24 August 2007

Waras, manusia berhati emas

Waras (56 tahun), orang jujur asal Siring, benar-benar mujur. Setelah mendapat hadiah uang Rp 20 juta serta perhiasan senilai Rp 30 juta, PT Minarak Lapindo Jaya memberikan sebuah rumah di Perumahan Griya Wisata Tanggulangin.

Rumah tipe 40/90 itu diberikan secara cuma-cuma kepada keluarga Waras. Tidak hanya itu. Rumah seharga Rp 70 juta tersebut tengah direnovasi bagian belakang, pagar depan, serta dipasangi sambungan listrik 1.300 watt.

Waras, korban lumpur panas, telah mengembalikan kelebihan uang pembayaran ganti rugi dari PT Minarak senilai Rp 429 juta pada Selasa (14/8) lalu. Waras punya sebidang sawah seluas 2.440 meter persegi yang terendam lumpur panas.

Berdasar ketentuan, dia berhak mendapat ganti rugi Rp 56 juta dari anak perusahaan Lapindo Brantas Inc itu. Namun, saat mengecek uang di rekeningnya, ternyata dana yang diterimanya Rp 486 juta lebih. Waras kemudian mengembalikan kelebihan uang itu. Sebagai ungkapan terima kasih, pihak Minarak kemudian memberikan berbagai hadiah kepada Waras dan keluarganya.

Menurut Waras, renovasi rumah dengan dua kamar tidur tersebut akan selesai pada Selasa (28/8), bertepatan dengan penyerahan kunci oleh manajemen PT Minarak. Selain itu, perusahaan yang bertugas menangani ganti rugi untuk korban lumpur panas ini memberikan berbagai perabot rumah tangga.

Antok, mandor pelaksana, mengatakan, pihaknya diperintahkan oleh pihak Minarak untuk menyelesaikan renovasi rumah untuk keluarga Waras secepat mungkin. "Bila tidak ada halangan, renovasi ini akan selesai Selasa depan," ujar Antok ketika ditemui RADAR Surabaya di Perumahan Griya Wisata Tanggulangin, Jumat (24/8).

Terpisah, Direktur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo mengatakan, apa yang dilakukan PT Minarak adalah bentuk terima kasih serta penghargaan yang tulus kepada keluarga Waras. "Ini tidak sebanding dengan apa kebaikan Pak Waras dan keluarganya kepada kami," ujarnya di Sidoarjo.

Sementara itu, Waras yang kini tinggal di rumah kontrakan sederhana di Desa Juwetkenongo, Porong, mengaku masih tidak percaya dengan banjir hadiah yang telah diberikan oleh PT Minarak. "Saya masih belum percaya, Mas. Wong sudah diberi uang dan perhiasan kok masih diberi rumah lagi. Ini betul-betul anugerah yang tak ternilai. Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Minarak," ujar Waras.

Hingga kemarin, dia dan keluarganya belum sempat melihat kondisi rumah di Perum Griya Wisata. Namun, dia berencana memelihara kambing di rumah baru itu. "Saya hanya ingin tahu apakah nanti lima kambing saya ini bisa dibawa ke sana atau tidak. Kalau tidak bisa, karena para tetangga terganggu, ya, kambing itu akan saya jual," tuturnya.

No comments:

Post a Comment