10 September 2007

Juri Duta Wisata Sidoarjo 2007


Sabtu, 8 September 2007. Bertempat di Convention Hall Suncity Plaza, Jalan Pahlawan Sidoarjo, berlangsung malam final Pemilihan Guk dan Yuk Sidoarjo 2007. Saya menjadi salah satu dari empat juri.

Sebuah kejutan tersendiri bagi saya, duduk di bangku dewan juri, persis di kanan panggung. Dulu, pada tahun 2004, saya duduk di bangku penonton, sebagai peliput. Jadi penonton [atau peliput], kita bebas tertawa, komentar, merespons tingkah pola peserta di panggung.

Sebagai juri, kita harus sangat cermat memerhatikan penampilan, jawaban, menjaga standar penilaian. Harus serius dan objektif. Baru kali inilah saya duduk sebagai juri event sebesar pemilihan duta wisata Kabupaten Sidoarjo. Kalau sekadar juri lomba karaoke di kampung, paduan suara ibu-ibu PKK, vocal group.. sih sudah beberapa kali saat masih mahasiswa.

"Anda memang layak jadi juri pemilihan duta wisata. Sebab, anda kan sudah keliling semua kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Sudah tahu banyak tentang Sidoarjo, khususnya seni budaya dan objek wisata," ujar Hartono, mantan ketua Dewan Kesenian Sidoarjo.

Pak Hartono, yang juga bos Galeri Akar Jati, satu jam sebelum acara dimulai, memang memotivasi saya agar percaya diri. Maklum, sebelumnya saya merasa kurang pantas menjurii pemilihan duta wisata Sidoarjo, tetangga terdekat Kota Surabaya, salah satu 'kabupaten elite' di Jawa Timur.

Asal tahu saja, kualitas anak-anak muda Sidoarjo tak jauh berbeda dengan Surabaya. Sebagian finalis pun kuliah di Universitas Airlangga serta kampus terkenal di Surabaya. Wawasan mereka boleh lah! Kalau ada pemilihan duta wisata Jawa Timur, Raka-Raki, wakil Sidoarjo pun biasanya dapat nomor.

Wah, ketika sudah berada di convention hall, saya masih belum percaya ditunjuk sebagai juri. Saya pun sempat bincang-bincang dengan Pak Mukhlis Yasin, kepala Dinas Pariwisata Sidoarjo, penanggung jawab utama acara ini. Beliau ini sering diskusi dengan saya saat saya masih bertugas di Sidoarjo.

Tidak ada pesan atau 'titipan' apa-apa untuk juri. Artinya, kami berempat bebas memilih pemenang Guk [laki-laki] dan Yuk [perempuan] secara objektif. Apa adanya. "Carilah yang terbaik karena mereka akan mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam berbagai event di Sidoarjo, Jawa Timur, maupun nasional," kata Pak Mukhlis yang didampingi istrinya.

Dari panitia pelaksana, Dicky Hermawan [mantan Guk Sidoarjo], juga tak ada titipan, apalagi intervensi. Dicky hanya berpesan bahwa penilaian hanya mengacu pada PENAMPILAN dan kualitas JAWABAN peserta di atas panggung. Boleh menjawab pakai bahasa Indonesia, boleh bahasa Inggris.

"Biarpun menjawab pakai bahasa Inggris, kalau jawabannya tidak tepat, ya, nilainya rendah. Tapi, kalau jawabannya tepat, pakai bahasa Inggris, dia dapat nilai tambah," kata Dicky, teman lama di Sidoarjo. "Selanjutnya, kami serahkan pada dewan juri."

Sekitar pukul 20.30 WIB, Wakil Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah bersama istri masuk ruangan. Acara utama pun mulai. Setelah pidato dari Pak Mukhlis dan Pak Saiful, 20 finalis [10 pasang] diperkenalkan kepada hadirin. Pemilihan tahunan ini diikuti 68 peserta [39 laki-laki, 29 perempuan]. Melalui babak penyisihan dan proses selama satu minggu, terpilih 10 finalis.

Nah, semua finalis memakai busana khas Kabupaten Sidoarjo yang mengacu pada tradisi Kerajaan Jenggolo. Busana ini digali oleh sebuah tim budayawan, salah satunya almarhum Bapak Munali Patah.

Anggun sekali busana itu!

Karena pertimbangan efisiensi, karena Sun City Plaza membatasi masa pinjam gedung, para juri tidak bertanya langsung. Tapi sebelumnya kami dimintai daftar pertanyaan. Saya menyodorkan 23 pertanyaan, dan ternyata paling banyak dipakai malam itu. Usulan pertanyaan saya bervariasi: seputar Sidoarjo, pariwisata, lumpur lapindo, kemacetan lalulintas, Deltras.

Pembaca acara [MC], Guk Onny dan Yuk Awaliah, yang membacakan pertanyaan untuk masing-masin peserta. Pertanyaan saya umumnya sederhana. Pertanyaan dari juri lain agak abstrak, dan saya rasa agak sulit dijawab. Misal: apa tujuan hidup anda? Apa yang terpenting dalam hidup? Apa saja kekecewaan dalam hidup anda?
Pertanyaan-pertanyaan abstrak memang selalu ada dalam ajang pemilihan Duta Wisata, Putri Indonesia, Miss Indonesia, hingga Miss Universe. Pertanyaan abstrak melatih peserta berpiki abstrak pula. Ia harus menjawab dengan singkat, padat, tepat. Nah, di sini saya cermati jawaban beberapa peserta agak ngambang. Gak titis, kata orang Jawa Timur.

Logika sirkuler alias berputar-putar juga lazim ditemui di ajang macam ini. Jawabannya kelihatan panjang, tapi isinya sedikit. Saya juga tidak bisa menyalahkan peserta, karena ketahuilah bicara di atas panggung, di depan ratusan pasang mata, itu tidak gampang, Saudara!

Saya menilai, hampir semua finalis malam itu sudah memberikan yang terbaik. Untuk ukuran Sidoarjo, bahkan Jawa Timur, mereka sudah layaklah. Kalau diperdalam lagi, insya Allah, pemenangnya bisa menembus acara-acara serupa di tingkat nasional. Apalagi, dua finalis putri mampu menjawab dengan tepat, pakai bahasa Inggris pula. Cantik-cantik dan tinggi lagi!

Ada diskusi kecil di antara kami, empat juri. Ibu Erma Savitri [NJS Modelling Surabaya] mengingatkan bahwa pemilihan duta wisata itu bukan pemilihan bintang pelajar. Kita jangan terlalu kaku pada unsur BRAIN [kecerdasan, kualitas jawaban]. Jangan lupakan BEAUTY [penampilan, postur, fisik] dan BEHAVIOR [sikap, perilaku].

Berdasar pengalaman di mana-mana, peserta yang sangat pandai, pintar menjawab, ternyata tidak mau aktif menjalankan tugas sebagai duta wisata. Ada-ada saja alasannya untuk mengelak. Dikirim ke tingkat provinsi tak mau. Sulit dihubungi. Dan sebagainya. Ada lagi yang BRAIN-nya bagus, tapi fisiknya payah sehingga belum apa-apa dicibir penonton.

Saya dan ibu-ibu juri sepakat. Bahwa kriteria penilaian harus diperluas. Harus menimbang banyak unsur. Sebab, bagaimanapun juga para pemenang akan mewakili Kabupaten Sidoarjo ke kontes tingkat provinsi [Pemilihan Raka-Raki Jawa Timur] di Surabaya. Kami berkepentingan agar wakil Sidoarjo menjadi juara tingkat provinsi.

Singkat cerita, penilaian grand final ternyata tidak sulit. Jangankan juri, sejak penonton sudah bisa meraba-raba pemenangnya. Di ruang rapat pun kami sepakat siapa-siapa yang harus lolos. "Bagaimana pandangan Mas Dicky sebagai ketua panitia? Hasilnya seperti ini. Apakah ada pertimbangan khusus dari pemkab atau panitia?" kata Ibu Erma, ketua dewan juri.

"Tidak ada. Kita objektif saja, sesuai dengan pilihan juri. Dan memang nama-nama itu layak," kata Dicky Hermawan. Alhamdulillah, tugas kami sebagai juri pun selesai.

Sebuah pengalaman baru dan indah buat saya: menjadi juri grandfinal Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Sidoarjo Tahun 2007. Bisa menambah daftar di curriculum vitae saya. Hehehehe.....

HASIL PEMILIHAN GUK DAN YUK SIDOARJO 2007

Guk Sidoarjo : Tedy Mikael Rismawan [Krian]
Yuk Sidoarjo : Maya Faridha [Kota]

Wakil I Guk : Reska Prakasa [Buduran]
Wakil I Yuk : Prisma Ashardita [Gedangan]

Wakil II Guk : Azlansyah [Waru]
Wakil II Yuk : Anafia Dwi Maharani [Taman]

CATATAN:

Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat, dan telah dilegitimasi oleh Wakil Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah. Mereka berhak menjadi duta wisata resmi Kabupaten Sidoarjo hingga Pemilihan Guk dan Yuk tahun depan.

12 comments:

  1. waa...mas..aku taun ini ikutan Guk Yuk..heheh, cuma dapet 1st RU..tapi cukup memuaskan hasrat ikut pageantku LOL..salam kenal mas.

    Indrahariasmara@gmail.com

    ReplyDelete
  2. mas aq bole minta jdwal pendaftaran guk yuk ga??? blz di email
    affandybaroe@yahoo.com

    ReplyDelete
  3. halo, apa syarat ikut guk yuk sda? suwun.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih untuk Indra, Affandi, dan teman anonim. Syarat ikut Guk-Yuk sama saja dengan duta wisata daerah lain. Nomor satu fisik yang oke, tinggi-berat proporsional, good looking. Sebab, bagaimanapun juga duta wisata itu "manusia panggung". Jadi pusat perhatian masyarakat.

    Nomor dua punya pengetahuan umum, khususnya tentang Kabupaten Sidoarjo. Sederhana saja kok. Salam untuk semua finalis dan angota Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo.

    ReplyDelete
  5. pendaftaran guk yuk bwt taun 2009 tuh udah selesai tha???
    truz penyisihannya kapan sich???

    ReplyDelete
  6. Masa pendaftaran: 10 Juni s/d 18 Juli 2009
    Tempat pendaftaran:
    Dinas Pariwisata, Jln Sultan Agung 34, Telepon 031 8941104
    Universal Fun Center (UFC) 031 8959757

    Contact Person:
    Erlina 081 9130 50002
    Nurkolis 085 232 038117, 081 555730 452

    ReplyDelete
  7. kalo ajang guk yuk cilik, mungkinkah peserta dari luar sidoarjo menjadi nominasi pemenang ?
    Kriteria penilaiannya gimana mas, menimbang usia mereka yang 4 s.d 9 tahun ?

    ReplyDelete
  8. Saya sudah lama tidak memantau acara Guk-Yuk Sidoarjo. Prnsipnya, ya, harus dari wilayah Kabupaten Sidoarjo yang 18 kecamatan itu. Orang luar kabupaten, menurut saya, sebaiknya jangan dimenangkan. Sebaiknya dia ikut pemilihan serupa di kabupatennya.

    Penilaian untuk anak-anak tidak sama dengan Guk-Yuk benaran. Setahu saya, mereka memperkenalkan diri, bicara sedikit, lalu jalan dan bergaya di atas panggung. Sebaiknya sampean tanya panitia atau pengurus Guk-Yuk Sidoarjo.

    ReplyDelete
  9. maaf mas Lambertus L. Hurek, tahun kemarin saya kurang info pendaftaran guk yuk sidoarjo, kalau tahun 2010 kapan ya mas... maaf karena kurangnya informasi tentang guk yuk sidoarjo

    ReplyDelete
  10. mas...tolong lebih di publikasikan mengenai pendaftarannya...kalau taun 2010 kpan ya??

    ReplyDelete
  11. pertanyaan lainnya apa pak? sebagai referensi, terimakasih.

    ReplyDelete
  12. Salam kenal, tetap dukung perkembangan pariwisata di Kab. Sidoarjo

    ReplyDelete