01 March 2008

Damianus Wera sang tabib asal Flores

Siapa tak kenal Damianus Wera di Surabaya?

Orang NTT satu ini (lahir di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, 27 Januari 1960) punya karunia penyembuhan yang sangat langka. Om Dami dikenal sebagai penyembuh alternatif nan unik. Orang geleng-geleng kepala melihat cara dia mengobati pasiennya.

Damianus Wera bukan dokter, buta huruf, tak makan sekolah, tapi buka praktik layaknya dokter profesional. Bahkan, tak sedikit dokter yang datang ke tempat praktik Om Dami karena penyakitnya tidak bisa ditangani tenaga medis konvensional. Jangan terkejut! Damianus Wera cukup menggunakan pisau dapur atau cutter untuk mengoperasi pasiennya.

Saya kebetulan beberapa kali melihat dari dekat Damianus Wera mengoperasi pasien. Tak pakai bius, pasien tidur, lalu... hrrrp: Om Dami membuka bagian tubuh yang dianggap ada benda asingnya. "Ya, seperti ada bisik. Saya langsung tahu di mana saya harus bedah di bagian mana. Bisa perut, dada, leher, punggung, pinggang, kaki," kata Om Dami.

Tak sampai 10 menit operasi kelar. Selesai. Lalu, perban dibuka. Sama sekali tak ada bekas luka. "Rasanya geli-geli gimana gitu," ujar seorang pasien kepada saya beberapa waktu lalu.

Dibantu dua asistennya, operasi superkilat ala Damianus Wera ibarat show yang mencengangkan. Aneh tapi nyata! Beberapa orang bule pun geleng-geleng kepala. Toh, tak sedikit bule--yang rasional, cerdas, modern--itu pun berserah diri menjadi pasien Om Dami. Namanya juga ingin sehat, bukan?

Nah, usai membuka perut pasien, biasanya Om Dami mengeluarkan paku atau benda-benda logam. Artinya, si pasien tadi disantet alias diguna-gunai. Pasien macam ini paling banyak di kediaman Damianus Wera. Dan paling mudah diatasi. "Ini lihat ada paku," kata Om Dami. Wah, kami para pengunjung ngeri tapi juga kagum dengan kehebatan om asal Sikka, Flores, ini.

Usai operasi, pihak keluarga dan pasien sama-sama berdoa mengucap syukur kepada Tuhan. Mudah-mudahan si pasien sehat walafiat, bekerja lagi seperti biasa. Doa sesuai dengan agama masing-masing karena pasien Om Dami ini dari berbagai macam agama, etnis, taraf sosial ekonomi. Tak sedikit pejabat, istri pejabat, selebritas, pun diam-diam datang ke tempatnya Om Dami kalau penyakitnya sangat berat dan gawat.

Apa saja penyakit yang ditangani Damianus Wera, yang bekas petinju juara Indonesia tahun 1980-an? Boleh dikata, hampir semua lah. Menurut Om Dami, ada tiga jenis penyakit yang dikeluhkan para pasiennya sejak buka praktik tahun 1992.

Pertama, penyakit nonmedis atawa gampanya santet atau guna-guna. Hehehe.... Indonesia, khususnya Pulau Jawa, sudah sangat maju dan modern, tapi praktik santet sebetulnya masih sangat banyak. Karena iri pada orang lain, dukun santet bertindak. Cewek ditolak dukun bertindak! Biasanya tubuh korban dirusak dengan paku, lidi, kawat, beling, jarum, silet, benang kusut.

Kedua, penyakit medis seperti jantung koroner, batu ginjal, tumor, kanker, kemandulan, dan penyakit-penyakit dalam lainnya. Biasanya dokter sudah angkat tangan dan pasien sudah kehabisan uang dan harapan. Menurut Om Dami, operasi sangat efektif untuk mengangkat biang penyakit-penyakit ini. Khusus penyakit jantung selain operasi, juga disedot darah melalui selang.

Ketiga, sakit psikologis, misalnya banyak utang, stres, sulit hamil, konflik rumah tangga, hingga sulit jodoh. Om Dami mengingatkan, kunci sehat itu sebenarnya ada di pikiran yang sehat. Kalau kau punya pikiran sehat, tenang, tidak stres, tubuh akan sehat. Sebaliknya, pikiran yang ruwet, penuh beban dan tekanan, justru memicu munculnya penyakit-penyakit dalam tubuh manusia.

"Banyak-banyak berdoa dan bersyukur. Kalau kau Katolik, sempatkan diri ke gereja, ikut misa dan kegiatan-kegiatan paroki. Malu kalau orang Flores malas ke gereja," begitu nasihat Damianus Wera kepada anak-anak muda Flores di Jawa Timur.

Om Dami lahir di Palue, pulau kecil di Laut Flores. Tidak air tawar, budidaya tanaman pun sulit. Tapi Palue memang dikenal luas di NTT sebagai "tempatnya orang pintar", dukun-dukun sakti. Ayahnya, Ware ratu, diakui sebagai orang paling sakti di Pulau Palue. Saking saktinya, Bapa Ware hidup sampai 120 tahun.

Suatu ketika, 1985, Bapa Ware yang sudah meninggal "mendatangi" Om Dami, anaknya. Ini bukan mimpi atau halusinasi, tapi seperti peristiwa nyata. "Bapa datang siang hari dan kami bicara pakai bahasa daerah. Saya bikin kopi dan makan bersama," tutur Om Dami.

Wuih, ceritanya memang rada-rada gak masuk akal, tapi biasa buat orang Palue. Sang Bapa kemudian memberikan gelang kepada Dami. "Bapa juga minta saya beli tiket pesawat jurusan Pontianak, Jakarta, Maumere," kenangnya.

Dami mengantar bapanya sampai di bandara, eh, beliau hilang. "Saya baru sadar kalau bapa sudah tidak ada. Yah, saya kembalikan tiket bapa meskipun dipotong," ujar Om Dami seperti dikutip dalam buku KARUNIA PENYEMBUHAN DAMIANUS WERA. Buku ini ditulis oleh Yosef Tor Tulis, wartawan plus komentator sepakbola di ANTV, yang asal Manggarai, Flores Barat.

Malamnya Dami bermimpi. Ada bisikan bahwa ia akan beroleh karunia penyembuhan. Pagi-pagi ia menemukan sebuah pisau [pisau wasiat namanya] di bawah bantal. Dami yang tinggal di Pontianak pun langsung pulang ke Palue untuk bikin upacara adat setelah beroleh penglihatan serta pisau. Nah, di kampung Om Dami mendapat bisikan: pisau itu untuk mengoperasi orang sakit.

Di Pontianak Damianus Wera mengetes pisau wasiat itu pada seekor kambing. Saat dibedah, kata Dami, ternyata si kambing tetap nyenyak. "Saya yakin benar juga pisau ini," ujar bapa dua anak ini. Dami sempat panik melihat luka-luka yang menganga di tubuh kambing. Dia berdoa sejenak, dan ehmmm luka itu hilang tak berbekas.

Pada 1984 Damianus Wera bekerja sebagai tukang kebun SMA Sugyapranata di Pontianak. Seorang korban santet datang ke Om Dami minta disembuhkan. "Dia mimpi katanya santet itu hanya bisa disembuhkan oleh Damianus Wera," tuturnya.

Maka, mulailah operasi pertama ala Damianus Wera. Orang itu berbaring di tempat tidur. Dami memotong perut pasien perdananya. Darah muncrat. Dami lalu mengeluarkan benda santet. Luka tadi diusap, dibalut perban, lalu dibuka. Ternyata sembuh tanpa bekas sedikit pun.

Mulai 1992 Damianus Wera bolak-balik Pontianak-Jakarta untuk mengobati orang sakit. Kemudian ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada 1992 itu pula Om Dami menetap di Malang, Jawa Timur. Dia pernah mengobati 500 pasien sehari. Sejak 1998 dia buka praktik di Surabaya setelah mendapat izin dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur per 14 Maret 1998.

Nama Damianus Wera semakin terkenal karena diliput media cetak dan televisi. Televisi CNN bahkan mengundangnya ke Amerika Serikat untuk wawancara khusus dan menggelar pengobatan di sana. Om Dami didampingi Desy Anwar, waktu itu wartawan RCTI Jakarta. "Saya praktik operasi di California," ujar pria murah senyum ini.

Makin tenar saja paman kita dari Palue ini. Ia diajak keliling Asia-Pasifik, Belanda, Belgia, Hongkong, Malaysia, Australia, untuk menyembuhkan sesama manusia. Pakai bahasa apa? Wong sekolah dasar saja hanya sampai kelas satu? "Pakai bahasa setempat. Yang omong itu bukan saya, tapi bapa saya. Jadi, saya tidak kesulitan berinteraksi dengan siapa pun," katanya.

Berkat karunia penyembuhan, Damianus Wera sudah bisa hidup makmur. [Om Dami sendiri tak pernah memasang tarif, ongkos bebas ikhlas!] Rumahnya di Surabaya berlantai dua, 1.000 meter lebih. Ada tiga mobil di garasi: mercy, panther, sedan timor. Yang menarik, Om Dami sengaja tidak membuat pagar di rumah mentereng itu. Pintu garasi pun tak ada.

Bagaimana kalau ada pencuri? "Hehehe... Kalau ada yang berani maling pasti lengket terus, tidak bisa ke mana-mana," kata seorang staf Om Dami.

Hingga akhir 2007 Damianus Wera sudah menangani 86.382 pasien. Tahun 2007 saja pasien ada 1.939. Sebanyak 119 operasi, 1.820 non-operasi. Dia bekerja hampir 24 jam tujuh hari sepekan. Operasi paling banyak pada tahun 2003, yakni 311 orang.

"Pasien saya datang dari berbagai suku bangsa, agama, kelas sosial. Di mata saya, mereka semua sama. Ciptaan Tuhan yang sakit dan membutuhkan petolongan. Karena saya dapat anugerah menyembuhkan, ya, saya wajib membantu sesama," kata Om Dami.

Om Dami punya tujuh metode untuk mengatasi penyakit-penyakit pasiennya. Ini perlu dibeberkan karena selama ini masyarakat hanya tahu "metode operasi" yang heboh dan unik itu. Padahal, operasi hanya kira-kira 5-6 persen saja yang dilakukan Om Dami.

1. DOA.

Ini dilakukan sebelum dan sesudah pengobatan. Pasien berdoa menurut agamanya.

2. AIR PUTIH. Pasien diminta membawa air putih dalam botol 1,5 liter. Setelah didoakan Om Dami, pasien minum di rumah masing-masing. Kalau mau habis, tambahkan dengan air yang baru.

3. KAPSUL AJAIB.

Di ruang konsultasi, di atas meja, ada bunga, daun, atau tisu. Om Dami ambil salah satu lalu berputar-putar di hadapan pasien. Hup! Dalam hitungan detik bunga [yang saya lihat] jadi kapsul/tablet. Pasien diminta minum seperti obat biasa. "Saat saya putar-putar itu saya berdoa," katanya.

4. PIJAT REFLEKSI.

Om Dami terlihat seperti memetik gitar di kaki atau bagian tubuh lain pasien. Pasien biasanya menjerit kesakitan karena "disetrum" listrik tegangan tinggi.

5. SUNTIK.

Metode ini sudah lama ditinggalkan Om Dami karena pasien jijik. Kenapa? Jarum suntik diperoleh dengan cara muntah. Cairan "obat" pun diperoleh lewat doa-doa tertentu.

6. TELUR AYAM [KAMPUNG] DAN GELAS.

 Dipegang, diletakkan di atas kepala pasien. Selain mendeteksi penyakit, telur ayam kampung itu juga untuk mengobati penyakit. Om Dami kerap mengambil benda-benda santet seperti jarum, benang, silet, beling, paku lewat telur ayam.

7. OPERASI ATAU BEDAH.

Metode ini paling populer karena kerap ditayangkan di media massa, khususnya televisi. Pekan lalu TVONE menyiarkan profil Damianus Wera di acara ANEH TAPI ADA. Operasi atau bedah bisa untuk penyakit medis maupun nonmedis. Metode ini membuat nama Damianus Wera tersebar ke seluruh dunia.

BIODATA

Nama  : Damianus Wera Vinsentius
Lahir : Flores, 27 Januari 1960
Pendidikan : Sekolah Dasar kelas satu [tidak tamat]
Bapa/Mama : Ware Ratu/Maria Lanu
Istri : Selvia
Anak kandung : Daniel Don Bosco Ware
Veronika Lanu
Anak angkat : Eka Santiago
Yovita Renata Sobu

Alamat rumah :
Perum YKP Medokan Asri Tengah Blok IO/11 Surabaya
Telepon: 031 872 0365
Alamat praktik: Pondok Candra, Jalan Rambutan Blok D/215 Waru, Sidoarjo


JADWAL PRAKTIK
Senin-Jumat :
Perumahan Pondok Candra, Jalan Rambutan D/215 Waru, Sidoarjo
 


SUMBER UTAMA:
Buku biografi Damianus Wera karya Yosef Tor Tulis. 

41 comments:

  1. Mas Hurek apa kabar? ...
    Nama nama orang Flores ki apik2 ya mas.Dulu jaman masih di Maluku aku juga banyak teman orang Flores.

    Met beraktivitas ya mas Hurek.

    Salam.

    ReplyDelete
  2. hehehe.. ya nama orang flores ya khas flores lah. di jawa malah sering ditertawai karena dianggap aneh. tak apa-apa lah.
    terima kasih mbak judith jadi pembaca setia blog ini. kapan2 aku kasih suvenir deh. salam untuk keluarga di swiss.

    ReplyDelete
  3. Saya tinggal di Jakarta dan sudah 7 tahun terakhir
    sakit maag kronis (karena banyak stress) dan
    insomnia. Apakah bapak Damianus masih membuka praktek
    di Hotel Grand Tropic Jakarta Barat setiap hari sabtu
    dan minggu ? bagaimana caranya saya membuat
    janji karena tidak tercatat nomor telefon
    yang bisa dihubungi ? dan berapakah biaya pengobatan?
    Terima kasih banyak atas waktu dan bantuannya.

    daud

    ReplyDelete
  4. oke, anda bisa hubungi langsung om dami di surabaya. setahu saya, akhir2 ini om dami ke flores untuk keperluan keluarga. saya belum sempat mampir ke tempatnya di surabaya. terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Di barat, "penyembuhan" ini disebut "psychic surgery".

    http://en.wikipedia.org/wiki/Psychic_surgery

    Percaya atau tidak?

    ReplyDelete
  6. oom damianus wera perlu datangi papua,khususnya timika,supaya yg sakit{+aid} bisa sembuh,yg egois bisa sadar,yg sdang berkuasa slalu ingat urus kepentingan rakyat banyak.trimakasih oom sebelumnya.Kalo ta sempat datang DOAKAN KAMI,SUPAYA Yg JUJUR cariMAKAN enteng rejeki...santo d'sroto.timika

    ReplyDelete
  7. damianus wera... operasi magis.. is it real? coba buka website berikut, agar ada referensi yang seimbang: www.sabdaspace.org/damianus_wera_membongkar_misteri_operasi_gaib
    atau:
    www.sabdaspace.org/damianus_wera_vs_hai_hai
    dan cari lagi referensi dari website lainnya. (search saja..)

    ReplyDelete
  8. Saya Maximus Masa telah mengenal baik dengan bang Virgis keluarga dekat om Dami,dan beliau menganjurkan kepada saya untuk berobat ke om Dami tapi sampai kini belum. Om Dami memang orang yang mempunyai nilai lebih yang dikaruniakan Tuhan kepadanya. Patut kita syukuri,ternyata orang Flores meskipun pendidikan di bawa standar seperti saya dan om Dami ternyata bisa membantu orang-orang yang susah. Selamat om Dami dan bekerjalah dengan hati seperti layaknya kita orang Flores yang tulus dan jujur serta tanggungjawab.

    ReplyDelete
  9. Untuk ANONIM:
    Saya menghargai pendapat dan analisis Anda yang sangat kritis dan tajam. Bagaimana kalau Anda datang berdialog, survei langsung, melihat sendiri... di lapangan. Itu jauh lebih baik ketimbang hanya analisis via media audiovisual.

    Untuk Maximus Masa, terima kasih sudah menulis komentar.

    ReplyDelete
  10. mahal ngga bayar nya ?

    ReplyDelete
  11. OM,Saya joko saya punya ibu yang sakit Paru2 sudah bertahun2 entah itu guna2 atau media tapi yang pasti dokter tidak dapat menemukan penyakitnya tolong om bisa beri info apakah om dami masih praktek di hotel tropic sabtu- minggu.kalo si pasien tak dibawa bisa tidak dengan media air? karen terus terang kondisi ibu saya lemah.saya juga mau tanya biaya nya berapa ?
    saya punya ibu saut2 nya dan saya sangat berharap sekali dengan kesembuhannya.
    terima kasih (Hp saya: 08180737 9517) JOKO MULIADI

    ReplyDelete
  12. klo dijakarta masih praktek di hotel tropic ga oom? klo boleh tau biayanya berapa? trims

    ReplyDelete
  13. lagi sibuk ya oom kok commentnya ga pernah dibls,tlg oom sy bth infonya dari oom.trims

    ReplyDelete
  14. Deni dan kawan-kawan, silakan hubungi sendiri karena alamat kontak sudah saya cantumkan. Saya hanya blogger, tidak ada kaitan apa-apa dengan Om Dami.

    ReplyDelete
  15. maaf,sebelumnya OOM Hurek, tolong sampaiken ini pada Oom Dami-begini,alangkah baiknya bila Oom Dami membuka forum komunikasi yg aktif,sukur kalo bisa interaktif, untuk warga yg miskin tapi punya
    IMAN yg TEBAL dan jaraknya jauh2 macam di papua dan maluku,serta pulau2 lain sekitar..bisa via hp,FB , ato email juga...Sungguh Talenta Oom Dami
    harus memancar kesana....Buanyak yg mengharapkan,
    Oom sebagai alternatip mahalnya obat dan langka
    nya balai2 penobatan di peloksok..Gitu aja Oom.
    semoga ada tanggapan..GBU..Pax Christi...Amin.

    ReplyDelete
  16. saya salah satu pasien om damianus dan jantung saya dioperasi.

    untuk om lambertus, bolehkah saya muat/saya publikasikan vidio saat proses operasi jantung saya? mohon jawabananya. terimaksih

    ReplyDelete
  17. Saya mau tanya pada om Hurek apa bapak Damianus juga bisa menolong orang yg tdk mampu dalam arti meringankan biaya berobatnya sementara orang tersebut sangat memerlukan pertolongannya, terima kasih

    ReplyDelete
  18. Selamat om Hurek, saya lelaki usia 45 thn merasa curiga kalau fisik saya mengalami gangguan serius antara lain sesak nafas nyeri dada serta badan terasa nyeri sementara saya belum pernah cek di rumah sakit karena faktor biaya, apa om Dami bisa menolong orang seperti sy untuk keringan biaya pengobatannya. mohon dijawab GBU

    ReplyDelete
  19. assalamu alaikum wr. wb
    terima kasih kepada allah swt, yang telah menganugerahkan seorang bapak damianus wera untuk dapat mengobati orang yang membutuhkan pertolongan.
    saya sendiri, awalnya tidak mempercayai, tetapi dengan melihat sendiri pengobatan dan operasi jantung bapak damianus membuat saya tercengang, kagum.
    saya kemaren 11 juni 2011, baru mengantar suami ke tempat pengobatan bapak damianus wera, saya melihat langsung pengobatannya. bukan sihir, melainkan kuasa tuhan yang diberikan melalui bapak damian untuk mengobati pasien-pasiennya.
    mudah-mudahan bapak damianus wera diberi kesehatan, limpahan berkah atas segala pertolongannya.

    ReplyDelete
  20. mohon alamat lengkap hotel Grand Tropic Jakarta Barat. Karena ibu saya ingin berobat dengan anda. terima kasih

    ReplyDelete
  21. Pak Damianus, saya tinggal di Jakarta, bagaimana untuk datang ke Hotel Tropik menemui Bapak? Apakah harus daftar dulu atau bagaimana, pak? Terima kasih banyak pak.

    ReplyDelete
  22. ferdi naicovi

    apakah penyakit bawaan lahir... seperti tuli bisa disembuhkan??
    terima kasih....

    ReplyDelete
  23. pak damianus....
    apakah tuli sejak lahir bisa disembuhkan?

    terima kasih

    ReplyDelete
  24. pernah kucoba ngebel kenomor telpon rumah Pak Damianus,
    kok gak aktif? tolong dikasih nomer hp b
    nya. Trimakasih

    ReplyDelete
  25. Selamat malam saudara Hurek, saya baru saja mencoba nomor pak Dami, tapi yang ada masuk fax. Apakah ada nomor lain? Terima kasih banyak. Semoga anda berkenan menjawab. Salam damai.

    ReplyDelete
  26. apa masih praktek di hotel Grand Tropic Jakarta?mohon infonya

    ReplyDelete
  27. Om Dami mama saya tulang kakinya bengkok kiri dan kanan. Susah jalan. Apa Om Dami bisa tolong sembuhkan kakinya supaya bisa berjalan normal lagi?

    ReplyDelete
  28. saya berterima kasih karena sakit saya sudah sembuh
    yang kata dokter kanker dankista di ginjal cuma 3 kali datang saya sudah bisa sehat kembali.terima kasih pak Dami.GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak esti...,klau boleh tau alamat Pak Damianusskrg dimana yaah?? .thx n Gbu.

      Delete
  29. Saya yakin tuhan memberi kelebihan kepada tiap tiap umat yg dikehendakinya, salah satunya bpk Damianus ini. Walaupun keyakinan saya berbeda tp saya percaya akan adanya kesembuhan. Bukan dari siapa orangnya yg menyembuhkan melainkan krn adanya ikhtiar/ usaha dan kemauan untuk sembuh dari si sakit sehingga Tuhan menuntun/memberikan jalan kesembuhan melalui perantaraan seseorang. Bila ada yang tidak percaya silahkan sah sah saja asal jangan mendiskreditkan seseorang karena apa yang anda lakukan nilai nya tidak lebih baik daripada yang di lakukan pak Dami yg sdh menolong banyak orang. . . . . Jadi bijaksanalah dalam berkata dan bertindak . . . .

    ReplyDelete
  30. Maaf ganggu, saya mau tanya untuk berobat pak dami di jakarta sekarang ada dimana yah? Saya ada sakit kepala terus menerus non stop 24 jam.. terima kash

    ReplyDelete
  31. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah kerajaan Mu, jadilah kehendak Mu di atas bumi seperti didalam surga, berilah kami rejeki hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni orang yang berbuat salah kepada kami, dan janganlah masukan kami kedalam pencobaan tetapi bebaskan lah kami dari yang JAHAT, Å♍iєϞ

    ReplyDelete
  32. alamat pak dami di sby dmna ya kak??
    aku mw berobat
    alamat lama kxk'e udah g ad :(

    ReplyDelete
  33. kalau dari bungur asih jauh ndak ya?mksh

    ReplyDelete
  34. mksh bgt mas hurek.. artikely sgt m'bantu..

    ReplyDelete
  35. Selamat siang, mohon info alamat praktek Bp. Dami di Jakarta, saya ingin menolong seorang sahabat saya yang sedang menderita sakit.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Saya terkesan kpd om.dami!!!
    menolong tidak peduli miskin / kaya, ras / agama.

    Ayo kita doa kan untuk om.dami agar di beri kesehatan, agar bisa menolong orang agar sudara" kita semua sehat amiin

    ReplyDelete
  38. kalo bisa saya minta no hp om dami
    soalnya keponakan saya sakit berat nih..tolong saya mas hurek...

    ReplyDelete
  39. Selamat siang, mohon info praktek pak Dami di Jakarta dimana ya? mohon banget informasinya krn mama saya sakit Jantung dan Ginjal nya parah banget sdh kompleks kemana2 penyakitnya, mama sdh berobat kemana2, alternatif, naturopati smp bolbal masuk RS skrg kita ga punya biaya lg buat berobat mama, mohon infonya berharap pak Dami bisa menyembuhkan mama saya lagi, trims

    ReplyDelete
  40. Pak sy insomia akut mohon bantuan doanya.Tq GBU

    ReplyDelete