01 September 2007

Indah Kurnia pecahkan rekor Muri



"Ask, and it will given you. Seek, and you will find. Knock, and it will be opened for you. For everyone who asks receives. He who seeks find. To him who knocks it will be opened".

Ini kata-kata mutiara Indah Kurnia.

Saya tahu persis itu dikutip dari Alkitab, tepatnya Matius 7:7-8. Saya sedikit tahu kepribadian, obsesi, jalan hidup, karier, prestasi, bakat, keluarga, teman-teman... yah banyak tentang Indah Kurnia dari buku biografinya.

Ditulis sendiri, ditambah pengantar pendek di setiap bait oleh Lan Fang, catatan ringan Indah Kurnia terasa hidup. Enak dibaca dari awal sampai akhir. Saya jamin, begitu membaca halaman pertama, anda tertarik baca lagi, baca lagi... sampai tamat. Ah, ternyata Mbah Indah punya bakat menulis.

Akhir Agustus 2007 Indah Kurnia mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai orang Indonesia yang membawakan lagu terbanyak tanpa teks. Dia nyanyi lima hari berturut-turut di Surabaya: Balai Pemuda, Atrium ITC, Atrium Mal Galaxy, dan Le-Ballroom Pakuwon City (PTC). Seluruhnya 714 lagu, disesuaikan dengan Kota Surabaya yang baru saja merayakan hari jadi ke-714.

Lagu pertama, Persembahan (Bing Slamet), sedangkan lagu ke-714 Hip-Hip Hura (Adjie Sutama). Macam-macam lagu dari jenis pop, country, perjuangan, daerah, rock, keroncong, campursari.... disikat habis Indah Kurnia tanpa teks. Rupanya Indah ingin kasih pelajaran untuk penyanyi-penyanyi sekarang.

"Fenomena sekarang, penyanyi kita banyak yang tidak bertanggung jawab dengan profesinya. Banyak di antara mereka yang menyanyi dengan membaca teks yang disembunyikan di monitor speaker, padahal lagunya itu-itu saja. Tidak jarang para diva kita tampil dengan lafal yang tidak tepat, bahkan untuk lagu berbahasa Inggris. Ironis...," tulis Indah Kurnia di buku biografinya.

Ah, Mbak Indah membongkar rahasia dan borok penyanyi zaman sekarang. Namanya juga zaman instan, bukan? Mana sempat hafal syair? Gayanya sih keinggris-inggrisan, tapi memang hampa belaka!

Jumat malam, 31 Agustus 2007, Indah Kurnia berkunjung ke kantor Radar Surabaya. Bos BCA Tunjungan ini mau mengucapkan terima kasih kepada media massa yang telah 'mengawal' (istilah Indah Kurnia) acara pemecahan rekor Muri yang luar biasa itu. Bersama suami dan beberapa rekannya, Indah juga membawa suvenir dan nasi kuning yang lumayan enak. Sering-sering ke mari ya! Hehehe...

Saya terkesan dengan Indah Kurnia. Meski sangat terkenal di Kota Surabaya [bos bank terkenal, pernah jadi manajer Persebaya, penyanyi dengan jam terbang tinggi, pengurus PDI Perjuangan, relasinya orang-orang ternama di tanah air], Mbah Indah sangat luwes. Sekali-sekali saya 'tes kemampuannya' menyanyi. Ah, benar sekali, dia hafal semua syair lagu-lagu lama, dan langka, dengan fasih. Termasuk yang berbahasa asing macam Italia, Tiongkok, Spanyol, atau bahasa daerah.

Indah mengaku sangat mudah menghafal syair-syair berbahasa Indonesia, Inggris, atau Jawa, yang sangat dia kuasai. Lain dengan syair Italia atau Spanyol, misalnya. Cara menghafal? "Saya menyanyikan itu tiap hari di rumah. Kalau dinyanyikan terus-terus, ya, akan nancap di sini," ujar perempuan yang sukses mengangkat Persebaya dari Divisi I ke Divisi Utama sambil memegang dahinya.

Indah Kurnia mulai menyanyi sejak 1978 saat remaja. Lalu bergabung dengan Casino Band, bend terkenal yang malang melintang di dunia hiburan Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur. Casino ini membawakan lagu apa saja. Ben dan penyanyi 1970-an hingga 1980-an memang dituntut bisa membawakan musik apa pun.

Beda dengan ben-ben sekarang yang hanya bisa membawakan lagu-lagunya sendiri, itu pun pakai teks di monitor. Jadi, sebetulnya wajar saja bahwa Indah Kurnia menguasai ribuan lagu di luar kepala. Jam terbangnya memang tinggi. Dan iklim hiburan masa itu memang sangat memungkinkan. Saya rasa, masih banyak penyanyi 1970-an lain yang punya kemampuan seperti Indah Kurnia, bahkan lebih.

Kembali ke pemecahan rekor Muri. Indah Kurnia mengaku tidak melakukan latihan khusus. Dia hanya nyanyi-nyanyi biasa di rumah, mendata lagu, koordinasi dengan band, paduan suara, penari latar. Yang lebih banyak justru memikirkan hal-hal di luar urusan menyanyi: panggung, sound system, undangan, negosiasi dengan pemilik gedung....

Indah Kurnia menjadi event organizer untuk dirinya sendiri. "Padahal, biasanya saya diminta jadi EO untuk acara-acara orang lain," tutur ibu tiga anak ini [Verlita, Kevin, Justin].

Indah Kurnia juga menghadap [baca: sowan] beberapa petinggi di Surabaya. Salah satunya Kapolda Jatim Irjen Herman S. Sumawiredja. Pak Herman berpesan agar Indah memeriksakan suaranya ke dokter THT mengingat frekuensi penggunaan pita suara dalam rangka Muri ini sangat tinggi.

Pak Kapolda cerita pengalamannya mengelilingi kakbah dan merapalkan doa selama tiga jam di tanah suci. Besoknya, suara Pak Kapolda hilang. "Apalagi, saya menyanyi 7-10 jam sehari selama lima hari berturut-turut," kata Indah Kurnia.

Sesuai petunjuk Kapolda, Indah pun pergi ke dr. Sunaryadi Tejawinata, spesialis THT di Surabaya. Saya bertanya, ada jamu-jamuan atau resep khusus? Indah mengatakan tidak ada. Semuanya berjalan biasa, kecuali mengurangi makanan gorengan, kerupuk, dan pantangan khas penyanyi lainnya. Dia hanya berdoa dan berdoa [minta dan ketuk pintu rumah Tuhan...] agar hajatan ini sukses.

Puji Tuhan, acara ini sukses besar. Jaya Suprana, bos Muri Semarang, menyaksikan konser hari kelima di PTC sekaligus menyerahkan piagam Muri. Bukan hanya Jaya Suprana, hampir semua pejabat Muri menikmati suara dan gaya panggung Indah Kurnia. Ini jarang terjadi, karena biasanya Muri hanya mengirim satu atau dua wakilnya untuk menyaksikan dan menyerahkan piagam.

"Terima kasih banget karena acara saya dihadiri begitu banyak orang. Teman-teman wartawan juga sudah banyak membantu saya memberitakan acara saya," kata Indah Kurnia, alumnus SMA Negeri 5 Surabaya. SMA elite ini tercatat melahirkan orang-orang hebat macam Rudy Hartono (legenda bulutangkis), Basofi Sudirman (bekas gubernur Jawa Timur), Gombloh (penyanyi legendaris), Win Hendrarso (bupati Sidoarjo).

Saya terkesan dengan pernyataan Indah Kurnia yang diulang beberapa kali di buku biografinya. Dia ingin mematahkan streotipe di masyarakat [waktu itu 1970-1980-an] bahwa "penyanyi itu bodoh".

"Cemoohan para tetangga terhadap profesiku [penyanyi] sempat memerahkan telinga dan hati. Mereka bilang PENYANYI UMUMNYA BODOH karena cuma memikirkan cari uang, gam mikir pelajaran. Tapi Indah kecil yang sudah tahu arti harga diri, berkomitmen dalam hati.... AKU PENYANYI YANG BEROTAK, LIHAT, AKU AKAN JADI APA NANTI!"

Yah, kini orang di Surabaya, dan Jawa Timur, sudah tahu Indah Kurnia itu siapa. Ada baiknya, mereka yang dulu mencemooh Indah Kurnia cepat-cepat mencabut pernyataannya dan minta maaf.

3 comments:

  1. salam buat mbah indah ya. beliau itu memang kreatif, cerdas, dan religius.

    ReplyDelete
  2. mbak INDAH,
    memang luar biasa,tidak lupa TUHAN,teman dan kerjaan.
    Terus nyanyi dan jangan berhenti,ya
    Belanja???

    ReplyDelete
  3. Guddd... Guddd...

    ReplyDelete