02 November 2007

Maylaffayza violinis dan bloger



Maylaffayza bersama Idris Sardi tampil pada peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta, Minggu, 28/10/2007.


Belum banyak artis atau pesohor kita yang punya website. Ada memang beberapa situs resmi untuk artis tertentu, macam Dewa, Padi, Naif, Slank...., tapi itu dikelola orang lain. Bisa dimaklumi karena artis tentu sangat sibuk rekaman, konser, dan sebagainya.

Jangan heran, kita sangat sulit melacak jejak rekam penyanyi atau bintang film yang pernah terkenal. Masih lumayan kalau media massa pernah menulisnya. Masih lumayan kalau ada situs tertentu di internet yang menyimpan sepotong cerita tentang si artis. Kalau tidak, ya, kita kehilangan jejak.

Kini, di era teknologi informasi, mestinya ya tidak ada lagi kesulitan melacak informasi artis mnacam era 1980-an, 1970-an, 1960-an, dan masa-masa sebelumnya. Bikin lama [website] pribadi saat ini tidak sulit. Biayanya murah. Kalau mau gratisan pun boleh karena beberapa situs menyediakannya.

Dan, jangan lupa blog, macam ini lah. Saya kira, blog [weblog] merupakan keajaiban sekaligus kemewahan besar abad sekarang. Siapa saja bisa bikin blog. Kita hanya perlu waktu kurang dari 10 menit untuk membuka sebuah blog. Tidak perlu sangat piawai di bidang teknologi informasi [kalau paham tentu lebih ideal] karena sangat mudah. Kecuali fitur-fitur khusus, variasi, yang sampai hari ini belum saya kuasai. Hehehe....

Siapa saja bisa bikin blog. Bisa menulis apas saja, menayangkan gambar apa saja, musik apa saja, video... sesuai selera. Tiap manusia di abad ini pun beroleh kesempatan untuk punya situs pribadi. Luar biasa, bukan?

Nah, untuk kalangan pesohor saya salut pada Maylaffayza, pemain violin [bahasa awamnya biola] yang cukup dikenal masyarakat. Fayza ini muridnya Idris Sardi, maestro bola, yang pada 28 Oktober 2007 mengisi peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta. Dia main beberapa lagu nasional macam Indonesia Raya [WR Supratman], Indonesia Pusaka [Ismail Marzuki], Tanah Airku [Ibu Sud], Bagimu Negeri [Kusbini]. Beberapa televisi menyiarkannya.

Dalam pesan 'sumpah pemudanya', Maylaffayza
mengajak generasi muda Indonesia untuk maju dengan menggunakan teknologi dan internet. Fayza menilai bahwa kemajuan teknologi dan semakin gencarnya arus informasi global yang masuk ke Indonesia bukanlah ancaman terhadap nasionalisme pada generasi muda.

"Dengan teknologi dan internet, bangsa kita justru dapat berperan aktif dalam menyuarakan pendapat di kancah internasional. Bila ada berita negatif tentang negara kita di media barat, para blogger Indonesia dapat membantu meluruskan fakta dengan tulisan mereka.

"Generasi inilah yang akan menulis sejarah bangsa selagi dijalani, bukan di masa lalu di mana sejarah lebih banyak ditulis oleh yang berkuasa. Saat ini sejarah ditulis oleh orang-orang yang mempunyai akses dan mengerti cara memanfaatkan teknologi" tandas Maylaffayza dalam siaran pers yang dikirim ke berbagai media massa.

Kenapa Maylaffayza mengimbau anak-anak muda berinternet ria? Bikin blog? Ah, anda tentu tahu Maylaffayza dikenal sebagai salah satu bloger terkenal di Indonesia. Blognya menarik, selalu mutakhir, banyak dikunjungi, dikomentari.

Arus diskusi di blog Maylaffayza sangat tinggi. Maylaffayza, meski selebriti yang punya nama, tak segan-segan mengunjungi laman blog orang biasa, termasuk pernah sekali kirim komentar di blog saya. Wah, orang kampung macam saya tentu merasa tersanjung didatangi pemusik terkenal macam Maylaffayza!

Ini tidak lazim, karena biasanya orang-orang biasa yang mampir ke laman selebriti. Di kalangan selebriti, selain Maylaffayza, ada Tiara Lestari yang juga rajin blogging, khususnya semasa Tiara belum menikah. Tiara pun aktif benar menulis gagasan, isi hati, aspirasi, lewat blog pribadi. Yah, dua selebriti ini saya kira menjadi motor penggerak budaya menulis di kalangan selebriti.

Beberapa bulan lalu, penyanyi balada Ebiet G. Ade meluncurkan situs pribadinya. Ebiet merasa bahwa di situs itulah dia bisa mengoreksi kesalahan informasi tentang dirinya selama bertahun-tahun. Akurasi wartawan kita yang rata-rata rendah, kurang cek dan recek, dikutip begitu saja oleh media lain. Ebiet gerah karena salah kaprah ini berjalan terus hingga betahun-tahun.

"Saya tidak tahu bagaimana mengoreksi kesalahan itu," ujar Ebiet G. Ade saat konser di Surabaya beberapa kali.

Penyanyi dengan lirik-lirik puitis ini sangat marah ketika pembawa acaa di Surabaya menyebut nama lengkap Ebiet yang ternyata salah. Kini, puji Tuhan, Ebiet beroleh tempat untuk menulis sendiri catatan kehidupannya, menulis nama sebenanya, keluarga, diskografi, dan sebagainya di situs www.ebietgade.com.

Dunia internet dengan laman atau blog memang menjadi solusi. "Informasi di website saya itu saya tulis sendiri. Silakan dikutip karena informasinya akurat," tegas Ebiet G. Ade dalam sebuah wawancara di Surabaya.

Kembali ke Maylaffayza [juga Yockie Suryo Prayogo, salah satu pemusik pop idola saya]. Kalau terus-menerus menulis blog, menjawab komentar-komentar pembaca yang mungkin terkesan remeh-temeh, main-main, iseng... setiap hari, apa masih bisa fokus di kerja kreatif? Bagaimana dengan persiapan konser, rekaman, latihan, wawancara media, foto-foto, memperdalam ilmu?

Rupanya, kerja kreatif Fayza jalan terus. Saya kutip siaran persnya:

"Album solo Maylaffayza telah rampung dan akan segera beredar di Indonesia. Musik dalam rangkaian lagu vokal dan instrumental tersebut merupakan konsep terobosan baru yang Fayza kembangkan sendiri, dengan dukungan Idris Sardi dan arranger Bobby Surjadi."

Belajar dari Maylaffaysa, Tiara Lestari, Yockie Suryo Prayogo, kiranya tidak ada alasan dari artis-artis kita untuk meluangkan sedikit waktu, mengisi sedikit informasi di situs pribadinya.

Bukan apa-apa. Beberapa waktu lalu, ketika ada seorang artis terlibat skandal seks dengan anggota parlemen, wartawan dan pengguna internet sama sekali tidak punya informasi apa pun seputar penyanyi tersebut. Maka, informasi di blog saya pun jadi rujukan di mana-mana. Tiba-tiba saja blog saya menjadi 'terkenal' di kalangan pemburu berita gosip. Hehehe....

Saya membayangkan, semua artis Indonesia [termasuk pelukis, pemain ludruk, pelawak, pelaku seni tradisi dan modern] berinisiatif membuka situs pribadi. Bisa blog yang sangat gampang dan sedang ngetren atau laman resmi macam milik Ebiet G. Ade.

Di luar negeri, misalnya, semua klub sepak bola punya situs resmi yang dikelola sangat profesional. Hampir tiap hari saya mampir ke website klub Liverpool, Chelsea, Arsenal, Manchester United, Barcelona, Real Madrid, AC Milan, dan sebagainya.

Di laman itulah informasi resmi tentang aktivitas klub, transfer pemain, mutasi pelatih, persiapan tim dibahas tuntas. Klub-klub bola profesional juga punya kolumnis sendiri, wartawan, fotografer, pakar teknologi informasi, yang membuat laman mereka sangat layak dibaca. Kapan ya, artis atau klub bola [atau siapa saja] Indonesia memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, di depan mata kita?
[naskah: hurek, foto: manajemen maylaffayza]

BLOG MAYLAFFAYZA

http://maylaffayza.multiply.com
http://www.friendster.com/maylaffayza

4 comments:

  1. hi... gak sengaja ketemu blog anda. tulisan2 anda lumayan bagus. gak nyangka kalo ada org flores yg lumayan cerdas kayak kamu. selama ini ada anggapan kalo org2 flores itu bodoh dan terbelakang. sorry.

    ReplyDelete
  2. fayza emang melek IT. salut deh.

    ReplyDelete
  3. Bang Hurek,
    aoa kabar Bang? Ini Maylaffayza. Udah lama ya gak kerasa sejak terakhir ketemu dengan Bang Hurek. Asistenku , Adinda sudah gak di management karena dia udah menikah dan jadi ibu rumah tangga. Tapi kita bersahabat. She is a wonderful person. Sekarang aku ada asisten baru, namanya Echie. She's an amazing lady. Aku bisa bilang asistenku juara semua. Aku bangga dengan mereka. Individu berkarakter positif. Semoga Bang Hurek baik-baik saja. Terimakasih lagi atas tulisan Bang Hurek. Aku tetap berjuang di negara ini, dengan cara apapun,dengan pemikiran, kerja dan rasa. Semoga, Bang Hurek baik-baik saja.

    ReplyDelete
  4. Hiii.. Ning Maylaf, terima kasih masih ingat saya. Salam saya sama Mbak Dinda yang sudah bahagia jadi ibu rumah tangga. Semoga Dinda dan keluarga selalu diberkati Tuhan.

    Salut dengan kegigihan Anda menekuni instrumen klasik itu, plus memilih para jawara sebagai asisten.

    Semoga tetap sukses sebagai musikus dan politikus. Jadi caleg di mana nih? Hehehe... Selamat melaksanakan amanat nasional.

    ReplyDelete