14 September 2007

Mus Mulyadi dan keroncong rohani



BAWALAH PERSEMBAHAN karya Paul Widyawan salah satu contoh keroncong (tepatnya langgam) yang diciptakan dengan notasi keroncong. Bukan lagu rohani biasa yang dikeroncongkan.

Keroncong rohani itu apa?
Komposisinya macam apa?
Bedanya dengan musik keroncong biasa?


Begitu pertanyaan-pertanyaan yang kerap saya dengar.

Di toko-toko kaset/CD/VCD kristiani [Protestan/Katolik] selalu kita temukan embel-embel 'keroncong rohani'. Mus Muyadi, penyanyi terkenal yang piawai membawakan lagu-lagu keroncong, paling banyak bikin kaset keroncong rohani.

Setahu saya Cak Mus [dia memang berasal dari Surabaya] hingga saat ini sudah merilis sekitar 10 album keroncong rohani. Saya sendiri mengoleksi dua album keroncong versi Mus Mulyadi. Juga ada nama Anastasia Astuti, penyanyi keroncong yang lumayan ternama di Indonesia.

Setelah saya putar, tahulah saya apa gerangan yang dimaksud dengan keroncong rohani itu. Yang jelas, iringannya pakai orkes keroncong lengkap. Plus kibod, drum. Jadi, boleh dikata, 100 persen sama dengan keroncong-pop yang kerap dibawakan Hetty Koes Endang. Saya kira, pemusik-pemusik yang mengiringi Mbak Hetty pun terlibat di proyek keroncong rohani ala Cak Mus Mulyadi.

Berikut 10 lagu di album KERONCONG ROHANI Volume 5 Mus Mulyadi, produksi Maranatha, Jakarta.

1. Gembala Baik Bersuling Nan Merdu [C. Akwan, 1984]
2. Lebih Dekat Pada-Mu [Oscar C./R. Jackson]
3. Di Doa Ibuku Namaku Disebut [Peter P. Bilhorn]
4. Betapa Kita Tidak Bersyukur [Subronto Kusumo Atmodjo]
5. Kasih [Yuda D. Mailo'ol]

6. Ku Tak Dapat Hidup Tanpa Dia [....]
7. Dia Hanya Sejauh Doa [.....]
8. Seperti Rusa [Martin J. Nystrom]
9. Bapa Surgawi [Lisna G. Arifin/Herna]
10. Ku Siapkan Hatiku Tuhan [Hank Samuel].


Dari daftar ini, tahulah kita bahwa lagu-lagu yang dibawakan Cak Mus [juga penyanyi-penyanyi rohani lain] sejatinya pop rohani alias gospel yang diiringi dan dinyanyikan dengan cara keroncong. Bisa dipastikan, keroncong rohani mengambil pujian-pujian yang paling populer di kalangan jemaat kristiani di tanah air.

Sejauh ini saya belum pernah menemukan 'keroncong rohani' yang menggunakan lagu baru. Apalagi, lagu yang sejak awal diniatkan sebagai komposisi keroncong, yang memerhatikan kriteria lagu keroncong: akord, notasi, jumlah bar, dan sebagainya. Namanya juga pop rohani atau nyanyian jemaat, format lagu-lagu itu sudah lazim kita kenal.

Satu-satunya lagu keroncong 'beneran' hanyalah Persembahanku karya Paul Widyawan di salah satu album Mus Mulyadi. Pak Paul dari Jogja, salah satu dedengkot Pusat Musik Liturgi [PML] Jogjakarta, merupakan komponis musik liturgi Katolik yang sangat produktif menciptakan nyanyian liturgi bernuansa Indonesia sejak 1970-an sampai sekarang.

Paul Widyawan menciptakan beberapa lagu keroncong [lebih tepat: langgam] dan dimuat di MADAH BAKTI, buku doa dan nyanyian Katolik. Karena itu, keroncong-keroncong rohani karya Paul Widyawan sangat populer di lingkungan Gereja Katolik Indonesia. Saya bisa katakan, Paul Widyawan merupakan satu-satunya penulis keroncong rohani sejati.

Saya akan membahas kiprah Paul Widyawan di sebuah tulisan khusus. Orang ini mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengembangkan musik gerejawi bernuansa Indonesia. Paul merupakan salah satu pejuang inkulturasi musik liturgi terdepan di Indonesia. Saya benar-benar salut akan kegigihan Paul Widyawan dalam bidang musik liturgi.

Lain dari itu, ya, keroncong-keroncongan. Pop biasa dengan lirik rohani, tapi dinyanyikan dengan cara keroncong. Saya sempat merasa tertipu saat membeli dua album Mus Mulyadi berembel-embel keroncong rohani.

"Yang penting, saya bisa mengajak saudara-saudara seiman untuk makin dekat dengan Tuhan. Syukur kalau album saya diterima di semua gereja," kata Mus Mulyadi dalam suatu kesempatan di Surabaya.

Terlepas dari beberapa kelemahan, misal pembuatan album yang cepat, musik monoton, bagaimanapun juga Mus Mulyadi bersama Maranatha telah melakukan sosialisasi musik keroncong di kalangan umat kristiani secara teratur dan konsisten. Entah melalui rekaman atau penampilan langsung, Cak Mus senantiasa menunjukkan bahwa dialah salah satu penyanyi keroncong terbaik di Indonesia.

Hanya saja, akan lebih afdal lagi manakala penulis-penulis lagu kristiani mau bekerja keras seperti Paul Widyawan. Bikin lagu dengan pola, struktur, rumus, sesuai dengan ketentuan musik keroncong [atau langgam atau stambul] yang sudah baku. Ditambah syair yang kristiani, barulah komposisi itu layak disebut keroncong rohani.

Kapan ada komposisi keroncong rohani yang benar-benar keroncong ya? Pak Paul Widyawan, bikin komposisi keroncong yang banyak dong!BAWALAH

10 comments:

  1. Bung, menarik sekali tampilan blognya, sederhana dan punya paduan warna bagus--tidak "rame".
    Mus Mulaydi adalah idola banyak orang, terutama yg suka lagu keroncong. Secara khusus berkaitan lagu keroncong rohani (kristiani), menjadikan diriku penasaran, hehehe, Mus Mulaydi bisa 'bawa aku ke tahun 1970-an' ketika Cak Mulayadi bersama the Favourit.
    Salam,
    Gustavo

    ReplyDelete
  2. wah aq baru tau kalo cak mus nyanyiin kroncong rohani kristen. apa dia kristen?

    ReplyDelete
  3. hehehe... gustavo, soalnya saya ini gaptek, gagap teknologi, gak paham bahasa-bahasa program. jadinya ya sangat sederhana. terima kasih sudah kasih komentar.

    ReplyDelete
  4. Wah, manteb Kang Review artise,,,
    Ditunggu Review berikutnya,,
    Makasih,,
    GBU'

    ReplyDelete
  5. pagiiii.....bisa minta tolong???punya link untuk download lagunya mus mulyadi yg khusus lagunya "kasih"???udah nyari muter2 gak ktemu....tolong klo ada kirim ke email:yudan_78@yahoo.com.
    btw....thanks!!!

    ReplyDelete
  6. gmn seh cara donlot'e,,,, gw ga pernah ketumu lagu'e,,,, mohon dbantu y,,, mksh...

    ReplyDelete
  7. Hidup Keroncong...!!!

    ReplyDelete
  8. aku pengen download albumnya mus mulyadi yang keroncong rohani kok gak ada ya ?? :(

    ReplyDelete
  9. lo mas lambertus kerja di radar surabaya ?? wah kebetulan saya lagi magang di jawa pos sekarang di redaksi. ^^

    ReplyDelete
  10. downloadnya dmn ?

    ReplyDelete