak salah, lagu-lagu manis tadi dibawakan Trio Ambisi. "Ibu dari Batak kah?" tanya saya. "Hehehe... benar, Bang. Abang kayaknya NTT?" balas si ibu berusia 50-an tahun.

Gantian saya yang tertawa kecil. "Benar, Bu. Tepatnya Flores. Kayaknya Trio Ambisi ya?" Si mama asal Batak Toba pun membenarkan. Lalu, pembicaraan kami mengalir lancar, macam orang sudah kenal lama saja. Bahasa musik memang kadang-kadang efektif untuk menyatukan kita yang berbeda etnis, agama, latar belakang apa pun.

Tadi, 16 Februari 2008, saya mampir di warung kopi di kawasan Wadungasri, Sidoarjo. Tak seberapa jauh dari Bandara Juanda. Toko kaset/CD sederhana, pemiliknya ibu asal Madura, memutar Trio Ambisi. Lagu-lagu pop manis 1980-an dan awal 1990-an yang sudah tak asing lagi. "Buat hiburan, Bang, kalau lagi sepi. Lagunya enak-enak. Semua lagunya saya cocok," ujar pemilik toko kaset.

Saya pun membeli dua album Trio Ambisi: Top Hits Nostalgia Pop Indonesia volume 1 dan 2. Menurut Mbak Siti, pemilik toko kaset, banyak orang di kawasan Waru dan sekitarnya berminat dengan Trio Ambisi. Khususnya mereka-mereka yang usianya di atas 40. Sebab, nuansa nostalgia sangat kental di album ini. Menikmati harmonisasi Trio Ambisi ibarat menapak tilas musik pop manis 1980-an dalam format trio khas Tapanuli.

Dua belas lagu di volume 1, saya yakin, sudah sangat dikenal masyarakat. Sisi A: Kucari Jalan Terbaik [Pance Pondaag], Mama [Rinto Harahap], Apa Salah dan Dosaku [Bartje van Houten], Hidup Terkekang [Benny Panjaitan], Jangan Salahkan Siapa [Pance], Begitu Indah [Pance]. Kemudian sisi B: Oh Angin [Rinto], Terjalin Kembali [Jochie Phu], Tak Kusangka [Benny Panjaitan], Kau yang Kusayang [Rinto], Gara-gara Cinta [Charles Hutagalung], Cinta dan Permata [Benny Panjaitan].

Trio Abisi terdiri dari Charles Simbolon, Andi M. Situmorang, dan Joharlen Simanjuntak. Harmonisasi suara mereka sangat khas Batak. Ada pembagian suara satu, dua, tiga. Di beberapa bagian solis, trio, unisono, solis, trio lagi. Musik digarap Tigor Gipsy Marpaung. Ada pemanis berupa solo biola Henry Lamiri serta solo saksofon Jimmy Titarsole.

Trio Ambisi menggunakan pola harmoni yang sederhana, manis, dengan banyak mengambil interval terts. Ini pola umum trio atau kelompok-kelompok vokal [vocal group] di Tapanuli, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, serta beberapa daerah kristiani di Indonesia. Orang yang sudah biasa ikut paduan suara atau vocal group biasanya mudah memecah suara satu, dua, tiga.

Trio Ambisi sudah malang melintang di belantika musik pop. Dibentuk pada 1985, mereka beberapa kali muncul di Aneka Ria Safari TVRI [Televisi Republik Indonesia], satu-satunya televisi. Sehingga, kami di Flores pun sedikit banyak mengenal trio orang Batak ini. Hanya saja, grup yang telah merilis puluhan album ini bertahun-tahun fokus pada lagu-lagu Batak.

"Semua orang Batak pasti kenal Trio Ambisi," ujar Elly Sidabutar, staf BMJ Record Jakarta, kepada saya.

Perusahaan rekaman ini kemudian berinisiatif membuat album pop Indonesia nostalgia untuk Charles-Andi-Joharlen. Maka, lahirlah lagu-lagu pop lawas dalam format trio yang tersebar ke seluruh Indonesia. "Kami ingin mengembangkan jangkauan Trio Ambisi. Sayang kalau kualitas mereka yang bagus hanya dinikmati oleh orang Batak saja," kata Elly Sidabutar.

Feeling bisnis BMJ Record yang bermarkas di Rawamangun, Jakarta, ternyata benar. Dua album Trio Ambisi [Top Hits Nostalgia] meledak. "Tapi kami hanya kontrak dua album itu saja. Mereka kemudian pindah ke label lain secara baik-baik," papar Elly dalam percakapan telepon tersebut.

Kenapa memilih lagu-lagu nostalgia yang mendayu-dayu dan terkesan sedih?

"Hehehe.... Orang kita kan senang lagu-lagu begitu. Ada segmen pasar yang memang membutuhkan hiburan lagu-lagu manis," kata Elly. Ia tidak menyebut berapa kopi album Trio Ambisi yang terjual di seluruh Indonesia.

Andi Situmorang, anggota Trio Ambisi, mengaku tidak tahu persis mengapa album-album pop Indonesia nostalgia selalu meledak di pasaran. Padahal, gaya bernyanyi mereka sama saja dari tahun ke tahun. "Mungkin masyarakat merasa cocok dengan suara kami bertiga," katanya.

Sayang sekali, ketika nama Trio Ambisi melambung, meski tidak pernah muncul sama sekali di televisi-televisi sekarang [maklum, musik televisi kini didominasi segmen remaja hingga 27 tahun], aksi pembajakan terhadap kaset/CD mereka merajalela. VCD karaoke yang beredar sekarang dipastikan bajakan. "Sebab, kami belum pernah bikin itu," kata Andi kesal.

Para pembajak itu mengambil gambar-gambar di video klip lama, kemudian dipasang lagu-lagu Trio Ambisi. "Jadi, mulutnya lagu Butet, liriknya Hati yang Luka," paparnya. "Kami sangat terpukul dengan kondisi seperti ini."

Meski begitu, Trio Ambisi tidak berhenti berkarya. Sebab, sesuai dengan namanya, Trio Ambisi masih berambisi besar untuk menghibur masyarakat Indonesia dengan harmonisasi suara yang manis ala Batak Toba.

Horas! Horas! Horas!

4 comments:

  1. ada artikel baru cari doollar cepatan mampirrrrrr hehehe

    ReplyDelete
  2. aku juga suga bgt ma merke lae....hehee..
    kalo tidak keberatan kunujungi blokku yaa..
    horas

    ReplyDelete
  3. Bang Hurek@ Aku suka bgt lagunya Trio Ambisi, apalagi vol. 2. Ada link downloadnya gk bang? Tolong dulu diupload y bang..
    Trims..

    ReplyDelete
  4. Bg Lambertus@ Aku suka bgt lagunya Trio Ambisi, apalagi vol. 2. Ada link downloadnya gk bang? Tolong dulu diupload y bang..
    Trims..

    ReplyDelete