08 February 2008

Konser Park Drive di Surabaya




Musik jazz sudah lama mati suri di Surabaya. Yah, ini memang era kejayaan band-band remaja dengan segala pernak-perniknya. Untung, masih ada Visa Sidewalk Cafe, Hotel Garden, di Jalan Pemuda yang masih konsisten menyajikan pergelaran musik jazz.

Sampai kapan ya?

Nah, pada 1 Februari 2008 Pak HARRY WIBISONO, sponsor utama, mengundang grup Park Drive asal Bandung. Meski sudah melepas album perdana pada 2005, grup ini relatif tidak dikenal di Surabaya. Mana ada album jazz yang meledak di Indonesia Raya, bukan? Ini juga merupakan kunjungan perdana Park Drive ke Surabaya.

Olivia Latuputty
, vokalis band ini, menjadi pemanis grup. Juli 2007 nona manis ini pernah manggung di tempat yang sama bersama Harvey Malaihollo. Olivia mengaku doyan jazz sejak usia anak-anak. "Soalnya, di rumah saya selalu dengar musik jazz yang mainstream," akunya.

Awalnya Park Drive diperkuat Rayendra Sunito, Juno Adhi, dan Mikuni Gani. Mereka bikin album indie dengan hit Sekadar Cerita. Ternyata, sambutan masyarakat cukup bagus. Cakram digital (CD) terjual 300 keping. Kemudian album berikutnya merupakan ulangpaket album pertama mendapat sambutan dari perusahaan rekaman utama [major label]

“Di album ini kami mengandalkan Kucoba. Masuk juga di beberapa tangga lagu radio Indonesia,” ujar Juno yang didampingi Olivia, vokalis baru. Gadis ini menggantikan Mikuni Gani yang mundur karena konsentrasi mengurus keluarga.

"Ini formasi yang paling fresh. Sehingga bisa dipastikan sajian-sajian kita nanti juga berbeda dari sebelumnya," lanjut Juno.

Nah, konser yang dipersembahkan juga untuk mendiang Bill Saragih ini menghadirkan 10 lagu. Di antaranya, Di Atas Awan, Shine a Light, Hasrat Jiwa, Mengenang Cinta, Sinari Hari, Selalu Tersenyum, Sekadar Cerita, Kan Tahu, Poleskan.

Namanya juga jazz anak negeri, musiknya mudah cerna, bisa dinikmati masyarakat umum. Tidak terlalu banyak distorsi atau improvisasi yang sering kali dianggap "merusak" lagu. Ini sesuai dengan visi-misi Vista Sidewalk Cafe yang ingin terus menyebarkan virus jazz di kalangan anak-anak muda.

"Yang jelas, kehadiran Park Drive harus kita dukung dan apresiasi. Sebab, mereka berani tampil beda di tengah industri musik kita yang seperti anda lihat sekarang ini," ujar Mas Rudi, koordinator Surabaya Two-Six Jazz Community.

Pak Joko Cahyo, pendengar Radio Surabaya, bertanya kepada teman-teman Park Drive. Mengapa menekuni jazz, jenis musik yang penggemarnya tidak banyak dan kurang laku dijual. Sementara di pihak lain begitu banyak anak muda yang baru belajar main musik, skill pas-pasan, suara medioker, sudah bangga disebut artis dan beroleh penghasilan luar biasa.

Juno Adhi terhenyak mendengar pertanyaan ini. "Wah, ini sudah urusan hati, pilihan. Kami mencintai musik jazz," katanya.

Salut!

3 comments:

  1. wa.. jazz
    salah satu jenis musik yg skill-nya paling tinggi
    ku selalu kagum sama musisi jazz
    jazz tu asik, unik
    susah ditiru :D
    maklum, ku cuma musisi kelas rendah
    cuma bisa punk :P

    ReplyDelete
  2. sEtUjUUUUuuuu!!!

    Gw emg bru2 ni jah cinta ma jazz, msik yg dlu kuanggap aneh dan ga jlas..trnyata...sjAK bndq grap lgu TomPi,trNyta...Jazz tu asik bgt!!!
    syg, di Jombang ga da jaZZer, klupun da jarang bgt...huhuhu...

    ReplyDelete
  3. mas a'unk (aceh) dan nino (jombang), terima kasih atas komentar anda.
    nino, jazz memang jenis musik yg langsung enak dgn hanya dengar satu dua kali kayak pop. ini karena akor yg dipakai beda, sinkopasi, blue note, improvisasi, dsb. menurut beberapa jazzer: dengerin aja, nikmati saja.
    bukan hanya di jombang, di mana2 jazzer atawa penggemar jazz itu tidak banyak. salam jazz.

    ReplyDelete