21 December 2007

Johan Untung tak pernah untung

Johan Untung dan Indah Kurnia di Surabaya, 2011.


“Kalau menyanyi, jadilah diri sendiri. Jangan kayak Johan Untung.”

 Begitu pesan sejumlah juri atawa guru nyanyi di Jawa Timur. Lha, apa yang salah dengan Johan Untung, vokalis asal Kertosono, Jawa Timur? Bukankah Johan terkenal, suaranya bagus, serba bisa...?

Ya, Johan Untung yang terjun ke dunia musik sejak awal 1970-an memang vokalis luar biasa. Dia bisa membawakan lagu apa saja. Pop. Keroncong. Campursari. Jazz. Blues. Swing. Disco. Reggae. Sebut musik apa saja, dan percayalah Cak Johan untuk bisa melakoninya dengan baik. Kalau anda suka karaoke, sadarlah bahwa sebagian besar VCD lagu-lagu Barat yang beredar di Indonesia disuarakan oleh Johan Untung.

“Namanya juga saya ini orang kafe, penyanyi kafe. Sejak tahun 1974 saya sudah nyanyi dari kafe ke kafe. Bahkan, sampai sekarang pun hidup saya masih di kafe,” ujar Johan Untung di Surabaya, 21 Desember 2007.

Cak Johan ini datang ke Surabaya untuk mengisi acara jazz di Vista Sidewalk Cafe, Hotel Garden Palace, Surabaya, bersama gitaris Ireng Maulana.

Penyanyi kafe memang harus serba bisa. Sebab, permintaan pengunjung macam-macam, kadang sukar ditebak. Jika request tidak dipenuhi, pengujung akan minggat ke kafe lain. Dan itu berarti si penyanyi pun kemungkinan besar dicoret. Hilang salah satu sumber nafkahnya.

Karena itu, jangan heran kalau Johan Untung menguasai ratusan, bahkan ribuan, lagu Barat, Indonesia, daerah... di luar kepala. Lagu tahun 1930/1940-an hingga Top 40 tahun 2007 dia bisa. “Jenenge ae penggawean, Cak,” ujar pria yang suka bercanda itu. [Namanya saja pekerjaan, Bang!]

Menguasai ribuan lagu ternyata justru menjadi malapetaka bagi Johan Untung. Kenapa? Rekaman-rekamannya tidak pernah laku di pasar musik. “Albumku wuakeh, tapi gak ono sing payu,” ujarnya enteng. [Albumku banyak, tapi tidak ada yang laku.]

Ini karena John dianggap tidak punya karakter sendiri. Kerjanya hanya menirukan, meng-copy paste penyanyi-penyanyi lain yang sudah kondang dan laris. Puncak 'kejayaan' Johan Untung sempat direguk pada 1990-an. Waktu itu semua kaset lagu Barat ditarik dari pasaran akibat tekanan Amerika Serikat.

Asal tahu saja, selama puluhan tahun Indonesia melegalisasi pembajakan rekaman musik Barat. Semua kaset Barat dikopi mentah-mentah oleh berbagai label resmi. Pada 1985 pemerintah Amerika berteriak, menekan Indonesia agar mematuhi konvensi internasional tentang hak cipta. Semua kaset Barat ditarik ramai-ramai. Akibatnya, terjadi kekosongan pasar musik Barat.

Maka, produser pun berpaling ke Johan Untung, vokalis serba bisa. Dibuatlah apa yang disebut cover version. Johan membawakan lagu-lagu dengan gaya, aksen, logat... yang diusahakan sedekat mungkin dengan aslinya. “Jadi, hampir semua lagu Barat yang beredar di pasar saat itu suara saya. Mungkin orang Indonesia nggak sadar. Hehehe...,” aku Johan Untung. Saya termasuk salah satu konsumen yang tertipu saat itu.

Berkat cover version, Johan Untung semakin dipacu untuk menirukan sebanyak mungkin penyanyi. Mick Jagger, Al Jarreau, Maurice Gibb... di-copy paste oleh si Johan. Hasilnya? Menurut saya, nyaris sama dengan aslinya atau setidaknya 70-80 persen mirip. Harian KOMPAS bahkan menyebut Johan sebagai 'pabrik suara'.

"Dulu Johan Untung saya minta menirukan vokal Robin Gibb yang susah itu. Dan, kurang ajar, ternyata persis," cerita Nunuz Utomo, pemusik yang juga pintar menirukan suara penyanyi-penyanyi Barat populer.

Akhir-akhir ini, saya melihat Johan Untung banyak terlibat di konser jazz. Dan, seperti biasa, Cak Johan menirukan suara Al Jarreau yang khas, penuh scat singing itu. Penonton senang karena mengira yang menyanyi di atas panggung itu Al Jarreau beneran. “Juangkrek... kok iso persis Al Jarreau,” komentar Rudi, penggemar jazz yang juga bos sebuah komunitas jazz di Surabaya.

Belum hilang keheranan penonton, Johan Untung bersalin suara menjadi seorang Maurice Gibb dari Bee Gees. Lagi-lagi persis. Terus, gaya asli Johan Untung sebenarnya seperti apa sih? Jawabnya: tidak ada. Gaya asli Johan Untung, ya, mirip bunglon yang bisa menyesuaikan diri dengan karakter suara penyanyi mana pun. Dan itu yang bikin Johan Untung tidak pernah untung di persada musik tanah air.

“Jenenge thok untung, tapi areke gak tau untung. Hehehe..,” komentar seorang teman dengan Johan Untung. Tokoh kita, Johan Untung, pun ketawa-ketawa saja. “Mau bilang apa? Rekamanku gak tau payu,” kata Johan.

Maka, kita bisa mengerti mengapa para guru nyanyi atau komentator festival nyanyi mewanti-wanti anak muda untuk menjadi diri sendiri. Sebab, menjadi orang lain macam Johan Untung, risikonya anda akan selalu buntung. Tiap hari menyanyi, bolak-balik rekaman, tapi tak ada yang laku.

8 comments:

  1. Mas bisa nggak ngasih alamat mas JOhan Untung?
    Trims ya
    Sudarmadji

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas sudah dapat alamat nya mas johan belom? saya juga ada perlu penting dengan beliau trims :D
      saya MR BONI GITARIS :D

      Delete
  2. wah, maaf, alamate cak johan gak ono. telepone ya ilang. sayang sekali. sekali lagi, maaf banget mas.

    rek

    ReplyDelete
  3. aku punya . . . .
    de'e tetanggaku . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba surtila saya titip pesan kalau memang mba tetangganya mas johan saya minta alamate mas johan bilang aja saya ini MR BONI GITARISNYA saya teman baik nya dulu di surabaya,bahkan teman main di kota KERTOSONO jatim asal usul ca johan hehe mohon bantuannya ya mba matursuonsanget :)

      Delete
  4. podo cak..jenengku yo untung bedane mbek awakmu cuma kumise

    ReplyDelete
  5. Salut karo Cak Johan, dadi inget lagu duet bareng Andi Meriem Matalatta sing judule "Bimbang" era 80an

    ReplyDelete
  6. aku penggemar mas johan... dulu aku beli cd2nya lagu barat memang tau suaranya... tapi sayang dengar di youtube gak ada, hanya yg medle, tapi aku gak suka musiknya...

    ReplyDelete