03 December 2007

Log Zhelebour tentang Achmad Albar


Achmad Albar (61), pendiri dan vokalis God Bless, sejak 26 November 2007 mendekam di tahanan gara-gara kasus narkoba. Lalu, bagaimana sepak terjangnya di mata Log Zhelebour? Bagaimana pula kelanjutan album God Bless?


"Terus terang, sampai sekarang aku masih belum percaya kalau Iyek terlibat. Membayangkan saja gak pernah," ujar Log Zhelebour dalam percakapan dengan saya.

Log alias Ong Oen Log merupakan promotor musik rock asal Surabaya yang berjasa mengangkat God Bless setelah vakum selama belasan tahun. Berkat tangan dingin Log serta perusahaan rekaman miliknya, Logiss Records, grup yang didirikan Ahmad Albar pada 1973 itu sukses dengan album Semut Hitam, disusul Maret 1989, dan Apa Kabar. Log pula yang membawa Achmad Albar dan kawan-kawan menggelar tur di berbagai kota di Indonesia.

"Aku itu sejak muda memang suka musik rock, khususnya Scorpion dan God Bless. Karena itu, aku begitu semangat membuat rekaman God Bless, ngajak tur keliling ke mana-mana. Musiknya God Bless itu meskipun rock tapi enak didengar," tutur pria kelahiran Surabaya 19 Maret 1959 itu.

Nah, tak heran Log mengenal akrab semua personel God Bless sejak tahun 1980-an. Mulai Ahmad Albar alias Iyek (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bas), Teddy Sujaya (drum), Yockie Suryo Prayogo (kibod). Juga personel lain yang datang pergi macam Abadi Soesman, Eet Syahrani, hingga Gilang Ramadhan. Agar para pemusik senior ini bisa konsentrasi menyelesaikan album, Log tak segan-segan menyediakan vila istimewa di kawasan Puncak, Jawa Barat.

"Jadi, saya tahu banyak lah kelakuan anak-anak God Bless seperti apa. Kebiasaan sehari-hari, hobinya, hal-hal yang enak dan tidak enak," ujar Log Zhelebour.

Nah, dari semua personel God Bless yang pernah ikut manajemennya, "Iyek itu paling baik, paling alim. Iyek paling bersih. Jangankan narkoba, merokok saja Iyek ini nggak pernah. Lha, kalau sekarang dikabarkan dia terlibat narkoba, makai ekstasi, wah, aku gak habis pikir. Sebab, setahu aku yang pernah dekat dengan Iyek, dia termasuk paling anti dengan barang-barang haram seperti itu."

Lalu, dari mana Iyek mengenal narkoba?

Manajemen God Bless kecolongan?

"Wah, aku perlu tegaskan lagi bahwa God Bless itu sudah jalan sendiri. Nggak gelem melu aku mulai tahun 1997. Artinya, Iyek dan kawan-kawan berada di luar aku. Bagaimana aku bisa tahu keseharian mereka?" pria yang merintis karir sebagai promotor musik rock di Kota Surabaya pada 1979 itu.

Sebagai penggemar berat God Bless, Log mengaku tak sampai hati melepaskan grup rock legendaris itu ke manajemen lain. Bagaimanapun juga God Bless itu grup yang sangat banyak penggemarnya. Lalu? "Yah, Iyek dan teman-teman itu keluar sendiri. Saya sudah berusaha menahan, tapi nggak bisa. Mau apa lagi?" tukas Log Zhelebour dalam logat Surabaya kental.

Celakanya, sebelum meninggalkan bendera Logiss Records pada 1997, God Bless sudah terikat kontrak pembuatan album keenam dengan Log. "Kalau nggak salah sekitar Rp 200 juta. Nilainya cukup besar untuk ukuran saat itulah," ungkap promotor musik yang nota bene sama sekali tidak bisa main musik dan menyanyi itu.

Sekadar mengingatkan, selama 30 tahun lebih eksis di blantika musik rock, God Bless baru merilis lima album. Yakni, Huma di Atas Bukit (1976), Cermin (1980), Semut Hitam (1987), Maret 1989 (1989), dan Apa Kabar (1997). Tiga album terakhir diproduksi Logiss Records.

Lantas, apakah God Bless boleh merilis album baru, padahal masih terikat kontrak dengan Log Zhelebour? "Silakan dijawab sendiri karena sebenarnya Iyek dan kawan-kawan itu masih punya utang sama aku. Aku kan wis mbayar Iyek cs iku. Coba kalau Iyek itu masih gabung saya, mungkin dia nggak kena narkoba kayak sekarang. Hehehe...," ujar Log lantas tertawa renyah.

Sementara itu, saat berkunjung ke kantor RADAR Surabaya beberapa waktu lalu, Achmad Albar mengakui bahwa God Bless mengalami hambatan serius untuk merilis album baru. Ini karena saat ini God Bless hanya punya tiga pemain: Achmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fatah. "Kami perlu drummer dan pemain kibod," ujar mantan suami Rini S Bono itu.

Meski tidak diungkapkan secara terbuka, Achmad Albar yang saat itu didampingi Ian Antono mengakui ada persoalan kontrak dengan Log Zhelebour. Padahal, lagu-lagu untuk album baru sudah lama rampung. Jika God Bless nekat merilis album, sementara 'utang' Rp 200 juta dengan Log belum tuntas, maka bukan tidak mungkin akan ada gugatan hukum.

Dalam suasana yang tidak kondusif itu, muncul berita mengejutkan bahwa Achmad Albar ditangkap gara-gara terlibat narkoba. "Yah, kami terpaksa vakum dulu. Sebab, tanpa Achmad Albar, maka tidak ada God Bless," tegas Ian Antono, gitaris God Bless.

BACA JUGA

Log Zhelebour Ikon Rock Arek Suroboyo

4 comments:

  1. mana artisnya log yg ngetop skrg? kayaknya gak ada deh. masa emasnya wis lewat hehe... balek nang suroboyo ae, cak!!!

    ReplyDelete
  2. salam buat cak log.

    ReplyDelete
  3. Cak, artikelnya aku muat di blogku ya..........Mohon ijinnya. Suwun sanget yo Cak!!

    ReplyDelete
  4. silakan ning tiwi. mudah2an berguna untuk pembaca. salam.

    ReplyDelete