03 December 2007

Keroncong Dirawat di Malaysia



Notasi Keroncong DEWI MURNI.


Wah, ternyata blog sederhana ini dibaca orang, termasuk pemusik senior dari Malaysia. Pak Wawang Wijaya, belum lama ini jadi narasumber utama di KOMPAS edisi Minggu, berbagi pengalaman ihwal perkembangan musik keroncong di Malaysia.

Beta sungguh terharu karena beliau ternyata sangat aktif membina kroncong. Tiada hari tanpa keroncong. Keluhan beta bahwa musik keroncong sedang dalam proses musnah di Indonesia, tak disiarkan televisi swasta, dibenci anak-anak muda yang gandrung Top 40, disingkirkan pemerintah... ternyata dijawab Pak Wawang dengan tindakan nyata. Terima kasih!

Berikut tulisan lengkap Pak Wawang Wijaya:

Hi Mr Hurek,

I was reading your blog about Keroncong or to be precised said Why Keroncong Music Extinct? First let me introduce myself :
My Name is Wawang Wijaya born in Jogyakarta at the end of Japanese era and grew bigger in Semarang until I moved to Surabaya in 1970.

I have an education about keroncong thru my grandpa to which himself is a 'boeaja kroncong' . I have a chance to play and do some motivation on keroncong when I was hired as a Demonstrator Lowrey Organ in Indonesia and Malaysia & Singapore in 1975. As you already know by then ; that Lowrey Organ have a capability to play a "Keroncong Like" Automatic Finger Chord. Keroncong Music is popular among Asean Country e.g Malaysia , Singapore , Brunei and Indonesia itself.

In 1977 I migrated to Kuala Lumpur since then. In Kuala Lumpur I was active in O.K.Malindo ( a Keroncong Group from Malacca consist of Indonesian and Malaysian Keroncong Players). And in 1984 I was invited to lecture Indonesian Keroncong in Computer Study in University ITM (Shah Alam) and 1995 in University Sience Malaysia Penang under the same subject. In 2003 our keroncong group called OKPM ( Orkest Keroncong Putra Malaysia) was invited by a wellknown NGO called Tong Tong Organisation from Netherlands to play Keroncong Music at The Pasar Malam Besar Den Haag. This also in 2005 we were invited again to play in Den Haag.

I realised now that Keroncong Music is not at the helm in their top like in the Fifties thru Seventies ; even also in M'sia like in Indonesia, Keroncong are gradually slowdown toward
minimize situation which some times become a worriedness in a question : What will be happened to our prestigious Keroncong Music? And where is the destination of Keroncong Music? A musem of Musicology to tell the next Generation that KERONCONG WAS HERE BEFORE ???. With this situation I would like to call upon to all my friends whose still active in Keroncong Music to interact with me thru some Keroncong Forum!

Hereby I enclosed some instrumentalia from OKPM for your perusal.

Hopefully we can continue again in the future for the Glory of Keroncong Music..

Musically yours.

Wawang Wijaya


Aha, beta mau bilang apa? Kalau kondisinya seperti ini, keroncong justru tumbuh, berkembang, dirawat, di Malaysia, sudah selayaknya kita mengapresiasi. Bila perlu Malaysia dikasih penghargaan karena sudah capek-capek merawat musik khas kita. Kita tidak perlu marah-marah lagi, tak perlu unjuk rasa, tersinggung seperti kasus Rasa Sayange dan Reog Ponorogo.

Salah kita tidak menghargai seni budaya kita sendiri. Kita cekoki anak-anak muda dengan budaya pop-barat. Tidak ada strategi budaya yang jelas dan tegas dari pemerintah. Akhirnya, sekali lagi, terima kasih untuk Pak Wawang.

Salam budaya untuk sahabat-sahabat di Malaysia!

BACA JUGA

Keroncong dan Gamelan Digemari di Johor

9 comments:

  1. ati2 lho, ntar lagi kroncong diklaim juga. hehe...

    ReplyDelete
  2. tasalut utk para TKI di malaysia. mereka yg lestarikan kita punya seni budaya. kita gak usah marah2 lagi lah. salam budaya.

    freddy, kupang

    ReplyDelete
  3. eh? masak sih? setahu saya di Indonesia udah ada kelompok penggemar kerontjong dan mereka berasal dari berbagai generasi. bukankah band-band jaman skrg juga mulai memainkan keroncong dalam kemasan yang agak nge-pop?

    Hari sabtu ini 22/12 akan ada klinik kerontjong di Bandung, sebuah konser kerontjong?

    Tidak salah memang apabila kita bilang kerontjong tidak sepopuler musik pop, namun sebenarnya penggemarnya memang masih ada dan terus berkembang. Masalahnya ya memang tidak di publikasikan saja. Gara2 berita satu dua grup kerontjong di malaysia apakah menggambarkan kerontjong as a very populer musik disana?

    ReplyDelete
  4. eh? masak sih? setahu saya di Indonesia udah ada kelompok penggemar kerontjong dan mereka berasal dari berbagai generasi. bukankah band-band jaman skrg juga mulai memainkan keroncong dalam kemasan yang agak nge-pop?

    Hari sabtu ini 22/12 akan ada klinik kerontjong di Bandung, sebuah konser kerontjong?

    Tidak salah memang apabila kita bilang kerontjong tidak sepopuler musik pop, namun sebenarnya penggemarnya memang masih ada dan terus berkembang. Masalahnya ya memang tidak di publikasikan saja. Gara2 berita satu dua grup kerontjong di malaysia apakah menggambarkan kerontjong as a very populer musik disana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada yang tahu kontak klinik kerontjong gak?

      Delete
  5. yg jelas, keroncng itu pelan2 punah. gak dapat tempat lagi. memang masih ada beberapa grup di kota2 tertentu, tapi secara umum gak cocok dg selera anak muda. salut sama teman2 di malaysia.

    syamsul, malang

    ReplyDelete
  6. http://jali-jali-irian.blogspot.com/search?q=keroncong

    ReplyDelete
  7. Berita Duka,
    Pak Wawang meninggal 30 Juni 2009,
    semoga amal ibadahnya diterima di sisi Nya

    ReplyDelete
  8. selamat jalan pak wawang, semoga anda berbahagia di sisi TUHAN. dan semoga musik keroncong tetap dilestarikan di Nusantara.

    frans

    ReplyDelete