19 November 2007

Padi Band di Jawa Pos


Kali terakhir Padi meluncurkan album pada 2005. Setelah dua tahun, band beranggota Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyo (drum) tersebut akhirnya merilis Tak Hanya Diam, album kelima mereka. Sabtu (17/11/2007), Padi berkunjung ke Surabaya untuk promo album itu. Di redaksi Jawa Pos, mereka bercerita soal album anyar tersebut.

Oleh Ratna Ayu Permananingtyas



Mengapa harus menunggu dua tahun?

Sebenarnya, dua tahun ini merupakan siklus yang bisa Padi lakukan. Satu sampai dua tahun adalah waktu yang cukup bagi kami untuk melakukan brainstorming dan menyelaraskan energi bersama. Kami selalu beranggapan, album bukanlah rutinitas industri. Banyak sekali pesan yang ingin kami sampaikan melalui album. Jadi, kalau belum merasa nyaman, kami tidak mengeluarkan dulu.


Bagaimana Padi menggambarkan album Tak Hanya Diam ini?

Album yang sangat fun. Padi tak pernah mau terjebak dalam mainstream industri musik Indonesia yang ada selama ini.


Lagu apa yang menjadi andalan?

Pada dasarnya, semua andalan. Tapi, Sang Penghibur dipilih sebagai single pertama dan dibuatkan video clip-nya di London karena kami ingin mewakili sesuatu yang berbeda. Sang Penghibur memberikan gambaran album baru Padi, sesuatu yang penuh energi dan spirit bermain musik.


Apakah ada kendala yang berarti selama pembuatan album?

Secara umum, kendala yang berarti tidak ada. Tapi, susahnya didapat ketika kami harus menyatukan energi dan spirit. Kami memaknainya dengan komunikasi yang baik dan tak hanya dilakukan melalui telepon. Harus ada pertemuan yang intens. Kami semua ingin membuat lagu yang tak hanya bagus di album, tapi juga bisa dimainkan apik secara langsung di panggung. Jadi, kami selalu membuat lagu yang bagus di atas panggung.


Jadi, fokus utama Padi sebenarnya adalah pentas?

Seperti band-band besar dunia, misalnya Rolling Stones, mereka tak harus setiap tahun mengeluarkan album baru, kan. Atau sering kali tampil di televisi. Namun, mereka sering mengadakan konser-konser dan itu yang membuat mereka ditunggu. Kami juga ingin besar di panggung. Berbeda di Indonesia, makin sering sebuah band mengeluarkan album, makin dikenal mereka.


Lantas, mengapa Padi membuat album?

Album itu semacam syarat bagi Padi untuk bisa bermain di berbagai konser. Kami ingin konsisten bermain di atas panggung dan ditunggu-tunggu penampilannya. Padi ingin eksis di panggung, bukan album.


Apa ada ekspektasi khusus atas album ini?

Diterima masyarakat dan laku sebanyak-banyaknya, sudah pasti. Namun, yang lebih ingin kami capai adalah pesan positif yang kami bawa dalam album ini akan diserap dengan baik oleh pendengar. Misalnya saja, di lagu Aku Bisa Menjadi Kekasih. Pesan lagu ini sebenarnya tentang memaafkan. Memaafkan itu mudah jika kita mau memaafkan. Semua hal tergantung kita sendiri.


Kalau album kelima ini, apa ada arti khusus untuk Padi?

Setiap album akan selalu menggambarkan sejauh mana perkembangan Padi. Album sekarang seperti sebuah biografi foto. Pada 1999, album pertama, Lain Dunia, bercerita tentang cara mencari cewek lewat lagu-lagu semacam Sobat. Sedangkan album kedua, Sesuatu Yang Tertunda (2001), kami mulai belajar bahwa ternyata cinta tak harus memiliki. Album ketiga, Save My Soul (2003), kami menggambarkan tengah berada di level terbawah dan merasakan ketakutan-ketakutan. Di album keempat, Padi (2005), kami mulai menggambarkan keoptimisan. Dan, di album kelima ini, Padi ingin memberikan pesan bahwa kita hidup tidak sendirian. Kita hidup saling bersambung dan ada koneksinya. Saya bertemu dengan para wartawan di ruang ini pasti ada maksudnya.


Apa itu juga tergambar lewat cover album Padi?

Iya, benar. Kalau disimak, gambarnya merupakan koneksi dan pertautan antarenergi.


Bagaimana dengan pergantian logo? Yang semula penuh warna dan luwes, menjadi lebih tegas dan formal?

Logo sebenarnya juga pesan yang ingin dibawa dalam album ini. Huruf P di awal dan I di akhir memakai huruf kapital yang lebih besar daripada huruf a dan d di tengah. Semua menggambarkan bahwa yang besar harus melindungi yang kecil. Yang mayoritas harus menjaga yang minoritas. Misalnya, sebuah negara harus mampu menjaga warga negaranya, yang lelaki harus bisa melindungi yang wanita.


Personel Padi sudah tak muda lagi. Bagaimana cara menjaga stamina, terutama saat akan tampil di atas panggung?

Kami selalu melakukan persiapan-persiapan menjelang tur. Fadly, misalnya, mulai latihan lompat tali tiga kali seminggu. Setiap sebelum main, kami juga selalu melakukan pemanasan.


Soal maraknya pembajakan, apa tanggapan Padi?

Kami berusaha berkarya dengan serius dan profesional. Setiap proses kami jalani detail, dari mixing hingga mastering sampai dalam bentuk kaset dan CD, kami melakukannya dengan sebaik mungkin. Salah satu strategi yang kami lakukan adalah dalam membuat cover album. Kami ingin album ini tak hanya dibeli, namun juga menjadi koleksi. Jadi, cover dibuat sebagus mungkin. Barang-barang yang dibajak tidak akan bisa sebagus aslinya. Kami juga berharap, dengan begitu album kami menjadi berharga dan pantas menjadi collectable item, barang yang bisa dikoleksi.


Apa itu cukup dengan makin mudahnya sebuah lagu didapat dengan hanya download?

Kami yakin, sebuah lagu tak bisa dipahami dari satu atau dua kali mendengar saja. Kami tak masalah jika mereka ingin mendengar lagu Padi dari radio dulu atau download dulu. Yang pasti, setelah sering mendengar, mereka akan memutuskan bahwa ternyata lagunya enak dan harus memiliki album kami. Mereka akan membeli album kami. Tak masalah, dari mana mereka mendapatkan. Yang penting, mereka menikmati dan memutuskan untuk memiliki album kami atau tidak.


Padi termasuk sukses menjaga keawetan grup. Apa rahasianya?

Sebenarnya, kami sering terlibat konflik juga, namun semua bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Yang pasti seimbang saja. Selama dua tahun ini, kami tetap menjaga kekompakan dengan konsisten melakukan tur. (*)


Album: Tak Hanya Diam

Track Album:
1. Sang Penghibur (Cipt.Piyu)
2. Harmony (Cipt. Piyu)
3. Belum Terlambat (Cipt. Piyu)
4. Rencana Besar (Cipt. Piyu-Fadly)
5. Terluka (Cipt. Piyu-Fadly)
6. Jika Engkau Bersedih (Cipt. Piyu)
7. Teruslah Bernyanyi (Cipt. Rindra-Fadly)
8. Ode (Cipt. Piyu-Fadly)
9. Jangan Datang Malam Ini (Cipt. Piyu-Fadly)
10. Aku Bisa Menjadi Kekasih (Cipt. Piyu)

Diskografi:
1999 Lain Dunia
2001 Sesuatu Yang Tertunda
2003 Save My Soul
2005 Padi
2007 Tak Hanya Diam

7 comments:

  1. moga2 album padi disukai sobat padi. tp kayknya kalah ama ben2 anyar yah.. hehehe

    ReplyDelete
  2. klo mau cari lirik lagu terbarunya PADI ato lirik lagu terbaru lainnya, kunjungin aja. salam kenal :P

    ReplyDelete
  3. untuk album padi yg baru ini dgn title “tak hanya diam” gw udah dengerin, tpi kata gw ciri khas padi udah mulai hilang. nuansa n alur musiknya padi kyaknya ngikutin lagu2 orang…. hanya lgu sang penghibur aja yang masih punya ciri khas musik padi……..kalu bicara soal lirik emang padi masih yang terbaik n sangat bermutu, entah itu berbicara soal cinta ataupun kehidupan.tapi musiknya aduhhhhh gmana ya….,gw emang penggemar sama band padi benget(SALAH SATU SOBAT PADI) n gw selalu ngikutin dari album pertama mereka. BUKAN GW MAU JELEKIN ATAU MENGKRITIK hasil karya padi…..,tapi stelah gw dengerin semua lagu di album “tak hnya diam” gw jadi sakit hati sendiri……kok gini sih padi……..keahlian dari masing-masing personil udah gak kelihatan……semua lagu di album ini musiknya berkesan datar benget…..yoyo yg selalu memberi irama drum yang khas di album sebelumnya skrg pukulannya kyak anak muda yang baru belajar mukul drum aja, ari yang selalu punya ciri khas iringan yg keren skrg malah buat ribut suasana musiknya ajaa….rindra di bass sih masih oke n lebih variatif…., piyu kok kyaknya melodinya itu- itu aja sih…….nyanyi udah bagus..tpi permainan melodynya masih sederhana tuh….bagusan dialbum2 sebelumnya…..kalau fadly kayaknya kurang mengyati lagu, kesannya kayak orang lagi sakit aja nyanyinya…….gw salut sama album2 sebelumnya…..tapi album yang baru ini gw kelanjur sakit hati….band yang gw andalin selalu dari band2 lainnya kok malah memberi hasil yang kurang memuaskan, cirikhas mereka kayaknya udah hilang……..gw berharap supaya cirkhas mereka kembali lagi seperti dulu lagi…….chayo..ya padiiiii……..Tuhan

    ReplyDelete
  4. moga2 bisa kayak rolling stones, nyanyi sampek kakek2. good luck padi!!!

    ReplyDelete
  5. Wah, terima kasih atas komentar sobat-sobat. Saya sendiri punya semua album Padi, tapi yang benar-benar saya suka cuma album pertama dan kedua. Mendengar intro 'Mahadewi' saja saya langsung hanyut. Juga 'Semua Tak Sama'...

    Kalau album-album lain, antusiasme saya jauh menurun. Semangat untuk lihat konser Padi pun sudah jauh berkurang. Dulu, saya pernah melihat 4-5 kali konser Padi dalam setahun. Salam!!!

    ReplyDelete
  6. ya nihhh,musiknya PadI mulai ngikutin band luar negri, gimana nee..
    klo diliat dari wawancaranya, Padi lebih mentingin isi / lirik lagu daripada musiknya, wahhh, albumnya jadi nggak kerasa spesial lagi....
    padahal ni album dah ditunggu-tunggu oleh banyak sobat padi lhh, tapi koq ternyata musiknya kaya' ngikutin band luar negri gitu sih ?????
    yah, meskipun begitu, kita-kita para sobat padi harus tetep dukung padi untuk menjadi yang terbaik lagi di dunia musik indonesia dan di hati para sobat padi masing-masing....amien.....

    ReplyDelete
  7. menurut gw justru album tak hanya diam sangat filosofis banget karena dari album tersebut gw bisa belajar banyak hal walaupun banyak orang yang hilang kalau alur musiknya gitu-gitu aja, tapi justru lagu yang bagus itu adalah lagu yang bisa diambil pelajaran n filosofi hidup yang bermanfaat buat pendengar..

    ReplyDelete