18 February 2008

Ingrid Fernandez penyanyi legendaris NTT




Jalan-jalan ke bursa kaset lawas Malang, 18 Februari 2008, tiba-tiba saya ketemu kasetnya INGRID FERNANDEZ. Judulnya: Putus Cinta, volume I, produksi PT Libra Nada Recod Jakarta. Tak ada tahun terbit, tapi bisa  dipastikan tahun 1980-an.

Puji Tuhan, saya terkejut dan bersyukur luar biasa bisa menemukan kaset lawas ini. Sejak masih bocah di kampung, Lembata, Flores Timur, nama Ingrid Fernandez sering disebut-sebut sebagai penyanyi hebat. Dia nyanyi lagu-lagu daerah Nusa Tenggara Timur, dan meledak di mana-mana. Suaranya manis, sedikit vibrasi, tenang, penuh penghayatan.

Tapi, terus terang saja, saya belum pernah lihat Ingrid punya kaset. Baru tahun 2008 saya lihat, itu pun secara kebetulan di luar Stadion Gajayana Malang, lapak pedagang kaset-kaset lawas. Karena itu, saudara-saudara, jangan remehkan tempat-tempat loakan, rombengan. Banyak mutiara berharga bisa kita dapatkan di sana.

Sampul kaset masih lumayan bagus: Ingrid Fernandez remaja, mungkin usia 25-an, masih langsing, tersenyum. Tangan kiri pegang rambut atau garuk-garuk kepala? Hehehe.... Manis banget Oa Ingrid pada 1980-an itu ternyata. Busananya juga gaul ala artis era 1980-an. Daftar lagu, penulis lagu, penata musik Bartje van Houten, bisa dibaca di gambar sampul album pertama Ingrid Fernandez yang saya tayangkan di bawah.

Tentu saja, saya langsung membeli kaset itu tanpa banyak cincong lagi. Harganya Rp 8.000 saja. "Jangankan delapan ribu, 80 ribu pun saya mau," kata saya dalam hati. Mana ada kaset Ingrid Fernandez di era sekarang, bukan?

Saya sudah sering tanya ke sana ke mari, tapi tak ada satu pun orang NTT yang punya album Ingrid. Di internet pun tak ada. Sebab, tidak ada orang yang menulis cerita tentang Ingrid Fernandez. Maka, mau tidak mau, saya tulis di blog biar ada dokumentasi tentang Ingrid Fernandez, meskipun tidak lengkap, di internet to?

Kembali ke pertengahan 1980-an. Waktu saya sekolah di Larantuka, SMP Pankratio [sore], San Dominggo, Larantuka, saya bisa rasakan betapa Ingrid Fernandez punya tempat khusus di hati orang Nagi [Larantuka]. Di mana-mana orang bicara Ingrid Fernandez, gaya nyanyi, keindahan suara, dan segalanya lah. Orang Nagi, juga Flores Timur umumnya, sangat bangga punya penyanyi di Jakarta, bisa keluar di Televisi republik Indonesia [TVRI], satu-satunya televisi pada era 1980-an.

"Eeee... noka le Ingrid Fernandez keluar di TVRI semalam ka. Dia pu suara pu enak le," begitu gumaman khas orang Nagi. ["Bagus sekali Ingrid Fernandez keluar di TVRI semalam. Suaranya sangat enak."]

Orang Larantuka menggunakan bahasa Nagi, sejenis bahasa Melayu pasar, akibat pengaruh pedagang dari berbagai daerah di Nusantara yang mampir di pelabuhan Larantuka sejak abad ke-16. Sejak itu pula Larantuka menjadi pusat misi Portugis, sehingga orang Nagi [Larantuka} pakai fam [family name] ala Portugis macam Fernandez, Riberu, da Costa, da Silva, dan sebagainya.

Nah, meskipun dulu yang hanya televisi hitam-putih, kami [anak-anak asrama Pankratio] menunggu munculnya Ingrid Fernandez di depan layar kaca. Bayangkan, 60-an orang lihat satu televisi hitam putih rame-rame!

Sekali-sekali Ingrid tampil di acara Kamera Ria, Album Minggu, Nada dan Irama, Musik Nusantara, dan sebagainya. Sejatinya album perdana Ingrid, PUTUS CINTA, tidak sukses di pasaran alias sedang-sedang saja. Sehingga, tidak bisa muncul di Aneka Ria Safari atau Selekta Pop - program TVRI paling populer.

Bisa dipahami karena masa itu industri musik dikuasai  JK Records yang menelorkan artis-artis manis, plus lagu-lagu manis, ala Ria Angelina, Lidya Natalia, Meriam Bellina, Dian Piesesha, dan sejenisnya. JK Records diam-diam "kerja sama" dengan Edy Sud, bos Aneka Ria Safari dan Selekta Pop, sehingga sulit bagi penyanyi-penyanyi label kecil untuk nongol. Ingrid kan hanya penyanyi Libra Nada, label kecil masa itu. Perusahaan rekaman ini pun sudah lama tak ketahuan rimbanya.



Suatu ketika Ingrid Fernandez membawakan lagu pop daerah Larantuka di TVRI. Liriknya kira-kira demikian [hafalan kita 20-an tahun lalu]:

"Emak, emak, sayang....
Inga, inga, papa so terada
Emak so sendiri kasian piatu

Emak, emak sayang...
Inga inga jasa budi emak
Emak so piara torang ini

Susah sengsara emak
bukan satu bukan seribu
tengok lia sampe kini
trima kasih emak, emak sayang
Ooooo...

Emak, emak sayang
Inga, inga sorga di kaki emak
Sembah, minta bensa
Bensa emak"


Saya pastikan orang Nagi [Flores Timur umumnya] yang dengar lagu ini bisa menangis. Air mata jatuh mengenang mama yang sudah "terada" [tidak ada]. Bisa ditebak, setelah dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Ingrid Fernandez di TVRI, lagu Emak ini meledak luar biasa. Meledak dalam arti dinyanyikan di mana-mana. Di pesta nikah, di pasar, di jalan raya, di kebun, bahkan di gereja. Di mana sajalah orang-orang Flores Timur menyanyikan lagu Emak.

Ungkapan "minta bensa emak" pun jadi terkenal. Artinya, minta restu mama karena doa mama sangat ampuh. Surga ada di telapak kaki mama. Saya sendiri sampai sekarang terharu, tak kuat, mendengarkan lagu Emak. Langsung ingat mama yang sudah "terada", juga membayangkan suara Ingrid Fernandez yang manis, dengan vibrasi tipis.

Ingrid Fernandez, yang pernah main film sebagai figuran, juga semakin terkenal di NTT setelah terlibat dalam proyek De Rozen Group. Ini grup band pimpinan MT de Rosari yang merilis lagu-lagu rakyat dari 12 kabupaten di NTT. Ingrid diajak sebagai vokalis di beberapa lagu. Sukses besar! Luar biasa!

Ingat saja lagu-lagu macam Bale Nagi, Flobamora, Tebe Onana, More, Bei Benga, Molele Iku Aro, Doan Kae, Rumpu Rampe, Manunggo.... Sepanjang sejarah NTT, yang resmi menjadi provinsi pada 20 Desember 1958, belum pernah ada grup band sesukses De Rozen. Kalau tidak salah grup yang dimotori sejumlah pemusik asal Larantuka ini punya empat album. Lantas, muncul beberapa grup kecil yang mencoba mengikuti jejak De Rozen. Tapi mana ada peniru yang menyamai biangnya, bukan?

Boleh dikata, Ingrid Fernandez merupakan penyanyi asal NTT pertama yang masuk dapur rekaman. Menasional. Pada 1970-an ada nama Yonas Pareira, asal Maumere, yang lebih dikenal sebagai penulis lagu. Salah satu ciptaan Yonas adalah Bukit Berbunga, dibawakan Uci Bing Slamet. Lain dari itu belum ada. Kalau sekadar bikin album lagu daerah [indie label] sih banyak, tapi tidak punya gaung ke seluruh Indonesia. Hanya Ingrid Fernandez yang mencorong.

"Ingrid Fernandes itu modal suaranya bagus. Orang-orang NTT umumnya bagus-bagus suaranya karena terbiasa menyanyi," ujar Bartje van Houten, gitaris D'Lloyd, yang juga penata musik rekaman Ingrid Fernandez, kepada saya di Surabaya suatu ketika.

Hanya saja, menurut Bartje, album perdana Ingrid tidak sukses secara komersial karena kalah promosi. Juga nasib saja yang kurang mujur. "Memang dunia rekaman itu sulit ditebak. Ada penyanyi biasa-biasa saja, lagu sederhana, bisa meledak. Sebaliknya, artis yang bagus, lagu-lagu berbobot malah nggak jalan. Sudah diatur oleh Tuhan," kata Bartje van Houten.

Pria asal Maluku ini masih eksis sebagai pemusik, penulis lagu, dan penata musik sampai hari ini. Terakhir, Bartje van Houten menggarap album "Rinduku Padamu" milik Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Republik Indonesia. Om Bartje bilang, suara orang-orang NTT itu ibarat mutiara yang terpendam. "Umumnya kita orang Indonesia Timur punya talenta menyanyi," kata Bartje.

Selepas Ingrid Fernandez, ada beberapa penyanyi asal NTT yang menasional. Paling top siapa lagi kalau bukan Obbie Messakh. Meski suaranya kalah jauh sama Ingrid Fernandez, Obbie sangat produktif menciptakan lagu pop manis untuk artis-artis JK Records. Karena "menguasai" TVRI, khususnya Aneka Ria Safari dan Selekta Pop, artis-artis JK merajalela di belantika musik 1980-an.

Album Dian Piesesha [Tak Ingin Sendiri] bahkan terjual hingga 1,5 juta keping - rekor tertinggi dalam sejarah musik di Indonesia. Obbie Messakh, setelah sukses sebagai penulis lagu, "dipaksa" merilis album "Kau dan Aku Satu" dan ternyata sukses juga. Nama besar Obbie Messakh belum hilang sampai sekarang. Apalagi, lagu hitnya, "Hati yang Luka" yang dibawakan Betharia Sonata dibredel Menteri Penerangan Harmoko.

Vonny Sumlang, penyanyi pop-jazz, kelahiran Kupang yang sukses dengan album pop kreatif. Dia juga bintang jazz, pernah tampil di festival jazz internasional. Tapi Vonny tidak pernah dianggap sebagai penyanyi asal NTT karena fam "Sumlang" itu jelas Sulawesi Utara. "Dia kan cuma numpang lahir saja di Kupang," kata beberapa teman asal Flores.

Kini, era 2000-an, siapa penyanyi NTT yang masional? Tidak banyak lah. Saya hanya tahu Ivan Nestorman  [asal Manggarai, Flores Barat], vokalis Nera Band yang beraliran jazz etnik atau world music. Kia AFI, peserta Akademi Fantasi Indosiar [AFI], pernah muncul sejenak, kemudian tenggelam lagi. Kesimpulannya: sepanjang sejarah NTT baru Ingrid Fernandez yang benar-benar menasional dan dikenal publik NTT secara paripurna.

Kenapa anak-anak NTT sulit menembus industri rekaman?

Jimy Sianto, pelaku dunia hiburan di Kupang, menyebut kendala biaya. Bikin satu album itu sedikitnya perlu Rp 100 juta. Belum promosi di televisi dan media massa lain. Itu pun belum tentu untung atawa balik modal.

Kendala lain: produser di Jakarta belum berminat menemukan talenta-talenta muda di bumi Flobamora. Selain itu, penyanyi-penyanyi NTT lebih suka membawakan lagu-lagu daerah atau lagu-lagu rohani. Dus, kalaupun terkenal, ya, hanya di kalangan terbatas.

Eh, omong-omong bagaimana keadaan Ingrid Fernandez sekarang?
Apa kesibukannya?
 Apa masih nyanyi di lingkungan terbatas?

Yang jelas, sudah 20-an tahun beta sonde pernah dengar kabar beritanya. Informasi di media massa pun "terada". Saya bayangkan, Tante Ingrid Fernandez sekarang sudah 50-an atau mendekati 60 tahun, punya keluarga bahagia, menimang cucu, dan bahagia di usia yang semakin senja.


35 comments:

  1. wah, no lambert, mantaaap. sangat berkesan deh sama ingrid.

    reginaldus
    jogja

    ReplyDelete
  2. Bener, si cantik Ingrid Fernandez, sekitar tahun 80an, sangat terkenal. Mengesankan sekali dia nyanyi, termasuk lagu2 pop ntt.

    gerard

    ReplyDelete
  3. Ini informasi bermanfaat, kalau bisa lagu-lagunya kita upload saja ke internet, sehingga bisa di dengar kembali.www.enterflores.com

    ReplyDelete
  4. hebat ama,
    pokonya saya senang dengan informasi yang ama ulasakan.bensa amateti lera wulan menyertaimu
    franskupangujan

    ReplyDelete
  5. Waktu beta masih SD , suka pi nonton lomba Pop Singer di halaman RRI Kupang, Juaranya selalu Ingrid Fernandez, lalu baiko deng Emmy Saherian juara 2(sekarang pendeta di Kupang)itu sekitar taon 73/74. Waktu itu Ing masih SMA di Giovanni. Suara mereka ber 2 memang bagus.

    Salam dari negeri seberang
    Nanik
    Seattle

    ReplyDelete
  6. Kak Nanik,
    Terima kasih banyak su kasih komentar di be pu blog. Moga sukses di USA.

    ReplyDelete
  7. Tante Ingrid sekarang tinggal di Sydney, dan sekarang sudah jarang nyanyi, paling di gereja aja. BTW,beta senang ketemu sesama orang timor.

    salam kenal,
    Jenny (rantau dari Kuanino-Kupang)

    ReplyDelete
  8. ohhh....ternyata ada lagu Ingrid Fernandez yang sudah lawas. Waktu beta masih kecil pernah sekali liat Ingrid Fernandez lewat di depan rumah. Ohhh....Ingrid Fernandez su tinggal di Sydney ya...Salam aja untuk tanta Ingrid Fernandez dari Keluarga Besar Fernandez di Atambua.

    ReplyDelete
  9. moga2 ada penyanyi varu dr NTT yg bisa terkenal kayak inggrid. masa, dulu bisa sekarang gak bisa???

    ReplyDelete
  10. Dimana Ingrid Fernandez kini berada ?

    ReplyDelete
  11. bagus kalo bisa ditampilkan foto bu inggrid yg sekarang. kayak apa yah???

    ReplyDelete
  12. tante ingrid ini gak ada kabarnya lagi. mungkin gak nyanyi lagi.

    ReplyDelete
  13. Syalom,
    WHAT SHOULD I DO?
    Saya sangat ingin masuk dlm lingkaran PENCIPTA/MUSISI (khusus) KRISTEN,
    Saya sdh menciptakan beberapa lagu dg bbrp genre/jenis musik (sample).Dan AKTIF mengajar VOKAL & MUSIK serta menulis ARANSEMEN VOKAL utk backing vocal & untuk choir/VG. Praise GOD 4ever
    Thanks~GBU all worshipers

    WILLAZ -Jakarta
    021-91023213

    ReplyDelete
  14. Saya tau & sangat mengenal (karakter) suara ibu/usi Inggrid dan punya kasetnya tapi saya tinggalin di Kupang sana.Saya sangat menyukai suara dan cara bernyanyi beliau apalagi lagu2 yg dibawakan adalah lagu2 daerah kita,mantaps. Setelah saya berdomisili di Jakarta, Saya diberitau teman sesama pelatih vokal kalo tante/usi Inggrid berdomisili di daerah Asem Baris,Tebet-Jaksel.BRAVO tante Inggrid Fernandez, tapi dimanakah dikau kini? Hiksss

    ReplyDelete
  15. Yang saya liat,Orang/musisi asal NTT ada kok beberapa yg eksis dan go nasional, tapi biasanya mereka2 itu lahir dan besar (atau tumbuh) di luar daerah NTT. Contoh: Obbie Messakh, Carlo Saba, Deni Saba, Ivan Saba, Hans Bartels, (yg lumayan dikenal) dan ada beberapa yg tergabung dalam GrupVokal tapi kurang dikenal.Sekarang yg terakhir ada BERTO PAH (pemain Sasando dg gaya permainan yg modern &keren, di Indonesia Mencari Bakat, Trans TV) So,tetap semangat yah!! Kita masih lebih baik kok.Mari trus gali potensi sendiri,jangan harap orang lain dulu... MAJULAH MUSISI NTT, BRAVO & Salam MUSIK

    WILLAZ -Jakarta

    ReplyDelete
  16. Waktu Beta menemukan artikel tentang Ingrid Fernandez ini, air mata rasanya mo jatuh. Beta terharu skali, ternyata msh ada org yg peduli sama yg namanya Ingrid Fernandes. Karmana sonde mo nangis, setelah sekian lama puluhan tahun Beta mencari2 berita ttg beliau, baru sekarang ini Beta tahu lg informasi ttg beliau. N Beta sangat pengen mo liat pic terbaru Ingrid Fernandez. Klo ada yg punya, PLZ.... diposting di laman ini sa, biar katong samua pung kangen rindu terobati, walau beliau sudah di Sydney sekarang. Ato, klo ada yang tau FB address beliau, Plz.. tolong... Sond ada niat apa2, Beta hanya pengen kontak beliau lewat FB. Beliau salah satu Beta pung Idola yg takkan tergeser oleh bintang manapun. Beta hanya pengen tau kabar ttg beliau n klo bisa liat pic2 beliau, soalx klo Beta ingat beliau, yg muncul kok malah wajah Tetty Kaddi. Pa lagi lagu2 daerah NTT yg beliau nyanyiin dulu bersama de Rozen sangat susah Beta dapat sekarang ini. Ato klo ada yg masih punya koleksi beliau, mungkin kita bisa share lewat laman ini. Beta tetap doakan seorang "Ingrid Fernandez" selalu sehat n diberkati oleh Tuhan dalam segala tugas n aktivitasx.... (jcr_de_angelo@yahoo.com)

    ReplyDelete
  17. SYALOM ....
    Kabar Terakhir Tante INGGRID FERNANDEZ stay di SYDNEY Australia.

    Oia, Buat Rekan2/Basodara NTT/Flobamora atau SIAPA Saja yg ingin tau Perkembangan MUSIK & MUSISI2 NTT Silahkan intip, masuk/join di GRUP Baru yg Lagi HEBOH dibicarakan dimana2 yaitu ANAK NTT BERMUSIK (ANB) di FB yg Baru Terbentuk skitar 2 Bulan ini. Dalam waktu singkat Grup ANB ini sudah Mendunia dan didukung oleh hampir 100% MUSISI & PENGAMAT serta Orang2 MEDIA asal NTT & Non NTT di dalam & Luar Negeri. Grup ANB yg digawangi SINGER SENIOR Boy Clemens ini Sudah Melakukan KONSER Pertama tgl.15 Peb 2011 di JAKARTA, dan disiarkan langsung via SKYPE Streaming VIDEO dan disaksikan oleh ANAK2 NTT di seluruh DUNIA, berpartner dg Byron Bay FM di Sydney utk dipancarkan ke Sluruh Australia, Rhamagong FM di Kupang utk daratan TIMOR & NTT, dan FEMALE FM di JAKARTA!!

    Tgl.6 Maret ini ANB bekerjasama dg Perwakilan NTT di Makassar akan mngadakan MALAM KESENIAN NTT yg rencananya akan dihadiri Bpk Gub &Jajaran PemProv SULSEL. Untuk rencana selanjutnya KONDER ANB akan digelar di SURABAYA atau BALI, masih ditunggu persiapan ANB disana. Demikian INFO Terakhir dari MUSISI2 NTT di ANB ~ Salam MUSIK FLOBAMORA!! God Blessing <3

    ReplyDelete
  18. senang bisa mendapat info ttg inggrid fernandez, ada satu lagu di de rozen group yg dinyanyikan oleh inggrid adalah sapa suru oa , ada yang punya kasetnya plss dong di post kan.....

    ReplyDelete
  19. ingrid memang ngetop banget di flotim thn 80an... org2 bangga banget sama ingrid krn merasa "punya orang" yang bisa nembus TVRI. ingat, jaman itu tv hanya satu ya TVRI itu...

    ReplyDelete
  20. Waktusaya masih kecil ( sekitar thn 83-84,, dia pernah ke Maumere.. Tgl dirumah waktu mau show di Maumere,, larantuka, Lewoleba dan Waiwerang.. Kebetulan Masih ponakan Oma saya Ernesta Fernandez.. Kita sapa dia tanta Ing... Tapi skr so te tau dimana.. Trada kabar....:( sy punya foto2 dgn tanta Ing,, tapi masih harus bongkar cari dulu...:D

    ReplyDelete
  21. Makasih banyak infonya om,saya bahagia bisa mengenang kembali masa kecil saya. Memang kalo dibandingkan dgn jaman kemarin musisi NTT sedikit tapi bisa eksis secara Nasional. Sekarang jamannya sudah maju banget kok tidak ada jg yg bisa buat lebih? Masalahnya apa ya? Masa dana bisa jadi halangan? Studio musik punyanya org NTT banyak trus banyak musisi indie jd ngetop. Jangan sampe kita kalah mental ya.....kasian kalo kita hanya bisa bicara sejarah tanpa buat sejarah baru atau melanjutkan sejarah yang sudah dirintis Tante Ing.....Walahualam.

    ReplyDelete
  22. Bagus bangat beritanya... Waktu masih di kampung Soe tahun 1980-an,beta ju sering dengar suara nyanyiannya hanya lewat tape saja (maklum belum ada TV) tapi bagus bangat suaranya......

    ReplyDelete
  23. Kalau ada yg menanyakan generasi dari NTT saat ini, sebenarnya bisa di wujudkan melalui ajang pencarian bakat, tapi mungkin lagi2 hanya kurang kepercayaan diri saja... bayak yg berpendapat bhw org timur suaranya bagus tp gak berani tampil.
    Smoga ada yg siap ya adu bakat

    Next....
    Ngomongin ttg ajang pencarian bakat mungkin ada di antara kita org NTT yg tidak tahu atau bahkan tidak menyukai Boyband... tp jangan salah ya buat km yang gak suka cek dulu profile Boyband S4 dr ajang Galaxy Superstar yg masuk dalam agency Korea. Salah satu personilnya anak Waingapu [Arthur Stefano Anapaku]kerennnnn beud sodara-sodara...

    Selain Arthur ada juga Dina Theresia gadis Manggarai yg mencoba kemampuan bernyanyi di ajang X Factor Indonesia...

    Dan juga Nona Mamamia Indosiar [asal Maumere] tp skrg tidak terdengar lagi

    Klw yg berkecimpung di dunia Broadcat banyak sih... di Malang,Surabaya, Jogya dan Jakarta ank2 NTT jadi Announcer dan ternyata bisa di terima [tp maaf krn tidak menggunakan bahasa NTT,... harus menggunakan bhs Indonesia itupun harus Indonesia Gaul]klw yg ini buat belajar, nambah pengalaman dan nambah2 uang buat beli makan/byr kos...

    Putri NTT 2012 : Clarasati Ayu Sunanda masuk 10 besar Finalis Putri Indosesia 2013... Ini Prestasi lho.... krn sejak ajang ini berlansung belum ada Purti NTT yg masuk nominasi 10 besar..

    ReplyDelete
  24. Cek Arthur Stefano Anapaku Nona Mamamia dan Theresia Dina. Siapakah mereka???

    ReplyDelete
  25. Yang blm tau Arthur Stefano Anapaku [personil boyband S4], Berto Pah [Finalis Indonesia Mencari Bakat TransTV] , Nona [Big 4 Mamamia Indosiar], Clarasati Ayu Sunanda [Big 10 Putri Indonesia 2013] dan Dina Thereia [Audition X Factor Indonesia RCTI] segera cek di Google/Youtube. Mereka adl generasi muda NTT yg sudah dan sedang mengikuti ajang pencarian Bakat.

    ReplyDelete
  26. ada juga Cheng da Gama . .di tahun 1979-an sudah masuk dapur rekaman . . .menyanyikan lagu musim gugur. lagu itu cukup popoler di Flores dan sekitarnya . . kalu Ingried Fernandez di awal 1980-an pernah ke Watublapi Flores untuk syuting Film TVRI . .

    ReplyDelete
  27. waktu saya masih sekitar 8 tahun saya pernah menonton konsernya di Larantuka di gedung pemuda katedral.beruntung Papa saya pejabat (wkwk) jadi saya bisa duduk didepan dan melihat dari dekat.bahkan dia mencium pipi saya.saya pikir dia bidadari.dan sesudahnya kami mendeskripsikan dia seperti Bunda Maria.wkwkwkwk.

    ReplyDelete
  28. dulu ada kebiasaan di SD, pak guru di Larantuka suka meminta murid2 maju menyanyi di depan kelas. ada teman saya yg meniru gaya Ingrid fernandez meskipun suaranya gak bagus2 amat hehehe...

    ReplyDelete
  29. Emang orang timur tuh bangga anat kalau ada putra daerahnya terkenal. Waktu inggrid nyanyi sy baru kelas 5 sd lupa lagibwajahnya.

    ReplyDelete
  30. nostalgia yg indah. jadi ingat Ingris fernandez sekarang. artis lawas yg suaranya memang merdu dan bergelombang.

    ReplyDelete
  31. Saya remaja STM di Kupang persis dengan Inrid Fernandez sangat populer. Sampai sekarang suara Ingrid Fernandez masih mengiang dalam ingatanku. Lagu memang alat paling efektif untuk memutar kembali memori ketika zaman remaja akhir 70-an hingga 80-an di Kupang. lagu-lagu Ingrid Fernandez adalah alat ampuh bagi saya untuk mengenang masa lalu di NTT. Ingrid Fernandez adalah sosok yang membuat aku bisa merasa dekat dengaan tanah kelahiranku NTT. Tentu saja saya sangat rindu kabar tentang Ingrid dan semoga sesewaktu bisa menyaksikan lagi Ingrid menyanyi, terutama lagu FLOBAMORA yang sangat khas dari pita suara Ingrid. Salam...!

    ReplyDelete
  32. Wah saya jadi penasaran dengan suara beliau, cari di youtube cuma dapat yg ini, https://www.youtube.com/watch?v=mtiOdUKn7iQ.. sayang sekali

    ReplyDelete
  33. udah ada di you tube kok,ketik aja ingrid fernandez. lagunya papa mama sayang dan flobamora. di upload sekitar 2 tahun lalu. Makasih untuk semua saudara/i yang masih mengingat kakak saya. Dia udah netap di Sidney dari tahun 1990(udah WN Ausi).

    ReplyDelete
  34. Lagu NTT yang pernah tenar di luar NTT akhir-akhir ini yaitu lagu versi dangdut yaitu lagu Kewa-Kewae.

    ReplyDelete
  35. bung Lambertus L. Hurek saya ijin share untuk fotonya untuk koleksi album lagu2 Ingrid Fernandes di akun You Tube saya...
    https://www.youtube.com/playlist?list=PLKCzKMFlGFo9tZUKAqBeTK5N_NhHRXQKl
    salam untuk semua warga NTT...

    ReplyDelete