31 January 2008

Album 'Ayam Berkokok' Maria Eva


Masih ingat Maria Eva? Hehehe... penyanyi asal Sidoarjo ini pada akhir 2006 bikin heboh gara-gara video mesranya dengan Yahya Zaini, politikus Golkar, beredar di masyarakat. Adegan ranjang ini membuat Yahya terpental dari kursi empuk Dewan Perwakilan Rakyat.

Sebaliknya, Maria Eva justru makin populer. Setidaknya makin dikenal masyarakat luas. Nah, baru-baru ini Maria Eva merilis album Ayam Berkokok. Ada 10 lagu, semuanya bercorak house musik. Maria Eva menulis:

"Ini adalah harapan saya sejak lama untuk dapat menyanyikan lagu dangdut dengan corak dan warna yang berbeda. Kombinasi antara dangdut, pop, dan house music yang diramu menjadi seni yang abadi."

Kalau kita menyimak album perdananya, Pelangi Senja [digarap seniman legendaris Abdul Malik Buzaid], jelaslah bahwa Maria Eva telah berubah 180 derajat. Abah Malik mendesain Maria Eva sebagai penyanyi pop-dangdut dengan sentuhan keanggunan musik Melayu klasik. Sebaliknya, di album ini Maria Eva tampil sebagai penyanyi penghibur untuk konsumsi tempat-tempat dugem alias hiburan malam.

Tak apalah. Ini memang pertimbangan bisnis musik yang tak ingin melepaskan begitu saja popularitas Maria Eva yang terangkat cepat berkas video adegan ranjang ME-YZ tersebut.
Daripada momentum itu hilang, dibuatlah album ini. Apalagi, kompetisi di kalangan penyanyi dangdut sekarang memang sangat-sangat ketat dan gila-gilaan.

Saya beruntung mendapat album ini langsung dari tangan Maria Eva. "Buat referensi Mas Hurek," kata artis yang baru tampil di sebuah film layar lebar itu. Tadinya saya mengira 10 lagu di album ini sepenuhnya dinyanyikan Maria Eva. Eh, ternyata hanya tiga lagu saja. Selebihnya dibawakan penyanyi lain, perempuan, dengan corak house music pula.

Selain Ayam Berkokok [ciptaan Sandi Sulung], Maria Eva membawakan dua lagu lagi: Madu dan Susu [M. Kumala] serta Video Cinta [M. Kumala]. Bisa ditebak, penulis lagu mengeksploitasi habis-habisan video cinta yang heboh tersebut. Simak saja refrein Video Cinta:

"gambar-gambar cinta itu
bukti rahasia kasih kita
telah terbuka dan jadi petaka

gambar-gambar cinta itu
telah memusnahkan harapan kita
bahkan memisahkan cinta kasih kita

tinggal kini menanggung malu
setiap waktu
tinggal kini berserah nasib
karena aib".


Saya kira, sulit bagi Maria Eva untuk menjadikan album ini sebagai "karya seni yang abadi" sebagai dia harapkan. Betapa tidak. Pola musik mengekor beberapa lagu dangdut yang hit macam Bang SMS atau Kucing Garong. Rupanya, Maria Eva terlampau buru-buru merilis album, kerja instan, mumpung masyarakat masih mengenalnya sebagai artis heboh gara-gara video mesum.

Lagu Video Mesum justru semakin membangkitkan ingatan orang akan adegan suami-istri itu. Padahal, akan lebih bagus kalau Maria Eva berusaha tampil dengan citra yang baru sama sekali. Ternyata, Maria Eva kurang berani menampilkan sisi lain dari dirinya di luar urusan video itu. Sayang sekali!

ARTIST MANAGEMENT MARIA EVA
0816 - 776928

4 comments:

  1. ya, sedang2 aja lah si maria ini. tapi jangan nyerahlah.

    ReplyDelete
  2. kebetulan yang desain cover Maria Eva "Ayam Berkokok" itu saya mas, mau aku kirim desain aslinya ngga? Tapi untuk menghindari bajakannya, aku cuma bisa kirim yang megium resolution dengan watermark logo GrafiKom Total Design.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih Mas. Saya kira desain album ME sudah bagus, enak dilihat. Cuma terlalu dominan merah dan ramai ya? Teruslah berkarya! Salam.

    ReplyDelete
  4. Awalnya desain sampul sesuai ide saya mau saya bentuk hitam klasik... dan dari pihak produser, yakni bpk Dicky Sundri dari Indomusik yg sekaligus memanajemeni ME minta diubah dengan backgroud putih... Ditambah lagi si Atlanta Records yang mengedarkan maunya dibuat warna-warna cerah saya ikutin aja... Oh ya kalo mau liat bentuk desain lengkapnya ada di grafikom.wordpress.com mas.... Salam untuk semua keluarga mas lambert.... N thx atas apresiasinya tentang desain saya mas.

    ReplyDelete