12 December 2007

Simfoni Natal bersama SSO



Salut buat Solomon Tong. Di usia yang tak lagi muda, 68 tahun, Pak Tong tetap bersemangat menghidupkan orkes simfoni di Surabaya. Surabaya Symphony Orchestra (SSO) yang ia dirikan pada 1996 tetap eksis dan terus berkembang. Selasa, 11 Desember 2007, SSO kembali menggelar konser Natal di Hotel JW Marriott Surabaya.

Ini merupakan konser ke-54 SSO. Dua belas tahun sudah SSO bikin konser Natal. Penggemar musik klasik tentu senang karena bisa menikmati lagu-lagu Natal yang dimainkan oleh orkes simfoni. Sekadar catatan, konser Natal bersama orkes simfoni atawa symphony orchestra hanya digelar secara teratur oleh SSO. Mana ada orkes simfoni lain yang bisa begini?

Kita tentu tak bisa berharap dari Twilite Orchestra karena visi dan misinya jelas beda. Bagi Pak Tong, menggelar konser musik klasik tak sekadar menyajikan musik, tapi juga sebentuk kebaktian kepada Tuhan. Musik menjadi sarana untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.

“Sebab, SSO bisa bertahan hanya karena Dia. Solomon Tong sih tidak punya apa-apa. Tapi TUHAN lah yang memampukan SSO bisa bertahan sampai hari ini,” ujar Pak Tong dalam berbagai kesempatan. Pak Tong mengaku selalu mengalami mukjizat setiap kali konser. Biaya konser yang rata-rata Rp 230 juta selalu dipenuhi lewat tangan Tuhan nan ajaib.

Karena itu, bisa dipahami kalau konser-konser SSO senantiasa mengusung nuansa kristiani yang sangat kental. Nah, konser Natal [Christmas Concert] boleh dikata menjadi wujud ucapan syukur Solomon Tong bersama para pemain dan pengurus SSO atas berkat dan penyertaan Tuhan selama satu tahun terakhir. Sekaligus minta ‘bekal’ dari Tuhan untuk tahun berikutnya.

Nah, Selasa malam Pak Tong bersama SSO kembali mengadakan ‘tradisi’ tahunan itu. Juga, seperti tahun-tahun sebelumnya, sekitar seribu penonton [sebagian besar sudah menjadi penonton tetap] menikmati alunan musik simfoni. Pak Tong lagi-lagi menghadirkan pemusik dan penyanyi generasi muda. Anak-anak belasan tahun ia gembleng sedemikian rupa agar fasih memainkan repertoire berat ala klasik.

Benta Tanu, 9 tahun, main piano dengan indah. Juga Ibu Karlina Magawe, istri Pak Tong yang juga pianis hebat, membawakan karya Franz List, Hungarian Rhapsody No 2. Kemudian nama-nama lama andalan SSO macam Pauline Poegoeh dan Melissa Setyawan menyajikan ‘akrobat suara’.

Pauline dikenal sebagai soprano dahsyat yang belum ada duanya di Jawa Timur. Ia bisa nyanyi lagu klasik macam apa saja--opera berat-berat, seriosa nusantara, himne Natal--dengan kemampuan tingkat tinggi. Dalam beberapa kesempatan, para ekspatriat mengungkapkan kekaguman atas talenta Pauline Poegoeh.

“Pauline juga termasuk soprano terbaik di Indonesia,” puji Pak Tong. Dirigen kelahiran Tiongkok, 20 Oktober 1939, ini memang layak bangga punya Pauline. Boleh dikata, Pauline lah maskot SSO saat ini.

Saya sendiri selalu geleng-geleng kepala saat menikmati suara gadis berbadan subur ini. Kok bisa ya ada orang Indonesia bisa nyanyi sehebat itu? Komposisi paling sulit dan rumit pun, yang nota bene berasal dari Eropa, ditaklukkan Pauline dengan sangat enteng? Makan roti dan keju kah nona manis ini? Atau, jangan-jangan Pauline ini punya DNA Eropa? Hehehe….

Bukan apa-apa. Orang Barat sendiri pun belum tentu mampu. Sungguh, Pauline tergolong manusia ajaib dari Surabaya. Orang Indonesia yang berhasil menembus kedalaman seni vokal klasik Barat.

Kalau Christmas Carols, saya kira, tidak perlu dikomentari lagi lah. Lagu-lagu Natal universal ini dari sono-nya memang sudah enak, nyaman dinikmati, menjelang dan pada masa Natal macam sekarang. Kita tak akan pernah bosan mendengar meski setiap tahun diputar ulang. Sebuat saja Silent Night, Holy Night, hingga White Christmas. Itulah karya-karya musik adiluhung. Ia senantiasa menembus batas ruang dan waktu.

Sekali lagi, terima kasih dan salut untuk Pak Tong yang tetap semangat, kerja keras, konsisten, menghadirkan musik berkualitas di Surabaya. Sebagai penutup, mari kita nyanyi bersama:

Joy to the world, the Lord is come!
Let earth receive her King;
Let every heart prepare Him room,
And Heaven and nature sing,
And Heaven and nature sing,
And Heaven, and Heaven, and nature sing.

Joy to the earth, the Savior reigns!
Let men their songs employ;
While fields and floods, rocks, hills and plains
Repeat the sounding joy,
Repeat the sounding joy,
Repeat, repeat, the sounding joy.

No more let sins and sorrows grow,
Nor thorns infest the ground;
He comes to make His blessings flow
Far as the curse is found,
Far as the curse is found,
Far as, far as, the curse is found.

He rules the world with truth and grace,
And makes the nations prove
The glories of His righteousness,
And wonders of His love,
And wonders of His love,
And wonders, wonders, of His love.

No comments:

Post a Comment