25 August 2007

Ketegaran Ibu Kembar -Sekolah Darurat Kartini




Sekolah Darurat Kartini di sejumlah kawasan kumuh Jakarta digusur habis oleh aparat Pemprov DKI Jakarta. Padahal, sekolah alternatif gratisan ini telah berhasil mengentaskan sekitar 2.000 anak-anak kaum marginal di ibukota.

Ribuan kendaraan melintasi Tol Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta Utara. Suasana kumuh di kolong jembatan terlihat jelas dari atas. Nah, di situ ada bangunan dengan dinding tripleks dan kayu jelek. Ruangan seluas 40 meter persegi itu menjadi tempat belajar anak-anak gelandangan, pemulung, serta pengemis di ibukota Republik Indonesia.

Sekolah Darurat Kartini. Itulah lembaga pendidikan semiformal yang didirikan Sri Rosiati dan Sri Irianingsih--lebih dikenal dengan Ibu Kembar--pada 1996. Sekolah itu bakal tinggal sejarah di Jakarta. Maklum, sejak beberapa bulan lalu Pemkot Jakarta Utara ngotot menutup sekolah khusus untuk anak-anak kaum miskin itu. Tenggat waktu alias deadline sudah ditetapkan, yakni 31 Agustus 2007.

“Yo opo maneh [Mau apa lagi?] Wong wali kotane gak kepengin ono sekolah ndek kolong jembatan tol. Kami memang diminta segera meninggalkan tempat ini,” papar Sri Rosiati alias Bu Rosi kepada saya, tadi (24/8/2007).

Perempuan kelahiran 4 Februari 1950 ini tetap tenang kendati sekolah yang dirintisnya bersama Sri Irianingsih (Bu Rian) satu dekade silam itu sedang terancam keberadannya. Rosi optimistis bakal mendapat jalan keluar terbaik, entah dari pemkot, swasta, parlemen, maupun masyarakat umum.

“Kalau saya ikut resah, bagaimana dengan anak-anak yang belajar di sekolah kami? Semuanya saya serahkan pada Allah SWT. Wong misi sekolah darurat ini juga kan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Ya, saya sama Ibu Rian menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.”

‘Anak-anak’ yang dimaksud Bu Rosi tak lain para siswa sekolah darurat yang kini tersebar di berbagai kawasan Jakarta. Seluruhnya ada 2.100 orang. Menurut Bu Rosi, Senin (20/8) lalu dia mendapat surat dari Wali Kota Jakarta Utara beris perintah untuk membongkar sekolah darurat di kolong Tol Jembatan Tiga, Pluit. Bu Rosi dan Bu Rian bersama sejumlah aktivis dan para pemulung kemudian bergerak, meminta agar rencana pembongkaran ditunda.

“Tapi, ya, kayaknya mereka ngotot melakukan pembongkaran,” ucap Bu Rosi dalam logat Jawa yang medhok.




Kenapa Anda ngotot mempertahankan sekolah darurat di kolong jembatan dan di kantung-kantung pemulung? Bukankah Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso sudah lama berniat menertibkan semua permukiman kumuh di Jakarta?

Persoalannya, kata Bu Rosi, tiga tahun lalu Bang Yos (sapaan akrab Gubernur Soetiyoso) berjanji menyediakan lokasi baru untuk Sekolah Darurat Kartini. Namun, ternyata, sampai sekarang janji itu tak pernah direalisasikan. Lokasi baru tak kunjung disediakan, sementara masa jabatan Bang Yos akan segera berakhir.

“Kalau pemda sudah menyediakan lokasi alternatif nggak ada masalah. Lha, sekarang ini sekolah kami mau dibongkar tanpa ada solusi. Jadi, kami hanya menagih janji dari Pak Gubernur,” ujar mantan dokter dan pengusaha properti itu.

Menjelang deadline 31 Agustus 2007, Bu Rosi, Bu Rian, bersama pengurus Sekolah Darurat Kartini bertekad mempertahankan komunitas anak-anak pemulung, gelandangan, dan sebangsanya, di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara. Mulai Sabtu (25/8), Bu Rosi dan kawan-kawan memindahkan sekolah darurat di sebuah lahan terbuka.

“Atapnya kita pakai terpal. Soalnya, anak-anak yang belajar di situ ada sekitar 520 orang. Kalau ditutup begitu saja, mau ke mana lagi anak-anak itu?” tegas Bu Rosi yang tak memungut dana sepeser pun dari orang tua siswa. “Untuk makan minum sehari-hari saja susah, apalagi harus bayar biaya sekolah segala. Saya selalu menekankan agar sekolah darurat itu gratis.”

“Sampai kapan Anda berjuang mempertahankan sekolah darurat di Jakarta?” tanya saya.

“Pokoknya, saya akan terus mendampingi anak-anak itu sampai saya nggak ada lagi di dunia ini. Sebab, hati saya sudah tidak bisa dipisahkan dari anak-anak itu. Mereka sudah menjadi bagian dalama hidup saya bersama Bu Rian,” tegas Bu Rosi.

Menurut dia, kota sebesar Jakarta dengan penduduk 8-10 juta tak akan pernah lepas dari masalah-masalah sosial. Di balik gedung-gedung jangkung, pusat belanja mewah, selalu akan ada kaum marginal yang tidak beruntung. Mereka mudah ditemui di kawasan kumuh, kolong jembatan, kawasan stasiun, terminal, dan sebagainya.

“Anak-anak mereka butuh sekolah. Saya tidak ingin bocah-bocah itu menjadi pelacur cilik atau manusia yang tidak berguna,” ujar Bu Rosi, mantap.

Kini, Ibu Kembar (Rosi dan Rian) boleh berbangga karena selama 10 tahun terakhir ini telah berhasil ‘meluluskan’ lebih dari 2.000 alumni sekolah darurat di berbagai kawasan Jakarta. Di antaranya ada yang menjadi polisi, perawat, keryawan swasta, kasir, pegawai bank, hingga pengusaha kecil.




Facebook Sekolah Kartini:
http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Utara/Sekolah-Darurat-Kartini-Ibu-Guru-Kembar/90394783601

32 comments:

  1. Wow luar biasa dech ..Salut dan bangga ada orang yang masih mau peduli dengan sesama..Mungkin banyak orang yang tergerak dalam hati dan sekedar dapat berucap : kasihan...pada mereka yang kurang beruntung! Tapi ibarat pasir diatas kuku hanya ada beberapa orang saja yang dengan sungguh hati mau mewujudkan apa yang ada dalam hatinya untuk menjadi kenyataan.Karena untuk itu diperlukan ketegaran,kerja keras,usaha yang tiada habis, pengorbanan lahir dan batin serta ketulusan yang tiada tara...Hanya Tuhan yang sanggup membalas budi mulia orang-orang seperti Bu Rosi dan Rian..Salut!
    Boleh sekalian numpang tanya nga ya?! Dimana letak persisnya Sekolah Darurat Kartini ini? Siapa tau ada kesempatan mampir ke sana..
    Atau ada yang mau nemenin? Huauahhaa..(becanda..)
    Thanks before...

    ReplyDelete
  2. Saluuut untuk ibu kembar ini, mudah2an saya bisa seperti mereka. Dan suatu hari nanti saya berkesempatan bekerjasama dengan mereka. Untuk yg mau tau tempat informasi sekolah darurat klo hak salah di belakang hotel alexis ancol

    ReplyDelete
  3. salam buat ibu kembar.
    karya mereka jadi inspirasi untuk membuat sekolah serupa di daerah.

    fred, semarang

    ReplyDelete
  4. matur suwun komentare konco2. mugo2 iso dadi inspirasi.

    ReplyDelete
  5. ada yang tau kabar terakhir sekolah ini...??? katanya direlokasi ke rumah susun di JAK-UT yah...

    ReplyDelete
  6. iya ada yang tau kabar terakhirnya..
    tolong email saya di echa_ku12@yahoo.com
    trims

    ReplyDelete
  7. Mohon Ijin link artikelnya.

    Salam,

    -A-

    ReplyDelete
  8. kalo ada yg tau lokasi Sekolah Darurat Kartini or kalo ada no telp yg bisa dihubungi, email aku yaa...ke bundainge@yahoo.com
    tq.

    ReplyDelete
  9. Askum.
    Wah, asik. Ad yg shati sma sya nh. Bu kembar, bleh gak nh sya ikut ngjar dstu? Klu ad wkt, rsany pngen jg ngjar d "t4 surga" spt itu. Klu berbwt kbaikn, ajak2 dong bu, hehe..
    Kbtln, sya jg mgjar les gratis dlingk rmh. Emang sh, lingk rmh sya tak seprhtin lingk d daerah skolah drurat itu. Daerah sy msh ckup kmpung. Tp klu dbnding anak2 d skolah darurat, anak2 dsni sbnerny msh mampu dskolahkn ortu mrka. Tp tetep az, sya gak tega ksh tarip. Biar gtu jg kn, biaya hdup skrg dah syusah!
    Alamat skolah darurat itu dmn? Tlong ksh tau dong, skalian ancer2ny naik kndraan ap krn sya dr batu ceper tangerang. Email sya di fundherra@yahoo.com. Okeh!? Tnks
    Pandi

    ReplyDelete
  10. lokasi terakhir sekolah darurat kartini di daerah ancor...lodan. depan lodan mas dan carefour lodan.....

    ReplyDelete
  11. mas..tau nomor kontak ibu kembar ini?? saya mo undag ke seminar saya nih...mohon bantuannya untuk email ke reydikha@gmail.com

    terima kasih

    ReplyDelete
  12. punya nomor kontaknya pak? sy berencana mo ngundang ke seminar

    tq

    pls email ke reydikha@gmail.com

    ReplyDelete
  13. saya pengin menjadi staf pengajar sekolah darurat..gmna caranya yah??saya lulusan D3 STAN jakarta..pengin ngajar anak SD dulu, tapi bisanya hari Sabtu or Minggu..apa ada kesempatan..jazklh atas jawabannya..

    ReplyDelete
  14. subhanallah...muga semua amalnya diterima ALLAH SWT...boleh minta CP pengelola..boleh menjadi staff pengajar gak ya sekolah darurat

    ReplyDelete
  15. waduh, hari seperetiini masih ada yang seperti Beliau - beliau itu. Aku ingin mewancarai / meliput mereka, punya nomor CPnya? Thanx - andhikaemka@yahoo.com

    ReplyDelete
  16. blh tau alamat yg baru g???

    atau contact person ibu kembarny??

    tlg by email ke:
    bestcommuinty@rocketmail.com

    ReplyDelete
  17. mas...q punya masalah neh..q msih baru d kegiatan sosial neh...kami mempunyai masalah,anak didik kami adalah anak jalanan..preman disana ikut campur....bagai mana solusi masalah entu..q jga punya e-mail(mahbuby_89@yahoo.com)

    ReplyDelete
  18. teman q punya masalah,.sekolah kolong jembatan kami d usik oleh keberadaan preman setempat..mungkin qt bsa berbagi pengalaman..bagi semua saudara ku yang mempunyai solusi terhadap masalah ku neh hub saya pada alamat e-mail saya (mahbuby_89@yahoo.com)

    ReplyDelete
  19. Apakah ada yang mengetahui no. kontak atau lokasi dari sekolah ini?

    saya ingin menyumbangkan buku pelajaran.

    bagi yang punya info harap memberitahukan saya via e-mail: akio.asakura@aoindonesia.net

    wassalam

    ReplyDelete
  20. salam buat ibu kembar dan anak2 didiknya. semoga makin maju dan berguna bagi bangsa dan negara.

    ReplyDelete
  21. Hai, saya butuh no.telepon dari Ibu Kembar ini, untuk pembuatan program pendidikan/sekolah darurat sebagaimana yang beliau buat. Boleh saya minta no. kontaknya? Terimaksaih harap email ke imz.rina@gmail.com thx.

    ReplyDelete
  22. Selamat Pagi.
    Saya Iman Supandi dari Komnas HAM ingi menanyakan alamat Sekolah Darurat Kartini yang kelolah oleh ibu kembar, karena kami akan berkujung untuk membicarakan soal Diskusi Anak Jalan untuk kami mohon bantuannya. atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

    no. telp. 08159054930

    Iman Supandi
    Staf Komnas HAM

    ReplyDelete
  23. saya sangat kagum dan takjub oleh kegigihan ibu guru kembar ini..
    tanggal 17 mei kemarin saya dan teman2 kampus datang langsung ke tempat sekolah darurat kartini..

    tempatnya sudah bagus..

    dan anak2nya semakin kreatif
    gud

    anita kade

    ReplyDelete
  24. moga2 makin banyak org mencontoh perjuangan ibu kembar krn sekolah2 makin mahal.

    ReplyDelete
  25. pround of u Ibu GUru kembar :)
    bangga rasanya bisa magang disekolah darurat yang luar biasa ini..
    anita

    ReplyDelete
  26. Selamat malam, mohon saya diinformasikan alamat serta no telp sekolah darurat kartini yang bisa dihubungi. penting.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  27. Ibu kembar tidak hanya cantik lahiriah, tapi cantik juga hatinya, what a perfect lady ! Pemerintah khususnya Pemda DKI Jkt memang wajib membuat Jakarta menjadi lebih baik, tapi masalah sosial harus ada solusi bukan di tutupi. Dengan kerelaan kami di potong tax setiap bulan dlm gaji kami sbg rakyat utk pembangunan daerah dll, saya kira wajib utk Pemda DKI Jkt utk rela juga menerima kekurangan daerahnya dgn mencari solusi,dgn tax yang kami keluarkan dapat di gunakan seoptimal mungkin dgn cara yang baik.

    ReplyDelete
  28. Sekolah darurat Kartini masih berjalan baik. Untuk menghubunginya bisa di telpon bu Rossi 0811 141602. Bila ingin melihat situasinya
    bisa dilihat linknya disini http://sg.news.search.yahoo.com/search;_ylt=A2KJNF9CAS1Oi1sAjGM.4gt.;_ylc=X1MDMjExNDcwODAzMARfcgMyBGFvAzEEZnIDbmV3c19zYl9oZARob3N0cHZpZANiREtyQTJLSmpOX2t1Tm1WVGNrTFhSbWh3S1hXd1U0dEFVSUFEUjM2BG5fZ3BzAzAEbl92cHMDMARvcmlnaW4Dc3JwBHF1ZXJ5A2thcnRpbmkgYmVhd2loYXJ0YSAEc2FvAzEEdnRlc3RpZAM-?p=kartini+beawiharta+&fr2=sb-top&fr=news_sb_hd&type=photo

    ReplyDelete
  29. salut bgt ama ibu kembar.. aku pengen kaya ibu :) amin

    ReplyDelete
  30. saya salut bgt sama ibu kembar, aku pengen kaya ibu kembar .. amin

    ReplyDelete
  31. semangat dan salam sukses bwat bu kembar...
    sya turut simpati atas penggusuran sekolah yg d lkukan PT KKI, semoga Allah selalu memberi kta jalan untuk selalu lebih maju, tetap semangat bu kembar pasti ada org2 yg selalu ingin melanjutkan atau ingin seperti anda,

    ReplyDelete
  32. Bisa minta alamat lengkapnya ngga??? sekolah darurat kartini ini?
    makasih email yah alamatnya: Anggra2011@gmailcom...

    ReplyDelete