29 October 2007

Syamsi penemu artis dangdut di kampung


Orangnya sederhana, khas warga desa. Tapi siapa sangka Syamsi merupakan talent scouter dangdut di Jawa Timur. Penyanyi-penyanyi kampung ‘disulap’ jadi artis beken.


"Sekarang saya punya 200-an cewek. Kapan saja dibutuhkan, saya siap kirim. Untuk show di televisi, bintang tamu, konser, dan sebagainya," ujar Syamsi kepada saya di rumahnya, Dusun Nyamplung, Desa Sumokali, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Syamsi tak hanya bicara. Ia memperlihatkan empat album besar berisi foto-foto ‘anak buahnya’, berikut beberapa contoh surat perjanjian kontrak dengan artis-artis itu. Di ruang tamu rumahnya, juga terpampang pigura besar berisi foto-foto artis. Semuanya, 100 persen, perempuan. Mana artis laki-laki?

"Di dangdut itu penyanyi laki-laki gak payu. Siapa yang mau lihat laki-laki goyang?" tegas Syamsi.

Ini memang tuntutan pasar hiburan yang harus dipenuhi Syamsi. Sebagai pemasok, pria kelahiran Candi, 12 Maret 1971 ini tak akan mau menyediakan artis-artis yang tidak dibutuhkan oleh pasar.

Yang jelas, lagi-lagi sesuai dengan logika pasar, artis itu harus cantik, segar, bodi bagus, usia relatih muda. ‘’Di bawah 25-lah. Kalau di atas 30 sudah nggak menarik lagi, kecuali beberapa penyanyi yang punya kemampuan khusus seperti Inul Daratista. Bodi oke, suara juga harus lumayan. Kalau jelek, ya, nggak bisa tahan,’’ ujar Syamsi.

Dia kemudian menyebut nama artis muda, cantik, beberapa kali muncul di televisi. Goyangannya maut [Inul kalah dahsyat], "tapi suaranya nggak ngangkat. Jelas sangat sulit untuk maju."

Bagaimana cara Syamsi ‘menemukan’ segepok penyanyi lokal?

"Saya sering ngeluyur ke kampung-kampung di seluruh Jawa Timur, hajatan-hajatan kecil, nguping sana-sini. Pokoknya, harus aktif. Nggak bisa menunggu lamaran," urai Syamsi, menggebu-gebu.

Contohnya Uut Permatasari, penyanyi asal Kemasan, Kecamatan Krian, yang tengah naik daun. Vokalis berjuluk ‘Putri Panggung’ ini ditemukan Syamsi di acara hajatan kecil di pelosok Sidoarjo. "Bayarannya waktu itu Rp 15 ribu," kenang Syamsi.

Feeling Syamsi: Uut bisa diorbitkan ke puncak. Syamsi kemudian melakukan pendekatan dengan Uut, orang tuanya, agar bisa ikut orkes-orkes dangdut serta acara-acara besar. Akhirnya, Uut yang tadinya penyanyi kampung bertarif Rp 15 ribu terus melejit. Tanggapan makin banyak, honor naik terus. Menurut Syamsi, honor artis itu selalu naik seiring meningkatnya popularitas.

"Jangan dibalik. Belum apa-apa rewel, minta bayaran tinggi. Kita yang susah," ujarnya.

Artis pemula asal Sidoarjo dan Surabaya dianggap terlalu ‘rewel’, sehingga kurang disukai talent scouter seperti Syamsi. Selain Uut, nama-nama populer lain adalah Ida Miranda, Dewi Sansan, Dessy Sansan, Tyas Sasmita, Endang Sonia. Syamsi pun memasok artis untuk acara dangdut di TVRI Jatim, JTV, hingga Trans TV.

"Belakangan saya diajak untuk membantu acara pemilihan artis dangdut muda di televisi, tapi saya kasihkan orang lain. Saya agak sibuk,’’ tukasnya.

Akankah 200-an artis yang ditangani Syamsi dijamin sukses?

Tentu tidak. Sebab, sukses atau popularitas artis itu ditentukan oleh banyak faktor, termasuk hoki alias keberuntungan. Fisik oke, suara bagus, kesempatan ada, tapi kalau dijauhi ‘dewi fortuna’, ya, sulit terkenal. Belum ada rumus baku menjadi artis terkenal di Indonesia.

Syamsi menyebut artis muda yang dulu selalu diajak Inul di setiap konser. Modalnya besar. "Tapi dia nggak bisa naik. Begitu-begitu sajala, kemudian tenggelam."

Mengurus ratusan artis cantik, seksi, ternyata tidak selalu menyenangkan. Syamsi, yang mulai terjun pada tahun 1985, erasakan sendiri bagaimana ulah artis-artis yang dengan susah-payah diorbitkan dari kampung. Setelah namanya mulai mencuat, bikin ulah dengan mengingkari kontrak awal. Jasa-jasa Syamsi dilupakan begitu saja.

"Mereka lari ke manajemen lain secara diam-diam. Yah, begitu itu risikonya mengurus artis. Lika-likunya sangat banyak," paparnya.

Agar bisnis ini mulus, orang macam Syamsi harus bisa menjaga diri. Sebab, godaan sangat banyak. Tidak boleh ‘aneh-aneh’ sama artis-artis cantik itu. Harus tahan godaan cewek! Hanya dengan begitu, kepercayaan penyanyi-penyanyi pemula [serta keluarganya] bisa dijaga.

"Kalau sampai selingkuh atau tidur sama mereka, ya, habis," tegas Syamsi.

3 comments:

  1. mas boleh tau contack pak samsy, thaks before

    ReplyDelete
  2. mas boleh tau contack pak samsy, thaks before

    ReplyDelete
  3. mas boleh tau contack pak samsy, thaks before
    sm3@goodwayhotel.com
    081270983176

    ReplyDelete