15 February 2008

Ivan Nestorman, NERA, Flores



Oleh LAMBERTUS L. HUREK

Orang Flores jadi penyanyi jazz? Aha, ini jelas langka. Kalau melatih dan ikut paduan suara, jadi solis klasik [seriosa], nyanyi mazmur, pasio di gereja... sih sangat biasa. Tapi saya pastikan bahwa Flores, dan Nusa Tenggara Timur umumnya, tidak terbiasa dengan jazz.

Musik ini dianggap "aneh" di kampung saya. Kenapa? Orang-orang Flores itu terbiasa dengan musik yang melodius. Nada-nadanya harus enak, merdu, kalau perlu mendayu-dayu. Maka, jazz dianggap sebagai musik yang aneh karena "melodinya rusak" atau lebih tepat "sengaja dirusak".

"Kok aneh, anda kok sering beli kaset/CD jazz. Orang Flores kok senang jazz," ujar Fransiskus, pria asal Flores Timur, kepada saya suatu ketika. Frans ini suaranya bagus, bisa main gitar, dan cukup paham musik. Tapi dia melihat jazz sebagai musik aneh yang sulit dinikmati.

Saya kira tak hanya Frans. Mencermati lagu-lagu yang populer di NTT, boleh dikata 100 persen mengandalkan melodi yang indah. Melodi jadi nomor satu! Maka, lagu-lagu rohani atau liturgi yang digandrungi umat Katolik di Flores [kebetulan mayoritas orang Flores itu beragama Katolik] pasti melodinya enak.

Simak saja Misa Dolo-Dolo [Mateus Wari Weruin], Misa Senja [Martin Runi], ratusan lagu misa karya Ferdi Levy di buku Exultate. Melodinya saya jamin enak-enak. Lagu-lagu yang kurang memerhatikan keindahan melodi, hampir pasti tidak dinyanyikan orang Flores. Bisa dipahami mengapa lagu "Kepadamu Bunda Perawan" yang meminjam melodi "Home Sweet Home" paling disukai sebagai lagu pujian untuk Bunda Maria di Flores Timur.

Nah, karena itu saya terkejut ketika mengetahui Flavius Nestor Embun Man alias Ivan Nestorman, orang Manggarai [Flores Barat], menekuni musik jazz. Ivan vokalis grup NERA, band yang diperkuat para pentolan jazz tanah air. Selain Ivan, NERA terdiri atas Gilang Ramadhan [drum],Krisna Prameswara [keyboard], Donny Suhendra [gitar], Adi Darmawan [bas]. Sekali lagi, ini kejutan karena Ivan yang berambut gimbal itu mampu mendalami musik dengan melodi "keriting" itu.

Hebatnya lagi, dan ini keunikan NERA, Ivan Nestorman menulis semua lirik lagu NERA dalam bahasa daerahnya, bahasa Manggarai. Misalnya: "Samo samo limem. Samo samo naim". Saya sendiri, meski orang Flores Timur, sama sekali tidak mengerti kata-kata ini.

Asal tahu saja, Flores atau NTT punya banyak sekali bahasa yang berbeda satu sama lain. Toh, menurut beberapa pakar musik, musik itu bisa dinikmati tanpa kita pahami bahasanya. Anggap saja syair yang dinyanyikan Ivan itu instumentalia, maka engkau akan merasakan sensasi tersendiri dari musik NERA.

"Saya justru lebih senang mendengar lagu yang syairnya tidak saya pahami. Kalau syairnya dalam bahasa yang saya pahami, misalnya bahasa Indonesia, maka kenikmatan musik menjadi berkurang," begitu pernyataan Pak Slamet Abdul Sjukur, pemusik kontemporer asal Surabaya, yang sangat dikenal di dunia internasional.

Pak Slamet kasih contoh. Seorang pianis memainkan komposisi Nyiur Hijau [Maladi]. Kita, orang Indonesia, pasti membayangkan pohon kelapa yang hijau di tepi pantai, yang daunnya melambai ditiup angin. Kenapa?

Karena kita sejak sekolah dasar sudah hafal syair lagu tersebut. Imajinasi kita terbatas. Tapi melodi Nyiur Hijau ini akan lain bagi orang Jerman, misalnya, yang tidak pernah tahu syair lagu ini. Imajinasi mereka niscaya tak terbatas.

Begitulah. Berbekal nasihat Pak Slamet, saya pun menikmati 10 lagu di album yang dirilis pada 2005 ini. Semacam musik dunia [world music] yang eksotik. Jangan pernah menikmati musik NERA dengan cara seperti mendengarkan lagu-lagu pop komersial ala Peterpan, Padi, Ungu, Dewa, Nidji, Samsons, dan sebangsanya.

NERA itu benar-benar unik. Ivan mengatakan, melalui NERA dia ingin memperkenalkan budaya, petuah leluhur, bahasa, serta kekayaan budaya Flores ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. "Saya juga ingin menunjukkan bahwa orang Flores itu juga bisa jadi penyanyi. Tidak cuma guru, buruh, dan satpam," ujar Ivan yang lahir di Manggarai, 18 Februari 1967, itu.

Lantas, apakah NERA ini band jazz?

Hmmmm... ternyata unsur jazz-nya kurang kental meskipun lima personelnya berlatar belakang jazz. Menurut saya, NERA itu pop biasa dengan mengusung warna fussion. Yah, tetap saja ada unsur jazz di sana-sini. Sehingga, masih pantas lah NERA dikategorikan sebagai band beraliran jazz, katakanlah jazz etnik.

Ivan dan kawan-kawan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada masyarakat penikmat musik. Mau digolongkan dalam band pop, jazz, etnik, world music, kontemporer, world music... silakan saja. "Yang jelas, saya bersyukur kepada Tuhan karena keinginan saya untuk merilis album dalam bahasa Manggarai akhirnya terwujud bersama NERA," ujar Ivan.

Akankah Ivan Nestorman bersama NERA mampu bertahan di tengah persaingan grup musik yang semakin ketat? Waktu jugalah yang akan menjawab. Selamat untuk Ivan yang telah memperkenalkan Flores lewat musik.



Judul Album : NERA
Produksi : Aquarius Musikindo
Tahun : 2005

Daftar Lagu :

1. Samo Lime
2. Wongga
3. Nera
4. Wajogea
5. Come Home
6. Mori Sambe
7. One Mori
8. Ntala
9. Condo the Bird
10. World Drums Solo

37 comments:

  1. Hallo Ivan. Ingat Saya? Dorine dari Belanda. Teman Tos...Aku lagi di Indonesia, di Jakarta...Nr hpmu udah ganti dan Tos aku juga tdk bisa hubungi...Mungkin lewat ini bisa? Semoga kamu baik baik. Udah hampir Java Jazz kan? Ikut???

    Bye Dorine

    ReplyDelete
  2. Hi Dorine... kayaknya ada salah persepsi nih. Ini bukan blognya Ivan Nestorman, tapi saya. Saya yang menulis catatan singkat tentang Ivan serta Nera. Hehehe....
    Mudah-mudahan ada yang bisa bantu menghubungkan anda dengan Ivan Nestorman. Salam jazz!

    hurek, surabaya

    ReplyDelete
  3. Excuse me for mailing you. I have tried to find the mailadres of Ivan, but I could not find it.Two years ago I have visited Flores, with a delegation from the Netherlands. I realy love the language and love the song of Mori Sambe.Could you send me the text and maybe also in Indonesian the translation. Salam dan hormat

    Bung Sam Pormesformer
    Senator of the Netherlands

    ReplyDelete
  4. MORI SAMBE
    music: NERA
    words: ivan nestorman

    tea koe salang lako
    one nendep salang
    ai one limemo mori
    pu'un sangged gerak
    cau koe limegta mori
    du tuke kebe

    sambeng koe lako waigta du lupi ngampang
    par agu kolep leso one limed mori
    mori sambe sambe goa
    caca koes sangget ata mbolot
    one nai dami

    kudut tunti sangged ata dia
    tau molor moseg
    ai mose dongkong one lino
    teing koe gerak
    kudut pande doing one mose
    doing wa mai nain.

    IN ENGLISH

    God, I want to be near you
    in every obstacles
    I will not be afraid again
    when I am in the darkness
    when I climb the highest mountain
    when I stand by the ravine

    ReplyDelete
  5. menurut saya, bang ivan memang punya karakter vokal yg khas. top banget!

    adrian

    ReplyDelete
  6. Armin Bell Nayuna9:29 AM, July 10, 2008

    Sekedar info:
    Jauh sebelum Ivan gabung dengan Nera, sebenarnya dia sudah wara-wiri di blantika musik Indonesia. Sebut saja: pernah jadi backing vocalnya Ruth Sahanaya, pernah nulis lagu buat Andre Hehanusa (judulnya Putri Pagi liriknya berbahasa Manggarai), ikut ngaransemen lagunya Crisye yang Zamrud Katulistiwa, gabung sama Franky Sahilatua dan Emha di album Perahu Retak, dan masih banyak lagi. Ivan juga punya album lagu-lagu daerah Manggarai yang dipublish secara Indie dan sudah sangat banyak jumlahnya. satu Album indie-nya yang sangat terkenal adalah Embong. Ivan juga kerap menulis dan merekam lagu dalam berbagai bahasa kecuali Bahasa Indonesia. Satu lagunya yang unreleased dengan melodi yang sangat mendapat pengaruh dari melodi ballad western berjudul I Adore You. Mau diskusi lebih banyak tentang Ivan dan karyanya? Kirim e-mail ke arminbell@yahoo.com

    ReplyDelete
  7. Hallo,salam kenal. Thanks, blog-nya udh kasih sy info tentang NERA band. Saya lagi cari albumnya,saya suka banget pas liat video klip-nya, benar gak sih MORI SAMBE judulnya ? Thanks again.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih atas komen teman2. Sukses untuk semua!

    ReplyDelete
  9. He no, engko baeka?

    Ini Ivan Nestorman, kalau ada syair Lembata, lamalera atau sejenisnya, kirim aku ya. Nera lagi masuk album ke dua. Kali ini lagunya dari sekujur flores dan pulau-pulau.
    Saya butuh syair-syair Lembata. Beberapa waktu lalu saya menyanyikan lagu o ina beten di konservaoty musik Beijing, China. Salam.
    O ya saya juga dulu kuliah di Jember tahun 1986.

    Ivan Nestorman

    ReplyDelete
  10. Akhirnya kutemukan juga liriknya lagu ini,.... Tapi mana lirik lagu yang lain, Wajogea, Samo Lime, Come Home dan yang lain... Post please... aku seneng banget denger lagu2 itu, padahal gak tahu arti liriknya,... setelah tahu artinya tambah seneng lagi nih,,,...

    Thanks for Lyrics....

    Andhang Habsoro

    ReplyDelete
  11. alfons rahmat-malang12:00 AM, July 27, 2008

    mantap dere dite e kae ivan,khas bangettttt. Aku selama ini senang sekali dengar musi jazz, biar oarng bilang mmusiknuya gak bagus alhhhh itu penilaian dariorang yang musik kampungan.....hebat e kae,,,, kok bisa kenal dengan pemain musi kondang....tabe ite

    ReplyDelete
  12. apong rahmat-malang10:45 AM, August 12, 2008

    kae ivan kapan buat album baru lagi? aku mau dengar suara mantap dite. kae ivan bisa angkat nama manggarai ke level nasional and internasional. maju terus kae jangan pernah berhenti untuk berkarya lewat dunoia tarik suara........tapi aku belum bertemu langsung agu ite e

    ReplyDelete
  13. kaka...
    Ini da best ProduCt orang Flores...
    bangga juga,,,harus support neehh...
    ni alBum ada di toko casette se Indo kn??? ato distribUtor tertentu???

    minta InFo kaka...

    Emanue...
    Bandung - Larantuka - Adonara
    mOndar mandir......

    ReplyDelete
  14. Ada yang bisa info lirik lagu Ce Ce Ce?
    thanks

    Ucik-ruteng-Jakarta

    ReplyDelete
  15. wah aku gabriel di Bali seneng buanget kalo lagi dengerin lagu manggarai apalagi eme too toko le mane atau le gula,ada yang nyanyiin lagu manngarai
    tidak tahan wae luu situ.salam buat Ivan maju terus ya...temen sekolah kelas satu dulu

    ReplyDelete
  16. saya Mamby dari Mano wejang raci. hebat ite e ka'e, saya sangat bangga jd orng Manggarai because punx musisi hebat spt ka'e. sya jg pnx bkt musik da brpa kali bentk sebuah band tp sll gagal. ka'e menjadi inspirasi buat saya. thnx banget ya..saya sllu ikuti perkembangan musik ka'e. kapan dong album baru nya....

    ReplyDelete
  17. to Hurek, great scene of Flores as the nera's notes as well!
    to Gil and NERA : We've been waiting for the next album ,guys!!!!
    visit my home
    www.ragazyga.blogspot.com
    www.ragazyga.blogdetik.com

    ReplyDelete
  18. sip banget dah suara ivan.
    gw baru beli dr.bram's project - dunia baru.
    ada beberapa lagu dia yang nyanyi
    beh asik banget dah haha.


    hendry.

    ReplyDelete
  19. bung lambertus, alumni mitreka satata nih... tahun berapa kiranya?
    saya juga dengar ivan di dr bam's project. sempat heran kenapa logat/dialek nya mirip2 dengan penyanyi pop Malaysia. sperti pengucapan 'r' yang dengung itu. kagetnya emang ada penyanyi pop malaysia nyanyi lagu bagus ini.. hehe. apa itu khas logat ivan atau dari daerah asal sana? salam, klipink-MiSa96

    ReplyDelete
  20. KA'E IVAN.,, MAJU DAN TERUS EXIS DEMI MANGGARAI TANA MOMANG,.,,,
    ka;e ivan kami seklompok anak manggarai,,
    kira2 bagaimna si' cara buat exis seperti kae,,..
    sebenar nya si, klo di lihat sehari2 anak2 manggarai itu banyak yang suara bagus seperti ka'e.
    atau mungkin bisa ngga ajak anak manggarai, nyanyi bareng ka'e,.????

    ReplyDelete
  21. Hai, klipink-MiSa96,

    Terima kasih sudah mampir dan menulis komentar di sini. Saya di Mi-Sa Malang mulai kelas 2A1-3 setelah sebelumnya di Larantuka, Flores. Ceritanya, ada kerja sama antara Pemda NTT dan Pemda Jatim yang digagas Gubernur NTT Ben Mboi (saat itu).

    Saya sekolah di SMAN 1 Malang pada eranya Bapak Muhammad Chotib sebagai kepala sekolah. Ada guru-guru yang masih saya ingat: Pak Bambang (jagoan Inggris), Pak Pardan, Pak Paat (Bahasa Indonesia), Ibu Siti Arfah (Matematika), Pak Gosal (Fisika), Pak Dayat (Kimia), Pak Joko (Sejarah)... dan masih banyak lagi. Mula-mula saya kaget dengan sistem "mobile class" ala kuliah, sesuatu yang tidak saya kenal di Flores. Tapi lama-lama terbiasa dan ternyata asyik. Kami dulu biasa jajan ke kantin SMAN 4 yang terkenal itu.

    Logat Ivan itu jelas sangat kental Manggarai, Flores Barat, ditambah gaya bernyanyinya yang sengaja dibuat begitu. Gak ada hubungan dengan Malaysia.

    Salam hormat.

    ReplyDelete
  22. ce ce ce

    congka bolo natas,
    cebo sanda leok
    renggas ase kae
    naka woja weru de

    okes cumpeng cama tau
    nggepo tau de ya
    ole reba ya,ole molas ya...

    ce ce ce nana ce'e ya
    ce ce ce enu ce'e ya
    cau lime tau do ya
    cebo sanda leok do..

    com mai dere cama'd
    dere landu mede
    dere dise empo
    titong agu tae

    mai sanda leok ga
    renggas ase kae yo
    ole reba ya,ole molas ya....

    ce ce ce nana ce'e ya,
    ce ce enu ce'e ya...

    ReplyDelete
  23. tabe Kae Ivan, Orang Manggarai Pasti sangat bangga dengan Karyanya Kae. MUsiknya sangat Ivan Man Banget! kapan lagi album Barunya kae!!

    ReplyDelete
  24. hallo, saya ngefans dengan lagu ie yang dibawakan ivan.. apa bisa bantu untuk dapatkan liriknya?
    terima kasih

    candra

    ReplyDelete
  25. Boleh dong dikasih liriknya untuk semua lagu.. sekalian terjemahannya...

    ReplyDelete
  26. Masukan yang bagus. Sayang, lirik NERA pakai bahasa Manggarai, Flores Barat. Saya sendiri tidak paham karena saya dari Flores Timur. Di Pulau Flores yang tidak seberapa luas itu ada sedikitnya 10 rumpun bahasa yang sangat berbeda satu sama lain.

    Barangkali ada kawan dari Manggarai yang bisa membantu? Atau, Bung Ivan sendiri yang memuat di blog pribadi atawa laman NERA? Salam musik.

    ReplyDelete
  27. hah------ damai bgt kalo denger musik kalian...
    nice.. >/////<
    mao bgt dong lirik wajogea sama wongga.. XD

    ReplyDelete
  28. salam metalikum..
    bukan sekedar jazz biasa tapi karakter etnik aka world music-nya itu yg jadi nilai plus..
    maklum saja ada bang gilang ramadhan di posisi drummer-nya..

    pop, jazz, hiphop, dangdut, reggae, rock; tinggal tunggu yg mengusung genre cadas saja seperti grindcore, metal, dan yg bisa bikin headbanging..
    btw, saya pernah diberikan satu album casette dari "kopral binal band" yg mengusung genre rock n roll.. klo ga salah ada anak dari larantuka yg jd gitaris-nya..

    maju terus orang flobamora..
    salam \m/

    ReplyDelete
  29. saya merinding waktu dengar pertama kali lagu "Mori sambe", Flores tapi Jazz. Tapi sangat booming sekali di Jogja khususnya para pecinta Jazz.

    Dan lagu ini saya perkenalkan pada mahasiswa Flores yang ada di Jogja, kesan mereka waktu pertama dengar sama dengan saya, merinding juga.

    Waktunya go international nih lagu2 kaya gini. salam juga dari mahasiswa Flores di Jogja.

    ReplyDelete
  30. N E R A : cahaya, musik yang eksotis. saya mengapresiasi Nera, kira2 th 2006/2007, di Gedung Societed,Ygjkarta. pada acara World Musik, selain nera ada Simak Dialog(Tohpati dkk )dan kuaetnika ( Jadug dkk ). sebelumnya saya dengar dari beberapa teman. dan malam itu, sy dengan Memet Ch.slamet ( Komposer, Kreator Gangsadewa ), sangat merasakan kesksotisan Nera : kekuatan local Genius tanah Manggarai, performance Ivan, dan tentu saja kepiawaian para "otak bunyi" : donny Suhendra, gilang romadhon dkk yang sinergi sekali dlm menggarap " manggarai Sound ". liriknya tidak saya mengerti, tapi ada kekuatan musikal pada bahasanya dan karakter pengucapan yang indah. Riangnya, melonya. ah . . sebenrnya , saya dan teman2 ingin mengundang Nera untuk sebuah festival di surabaya, tapi sampai tahun ini ( festivalnya bln Nonmber, Th depan, direncanakan balik ke bln Juni )belum terlaksana, masih yang lain dulu. mungin tahun depan akan kami undang NERA, cahaya yang Eksotis. Salam Bunyi.

    ReplyDelete
  31. Owh itu yah band barunya mas gilang,..,

    makasih yah atas infonya,.,.

    smoga makin bagus2 kirimin informasinya

    ReplyDelete
  32. lagu-lagu Bung Ivan memang asyik didengar...sambil menunggu album2 berikutnya...boleh request gak? bilangin bung Ivan kalo bisa semua bahasa flores coba dinyayikan di albumnya...salam dan sukses buat bung Ivan.

    ReplyDelete
  33. Coba liat ini Om: http://hiburan.kompasiana.com/musik/2011/03/02/ivan-nestorman-musisi-aneh-dari-flores/

    ReplyDelete
  34. Dulu saya samamsekali tidak suka jazz, tapi setelah dengar lagu2 dari Lamalera-nya Ivan, Ina tao, ama gene,return to lamalera, putra lautan, dll. Walau tak mengerti artinya.. maju terus abang....

    ReplyDelete
  35. ivan man, nama yang mungkin tidak asik buat telinga anak2 muda yang yang seleranya terinfeksi genre pop, ivan hadir menawarkan jazz dengan lirik2 manggarai yang sangat kental dengan makna, malah buat orang manggarai sangat susah juga untuk memahaminya. tapi tak apalah ivan buat kami the best product from flores khususnya manggarai. cahyo bang ivan kibarkan bendera nuca lale.................tabe

    ReplyDelete