14 October 2007

Helios, hotel turis ransel di Malang


Mau ketemu dan omong-omong dengan turis? Datang saja ke Hotel Helios di Jalan Patimura Nomor 37 Malang. Hampir tiap hari ada turis bule [Eropa dan Amerika] yang menginap di sana. Mereka selalu berkelompok, ramah, dan mau diajak omong-omong kecil.

Saya perhatikan sejak dulu para bule penghuni Hotel Helios ini hampir semuanya turis ransel alias backpackers. Ini golongan pelancong yang kantongnya tidak tebal [ukuran Barat], suka bertualang, menikmati eksotisme, di dunia ketiga. Mereka berlibur dengan biaya sekecil mungkin, namun memuaskan.

Begitulah. Pada libur Lebaran tahun 2007 ini saya bertemu dengan sekelompok gadis cantik asal Belanda. Mereka hendak ke Bromo. Kemudian seorang bapak [kepala botal] bersama istrinya, orang Belanda, yang jalan-jalan melihat gedung-gedung tua di Malang. Juga kota lain di Jawa Timur.

Si Belanda ini sewa kamar paling murah, Rp 35 ribu semalam. Tarif ini, saya kira, tidak mahal pun untuk ukuran orang kita. Kamar bersih, dua tempat tidur, satu meja. Ada air putih. Kamar mandi di luar pakai shower. Sederhana tapi bersih, dan itu disukai para turis ransel.

"Kenapa harus tinggal di hotel berbintang yang mahal? Kami kan hanya perlu kamar untuk istirahat dan tidur. Makan kan bisa di mana saja, di warung, restoran... sambil jalan-jalan," kata laki-laki asal Belanda yang enggan menyebut namanya.

Siang itu dia asyik membaca buku cerita. Begitu juga turis-turis lainnya. Saya perhatikan para turis Barat ini sangat doyan membaca. Ini membuat mereka tidak kesepian meskipun Hotel Helios tidak punya restoran dan fasilitas hiburan apa pun. Macam rumah biasa lah. Selain turis-turis ransel, Hotel Helios digemari tamu-tamu dari berbagai kota di Indonesia yang berlibur ke Malang Raya.

Beroperasi sejak tahun 1960-an, Hotel Helios hanya punya 24 kamar. Kamar paling murah [kamar mandi di luar] cuma Rp 35 ribu. Kemudian ada standard fan [Rp 75.000], fan TV [Rp 95.000], AC [Rp 100.000], AC TV [Rp 120.000], superior [Rp 150.000]. Harga ini berlaku pada Oktober 2007. Pengelola hotel bisa menaikkan sewaktu-waktu sesuai dengan tingkat inflasi di Indonesia.

'Paling banyak tamu kami dari Belanda dan Australia. Tapi ada juga Prancis, Amerika, dan negara-negara lain,' jelas Agus, staf Hotel Helios.

Apakah Hotel Helios mengadakan promosi ke negara-negara Barat? Kok setiap hari selalu ada tamu bule? Ternyata, tidak ada promosi apa pun. Hotel melati mana punya anggaran promosi?

Brosur saja ala kadarnya. Tapi, rupanya, para pelancong berjiwa petualang ini saling getuk tular setelah kembali ke nagaranya. Sehingga, orang-orang Barat yang hendak ke Jawa Timur, khususnya Malang, niscaya tahu Hotel Helios. Konon, saya belum cek nih, Hotel Helios tercantum dalam buku panduan wisata di Eropa. 'Kalau mau melancong ke Malang, mampirlah ke Hotel Helios,' kira-kira begitu.

Agus dan kawan-kawan di Hotel Helios juga menawarkan paket BROMO TOUR. Rutenya: Malang, Gunung Bromo, Gunung Ijen, lantas ke Pelabuhan Ketapang, selanjutnya Bali. Turis juga boleh memilih paket ke perkebunan cokelat, karet, dan kopi di Kalibaru [Banyuwangi]. Selanjutnya, bisa ke Bali, Jogja, atau kota mana saja.

'Paket tur ini sangat disukai turis. Mereka bukan tipe turis yang senang mendekam saja di dalam kota. Mereka sangat menikmati pemandangan alam kita yang indah dan alami,' tambah staf Hotel Helios lainnya.

Para oma dan opa asal Belanda lain lagi hobinya. Sepanjang hari mereka berjalan kaki di berbagai pelosok kota Malang. Lihat gedung-gendung tua macam gereja, tangsi tentara, restoran tempo doeloe, alun-alun, serta tempat-tempat bersejarah.

'Kalau saya sudah jatuh cinta sama Indonesia, termasuk orang Indonesia,' kata Paul Figarro, warga California, Amerika Serikat.

Paul bersama kekasihnya, orang Jawa Timur, tinggal di kamar paling murah. Dia fasih bahasa Indonesia karena punya guru privat yang tak lain kekasihnya. 'Kalau ada uang dan kesempatan, saya usahakan datang ke Jawa Timur, nginap di sini. Sekarang uang saya sudah habis, maka saya mau pulang. Jangan dikira semua orang Amerika itu uangnya banyak. Hehehe...,' ujarnya ramah.

Hotel Helios
Jalan Patimura 37 Malang
Telepon : [0341] 362741
E-mail : helios37@yahoo.com

9 comments:

  1. berapa jauh Malang dah Batu?

    ReplyDelete
  2. malang-batu kira2 40an km. setengah jam perjalanan kalo lancar. dari batu ke malang lebih ringan karena jalan menurun. selamat berwisata.

    rek

    ReplyDelete
  3. makasih bang HUREK

    info hotel murah gini sih sangat bermanfaat dan bervitamin buat backpackers

    salam, TRI

    ReplyDelete
  4. setelah direnovasi, rate helios sudah makin mahal, gak murah kayak dulu. tapi tetap laku keras.

    ReplyDelete
  5. berapa harga kamar saat ini ya?

    ReplyDelete
  6. harga kamar saat ini berapa ya?

    ReplyDelete
  7. .."Salam Solid Bakpackers Indonesia !!!"..

    Bagi para "Backpacker Indonesia" yang mencari akomodasi terjangkau, dan paket wisata yang lain dari para travel agent yang lain selama berwisata ke Kota Malang, bisa langsung saja mampir ke website resmi Helios hotel & transport di :

    www,hotelhelios-malang,com

    atau dapat mengkontak kami di:
    Wahyu_helios@yahoo.com atau Helios37@yahoo.com

    ReplyDelete
  8. jika dari UM naik angkot apa? berapa harga kamar semalam?

    ReplyDelete
  9. harga kamar di helios saat ini (per Juni 2013) berapa ya?

    ReplyDelete