27 November 2007

Setahun geger video mesra Maria Eva



Kalau janjian sama artis, anda harus punya kesabaran lebih. Harap maklum, artis harus merias diri, bersolek, pakai busana pantas, tetek bengek lainnya. Artis tidak boleh terlihat terlalu 'biasa' di depan banyak orang. Itulah yang saya alami ketika menunggu Maria Eva, pedangdut asal Sidoarjo, di Hotel Elmi Surabaya, pekan lalu.

Tak apa-apa, toh saya bisa minum kopi sambil baca majalah dan surat kabar secara intens. "Apa kabar? Baik-baik? Maaf, Bang Hurek menunggu cukup lama. Gak apa-apa kan?" ujar Maria Eva sambil menjabat tangan saya erat-erat. Wajah perempuan yang tahun 2006, akhir November, bikin geger jagat politik nasional ini sumringah. Tawanya lepas.

Maria didampingi seorang perempuan setengah baya, istri salah satu manajemennya. "Ibu ini yang dampingi saya ke mana-mana," beber Maria sambil tersenyum. "Ayo, makan ya? Makan ya? Kopinya ditambah ya?" Ah, kenalan yang satu ini akrab benar.

Dan itu wajar karena saya termasuk wartawan yang menulis cukup banyak artikel, termasuk di blog ini, tentang Maria Eva. Syukurlah, Maria Eva sangat mengapresiasi tulisan-tulisan saya. Putri Pak Amir Faisol dan Ibu Siti Sundari ini pun tak keberatan dengan puluhan komentar di blog saya yang menjelek-jelekkan diri.

"Biarkan saja. Toh, mereka tidak tahu banyak tentang Maria Eva. Kalau mereka kenal saya tentu mereka tidak akan menulis macam itu," kata Maria Eva. Diam-diam penyanyi yang sudah merilis tiga album ini ternyata menikmati tulisan saya tentang dia di blog ini.

Saya minum kopi, Maria Eva juga [dia penikmat kopi hitam, panas, kental], semua minum kopi. Lalu, bicara ringan-ringan tentang album baru Maria Eva [Ayam Berkokok] yang baru diluncurkan di Jakarta. Saya diberi satu keping cakram digital bergambar Maria Eva berbusana hijau, seksi nian. Ada 10 lagu di album ini.

Maria Eva juga cerita tentang aktivitasnya di film layar lebar. Diajak produser keturunan India, film tentang hantu-hantuan ini tayang serentak di Indonesia pada 29 November 2007. Cerita film ini tampaknya sengaja disesuaikan dengan pengalaman Maria Eva setahun lalu. Dia menjadi objek berita di media massa, khususnya televisi, selama tiga empat bulan gara-gara rekaman adegan ranjangnya dengan Yahya Zaini, politisi Golkar, beredar di masyarakat.

Yahya kemudian mundur sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kasus ini sempat diproses hukum, sehingga Maria dan Yahya harus membuka rahasia pribadi mereka. Karena berbagai pertimbangan, kasus rumah tangga ini tidak jelas muaranya. Polisi tentu lebih fokus ke kasus narkoba yang kini kian mendera kalangan selebiriti Indonesia.

"Aku sekarang deg-degan nih?" kata Maria Eva. Jessica, penyanyi freelance Surabaya, bergabung di meja kami. Maria Eva menyambut teman karibnya itu dengan hangat. "Dulu kami sama-sama berjuang dari bawah. Manggung dibayar murah, hanya cukup untuk beli nasi goreng. Hehehe," tukas Maria Eva. "Iya, Maria Eva ini dulu nggak ada apa-apanya. Sekarang sudah tekenal," tambah Jessica.

"Oh ya, kenapa deg-degan? Bukankah itu hari bahagia anda sebagai artis yang sudah merambah layar lebar?" tanya saya.

"Yah, gimana ya? Film horor itu memang momentum berharga dalam hidup saya. Tapi, jangan lupa, tanggal launching-nya bersamaan dengan satu tahun 'ledakan' video itu. Bagaimanapun saya ini perempuan, sehingga kasus ini sangat menyayat hati saya. Alhamdulillah, saya akhirnya bisa keluar dari situasi itu," tutur alumnus Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, ini.

Kasus video ME-YZ itu membuat Maria Eva merasa lebih kuat menghadapi hidup ini. Ia jadi tahu mana sahabat sejati, mana bukan. Dia mengenang, ketika kasus ini pertama merebak akhir November ada temannya yang bicara ngalor-ngidul di media tak karuan. "Saya dijelek-jelekin, tidak sesuai dengan fakta. Tapi sudahlah, saya sudah banyak belajar dari kasus itu."

Kini, selain kariernya di dunia hiburan relatif menanjak, bisa main film, banyak job, Maria Eva ternyata ditaksir banyak laki-laki. Serius nih? "Hehehe... ada saja yang ngajak saya menikah. Tapi saya harus hati-hati karena saya bukan perempuan yang gampang ditipu. Saya harus teliti. Kalau memang jodoh, insya Allah, saya menikah juga," tutur Maria Eva.

Tiba-tiba seorang teman Maria Eva nyeletuk: "Hmmm... mungkin jodohnya dari Danau Toba. Hehehe." Maria Eva lantas tertawa lebar. Danau Toba? Maksudnya, laki-laki asal Tanah Batak, Sumatera Utara, ingin mempersunting Maria Eva? Perempuan berusia 30 tahun ini enggan bercerita lebih banyak. "Hmmm.. sekarang saya belum bisa bicara. Ntar aja kalau sudah jelas baru saya ceritakan sama Bang Hurek," ujar Maria Eva dengan wajah berbinar-binar.

Wah, pikir saya, Maria Eva rupanya sudah punya tambatan hati, orang Batak. Tapi identitasnya seperti apa, kerja di mana, artis atau bukan, saya belum tahu. "Kira-kira kapan diresmikan?" tanya saya. "Wah, nanya itu lagi. Katanya, kita bicara hal-hal di luar urusan jodoh. Hehehe..."

Tiba-tiba datang artis cilik Surabaya, Vanessa, bersama ayah dan mamanya. Mereka rupanya sudah janjian bertemu di Hotel Elmi, Jalan Panglima Sudirman Surabaya. Wah, peluang untuk membahas hal-hal pribadi, rencana Maria Eva menikah, lanjutan kasus ME-YZ, jadi buyar. Orangtua Vanessa tampaknya ingin konsultasi bagaimana pengalaman Maria Eva menjalani kehidupan sebagai artis.

"Nggak gampang jadi artis. Liku-likunya banyak sekali dan kita harus siap betul. Banyak risiko dan konsekuensnya," nasihat Maria Eva kepada Vanessa dan orangtuanya.

Lalu, Maria mengilas balik perjalanan kariernya sebagai artis, penyanyi, dari kafe ke kafe, panggung ke panggung, desa ke desa... hingga mengadukan nasib ke Jakarta. Saya lihat Vanessa menyimak penjelasan dengan saksama. Vanessa juga memberikan dua keping CD-nya kepada Maria Eva untuk dievaluasi. Layak atau tidak diangkat ke tingkat nasional.

"Singkatnya, harus kerja keras karena persaingan sangat ketat," tegas Maria Eva.

Tiba-tiba datang Doddy, teman dari JTV, untuk wawancara khusus. Tak terasa hampir dua jam saya menemani [atau ditemani? hehehe...] Maria Eva minum kopi di Hotel Elmi. Saya minta diri. "Kalau ada waktu, ntar malam aku manggung lagi. Sekali-sekali Bang Hurek lihat lah," pintanya. Permintaan yang asyik tapi sulit saya penuhi karena bukan malam Minggu.

Setahun sudah skandal video ME-YZ berlalu. Orang sudah pada lupa, dan saya lihat Maria Eva telah menemukan dirinya kembali. Menjadi lebih tegar, arif, berani, bijaksana. Hidup jalan terus!

The show must go on!

1 comment:

  1. apa kabar maria eva? mas yahya zaini piye? kok gak nongol di tv lagi ya?

    ReplyDelete