14 September 2007

Nindy Ellesse Jadi Penginjil




Kamis, 13 September 2007, hari pertama saudara-saudara kaum muslim menjalankan ibadah puasa. Saya menghabiskan waktu dengan membaca buku HIDUP BUKAN TEKA-TEKI karya Nindy Ellesse. Saya tertarik membeli buku ini bukan karena isinya, melainkan penulisnya. Nindy Ellesse bikin buku? Buku rohani Kristen?

Dulu, tahun 1980-an, di Flores Timur, saya hanya bisa menyaksikan wajah Nindy Ellesse di TVRI [televisi satu-satunya, hitam-putih] sebagai penyanyi pop manis. Nindy bergabung dengan JK Records milik Judhi Kristianto. JK Recods saat itu menguasai acara musik di TVRI: Aneka Ria Safari, Kamera Ria, Selekta Pop, hingga Album Minggu Kita.

JK Records selalu menghadirkan nona-nona manis, tak peduli kualitas suara. Vokal buruk bisa dibenahi di studio oleh Pak Judhi sendiri. Artis-artis JK pun membawakan lagu-lagu manis karya Pance Pondaag, Obbie Messakh, Wahyu OS, Deddy Dores, Judhi Kristianto, Maxi Mamiri, dan beberapa nama lagi. Tentu saja, Nindy Ellesse ikut kebagian menyanyikan lagu-lagu manis ala JK Records.

Perempuan kelahiran April 1967 ini sejak tahun 1985 merilis album pop manis bersama JK Records. Di antaranya, Naluri Seorang Wanita, Selendang Biru, Surat Terakhir. Berbeda dengan Dian Piesesha, album Nindy Ellesse rata-rata tidak 'meledak' alias biasa-biasa saja di pasar musik. Toh, itu sudah cukup untuk mencatatkan nama Nindy Ellesse di belantika musik Indonesia.



Nindy pun dilibatkan dalam beberapa album kompilasi versi JK Records. Engkau pernah dengar suaranya? Vokal Nindy ini tidak manis mendayu-dayu, tapi agak tebal dan lantang. Dia punya dasar-dasar ilmu menyanyi, sehingga bisa membawakan lagu apa saja. Termasuk yang nadanya tinggi.

Nindy Ellesse kemudian digandengkan dengan Mega Selvia dan Gladys Suwandi [sesama artis JK] dalam Trio Glamendy. Pada 1990-an trio ini kerap muncul di TVRI, namun tak bisa bertahan lama. Setelah Menteri Penerangan Harmoko melarang lagu-lagu cengeng di TVRI, Agustus 1988, berakhir sudah rezim musik ala JK. Label rekaman ini pun surut meski masih eksis sampai sekarang.

Sejak itulah nama Nindy Ellesse pun hilang di tengah masyarakat. Toh, begitu banyak penyanyi masa itu yang bikin satu dua album lalu menikah, lalu hilang. Sebab, masa itu menyanyi umumnya masih dianggap sebagai hobi, bukan profesi sampai tua. Nindy Ellesse yang pernah membintangi film layar lebar dan sinetron pun tekun menyelesaikan kuliahnya di Jakarta.

Saat krisis moneter pada 1998, saya sempat menemui Nindy Ellesse di Surabaya. Waktu itu dia memberikan kesaksikan di sebuah kebaktian kebangunan rohani (KKR) di Gereja Rehobot, Jalan Mayjen Sungkono. Saya diundang panitia untuk meliput.

"Nindy Ellesse yang penyanyi itu?" tanya saya. Panitia mengiyakan. Di Surabaya, khususnya gereja-gereja aliran karismatik, memang ada kebiasaan untuk menghadirkan artis/selebriti yang kebetulan beragama Kristen. Mereka dibayar untuk membagikan pengalaman pribadinya serta pandangan hidupnya kepada jemaat. Kalau si artis itu penyanyi atau bekas penyanyi, dia didaulat membawakan satu dua pujian rohani.

Nindy Ellesse pun demikian. Tapi saat bicara, saya menilai perempuan cantik ini sangat matang. Bicaranya, penguasaan Alkitab, wawasan... di atas rata-rata. Ia lebih pantas disebut evangelis, pengkhotbah, atau pendeta daripada sekadar penyanyi yang menyampaikan kesaksian. Saya terkejut melihat perubahan Nindy Ellesse. Beda sekali dengan artis-artis yang masih populer, yang rata-rata kurang fasih mengutip ayat-ayat suci.

Mendengar penjelasan Nindy Ellesse di depan ratusan jemaat, tahulah saya bahwa Nindy Ellesse bukan lagi Nindy Ellesse yang dulu. Istilahnya, Nindy Ellesse sudah 'lahir baru', mengubah dirinya secara radikal: dari selebriti pop ke orang yang intens dalam pelayanan rohani. Dia mengaku mulai 'lahir baru' sejak 1995.

Lantas, Nindy Ellesse menceritakan panjang lebar masa lalunya yang kelam. Termasuk dua kali usahanya untuk bunuh diri pada usia 16 tahun lantaran frustrasi. "Saya merasa hidup saya ini tidak ada artinya," aku Nindy Ellesse. "... saya merasa tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang mencintai saya, tidak ada yang mengasihi saya, bahkan tidak ada yang menginginkan saya."

Lalu, dia minum satu botol minyak kayu putih. Dia muntah-muntah, tapi nyawanya tertolong. Sebelumnya, dia mau bunuh diri dengan minum belasan butir obat sakit kepala.

Nah, di buku yang diterbitkan oleh Visimedia, Jakarta, ini kesaksian-kesaksian yang kerap disampaikan Nindy Ellesse di depan jemaat bisa kita baca. Juga bagaimana dia bertobat pada 1995 saat mengikuti kebaktian kebangunan rohani di Wisma Antara Jakarta. Nindy Ellesse maju dan didoakan oleh Pendeta Jeffrey Rachmat.

"Air mata mulai mengalir di pipi. Sebagai orang berdosa, saya menyadari perlu tangan Tuhan untuk menolong kehidupan saya. Setelah malam itu, hidup saya mulai berubah. Sesuatu telah terjadi di dalam roh, pikiran, dan hati saya. Tuhan sudah masuk di dalam hati dan telah menjamah kehidupan saya.

"Itulah pilihan terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Tuhan selalu menghadapkan kita kepada pilihan-pilihan di dalam hidup ini...," begitu kesaksian 'Ibu Pendeta' Nindy Ellesse kepada pembaca bukunya.

Pengalaman hidup Nindy Ellesse yang berwarna--nyaris bunuh diri, jadi artis, terkenal, hingga lahir baru--sangat mewarnai isi bukunya. Dengan kemampuan parafrasenya, menemukan ayat-ayat dan kisah di Alkitab yang relevan, Nindy memotivasi kita untuk menghargai hidup. Sembilan artikelnya menekankan dengan tegas dan jelas betapa pentingnya kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.

Jangan sia-siakan hidupmu! Hiduplah dalam kuasa Tuhan! Saat ini juga engkau haus bertobat dan kembali pada Tuhan. "Jika kita tidak pernah meninggalkan dosa, hidup kita sama dengan keadaan yang selalu dijajah dan diperbudak oleh dosa," pesan Nindy Ellesse.

Yah... Nindy Ellesse kini telah menjadi pengkhotbah, bukan lagi penyanyi yang melantunkan lagu-lagu sendu gara-gara ditinggal kekasih.

MAU DENGAR SUARA NINDY ELLESSE?
Bertakhta di Hatiku by Steve & Sydney [gospel song]

1 comment:

  1. aku sangat akrab berteman dengan Nindy di FB lho...
    Nama FB-nya NINDY LAOH, NINDY E LAOH, dan FB Group NINDY ELLESSE. LAOH itu kaya'nya FAM suaminya...(fb = Pinohara Hirata)

    ReplyDelete