01 January 2008

Resolusi pribadi 2008

Membuat resolusi di awal tahun, saya kira, bukan kebiasaan orang Indonesia. Tapi akhir-akhir ini kata 'resolusi' makin sering kita dengar di televisi.

Apa resolusi anda di tahun 2008? Begitu kira-kira pertanyaan untuk artis di siaran gosip alias infotainment. Lalu, si artis mengatakan resolusinya A, B, C, dan seterusnya. Bagus lah kalau pada awal tahun kita buat komitmen untuk melakukan sesuatu, mengubah perilaku, lebih rajin, mengurangi dosa, diet, olahraga, dan seterusnya.

Bagaimana kalau resolusi tidak dilaksanakan? Hanya omongan manis di bibir? Hmmm.. tak apa-apa lah. Wong janji perkawinan yang suci saja sering dilanggar. Apalagi sekadar resolusi. Setia kepada diri sendiri itu tak mudah. Memerangi hawa nafsu, melawan diri sendiri... itu memang berat.

Saya sendiri baru pada tahun 2008 ini bikin resolusi. Sederhana saja. Saya tidak akan pakai lift ke tempat kerja di lantai empat Graha Pena Surabaya. Cukup jalan kaki saja. Menjejaki sekitar 100 anak tangga dari lantai dasar [basement] hingga ke ruang redaksi di lantai empat. Resolusi ini sekaligus 'memaksa' diri saya untuk berolahraga.

Maklum, akhir-akhir ini saya jarang olahraga sehingga bobot badan saya naik terus. Nilai kolesterol pun jelek. Padahal, saya paling malas melihat manusia-manusia berbadan gemuk, tambun, gembrot, dan sejenis. Ada kesan manusia-manusia itu malas bergerak, malas olahraga, terlalu doyan makan. Maka, saya pun menjadi tidak senang melihat potongan badan saya yang terus membengkak.

Resolusi selalu naik-turun tangga, sonder pakai lift, ini jelas berat. Tapi saya berusaha mematuhinya. Saya mau belajar 'menyiksa diri', mengurangi kenikmatan badani.

No comments:

Post a Comment