14 October 2007

Wisata ziarah Gunung Kawi



"Gunung tidak perlu tinggi asal ada dewanya."

Pepatah populer di kalangan Tionghoa ini bisa menjelaskan kenapa Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat populer. Kawi bukan gunung tinggi, hanya sekitar 2.000 meter, juga tidak indah. Tapi gunung ini menjadi objek wisata utama masyarakat Tionghoa.

Tiap hari ratusan orang Tionghoa [dan warga lain] naik ke Gunung Kawi. Masa liburan plus cuti bersama Lebaran ini sangat ramai. Karena terkait dengan kepercayaan Jawa, Kejawen, maka kunjungan biasanya dikaitkan dengan hari-hari pasaran Jawa: Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru.

"Pokoknya selalu ramai, Mas,'' ujar Ahmad [nama samaran], pemandu wisata yang mengantar saya ke Gunung Kawi pada hari pertama Lebaran, Sabtu, 13 Oktober 2007.

Mas Ahmad tidak salah. Saat berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju pusat wisata utama [makam dan kelenteng], saya melihat lautan manusia. Macam pasar malam. Pengemis ada sekitar seratus orang [anak-anak sampai orang tua]. Toko-toko suvenir berdempetan hingga pesarehan.

Penginapan, kata Ahmad, lebih dari 10 buah, dengan tarif Rp 30.000 hingga Rp 200.000. Restoran Tionghoa yang menawarkan sate babi dan makanan tidak halal [buat muslim] cukup banyak. Tukang ramal nasib. Penjual kembang untuk nyekar. Penjual alat-alat sembahyang khas Tionghoa. Belum lagi warung nasi dan sebagainya.

''Gunung kok ramai begini kayak di kota? Saya pikir yang namanya gunung itu jalan setapak, sepi, serba alami,'' komentar saya.

''Gunung Kawi ya memang begini ini. Fasilitasnya sudah direnovasi oleh yayasan, ya, pakai uang sumbangan pengunjung. Mereka yang dapat rezeki, usahanya lancar, sumbang macam-macam. Akhirnya, dibuat bagus seperti sekarang,'' tutur Ahmad, 33 tahun, asli Wonosari.

Dia sudah beberapa tahun menjadi pemandu wisata sekaligus pembawa barang-barang pengunjung macam saya. Ahmad tahu banyak seluk-beluk Gunung Kawi. Usai kunjungan, kita bebas memberikan tips kepadanya. Tidak pakai tarif-tarifan buat guide ala Gunung Kawi.

Apa yang dicari orang-orang di Gunung Kawi? Kekayaan? Rezeki? Usaha lancar? Macam-macam lah niat orang. Saya sendiri datang karena penasaran saja. Tidak lebih. ''Ya, kita olang mo beldoa semoga dikasih rejeki. Pokoke, usaha kita olang lancal lah,'' ujar seorang ibu asal Surabaya dengan logat khasnya.

Jawaban sejenis disampaikan pengunjung lain. Karena itu, warga Jawa Timur kerap mencitrakan Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan. Tapi, bagi kalangan kejawen, penggiat budaya Jawa, Gunung Kawi lebih dilihat sebagai tempat pelestarian budaya Jawa. Banyak ritual kejawen diadakan di sini secara teratur dan diikuti aktivis budaya Jawa di seluruh Pulau Jawa.

Di Gunung Kawi ada makam dua tokoh kejawen: RM Imam Soedjono [wafat 8 Februari 1876] dan Kanjeng Zakaria II alias Mbah Djoego [wafat 22 Januari 1871]. Keterangan tertulis di prasasti depan makam menyebutkan, Mbah Djoego ini buyut dari Susuhanan Pakubuwono I [yang memerintah Kraton Kertosuro 1705-1717]. Adapun RM Imam Soedjono buyut dari Sultan Hamengku Buwono I [memerintah Kraton Jogjakarta pada 1755-1892].

Jadi, kedua tokoh ini orang Islam, dimakamkan secara Islam serta adat kraton. Makam keduanya berdampingan di gedung utama. Ada larangan keras untuk memotret atau mengambil gambar saat kita masuk kompleks ziarah utama ini. Para pekerja, semua berbusana adat Jawa, mengawasi semua pengunjung dengan keramahan yang khas.

Kalau masuk makam dua mbah ini, anda harus membeli kembang seharga Rp 2.000. Sebelumnya, bayar retribusi untuk Desa Wonosari Rp 2.000. Lalu, kita menyerahkan KTP [kartu tanda penduduk] atau identitas lain di satpam untuk didaftar nama dan alamat kita. Sumbang lagi uang tapi sukarela. Jangan kaget kalau anda menjumpai banyak sumbangan atau retribusi di aset wisata Kabupaten Malang ini.

Saat saya masuk ke kompleks Gunung Kawi, hampir 95 persen warga keturunan Tionghoa. Anak-anak, remaja, profesional muda, hingga kakek-nenek. Saya heran orang-orang itu bersembahyang layaknya di kelenteng. Masuk ke makam, jalan keliling makam, sambil membuat gerakan menyembah macam di kelenteng. Tidak ada arahan atau instruksi, mereka semua melakukan gerakan-gerakan itu.

Saya bisa pastikan, hampir tidak ada Tionghoa itu yang beragama Islam. Kok begitu menghormati dan sembahyangan di depan makam Imam Soedjono dan Mbah Djoego? Apa mereka tahu siapa yang dimakamkan di situ? Belum lagi kalau kita bahas secara teologi Islam atau Kristiani tentang boleh tidaknya melakukan ritual di Gunung Kawi.

"Memang, Mas, semua orang yang datang pertama kali di Gunung Kawi pasti bertanya begitu. Saya juga nggak tahu kenapa. Yang jelas, sejak dulu ya begitu. Kalau sudah tradisi dan kepercayaan orang, ya, mau apa lagi?" kata Ahmad dengan sangat sopan.

Para pemandu wisata di Gunung Kawi berusaha tidak menyinggung kepercayaan atau agama orang lain. Selain sensitif, mereka tak ingin bisnis mereka terganggu. Harus diakui, warga Desa Wonosari mendapat banyak berkah dari objek wisata Gunung Kawi. Tak sedikit penduduk mengais rezeki di kawasan Gunung Kawi mulai pemandu wisata, penjual bunga, warung, satpam, parkir, dan sebagainya.

Selain berdoa sendiri-sendiri, Yayasan Gunung Kawi menawarkan paket ritual tiga kali sehari: pukul 10.00, pukul 15.00, pukul 21.00. Ritual ini dipimpin dukun atau tukang doa setempat, namun harus pakai sesajen untuk selamatan. Siapa yang mau ikut daftar dulu di loket.

Saya lihat antrean pendaftar Sabtu siang itu sangat banyak. Tarif barang-barang selamatan ditulis jelas di loket yang bagus. Ada dua tipe selamatan agar ujud anda [dapar rezeki, usaha lancar] tercapai. Bagi mereka yang percaya! Tidak percaya, ya, nggak apa-apa!



Pengunjung antre membeli barang-barang untuk ritual ala Gunung Kawi.

Mau tahu tarif selamatan? Berikut beberapa item yang saya catat. Harga versi tahun 2007:

Minyak tanah Rp 60.000
Solar Rp 100.000
Minyak goreng Rp 250.000
Beras Rp 400.000
Kambing Rp 500.000
Sapi Rp 7.500.000
Ayam Rp 25.000
Wayang kulit Rp 750.000
Ruwatan Rp 4.000.000

Masih ditambah beberapa elemen lain yang sudah tentu menguras dompet pengunjung. Toh, antrean sangat panjang dari saudara-saudari kita yang hendak memburu rezeki di Gunung Kawi.

Melihat nilai rupiah itu, saya geleng-geleng kepala. Berdoa kok mahal banget? Apa ada jaminan jadi kaya? Apa Tuhan perlu begitu banyak sayur, makanan, daging, wayang kulit, ruwatan...? Kalau kita miskin, tak punya uang, apa harus utang untuk membeli barang-barang itu?

"Itu terserah pengunjung, Mas. Mereka yang percaya ya, nggak akan keberatan," jelas Ahmad sambil tersenyum.

Di luar kompleks makam, ada Kelenteng Kwan Im. Lilin-lilin merah, besar, terus bernyala. Puluhan warga Tionghoa secara bergantian berdoa di sana. Sayang, saya tidak sempat bertanya karena suasana tidak memungkinkan. Juga ada ciamsi: metode meramal nasib ala Tiongkok kuno.

Sekitar enam kilometer dari kompleks makam ada pertapaan Gunung Kawi. Jalannya bagus. Kompleks ini pun penuh dengan ornamen Tionghoa. Di ruang utama ada tiga dukun yang siap menerima kedatangan tamu, berdoa agar rezeki lancar. Tapi sebelum itu si dukun membeberkan tarif selamatan yang jutaan rupiah seperti tertera di daftar harga itu.

Ah, keluar uang lagi!
Keuangan yang mahakuasa!


Anda punya komentar? Silakan tulis. Matur sembah nuwun!

127 comments:

  1. Kalau gunung itu pusat kekayaan [pesugihan], kenapa pengemis begitu banyak?
    Pengemis kok turun temurun? Kenapa tidak dibuat kaya?

    lho mas, mengemis itu sebenernya cuma side job, dia cuma nyamar. dia sebenernya udah kaya dari mengemis itu :P

    ReplyDelete
  2. cak, boleh tahu rute ke gunung kawi? kayaknya asyik juga tuh.

    ReplyDelete
  3. Dena, suwun dah mampir ke sini. Met Lebaran ya, moga2 sukses terus.

    Rute ke Gunung Kawi sangat mudah. Dari dalam kota Malang, anda ambil jurusan kota lama [Jalan Gatot Subroto, Jalan Martadinata.... lurus terus ke arah Kepanjen. Jalan mulus sekitar 10 km masuk Kepanjen. Di wilayah Kabupaten Malang ini banyak petunjuk arah Gunung Kawi karena objek wisata ini jadi andalan pemkab.

    Namanya gunung, tapi tanjakannya tidak tajam. Tidak perlu bertanya, baca petunjuk saja sudah sampai ke lokasi. Good luck!

    ReplyDelete
  4. Gunung Kawi mengingatkan saya akan almarhum ayah saya yang telah beberapa kali mengunjungi tempat ritual yang sangat terkenal itu. Meski kami tinggal cukup jauh (di Lampung dan di kota kecil)...toh tidak menghalangi niat beliau untuk pergi kesana. Rasanya tidak ada perubahan yang signifikan dari usaha yang dijalankan beliau sekembalinya dari sana. Malah belakangan kami jatuh bangkrut. Untunglah anak2nya tidak ketularan virus gunung Kawi. Sebagai orang beriman, kami percaya tidak ada kekuasaan yang lebih tinggi selain kuasa Allah yang maha tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak...hanya orang bodoh yang percaya hal semacam itu...menyesatkan iman...bersyukurlah mbak elyani masih dalam lindungan Alloh SWT. Tiada kuasa selain kuasa Tuhan...

      Delete
    2. Memang semua yg ada di alam ini adalah atas kehendak Yang Kuasa, jelaslah klo minta2 ya langsung aja kepada Nya. Perkara dikabulkan atau tidak, sedikit atau banyak ya kita kembalikan aja kepada Nya. Rezeki kita udh ada takarannya masing2, klo mau nambah ya usaha langsung aja. Klo kesana tujuan utamanya adalah meningkatkan ibadah kepadaNya, sisanya rekreasi aja :) Mudah2an ada manfaatnya :)

      Delete
  5. hehehe.. gunung kawi emang tempat pesugihan. tapi banyak yg ketipu. makanya, jangan mau dibohongi ama dukun2 itu

    ReplyDelete
  6. sebenarnya gunung kawi bukan tempat pesugihan........
    cuma orang salah kaprah aja.......
    emang salah satu dari makam di gunung kawi adalah makam seorang bermarga tionghoa yang di teolong , di sembuhkan serta di asuh oleh mbah joego, anak tersebut lalu mengabdi dan masuk muslim, maka dari itu di sana ada masjid serta pesanggrahan yang di gunakan warga untuk mengaji...
    disana juga di temukan pohon DEWANDARU yang di tanam mbah joego n anak asuhnya. yang mana pohon itu asalnya dari china...
    dari situ warga tionghoa datang n ngalab berkah.......
    sehingga terjadi akulturasi islam n marga tionghoa....
    tradisi JIAMSI menerwang nasibpun berkembang, ampe ada kepercayaan yang kejatuhan daun dari pohon dewa daru akan kaya raya........mungkin aja saat itu terjadi karena kebetulan n karena keuletan mereka ( maraga tionghoa kan ulet dalam berbisnis)
    sehingga tersebarlah dari mulut ke mulut bahwa di gunung kawi bisa buat cari pesugihan..........
    karena itu sebagai daya tarik wisata dan menguntungkan desa tersebut makanya di kelola dengan baik.......
    begitu cerita yang gw dapet dari ortu n mbah gw yang tinggal di kepanjen malang........
    wallahuallam........
    arief
    arief_rex@yahoo.com

    ReplyDelete
  7. Terima kasih atas tambahan informasi dari Cak Arief. Moga2 berguna bagi kita semua.

    Salam damai!

    ReplyDelete
  8. makasih bnyk atas artikel Anda yg sangat menarik, trutama krn saya ga trlalu tau soal gunung kawi...saya jd pnasaran pngen tau ky gimana tmpatnya.
    yah...orang boleh ngomong apapun soal gunung kawi. tapi buat yg Muslim, udah lah ga usah macem2. cukup lakukan rukun Islam, minta yg trbaik hanya kepada-Nya dan jauhi syirik dlm bntuk apapun & skcil apapun kadarnya...biar miskin tp yg pnting slamat dunia-akhirat!
    btw soeharto khan br wafat tuh dan ktnya alm trmasuk getol brtapa d gunung kawi. yah smoga Allah SWT brkenan mengampuni sgala dosa2nya...dan anak2nya segera mlunasi hutang2 alm.
    cheers!

    ReplyDelete
  9. Jangan katakan orang daerah G. Kawi miskin, para pengemis itu bukan orang-orang asli gunung kawi, mereka adalah pendatang...
    Sedangkan orang asli gunung kawi para keturunan pembabat alas gunung kawi adalah para tuan tanah... kaya dengan hasil pertanian mereka seperti cengkeh, kopi, dll... Jadi jangan salah...
    Dan jika ditinjau dari data-data pemerintah tentang desa-desa miskin, desa-desa yang berada di area kecamatan Wonosari tidak ada satu-pun yang tertera...

    ReplyDelete
  10. kawi princess, terima kasih atas penjelasan anda. moga2 makin informatif dan komplet.

    ReplyDelete
  11. Hai man ane mau tanya kalau saya mau buat acara wisata rohani ke gunung kawi kira2 dosa enga, kalau saya pribadi cuma liat segi positifnya karena kalau baca dari info yang ada di gunng kawi merupakan ada tempat peninggalan sejarah, dan rencanaya bulan ini saya mau survei dulu, maklum kerja tambahan saya sebgai tukang cari order untuk paket wisata

    ReplyDelete
  12. Yang jelas, tempatnya bagus, sejuk, terjangkau, nyaman. Soal dosa atau tidak, kembali individu dan imannya masing-masing. Aku gak berani jawab. Tanya saja ke pemuka agama masing-masing. Hehehehe....

    ReplyDelete
  13. Cak Lambertus tak tambahi titik ae yo !
    Logika pesugihan gunung Kawi memang benar seperti kata Mas Arief. Saya sbg org gunung Kawi Asli dulu sering ngerasa kurang srek dengan pandangan pesugihan gunung kawi. makanya saya bersama 5 orang teman dari kepanjen dan slorok melakukan penelitian kecil tentang mitologi dan pengaruh sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Kebetulan kami bertemu dan bergabung dengan dua mahasiswi asal Australia dan Jerman dari Jurusan Antropologi dan Sosiologi yang melakukan penelitian yang sama. Logika pesugihannya begini Om:
    Yang datang kesana kebanyakan Tionghoa yang ingin mengembangkan usahanya ddan juga mereka yang merasa telah berhasil usaha yang ditempuhnya. Dalam pertemuan inilah terjadi transaksi tak disengaja yang akhirnya menjadi rekan bisnis yang penting. ringkasnya begini :
    Ayen Si Bakul roti ambil plastik dari Ko Jang, tepung dari yuk Liek, Sementara Liong Shen yang di usaha distribusi menjadi agen penting bagi Ayen. Sebab-akibat inilah yang membuat mereka makin sugih. Apalagi bila kerjasamanya dalam kualitas dan kapasitas yang lebih besar. OKE.
    Mengenai Mitologi = namanya mitos tidak ada teori yang dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa begitu. Lha wong Supersemar saja sampai sekarang juga hanya menjadi mitos kok.
    Salam Budaya

    Mr. Ledox's

    ReplyDelete
  14. Mr. Ledox's, matur sembah nuwun.
    Penjelasan sampeyan, asli Gunung Kawi plus peneliti, semakin memperjelas pemahaman kita tentang objek wisata serta cagar budaya ini. Dan tentu menambah bobot blog saya. Hehehe...
    Salam budaya, Cak!

    ReplyDelete
  15. membaca artikel ini aq yakin kalo gunung kawi itu asalnya bagus. cuman dijadikan tempat pesugihan.

    antok, lamongan

    ReplyDelete
  16. Wah! aneeeeh banget! Mau kaya, tapi kok mintanya ke iblis sih!! Yang punya dunia ini kan Tuhan, iblis juga punya Tuhan. Tapi yang lebih bodoh sih maunsianya, kok mintanya ke iblis sih!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok buru-buru menyimpulkan itu ibliss? yg berkunjung ke gunung kawi kok aman-aman tenteram aja. malah yang bikin rusuh mereka yg keluar dari masjid. hayoo mana yang iblis???

      Delete
  17. Terima kasih tanggapan teman-teman. Saya mendapat banyak kecaman via e-mail juga posting ini. Ada yang menuduh saya rasis, tidak fair, tidak cermat membuat kesimpulan. Dan sebagainya.
    Terus terang, catatan ini hanya deskripsi sekaligus refleksi saya setelah mengunjungi Gunung Kawi. Saya tulis secara spontan, apa adanya. Sama sekali tidak ada niat untuk melecehkan etnis atau etnik tertentu. Tapi saya tetap menerima kritik itu dengan lapang dada. Saya juga mencoret beberapa kalimat yang selama ini banyak dikecam oleh pembaca blog ini.
    Salam damai.

    ReplyDelete
  18. jelas2 pesugihan n ada upaya penipuan bagi tamu2. aq pernah dimintai uang ama kuncen. 'kalo gak ada kamu ke atm aja, kan ada atm deket sini,' begitu kata asisten kuncen. aq bener2 terjebak masuk ke sana.

    ReplyDelete
  19. tempat bagus, tinggal kita aja sbg pengunjung.

    ReplyDelete
  20. kenalanku, wong kejawen, menganggap gunung kawi sbg cagar budaya. soale tiap taun ada kirab budaya 1 suro. bisa aja temen2 tionghoa py pandangan lain. gak papa, kan org bebas berekspresi. pokoke saling menghargai. bukan gitu bung?

    ReplyDelete
  21. Salam kenal buat yg punya blog..

    saya jd pingin sumbang suara krn kebetulan saya tidak asing dgn tempat wisata ziarah ini dan sering berziarah ke sana..

    sebenarnya SALAH BESAR kalau Gn.Kawi (GK) adalah tempat pesugihan semacam mau pelihara tuyul, babi ngepet dsb
    apalagi iblis spt yg disebut sdr CLiff Albert..

    Anggapan2 miring tsb justru datang dari orang2 yg blm pernah berkunjung kesana dan tidak jarang dari pemuka agama tertentu atau dari kaum fundamentalis yg fanatik yang gemar mendeskriditkan agama/kepercayaan lain lalu membandingkannya dgn agamanya hingga seolah2 agamanya yg paling benar sehingga dpt menarik umat sebanyak2nya. .

    Dua tokoh sentral Gn.Kawi adalah orang jawa asli dan salah satunya adl Raden Imam Karto Sudjono dr kerajaan Kediri yg masih kerabat/keturunan dari Pangeran
    Diponegoro.

    Lalu kenapa di GK terdpt pula Kebudayaan Tiongkok lengkap dgn tempat ibadah dan ritual nya? itu dikarenakan dua tokoh sentral yg saya sebut diatas sempat mempunyai guru spirituil dari negeri tiongkok.Pepatah "Berguru sampai ke negeri Cina" benar2 mereka lakukan. Atas rasa hormat kepada guru merekalah, mereka kemudian membangun tempat peribadatan untuk masyarakat tionghoa di tanah jawa.

    Dari kisah mereka, seharusnya kita menarik pelajaran tentang arti toleransi, pluralisme, giat menuntut ilmu dan hormat kepada guru. Nilai2 luhur yang sudah luntur di dalam hati kita..

    Jadi jelas GK adalah situs sejarah yang harus kita hargai bersama. Bukan sebuah tempat pemujaan ilmu hitam yang dihuni para iblis.

    Salam Persatuan..!

    ReplyDelete
  22. tapi dimanfaatk oknum2 tertentu utk cari uang. buktinya, aq pernah diperas.

    ReplyDelete
  23. yah, tgt angle kita. menurutku, gunung kawi itu sih netral. tgt niat n tujuan pengunjung. thanks dah share pengalaman di internet.

    arman

    ReplyDelete
  24. September 30, 2008. aku sama keluarga pergi ke sana (Gunung Kawi), niatnya mau sembahyang n Ziarah,... nah ini sedikit cerita ttg perjalanan ku kesana,.
    Pertama masuk (pake mobil) kita disuruh bayar restribusi (itung per orang).. karena itu termasuk obyek wisata. Rp. 2.000/org. (yg ini resmi). Stlah masuk lgs diarahkan ke tempat parkir oleh orang2 sekitar situ. (nah.. jangan mau.. mendingan coba dulu aja cari parkir di atas, soalnya kalo dari sini jln nya jauh. keatas capekkk)
    Karena baru pertama kali yaaa. kita nurut aja.. trus lgs ada tour guide nya deh.. (ini jg sbtulnya gak usah).
    setelah naik, ada pos satpam.. daftar disana dan diminta uang keamanan, (ini sukarela, aku kasih Rp.5.000 ). kemudian disuruh beli kembang.. @Rp. 2.000,- (that's OK)
    pas mau sembahyang ke tempat Dewi Kwan Im, disuruh beli 1 set dupa Rp. 25.000 .. (mm.. timbang2 aja sendiri, kyknya bawa sendiri jg ok kok).. Sumbangan minyak.. Rp. 10.000,- (that's OK), setelah sembahyang, ada uang sukarela buat penjaga disitu. (yang ini terserah, aku kasih Rp. 5.000). Nah yg gak enak abis itu ada bapak2 datang dan minta uang Rp. 50.000,- (??? gawat). katanya emang harus gitu..???
    Beres dari situ.. naik ke atas/makam (seperti foto). disuruh minum air dari gentong... sumbangan lagi (yg ini sukarela), aku gak kasih.. hehehe.. lupa.. naruh duit di keranjang situ.. maap..maap...
    trus kembang di doain.. dll..
    sumbangan nya.. Rp.180.000,- (gubrakk..!!! untung aku bawa uang.. udah 'on the spot' kyk gitu gimana mau nolak.. gak bisa tohh)..
    udah beres.. dianter masuk ke tempat Ciam-Si... diminta beli minyak Rp. 10.000. (aku sih gak ciam si).
    turun ke bawah.. dianter sama guide nya.. ke makam mbah Joego di bawah..?? (sbnernya makam nya yg mana sih. yg diatas apa yg dibawah?).. disitu.. diminta beli kembang lagi (1 set) Rp. 65.000,-
    ..
    ahhhh selesai.... eh.. belum dink..
    mesti bayar lagi ongkos guide nya itu... katanya sih terserah.. diaksih 10.000 masih minta nambah.. hehehe.. ya.. kita tambahin lah..
    ..
    yah.. gitu deh.. sekelumit crita yg aku n keluarga alami..
    (kita beli itu 3 set kembang, jadi total biaya.. dikali 3 ajah)
    ..
    Kapok ke Gunung Kawi..?? nggak lahh, tempatnya asik kok.. n banyak makanan nya lagi.. cobain Soto Pojok.. manteb tuhh.. n kyknya besok2 mau kesana lagi.. tapi gak mau pake guide. krn dah tau kira2 mana yg perlu mana yg nggak...
    semoga ini bisa jadi referensi temen2 yg blum pernah kesana.. n mau kesana... pertimbangkan dengan bijak.
    .. saran aja... kalau udah kesana, mendingan nanyanya sama sesama pengunjung.. jgn tanya guide.. (mungkin bisa lebih bener..)

    ReplyDelete
  25. Terima kasih Bung Saint71. Deskripsi anda semakin melengkapi tulisan saya tentang Gunung Kawi. Selamat beruntung.

    ReplyDelete
  26. halo, mau tanya nih sebenarnya g.kawi itu apa aja sih isinya? kemarin jumat legi aku ke sana, cuma masih bingung ma tata caranya..mohon dibantu..trims. Lisa di Klaten. meyhwa_07@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  27. Isinya sudah digambarkan di blog ini. macam2 lah. ada yg berdoa di klenteng, nyekar di makam, jalan keliling kompleks makam, dan sebagainya. tergantung agama dan kepercayaan masing2. atau sekadar jadi turis, main2 di kawasan pegunungan.

    lisa gak usah bingung. ikuti saja menurut kepercayaanmu. jumat legi itu acara kejawen, shg pantas yg bukan kejawen bingung. salam.

    rek

    ReplyDelete
  28. malam 1 suro rame gak? kayaknya seru nih.

    ReplyDelete
  29. sebagai tambahan referensi tentang gunung kawi bisa baca di sini:

    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/5838

    ReplyDelete
  30. Saya melihat penataan area wisata pesarean gn kawi smakin meninggalkan keunikan ciri khasnya... tangga batu dari gapura bawah sampai ke pesarean banyak yg diganti dg paving block stone... bangunan2 di kanan kiri jalan inipun tdk lg beda dg perumahan2 umumnya...patung2 monyet kecil skitar pesarean jg sdh tdk nampak lg... kuda sbg sarana wisata diganti dg ojek dan angkot yg tdk bernilai wisata unik..
    Jika hal ini tdk segera dibenahi.. apakh bedanya dg lokasi perumahan umum..?

    Masih jelas di ingatan saya...Puluhan tahun lalu... stiap suro tamu2 dari jauh datang berbondong2 dg bis2 besar.. bahkan dr luarnegripun mereka datang... tempat parkir sampai membludak ke area dibawah gapuro..saat itu kawasan pesarean dan skitarnya masih unik dg ciri khasnya yg tdk dimiliki daerah lain, perpaduan budaya jawa islam dan tiongkok yg serasi kental terlihat distiap sudut dan ornamen ataupun arsitektur bangunan.. dipadu dg perumahan warga yg masih jawa antik.

    Saya usul... sbaiknya penataan arsitektur dikembalikan kpd keunikan yg pernah dimiliki pesarean eyang Joego ini.. penataan arsitektur dan fasilitas umum diskitarnya jg dibuat seantik khas arsitektur desa wonosari.. pembangunan obyek wisata baru, mis: sumber manggis.. jgn sampai menghilangkan ciri khas sumber air yg alami yg dipadu dg kenyamanan berwisata.

    Pada hari2 tertentu dlm agenda wisata.. pnampilan penduduk diskitar pesareanpun kalau perlu disesuaikan dg acara yg sedang berlangsung.. pakaian khas lorik coklat dan udeng kumel.. bahkan skalipun mereka ttp pergi ke ladang ataupun pasar.
    Suasana dan atmosfir yg khas ini harus segera bisa dirasakan begitu wisatawan mulai memasuki tugu buto sebelum gapuro bawah.

    Tentu saja hal ini hrs bekerja sama dg msyarakat skitarnya.. krn mereka jg akan diuntungkan..jika "dayoh2" banyak yg datang..maka penginapan2 pun akan penuh... perniagaan keunikan khas pesarean pun jg akan ramai lg..

    Smoga bermanfaat...( Eko Adi, Kepanjen-Malang)

    ReplyDelete
  31. ^
    ^
    kaya na setuju bener ne sama yang d atas....
    maap sering baca tapi ga koment...
    ^_^

    salam

    ReplyDelete
  32. klu nurut saya wisata ke gunung kawi adalah yg termurah dari pada ke tempat lain

    ReplyDelete
  33. wah hebat banget... diskusi gunung kawi paling lengkap kayaknya di sini deh. salut.

    ReplyDelete
  34. aku setuju tenan rek karo usule eko adi di kepanjen malang ( sak kampung rek ambek aku)
    kalo bisa kembali ke ecotourism (wisata alam) culture tourism ( wisata budaya ) karo religy tourism (wisata agama) gimana pemkab malang? pemprov jatim? setuju pisan tah

    ReplyDelete
  35. Hai Friend, yang semakin kaya itu pengurus2 yayasan Gunung Kawi (ini asli loo)

    ReplyDelete
  36. saya orang Gunung kawi asli
    terima kasih pembahasannya
    semua itu saya anggap cuma presepsi anda setelah mengetahui indikasi yang ada.
    ada hal penting yang seharusnya di bahas d. gunung kawi. yaitu siapa saja orang yang menjadikan GK menjadi begitu

    ReplyDelete
  37. Saya ada beberapa pertanyaan nih ?
    1. Apakah seseorang yang melakukan pesugihan d gunung kawi akhirnya akan memberikan nama tempat usahanya dengan sebutan "KAWI" ?
    2. Apakah banyak yang terbukti setelah melakukan pesugihan d gunung kawi ?
    Bingung, d jaman yang semakin modern ini ada saja manusia yang percaya dengan hal-hal yang berbau mistik. Kapan Negara ini akan maju seperti Negara2 lainnya, lagipula kan ada pepatah "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri CINA" tapi kok banyak warga tionghoa yang percaya akan pesugihan ?

    ReplyDelete
  38. Gunung Kawi itu tempat rekreasi, ya, sekalian sembahyangan. Bukan pesugihan. Tidak semua Tionghoa percaya pesugihan. Jangan melakukan generalisasi lah. Di zaman sekarang pun ribuan orang percaya dukun kayak Ponari di Jombang, bukan?

    ReplyDelete
  39. menurut pendapat saya... gunung kawi selain sbg tmpat bersambahyang, berwisata,kita juga bisa mendapatkan berbagai mcm makanan2 sambil berrekreasi,disini bukan lah tempat pesugihan spt yg di bicarakan oleh org trtentu.byk org yg slh mengartikan nya,.. bila kita berharap kekayaan di gk,tapi tdk mau berusaha dan malas2an tentunya tdk lah akan tercapai keninginan kita.. segala sesuatunya juga berharap lah pada yang maha kuasa.dan di gk pun kita bersembahyang pada Tuhan,dan tdk lupa pula menghormati 2 leluhur kita yg sdh meninggal yg tlh brjasa. justru Anggapan2 miring ttg gk justru datang dari orang2 yg blm pernah berkunjung kesana dan tidak jarang dari pemuka agama tertentu atau dari kaum fundamentalis yg fanatik yang gemar mendeskriditkan agama/kepercayaan lain lalu membandingkannya dgn agamanya hingga seolah2 agamanya yg paling benar sehingga dpt menarik umat sebanyak2nya. . cobalah berwisata kesana dan tdk akan menemukan hal2 aneh dan mistik,yg ada kita hanya bersembahyang,sekalian berwisata dan berrekreasi..... thx...

    ReplyDelete
  40. salut banget sama blog ini plus komentar2 blogger. begitu byk pandangan mencerminkan keragaman kita. bhinneka tunggal ika. yg penting saling respek, gak saling menghancurkan. bener gak???

    ReplyDelete
  41. bagi yang percaya ya silahkan. .
    bagi yang ga ya ga masalah. .
    ngapain sapi yang makan rumput protes ma kucing yang makan ikan, en nyuruh tu kucing makan rumput?. .
    ya ini buat orang yang udah tau aja dan mau mengambil resikonya . .
    ingat keseimbangan ying-yang (in-yo). .
    "selama apa anda menerima , selama itu pula anda kehilangan ". .
    kecuali kalau anda "minta" nya rutin sebelum "jatuh tempo". .
    ga masalah kan? . .

    ReplyDelete
  42. saya jg ga paham ttg GK tp setahu sy lewat tante yg memang pernah berkunjung ksana, mrk minta usaha lancar n rezeky n ternyata kesampaian tuh.. trus maksudnya tempat itu apa ya??? bingung deh...

    ReplyDelete
  43. gunung kawi beserta fakta dan mitosnya sudah dibukukan dan beredar. Isinya lengkap, mulai dari A to Z tentang kawi. Browse aja di toko buku....

    ReplyDelete
  44. ni kbanyakan mslah gnug kawi danggap sbgai tmpat psugihan...
    jka smw brawal dri sjarah,quw cma ingin tau awal mula pnduduk wonosari asli dan pndtang yg mndiami prawisata gnug kwi mmandag gnug kwi sbagai pa,dan alasan yg bner2 ngena bnged tu pa shingga sngat brgantug pda wsata gnung kwi...
    mkasih...
    nila.sosiologi

    ReplyDelete
  45. wah gung kawi ya , berhubungan dengan kelenteng dinoyo , surabaya .

    ReplyDelete
  46. mendingan di agendain jalan bareng ke gunung kawi trus cari tau dari sumbernya dari pada ikutan comment tapi gak pernah tau realitanya

    ReplyDelete
  47. pak boleh nanya ga? guide yang biasanya bapak pake punya no yang bisa di hubungi?
    trus rekomendasiin dunk soal penginapan yang lumayan bagus n rate terbaru
    trims
    tolong kabari ke Irmala_ariestrvl@yahoo.com
    segera ya?]

    ReplyDelete
  48. apa pun komentar orang, menurut aku, gunung kawi itu sangat bagus sebagai tempat pelestarian budaya jawa dan tionghoa.

    ReplyDelete
  49. Pesugihan model begini syirik namanya,bikin hidup sengsara, Nih ada pesugihan tanpa tumbal dan ritual,Bukan klenik, tapi nyata, tanpa kerja dan syarat apapun. http://www.pesugihan.org <<<== Buka disitu, Ada E-book rahasia berjalan diatas kobaran api gratis dikirim ke e-mail

    ReplyDelete
  50. kembali kpd keyakinan masing2, gak usah menjudge lah...

    ReplyDelete
  51. klo mau tau rute dan sejarah gunung kawi lihat di www.WisataKeMALANG.com

    ReplyDelete
  52. G Kawi itu jadi tempat pesugihan bagi yg mau cari / mempunyai kepercayaan tentang itu. kalo hanya sekedar jalan2 G Kawi itu sebagai tempat wisata. Tapi sayang sekarang barang2 yg di jual disana seperti telo bukan lagi asli dari daerah sekitar, karena telo asli G Kawi baru panen sekitar 6 sd 8 Bulan kalo yg banyak di jual itu panenya sekitar 4 bulan. Dan sekarang tempat tersebut lebih di fokuskan sebagai cagar budaya untuk menambah lokasi wisata Kabupaten Malang kalo mau berkunjung sebaiknya pada bulan SURO tanggal 12 bulan jawa bukan masehinya di sana ada ritual ato arak2an seperti di kraton jogja. matur nuwun hanya sedikit menambahkan

    ReplyDelete
  53. hidup di dunia bagi sebagian orang hanya diukur dengan materi padahal ada kebahagiaan hakiki yang harus di gali dengan jalan mendekatkan diri pada yang maha kuasa. inilah ciri-ciri alam dunia yang tidak hakiki.

    ReplyDelete
  54. Mau kaya ko pesugihan ! Work Hard ........

    ReplyDelete
  55. penasaran mo cari jwban antara A ato B. dirumah kan udah krj keras g' sombong udah ada 5 unit macam usaha. mo ke GK berlibur skalian berdoa, Yap.. menyelam smbil minum susu, sp tw emang manjur n tmbh lancar.

    ReplyDelete
  56. Boz mau nanya nich... perjalanan brp lama sich dari kota Malang ? enakan dikunjungi pagi or sore ya ?

    ReplyDelete
  57. mau ikut nimbrung..saya lukas dari semarang,,saya sudah bsinis berbagai macam bisnis sampai jatuh bagnun dan tidak pernah bangun lagi..
    samapi akhirnya saya baca3 majalah misteri di apotik kemudian saya baca artikel ttg GK saya jadi tertarik,sempat tarik ulur iya atau tidak betigu terus menerus tiap hari,,sampe akhirnya dgn bekal duit 1jt dan bawa mobil bersama 2 org temen saya,,sampailah di tempat tujuan..

    dsana kami lgsung menemui juru kunci mbah ***** dan saya langsung diajak buat paket hemat,karena di awal saya bilang hanya sangu tekad..

    sampai sana saya tidak macem2 dgn kembang dll,,cukup dalam hati nyuwuns ama Allah semoga saya diberi jalan untuk bisa menemukan bisnis apa yang harus saya geluti...cuma modal tekad doank..

    trus,,hari k3,,saya bermimpi aneh sekali,,saya diajak sama burung Buraq (saya tau karena dlm mimpi itu orng bilang ini buraq) dan burung itu punya roda 4 dan tidak memiliki atap,di bawah sayapnya memiliki pintu 2, namun paruhnya berupa mesin..

    diajak keliling2 dan bener2 ngerasa dibawa ke jepang (saya tahu ketika terbang melihat tokyo skytree),eropa (tahu dari terowongan channel perancis),amerika (liberty),dan inggris sampe akhirnya terbangun dari tuidur pukul 04.00,,saya tanya juru kunci,,apa artinya mimpi itu..

    beliau menjawab,,itu berarti kmu harus berbisnis sesuatu yang memiliki roda 4,,larinya kencang,,dan dia memiliki 2 pintu tanpa atap..dan dibuat di jepang,eropa,dan amerika..

    akhirnya saya telaah,,saya coba buat pinjam duit bank suaha showroom mobil sport,,alhamdulillah sampe skr aset saya bertambah dan semakin bertambah,,

    jadi intinya,,GK itu hanya membukakan jalan bagi kita,,bukan pesugihan,bukan mencari rejeki,namun mencari ilham dan dibantu oleh leluhur kita dalam mencarikan yang pas buat kita..

    ReplyDelete
  58. Salam bagi semuanya,....

    tidak banyak kemont yang saya haturkan, namun bagi yang belum tahu mari kta pandang Gunung kawi dari sisi budaya. silahkan klik link dibawah ini :

    http://www.youtube.com/watch?v=PR2qrA_Uvbc

    Salam.
    Bholor
    Asli Arek Gunung kawi (etan terminal)

    ReplyDelete
  59. Assalamu'alaikum, . . .

    mari kita lihat Gkawi dari prespektif yang lain, silahkan lihat di link ini :

    http://www.youtube.com/watch?v=PR2qrA_Uvbc

    smoga bermanfaat.

    Wasalam
    Wong asli Gunung kawi.

    ReplyDelete
  60. wkt aq ke GK, aq kejatuhan buah Shanto tepat dikepalaku, aq sempat kaget sbb wkt itu aq cm memegang batang pohon itu yg sudah mulai menghitam. belum selesai kagetnya, dari situ berdatangan entah siapa mungkin calo2, mereka mngucapkan "Selamat"! lalu aq dan keluargaku diajak "minggir", katanya bahwa Mbah yg disini mau memberikan rejeki yg besar, tapi harus di "syarat"kan!! sebab kalo tidak katanya akan terjadi hal2 yg tidak diinginkan, mis. kecelakaan di jalan!!(aneh ya!!!) syarat2 yg diajukan macam2, dari yang MUAHAALLL sampai yng MURAH! katanya harus disyaratkan dgn Kambing Gunung Hitam, yg harganya GILEE BEENNEEERRRR...... kl gak salah harga nya 5jtan, dan kami diajak lihat kambingnya dirumah salah 1 rumah warga disana, ternyata itu cuma kambing biasa! kami bilang tidak bawa uang cash,tp calo itu "bersedia" mencarikan atm!!!!! Gila gak??!!! waahhh kami pikir ini sudah spt pemerasan dgn dalih "Syarat". singkat cerita semua tawaran2 itu kami tolak, dan dari wajah si calo itu terlihat kecewa, mgk dia pikir kami akan menurut begitu sj sm org spt itu. waahh temen2, pokoknya kl ke GK ati2 deh sama yg namanya calo2 itu, yg penting kita Percaya bahwa Rejeki dan Selamat kita hanya Tuhan saja,terbukti kami tidak mengikuti syarat2 yg harus dijalankan tetapi kami bisa sampai ke rumah (di Bogor) dgn Selamat dan tidak kurang apapun. ok. wass. ibu Bogor.

    ReplyDelete
  61. pemerasan yg terorganisir, berkedok wisata ziarah. makanya, hati2!!!!!

    ReplyDelete
  62. Kekayaan tidak kekal (berdosa) itu brerong.. karmanya 7 turunan. wkwkkwwkkw

    ReplyDelete
  63. gunung kawi skrng jd sepi krn banyak para peziarah yg tertipu oleh pengantar tamu dan juru kuncinya. makanya saya ingatkan,,kalau ke gn kawi hrs hati2...jngn sampai jd korban penipuan sprti yg saya alami..

    ReplyDelete
  64. bener, mas. aku juga jadi korban penipuan oleh juru kunci dan pengatar tamu yang pake sepeda motor. kerja mereka kayak mafia. kita digiring ke ruang juru kunci yang gelap, kemudian dimintai uang... aku sangat menyesal masuk perangkap mafia gunung kawi.

    ReplyDelete
  65. salah besar bg anda yg menganggap klo gunung kawi itu tempat pesugihan,terlepas dari percaya ato tidakny kita ttg pesugihan itu..dan jgnlah munafik bg orang2 yg mengatakan bahwa gunung kawi itu tmpt yg tdk bnar.."orang yg bs berkomentar ttg gnung kawi pastilah orang2 yg sdh pernah menginjakan kakiny d gunung kawi."...jd jgnlah anda menjelek2kan tempat yg d anggap suci bg orang2 dgn kata2 anda yg mncerminkan klo anda adalah ssorang yg tdk terpelajar dan munafik..klopun seplangny anda dr gunung kawi tidak mndapatkan apa2 ato mkn tdk mmbuat anda "kaya",itu berarti anda blm bruntung dan blm mnjadi rezeki anda untuk "kaya"..terima kasih..

    ReplyDelete
  66. Hati2 sama JURU KUNCI dan kelompok mafianya, termasuk tukang ojek dan pengantar!!!! Anda akan digiring masuk ke ruangan khusus yang gelap, lalu dimintai UANG!!!! Kalo uang anda sedikit, mafianya marah2... hehehehe

    ReplyDelete
  67. tapi sepertinya bagus untuk berwisata. infonya cukup detail. penginapanpun cukup murah buat ngadem sama yayangku :D yang mo ngepet silahkan aja. gue mo indehoy!!!

    ReplyDelete
  68. Please be smart and wise when you put your comments... ;)
    For those positive informations, opinions and suggestions.. We sincerely give a high appreciation and gratitude to you. God bless you.
    For any judgement and critics, as of now, we openly take that as a further discussion for developing this area to be expandable and BETTER. Plus, God bless you more...
    Just for additional information, Gunung Kawi is part of Indonesian diversity culture. Ada kalanya sebagai sesama penerus bangsa kita membantu untuk memajukan negara ini dengan memulai dari cakupan terkecil yaitu diri sendiri dengan sikap yang optimis(positif) dan jiwa sepenuh hati yg bersih. - Merah Putih

    Wassalam,
    6th generation of Mbah Joego

    ReplyDelete
  69. bagi Saya GK adalah tempat wisata yg lumayan murah meriah dan yg bikin senangnya hawanya yg sejuk krn sy kan org sby, jd saya kalau kesana niatnya ya wisata dan sekalian kirim doa kepd Mbah Jugo (kyai Zakaria) jg RM Iman Sujono tp sya gak masuk ke komplek makamnya saya cukup di masjid atau di mushola beliau yg diatas,sy muslim etnis Tionghoa jd semua kembali ke niat kita saja. minta maaf kalo ada salah kata. kita tidak berhak menilai amalia orang lain

    ReplyDelete
  70. jgn menghakimi,gunung kawi adlah tmpat yg dikeramatkan,tergantung keyakinan dan niat kita,saya sdh 2 kali ziarah kesana,doa tetap kita panjatkan ke pada sang pencipta,tp jgn lupa ada tempat2 yg di ijabah buat berdoa,saya tdk tau dimana tmpat tsb, tp sbgai manusia kita wajib berusaha,karna takdir tdk akan berubah selama kita tdk mau merubahnya,semoga anda menemukan tmpat yg tepat untuk bermunajat ke yg khaliq,andai kita diberi petunjuk dimana kita bermunajat mungkin Alloh SWT tlh menunjukan kebesarannya kepada kita,emoga Alloh SWT memberikan petunjuk kepada kita semua,amin......

    ReplyDelete
  71. bsk sabtu aku mau ke gunung kawi..hehehheh!!!
    jalan jalan...blanja blanja

    ReplyDelete
  72. q orang gunung kawi,tp q sndri bingung apa ja yg ada d sana.sering kali q d tnya ma temen2 q yg brada d luar kota"sep d gunungkawi tu ada tempat pesugianya y?"q bingung hrus jawab apa jg.mohon d bantu y?

    ReplyDelete
  73. Kalo aku kesana dosa ga ya...ke'nya aku juga pengen coba kesana dech jalan2 ma anak2 ku tapi klo dibilang muja serem juga kali ya...

    ReplyDelete
  74. Hello 2all....saya mummy Amy dari Singapore...baru pulang dari gunung kawi 25th Nov 2010...waaduuuh tinggi skali itu gunung kawi...kalo naik sampai d atas nafas bisa dbuntut loh...hehehe itu kerna umur saya 60tahun retired staff SIA dChangi Airport Singapore. Kami berangkat kesana dari Surabaya selepas hadiri Maulid hall habaib sunan d Gersek...semua nye ada 8orang....kesana cuma cari pengalaman lihat2 dan ingin tahu selepas melayari website wisata gunung kawi...bagus dan hebat pemandangan nye lain dari tempat kami d Singapore....waktu d dalam makam, uztad n all of us baca fateha doa untuk mbah2 eyang tersebut...gave some donations kami d beri bermacam warna tangkal2...uztad kami menolak itu akedah nye udah bercanggah dari Islam kelihatan nye orang suruhan2 itu marah benar sama kami....d suruh jalan pusing kebelakang mengadap batu tembok bangunan makam itu saya lihat ada orang2 yg pegang tembok sambil mencium2 batu tembok itu tapi kami 1grup membaca fateha dan doa2....teringat saya pemandangan d mekah waktu haji jema'ah mencium hajar aswad. Sungguh aneh yaaaah pengalaman ini. Cukup lah satu kali aje kesana makaseh....p/s jangan sampai tertipu kalo pergi sendirian....wang kamu bisa d sikat loh ati2 yaaaah.....dari mummy Amy d Singapore

    ReplyDelete
  75. yo pancene ihtiar iku yo penting, rono yo rono tapi ojo gampang percoyo karo dukun dukun iku, buktine dukune yo pancet gak sugeh-sugeh terus silo sampek gepeng. mulo lek rono niatono ziaroh nyang pesareane poro leluhur sing paling iso menei conto nyang awake dewe iki, maksude urip iku ojo mek mburu donyo ugo ningalno kebecian koyo poro mbah leluhur iku nguli ngabdi nyang seng moho kuwoso seng ngerso ngalam ndonyo kalawan akhirate

    ReplyDelete
  76. bagi Saya GK adalah tempat wisata yg lumayan murah meriah dan yg bikin senangnya hawanya yg sejuk krn sy kan org sby, jd saya kalau kesana niatnya ya wisata dan sekalian kirim doa kepd Mbah Jugo (kyai Zakaria) jg RM Iman Sujono tp sya gak masuk ke komplek makamnya saya cukup di masjid atau di mushola beliau yg diatas,sy muslim etnis Tionghoa jd semua kembali ke niat kita saja. minta maaf kalo ada salah kata. kita tidak berhak menilai amalia orang lain

    ReplyDelete
  77. tempatnya bagus, cuma memang dimanfaatkan org2 setempat n dukun2 palsu buat cari duit. hati2 ajalah...

    ReplyDelete
  78. 25 Desember gw mau kesana... semoga ketemu disana ya...

    Salam

    ReplyDelete
  79. gw mau kesana,wisata yg murah dan religius, bisa tlg tunjukkan guide yg baik gak?

    ReplyDelete
  80. catatan yg lengkap n komprehensif ttg gunung kawi. kita perlu melihat secara positif tempat2 kayak gini. pro kontra itu kan wajar....

    ReplyDelete
  81. berhati-hatilah sebelum mencari pesugihan di gunung kawi.. saya ada pengalaman tetangga saya, sebut saja X, yang mencari pesugihan di gunung kawi waktu masih hidup.. setelah meninggal selang 20 tahun kemudian.. ada orang pintar yang bicara kepada istri X kalau jiwa suaminya itu di kurung.. dirantai .. karena sewaktu hidup pernah ikut perjanjian seperti itu.. kini jiwa sang suami konon katanya susah diselamatkan.. baik melalui doa dan ritual-ritual....

    ReplyDelete
  82. semua tergantung niat kalau cm berkunjung aja oke2 aja tp kl mencari pesugihan jangan saudaraku karena itu sangat bertentangan dengan ajaran islam.Bisa jadi kita sukses setelah melakukan sesaji digunung kawi tapi ingat saudaraku itu tipu daya iblis dan syetan untuk menyesatkan manusia agar mereka lupa untuk meminta kepada ALLOH SWT karena sedikit demi sedikit kita akan lupa kepada ALLOH dan mengagungkan gunung kawi sehingga kita jadi syirik atau menyekutukan ALLOH ingat itu DOSA BESAR dan tidak terampuni sebelum bertobat lebih baik kita bersusah - susah mencari rejeki di jalan ALLOH karena akan membawa barokah dan manfaat bagi keluarga kita,selagi kita maumenjalankan perintahnNYA dan meninggalkan laranganNYA insyaalloh apa ALLOH akan memberikan kemudahan dalam hidup dan sesudah kehidupan ini.
    dulu tetangga saya penganut gunung kawi emang benar sukses dalam berbisnis dibidang ontraktor tapi apa yang terjadi dengan keluarganya???semua anaknya nakal tidak bisa diataur dan ada yang idiot sehingga dia tidak mendapatkan kebahagiaan dunia walau dia kaya,karena yang namanya pesugihan itu tidak ada yang gratis pasti minta imbalan yang sering kita sebut tumbal.saat ini tetangga saya masih sering kegunung kawi karena dia merasa bimbang kalau tidak kesana,dari sini sudah terlihat ketergantungan dia kepada gunung kawi bukan lagi kepada ALLOH,semoga kita dijaga dari godaan syetan yang menyesatkan...ALLOHUAKBAR

    ReplyDelete
  83. Gk memang selalu divonis sbg biang produk pesugihan. Bagaimana kita ini ya, sementara kita minta doa penglarisan kpd tokoh2 agama kita kok gak sadar ya klo kita sdh menjalankan praktek nggolek pesugihan. Dan konyolnya tokoh kita itu juga ikut2an memberi predikat gk sbg tempat pesugihan smtr dia tdk mau mengakui yg barusan dilakukan. Buka mata n buka telinga, di makam2 keramat n makam2 terhormat lainnya ternyata bnyk juga praktek jual doa. Tinggal dari nurani kita yg mengarahkan, mau doa baik ato jelek, minta apa aja pd Tuhan asal tulus ihklas pasti terkabul.

    ReplyDelete
  84. Jgn lupa " Ora Et Labora ".
    Kalo pingin sugih dan kaya yach harus BEKERJA dan dilandasi dengan DOA.
    Semoga Tuhan memberkari.

    ReplyDelete
  85. bagi yg iman kepada rukun ISLAM dan rukun IMAN...cukup bagi kita hanyalah ALLAH AZZA WA JALLA..yang mampu memberikan nikmat dan barokah..TIDAK ADA YG LAIN.
    Bagi yg ingin lancar rejeki..ya..memang pake DUIT...tapi DUIT yg ini lain..:
    D:DOA..HENDAKNYA HANYA KEPADA ALLAH SWT SEMATA
    U:USAHA/IKHTIAR..dengan cara2 yg sudah disyari'atkan..(misal..bekerja,sholat dhuha, dan banyak2lah bersedekah..)
    IKHLAS: bahasa jawanya legowo...dgn pemberian yg telah diberikan ALLAH SWT atas rejeki yg banyak maupun sedikit..)
    TAWAKAL: Berserah diri atas apa yang telah kita usahakan..)
    Sebenarnya THAT'S ENOUGH...
    so...lebih amannya...Gak Usahlah Neko-Neko...biars selamat dunia akherat..

    ReplyDelete
  86. maaf saya mo tanya.. dulu aku pernah pnya kenalan dia bilang tinggal di seputaran Gg. Kawi.Skrg lama hilang kontak ada niat ingin mencarinya. Yg mo saya tanyakan didekat Gg Kawi ada beberapa wilayah ,kecamatan, dsb. Mohon Informasinya yah thanks :)

    ReplyDelete
  87. usaha,doa,tawakkal (berserah diri kepada Tuhan/Allah),itu kunci utk sukses (yg asli) :)

    ReplyDelete
  88. giteva_lee yth.
    Gunung Kawi itu di luar kota, pedesaan yg org2nya umumnya saling kenal. memang ada belasan desa, tapi kalau kamu tahu nama desaya, insya allah, mudah ditemukan. syukur2 tahu juga sekolahnya dulu...

    ReplyDelete
  89. menurut aq gunung kawi itu tempat wisata yg oke punya, banyak ubi2an khas pegunungan... soal ritual itu terserah masing2 aja.. oke!!!!

    ReplyDelete
  90. maju terus gunung kawi,apapun komentarnya kau tetap gunung kawiku...
    (wong ngerjo),S 1 J

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita ini,,,bynk skli ke ingiNaan,,,
      aplgi klo smpai trblit hutang,,,,bkn kita mncari uang,,,tpi hrp di mklumi,,,jika hutng,,si penagih g mu tau,,utng y utng,,,..
      Tujuan kita ke gunnug kawi,,,meminta bntuan,agr di bri rezeki,,, smta'' kita memohn petunjuk kpda yng maha pnguasa,,,krn allh lah yng mgatr ke hidupan kita,,,,,,
      ,,trutma kita brdoa kpda tuhan,,,supya di reststui,apng ingin kn,,
      ,,,dn pnjga gnung lh sbgai perantran,,,,

      ..apa msih musrik,,,
      kita g mndua tuhan,,,,kita sllu brdoa kpdanya,,,krn dia tau sglanya..
      Mnurt anda gi mna

      Delete
  91. salam, ingin tanya saja:

    a.kenapa konsep "pesugihan" selalu dianggap musrik/dosa?

    b.sugih yg diharapkan berapa sih jumlahnya kira2?

    c.dan jumlah tersebut kalau dibandingkan dengan sugih nya di tanah Arab atau di Barat apakah terbandingkan?

    d.apakah kita bisa melihat bahwa doa ke tokoh seperti ke ke 2 Mbah dan Kwan Im adalah sarana2 fokus untuk membulatkan niat tekad pejiarah2 yg datang dng niat tersebut, jadi sah2 saja. (ada orang yang membutuhkan fokus tekad ini ke Tuhan/Allah baik di tempat religi maupun di rumah sendiri saja, ada yang membutuhkan fokus2 dng berziarah ke nenek moyang seperti di GKawi, ada yang bisa fokus dng ambil inspirasi niat tekad dari dalam sari hati sendiri

    e. sekali lagi: kenapa konsep 'pesugihan' dianggap syirik dan dihubungkan dengan iblis? mengingat hal2 tersurat tersirat diatas a. b. c. d.? orang2 lain di luar Indonesia mengeduk keuntungan/sugih dng nyaman dan jauh ber-limpah2 sering dengan gunakan sarana metode apapun; yang ngoyo ke GK kok dianggap syirik?

    TETAPI:
    a.karena mungkin tentunya banyak peziarah yang tak mampu untuk diperas: sebaiknya kalau secara transparansi ditentukan biaya2 yang pasti dan layak, utk paket2 berziarah.

    b.dukun2 yang tak bagus dan cenderung me-nakuti2 dng "syarat2" sebaiknya tak diijinkan praktek. dukun2 seharusnya adalah orang2 yang berpengalaman social worker dan memiliki kebijaksanaan dan kemanusiawian yang layak utk benar2 digunakan menolong orang2 lain.

    c.'dana2'/'sumbangan2' dan semua calo2 dilarang.

    tres.

    ReplyDelete
  92. setuju!!!! tukang2 peras n dukun2 palsu harus ditindak dan dilarang keras. tapi tempat wisatanya sendiri sih sudah bagus. yg penting diatur biar image pesugihan bisa hilang... tinggal niat masing2 aja sih

    ReplyDelete
  93. Sabtu kemarin sy ke GK, niatnya sih cm pingin tau aj...sesampai disana sy meliha sejumlah orang yg berkerumun di bawah pohon dewandaru...sy lantas berkeliling areal pesarean...lalu sy beristirahat di depan area, tidak berselang lama orang20yg berkumpul di bwh pohon dewandaru itu pergi untuk makan siang dan sholat..ktnya sih mereka di situ sdh 3 hari. Tidak lm berselang datang 2 ekor burung prenjak yg hinggap di pohon itu untuk mencari makan dan tak lm kemudian burung itupun pergi. Selang beberapa saat terdengar suara jatuh dr pohon itu..beberapa orng berlari menuju k situ berhubung posisi sy lebih dekat akhirny sy yg duluan dan sy ambil buah dewandaru.ada beberapa orng yg berkomentar mungkin sdh rejeki mas nya Lalu sy di pandu olen kuncen untuk melakukan ritual selanjutnya. Sambil memegang buah yg sy dapat sy di suruh berdoa di dpn pintu makam mbah jugo. Selanjutnya sy disuruh memakan buah yg warna merah memiliki sudut 8 arah mata angin itu. Rasanya kecut. Lalu isinya di bungkus dengan uang dan di gunakan untuk jimat. Setelah itu sy di ajak ke tempat apabila sy mau melakukan sedekah. Sy bersedekah disitu. Selanjutnya saya di pandu untul ritual selanjutnya. Sy pun ikut aja ama kuncen. Pensan kuncen itu pun g aneh2. Jangan pernah berjanji itu saja. Lantas sy pun pulang. Dr sini sy berpikir seandainya orang2 itu tidak menunggu bi bawah pohon dan kelestarian alam terutama burung2 tidak di jaring atau dii buru pasti mereka tidak perlu berlama2 menunggu buah atau daun pohon dewandaru jatuh. Sekian.

    ReplyDelete
  94. Yang jelas kalau orang yang beragama Islam pergi kesana untuk mendapat berkah dan keberuntungan,bukanlah tempatnya, walaupun ada kuburan islam disana,karena agama islam melarang meminta doa pada kuburan kuburan dan kuncen atau dukun dukun,dan hukumnya adalah Musyrik,kalau ingin meminta berkah dan keselamatan hanya kepada ALLAH kita memintanya.

    ReplyDelete
  95. Pengalaman pergi ke Gn. Kawi beberapa waktu lalu:

    Gn. Kawi tempat makam Eyang Djoego dan Eyang Imam Sudjono adalah tempat dimana orang - orang meminta berkah, bekal & pangestu agar dibukakan pintu rejeki -nya sesuai dengan amal ibadah dan "wadah" -nya masing - masing. Jadi, tetap saja ibadah dan amal kita sebagai tolak ukur-nya. Tentunya, dengan amal dan ibadah yang baik "wadah" untuk memampung berkah yang diberikan menjadi lebih besar dan baik untuk kita. Intinya, agama apapun kita, jika amal dan ibadahnya tidak baik, kemudian ke Gn. Kawi minta ke Eyang, apa akan diberikan?

    Memang ada oknum2 yang kemudian mencemarkan kebesaran spritual Gn. Kawi dengan ritual yang aneh2 yang menyulitkan orang yang keinginannya untuk beribadah. Contoh seperti kejatuhan buah Shenthou (Dewandaru) dianggap sebagai rejeki, padahal bisa jadi karena tiupan angin. Atau, ritual - ritual yang menghabiskan dana yang besar. Banyak orang "pinter" di Jawa, apakah sudah tanyakan ke Eyang kalau ritual - ritual seperti itu perlu atau tidak? Kalau tidak perlu, kenapa masih dilakukan? Kemana perginya dana - dana itu? Moga - moga untuk kelestarian Gn. Kawi ya...

    Harapan pribadi saya, Gn. Kawi sebagai salah satu tempat ibadah spritual tertinggi di Indonesia bisa dilestarikan.

    ReplyDelete
  96. hebat dah berapa taon tetap ada yg comment....ckckck

    ReplyDelete
  97. gunung kawin itu bisa dianggap sbg cagar budaya. soal keimanan kembali ke masing2... yg penting saling hormat n tenggang rasa....

    ReplyDelete
  98. Ntar lagi tgl 29 Nov 2011 kalo gak salah malam 1 Suro, ada acara pawai budaya Jawa yg sangat menarik di Gunung Kawi. Aq kira tradisi ini bagus banget utk dipelihara... Inilah sisi positif Gunung Kawi.. jangan diliat pesugihannya aja...

    wong jowo

    ReplyDelete
  99. salam sejahtera...
    saya pembaca dari Malaysia. sebenarnya,sudah lama saya mendengar mengenai gunung Kawi daripada teman2 dari Indonesia yang bekerja di Malaysia. adakah benar terdapat makhluk halus yang bernama "butta"(betulkan saya jika ejaannya salah) di gunung Kawi? dengar cerita "butta" mampu menunaikan apa saja yang dihajati. saya mendapat info ini daripada teman2 dari Indonesia yang bekerja di sini. harap penjelasan lanjut ya. terima kasih

    ReplyDelete
  100. Kawan dari Malaysia,
    Banyak sekali cerita2 aneh tentang Gunung Kawi, termasuk makhluk halus bernama BUTO. Banyak bumbu2 cerita sehingga kita sangat sulit percaya. Tak pernah ada bukti bahwa ada mkhluk halus dan sebagainya. Yang jelas, Gunung Kawi selalu dikunjungi banyak orang setiap hari untuk macam2 tujuan: melancong, sembahyang, etc. Kalau punya masa, sila tuan datang ke Gunung Kawi.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  101. Assalamualaikum.
    Bagi saudaraku sesama muslim, marilah kita luruskan akidah Islam kita dengan menjauhkan diri kita dari segala bentuk kesyirikan.

    Marilah kita mengkaji dan menuntut ilmu syariat, agar kita selamat hidup di dunia ini dan selamat nanti di akhirat kelak. Banyak pembahasan ttg syirik dan bahayanya di http://www.kajian.net
    Kajilah dan pahamilah sauradaraku.

    Mari kita jaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.

    Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  102. Salam kenal semuanya, pak mau tanya ada travel agent di Jakarta yang sering mengantar ziarah ke Gunung Kawi. Jika ada minta no telpon/hp, dan jika boleh tahu, kira2 biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 orang.
    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  103. Kalau boleh saya kasih komentar singkat:

    Para idealis biasanya berakhir tanpa dapat meraih apa-apa dalam hidup mereka, karena kedua tangannya digunakan menggenggam erat idealismenya. Tragis!

    Menurut saya, yang namanya keyakinan ya memang demikian adanya... anda pernah gak geleng-geleng kepala saat orang jual sawah untuk naik haji? Nah, kalau yang satu itu saya jelas geleng-geleng kepala. Keuangan Yang Maha Kuasa.

    Intinya, sering kita menilai keyakinan orang lain dengan tolok ukur keyakinan kita, sehingga keyakinan orang lain menjadi salah.

    You better think twice.

    ReplyDelete
  104. gunung kawi.. desa yang indah karena masa kecil saya disana bersekolah di sdn wonosari 02,sudah hampir 17 tahun tidak pulang kesana,semoga nanti ada waktu untuk kesana..

    ReplyDelete
  105. Menurut saya, gunung kawi a/ temapt pesugihan yg mengundang kemaksiatan yang ingin merubah keyakinan Ummat Muslim di dunia ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan datang dan melihat sendiri apa yang dilakukan oleh para pengunjung makam, khusunya muslim. Mereka tidak berlebihan...mereka hanya memanjatkan doa untuk arwah dua orang tokoh penyebar agama Islam yang dimakamkan di tempat ini.

      Bukankah ada anjuran dalam Islam bagi kita untuk tetap mendoakan semua sesama muslim, apalagi beliau berdua adalah penyebar agama Islam yang berjasa atas penyebaran Islam di tanah Jawa ini.

      Mereka membacakan tahlil dan yasin. Jikalau ada yang berdoa meminta kepada arwah orang meninggal, itu kembali kepada keimanan seseorang dan jangan salahkan makam

      Delete
  106. Hebat blog ini, sudah bertahun tahun masih ada komentar.Bagi saya Pesarean Gunung Kawi adalah memang tempat keramat, sayang memang banyak oknum yg memanfaatkan ketenaran GK utk kepentingan pribadi dengan cara menipu. Tapi biarlah mereka sendiri yg menanggung akibatnya, kita bertujuan baik dan menghormati 2 tokoh yang dimakamkan di situ.Salam

    ReplyDelete
  107. unik sekali ini, boleh ga tunjukin denahnya, arah ke gunung kawi

    ReplyDelete
  108. Bagus Infonya om, sangat bermanfaat .. Maen ke tempat Ane om ..

    ReplyDelete
  109. Ave Bung Hurek, jika anda menulis tentang keluhan, penderitaan, kemiskinan, ketidak adilan, busung lapar, wabah, yang menimpa rakyat jelata disuatu daerah di Nusantara, TIDAK ADA SEORANG-PUN YANG SUDI MEMBERI KOMENTAR. Bagi banyak orang, emangnye gue pikirin ! Begitu saudara Hurek menulis tentang sesuatu yang bersangkutan dengan KEPERCAYAAN,
    maka ratusan yang berkotek dan nyerocos.
    Mengapa orang2 Indonesia yang memeluk agama, sedemikian intolerant. Saya yakin bangsa ini agak terganggu rohaninya.

    ReplyDelete
  110. hehehe...

    Xian Sheng yang terhormat. Tulisan tentang Gunung Kawi ini memang tergolong paling ngetop di antara seribu lebih artikel saya di blog ini. Dan itu wajar karena topik yang kontroversial, nyeleneh, menyangkut KEPERCAYAAN sangat menarik perhatian orang banyak.

    Selama ini hampir semua orang pernah dengar yang namanya Gunung Kawi dan ritual khasnya. Tapi tidak banyak orang yang tahu apa saja yang ada di sana. Karena itu, saya sengaja perlihatkan kepada khalayak ramai. Kasih gambaran kepada pembaca yang belum pernah ngelencer ke Gunung Kawi.

    Salam hormat untuk saudara-saudari di Tiongkok dan Taiwan1

    ReplyDelete
  111. Ave Bung Hurek, saya tahun 1965 beserta 3 orang teman pertama kali ke Gunung Kawi. Kala itu suasana lingkungan masih sangat bersahaja, belum ada hotel dan restoran. Kita ber-ramai2 tidur dipendopo diatas lantai beralas tikar.
    Tempat mandi dan kamar kecilnya ber-deret2 memanjang. Airnya dingin, jernih dan selalu mengalir. Tahun 1997 kesana kedua kalinya dan yang terachir tahun 2005.
    Saya ke Gunung Kawi tidak pernah mempunyai maksud tertentu. Diajak teman2 dan saudara, ya ikut saja jalan2 dan tamasya. Dikala mereka slametan dan sembahyang, ya saya mengikuti semua ritual itu, sehormat-hormatnya.
    Saya jika diajak ke Pura Hindu, ya ikut. Diajak ke Mesjid atau Langgar, ya ikut. Diajak ke Gereja, ya ikut, bahkan semua liturgi dalam bahasa Latin saya hafal. Diajak ke Klenteng Tao, Wihara Buddha, Konghucu, ya ikut. Semua ritual saya ikuti sehikmat mungkin, demi menghormati para jemaah.
    Apakah salahnya ??

    ReplyDelete
  112. ke gunung kawi bisa kaya???? ciyusss...miapaa....!!! haree.. genee...percaya gituan...APA KATA DUNIA... (CETAR MEMBAHANA)...

    ReplyDelete
  113. Mau tanya dunk buat yang asli wonosari,dukun yang di kraton atas itu asli gak sih??kok kata temenku yg abis dr sana mahal banget maharnya,berhubung tmnku bs menyanggupi dan akan kembali lg nanti,kira2 jika gak bisa menyanggupi,nanti akan kena musibah gAk sih??
    Suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. @rezaRifez: Gitu aja kok dipikirin... musibah atau tidak itu sudah ada dalam suratan takdir manusia. Yang penting, berhati-hati sajalah agar terhindar dari musibah. dari pemerhati hurek punya blog.

      Delete
    2. Saranku sih ga usah ke kraton... sebenernya sih kalo buat jalan2 aja kraton itu masih alami dan bagiku menyenangkan jalan2 ke sana tapi kalo ga sama warga setempat mending jangan deh entar dijerumusin en diminta uang banyak :)

      Ziarah ke Gunung Kawi khan tujuannya bukan ke kraton tapi ke Pesarehan G. Kawi tempet bersemayamnya jenazah Kyai Zakaria II dan muridnya RM. Imam Sudjono...

      Jadi kalo ada yang nawarin ke kraton tolak aja...kita cuma mo jalan2 og bilang aja gitu :)

      Delete
  114. Tak datang maka tak kenal,aku org kalimantan, tp 3x ke GK, itu bukan daerah pesugihan broow......makanya datang & pelajari lw situ merasa "berpendidikan", ceilaaaahhh...........

    ReplyDelete
  115. Yah, begitu. Kalau umat Katolik ziarah ke Lourdes atau Sendangsono, lantas mengambil air, lalu berdoa agar disembuhkan dari sakit ... itu apa gak salah juga? Kalau umat Islam ambir air zam-zam lalu minta disembuhkan dan diberi berkat, apa gak sama juga? Manusia yang dangkal imannya, tidak perduli apa agamanya, mudah sekali ingin menyetir Tuhan agar ces pleng terkabul semua keinginannya.

    ReplyDelete
  116. Gunung Kawi itu sebagian dari Ciptaan Tuhan...
    Tapi klo ada orang yang Memohon sama Ciptaan Nya, bukan Memohon kepada Tuhan nya, maka itu dikatakan Sesat...
    Ngga masalah kita datang ke mana2 pun juga, selama kita masih menyembah & memohon tetap kepada Tuhan kita masing2.

    Manusia boleh2 saja ber Ziarah ke seluruh Makam mana pun, tapi tidak untuk Memohon sesuatu untuk kehidupan si Manusia tersebut.

    Logika nyata nya: Orang yg udah mati mana mungkin bisa menolong kita yg masih hidup di dunia ini, mungkin di Alam lain sana dia aja udah berat memikul dosa2 selama masa hidupnya.
    Apalagi sampai memohon2 kepada Benda2. (Ngga masuk Logika kan??)

    Ingat lah Saudara2 ku... Setelah Kehidupan di Dunia ini Kita masih ada kehidupan lagi yg harus kita lalui... dimana dalam Kehidupan selanjutnya itu Kita akan dimintai pertanggung jawaban atas yg kita lakukan selama di Dunia ini oleh Tuhan.

    Percayalah... Tuhan sangatlah mampu untuk menghidupkan kembali tulang belulang Kita yg telah hancur...
    -Dia lah yg Menciptakan mata Nyamuk dan Matahari...
    -Dia lah yg Mengatur perputaran Dunia, Matahari, Bulan dan jutaan benda planet di angkasa yg sampai detik ini tidak pernah bertabrakan satu sama lain.
    -Dia lah yg Maha Menghidupkan sebutir telur hingga menjadi anak ayam.
    -Dia lah yg Maha Menghidupkan sebutir biji menjadi tanaman.
    -dan Hanya Dia lah yg Maha Mampu membuat setetes sperma menjadi seorang bayi.

    Ingatlah Saudara2 ku... Hanya TUHAN lah yg patut kita mintai Pertolongan untuk kehidupan Kita di dunia ini.
    sementara Dia tidak merasa rugi sedikit pun jika kita tidak mau menyembah Nya, tapi kita lah yg rugi jika Tuhan tidak menganggap kita berada di Sisi Nya.

    Tidak ada yg salah dengan Gunung Kawi itu...
    Itu hanya sebagian kecil dari Kekuasan Nya.
    tergantung bagaimana cara kita menyikapi atas Ciptaan Tuhan itu.

    Seluruh Agama yg ada mengajarkan kebaikan & benar...
    Soal Tuhan kita apa, itu masalah Kepercayaan individu masing2, nanti akan ada jawaban nya di hari akhir...
    Dan di Hari Akhir nanti akan terjawab, siapa Tuhan yg benar2 Tuhan diantara Tuhan yg pernah manusia anggap...

    Mohon Maaf sebesar besar nya untuk saudara sekalian jika comment ini tidak berkenan,,, kami hanya bermaksud mengingatkan kembali. bahwa kita masih mempunyai Tuhan, lebih dari kekuatan apa pun yg pernah ada di dunia ini.
    Salam Persaudaraan... Semoga kita masih tetap selalu Percaya kepada Tuhan kita masing2.

    Hormat Kami,

    TAUHID Organitation.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dear maz Hurek,,,, GK adl sebuah wadah,jk wadah tsb isinya kotor, mk isinya HARUS!! dibuang,,, krn isi-nyalah yg mbw citra sebuah wadah,bg kita yg pnh dtg kesono brti udh pengalaman, lw mo kesono lg ya ga ush pake "pengantar tamu"sgala, lw masih ketipu brati kitanya yg o'on,,, y ga maz Hurek,,, matuur su'un...........

      Delete
  117. Blog ini saya baca sesudah saya mengalami sendiri peristiwanya. Saya ketik kata kunci 'Penipuan di Gunung Kawi'.
    Hari ketiga tour keluarga ke Malang, saya isi dengan mengunjungi wisata spiritual Gunung Kawi. Susudah sampai di area parkir mbah Jugo, saya didekati oleh seorang penduduk setempat yang menyarankan sebaiknya saya mengunjungi 'Keraton' bila ada permintaan khusus. Mungkin karena kami sudah kelelahan sehingga kewaspadaan saya rendah, saya menurut saja ajakan 'guide' tsb. Padahal kami tidak punya problem apapun. Rejeki, keharmonisan keluarga tdk ada masalah. Tapi memang jujur saya akui anak sulung saya yang baru tamat S1 ingin memulai usaha/bisnis. Ingin usaha lancar (bukan pesugihan).
    Setelah naik ke dalam hutan tibalah kami di sebuah bangunan. Kami disarankan utk cuci muka terlebih dulu. Kami tdk mampir di bangunan kelenteng yang ada pada posisi lebih di bawah tapi langsung naik ke bangunan paling tinggi. Di area2 tengah2 kami melihat ada 3 makam dan di atasnya ada lagi 3 makam. Belum ada perasaan curiga meskipun sebelum naik kami tegaskan kepada 'guide' bahwa kami tdk ada permintaan khusus. Kami akan pulang bila kami digiring untuk mengucapkan janji-janji tertentu. Oleh guide, dibilang bahwa gak ada korban manusia. Kami belum mengerti maksudnya, tapi gak ada janji2 membuat saya naik ke bangunan tertinggi itu.

    Oh ya kami datang berlima, Saya, istri, anak sulung laki, dan 2 anak cewek. Setelah nafas ngos2an kami stabil, mulailah disuruh masuk ke dalam dengan sekantung alat sajen yang ada dupanya. Sebagai orang non muslim, kami akrab dengan ritual ini sehingga tdk ada perasaan curiga sedikitpun. Sekitar 15 menit sulung saya di dalam, lalu dia keluar dengan muka pucat. Dia memberi kode bahwa sebaiknya saya, istri dan adik2nya jangan masuk ke dalam seperti rencana semula. Kami lalu memutuskan untuk segera turun. Karena istri saya harus memakai sepatunya kembali, jadi masih butuh lebih banyak waktu utk segera turun. Anak sulung saya yang sudah berada agak ke bawah dipanggil kembali oleh orang yang berada pada ruangan tertutup itu, yang biasa dipanggil 'mbah kuncen'. (di mobil anak saya cerita, orangnya belum terlalu tua, berbaju batik). Anak saya padahal sudah gak mau, tapi sayalah yang menyarankan utk kembali masuk. Hanya utk menghargai saja. Ketika anak sulung saya di dalam ruangan tertutup, adiknya menyuruh saya agar segera memanggil kakaknya. Adiknya mengatakan bahwa kakaknya sempat berpesan bahwa ini semacam hipnotis. Kakaknya dipalak. Tapi saya tdk punya keberanian utk memanggil anak saya, sampai kemudian anak saya keluar dengan muka lebih pucat lagi. Dengan buru2 mengatakan agar secepatnya meninggalkan tempat itu. Kamipun agak panik bergegas kembali ke mobil.

    Di mobil anak saya agak histeris menceritakan bahwa dia sangat ketakutan, karena di dalam ruangan tertutup itu ternyata adalah sebuah kuburan. Anak saya dipaksa utk menyanggupi menyetor uang utk membeli kambing hitam seharga Rp.6 juta. Dan itu harus dilakukan sebanyak 7 ekor kambing (7x). Anak saya yang sebetulnya rasional dan kami memang tdk ada masalah, tidak menyanggupinya. Akhirnya anak saya dipaksa utk menyerahkan sejumlah uang dengan alasan utk sesajen di sana. Semua uang yang ada di dompet anak saya sebesar Rp.170ribu harus berpindah tangan...(untung hanya segitu).

    Kamipun bergegas meninggalkan wilayah gunung Kawi dengan perasaan takut. Bungkusan yang diberikan oleh mbah kuncen itupun kami ludahi dan dibuang keluar mobil. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk kami menetralisir perasaan mencekam. Kamipun kemudian makan siang di Malang dan sesudahnya kami melupakan dampak psikologis peristiwa itu. Peristiwanya sendiri tentu masih kami ingat, sehingga kami bisa membaginya utk teman2 di blog ini.

    Kesimpulannya: memang banyak penipuan di Gunung Kawi. Waspadalah...!

    ReplyDelete
  118. bnr bung made semua itu mmg penipu mkn anda cm ditipu sm juru kunci nya sdg aku ditipu lsg sm eyang jugo untung aku sll rekam saat aku komunikasi dgn perantara tmnku yg msh ada hubungan kerabat jd baik penguasa g kawi atau penguasa laut selatan sm2 pembohong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepercayaan tentang alam lain selain manusia memang merupakan sebagian dari rukun iman dalam Islam. Tetapi jikalau ada yang bilang bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal dunia, itu yang perlu dipertanyakan.

      Waspadalah terhadap adanya jin yang memfitnah orang yang telah meninggal dunia tersebut untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Bukankah itu sudah janji setan untuk bisa mengajak umat manusia menjadi pengikut mereka di neraka dengan melalui berbagai macam cara. Bahkan sahabat Rasul-pun pernah digoda setan dalam sholat khusyu' nya agar tidak menjadi khusyu' dan merasa was-was. Apalagi kita manusia biasa yang dengan keimanan yang pas-pas an.

      Karena saya seorang muslim, jadi saya memberikan definisi dan gambaran sebagai muslim.

      Dalam hal inipun kedua tokoh yang dimakamkan adalah tokoh muslim. Kyai Zakaria II adalah seorang tokoh penyebar agama Islam.

      Maaf jika penjelasan ini kurang berkenan bagi siapapun :)

      Delete