24 August 2007

Berita Konser Kemerdekaan RI SSO 2007



Saya sedang bincang dengan Pauline Poegoeh, soprano andalan SSO. Pauline penyanyi klasik paling top di Jawa Timur.

Oleh: Tim Surabaya Symphony Orchestra

KONSER HUT KE-62 KEMERDEKAAN RI, PEMENTASAN KE-53 SSO
Royal Ballroom Hotel JW Marriott, Surabaya
14 Agustus 2007

Untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-62, Surabaya Symphony Orchestra (SSO) telah menggelar konser besar di Royal Ballroom Hotel JW Marriott, Selasa (14/8/2007). Konser dihadiri para diplomat, tokoh masyarakat, veteran pejuang, pemuka agama, pejabat, tokoh pendidikan, kedokteran, serta pencinta musik klasik dengan jumlah sekitar seribu orang.

Sebelum konser ke-53 SSO ini resmi dimulai, disajikan dua lagu klasik yang dimainkan oleh ensembel gesek SSO di bawah pimpinan AGNES POEGOEH dan ALVINE KURNIAWAN serta sebuah nyanyian paduan suara anak berjudul "The Lord Bless You and Keep You" gubahan J. Rutter, dipimpin PAULINE POEGOEH dengan iringan piano IVANA NYOTOSETIADI.

Sedangkan acara konser dibuka resmi dengan pidato pembukaan oleh Sekretaris Kota Surabaya Sukamto Hadi, lalu dilanjutkan dengan lagu INDONESIA RAYA yang dinyanyikan Paduan Suara SOS bersama segenap hadirin.

Kemudian paduan suara menyanyikan dua buah lagu Indonesia: "Tanah Airku" gubahan N. Simanungkalit dan "Hati Memuji" gubahan Iskak. Aransemen kedua buah lagu ini dibuat oleh Solomon Tong dengan gaya dan nuansa Indonesianya yang begitu kental serta semangat patriotismenya terdengar begitu akrab di lubuk hati para pendengar.

Paduan suara juga membawakan dua buah lagu Indonesia lainnya yang tidak asing bagi pendengar, yaitu "Nyiur Hijau" gubahan Maladi dan "Indonesia Pusaka" gubahan Ismail Marzuki. Kedua buah lagu ini juga dibuat aransemennya oleh Solomon Tong dengan banyak variasi seperti penyanyi solo berduet ataupun berquartet yang dibawakan masing-masing oleh PAULINE POEGOEH, DEWI KANG, LINDA HARTONO, ANGELICA AUDREY AZARINE, HANDOKO, dan ANDRE SURYA.

Konser ini juga menghadirkan sejumlah vokalis seperti LILIANA yang membawakan Aria "Habanera" dalam versi score asli dari opera "Carmen" gubahan G. Bizet didukung background paduan suara. Sedangkan ANGELICA AUDREY AZARINE membawakan Aria Opera berjudul "Una Donna" dari Cosi Fan Tutte gubahan WA Mozart.

Suara lantang, bulat, dan tinggi yang dikuasai oleh Angelica Audrey Azarine telah mengundang applaus yang meriah seperti Melissa Setyawan yang tidak ketinggalan dengan suara manisnya, membawakan lagu Broadway gubahan L. Bernstein yang diambil dari "Westside Story" berjudul "Somewhere".

Baritone SAM W. TONG membawakan sebuah lagu "Any Dream Will Do" gubahan Andrew Lloyd Webber yang dinyanyikan bersama paduan suara anak disertai gerakan-gerakan yang amat lucu dan membuat suasana menjadi releks. Soprano LINDA HARTONO--penyanyi tamu khusus diundang dari Bandung--membawakan sebuah lagu bernuansa Negro Spiritual berjudul "Summertime" yang diambil dari "Porgy and Bess" gubahan G. Gershwin.

Corak suaranya yang khas berkarakter sungguh memukau para pendengar setelah nada tinggi terakhir dinyanyikan dan ditutup dengan nada satu oktaf dibawakan secara portamento yang semakin membuat para pendengar tercengang akan kemampuan dan teknik vokal tinggi yang ditujukkan oleh Linda Hartono.

Sedangkan soprano kondang PAULINE POEGOEH andalan SSO membawakan sebuah Aria Opera "Cosi Fan Tutte" berjudul "Per Pieta, Ben Mio" dengan warna yang sangat spesifik, yaitu coloraturra soprano maupun teknik vokal yang sulit dan matang serta iringan orkestra yang apik membuatnya sebagai salah satu nomor yang sangat enak didengar.

Aria ini berdurasi sekitar sembilan menit dengan faktor kesulitan yang amat tinggi. Tidak semua penyanyi opera mampu mengatasinya. Bapak Solomon Tong menjuluki Pauline sebagai "One of The Best Sopranos in Indonesia”.

Konser itu juga menampilkan violinist remaja SAMUEL ADIDHARMA LUKITO yang memainkan "Concerto in A Minor" gubahan A. Vivaldi diiringi piano oleh ANGELIA SOEGITO dengan cantik dan sempurna. Samuel yang berusia 14 tahun, adalah pemain biola masa depan.

Ada juga "Concerto for Two Violin in D Minor" gubahan J.S. Bach yang dimainkan oleh dua gadis remaja NADIA NATHANIA berumur 12 tahun dan SHERLY BASOEKI berumur 14 tahun dengan gaya Baroque yang sempurna dengan diiringi oleh string orchestra yang sangat indah.

Puncak konser adalah “Piano Concerto No. 2 in Bb Major Op. 19” gubahan L.V. Beethoven yang dimainkan oleh pianis berbakat AERIN ANGGONO berumur 13 Tahun dalam tiga movement lengkap. Aerin mulai belajar piano pada usia empat tahun di bawah bimbingan Ibu ESTER KARLINA MAGAWE, istri konduktor SSO Bapak Solomon Tong.

Ketekunan belajarnya dengan bimbingan guru piano yang berpengalaman dan berkapabilitas tinggi disertai dukungan moril maupun material dari orang tua dalam kurun waktu hanya tiga bulan persiapan, Aerin sudah dapat memainkan concerto yang sulit ini dengan sempurna selama 35 menit dihafalnya dengan nyaris tidak terdapat cacatnya sedikit pun.

Movement (bagian) I bertempo cepat bersemangat, Aerin memainkannya dengan sempurna apalagi pada bagian cadenza yang membutuhkan kerjasamanya dengan orkestra yang begitu rapi dan pas. Movement (bagian II) adalah puncak dari perkembangan ekspresi yang dengan begitu lembut serta dalamnya perasaan dan bertempo adagio lambat-pun dimainkannya dengan indah, membuat para pendengar terlarut dalam suasana bak indahnya dunia mimpi.

Sebagai penutup dari concerto ini, Movement/bagian III yang bertujuan sebagai rekapitulasi dua movement sebelumnya juga dimainkan dengan jelas.

Sebuah sajian tersendiri yaitu lagu trio " Vengo ! Aspettate ! " yang diambil dari opera " Le Clemenza di Tito " gubahan W. A. Mozart dibawahkan oleh Pauline, Dewi dan Sam. Juga begitu enak didengar secara harmonis polyphone.

Kemudian konser ditutup dengan dua buah lagu paduan suara, yaitu "Freuden Lied" dari oratorio "Die Jahreszeiten" gubahan J. Haydn, dengan tiga orang soli yaitu Pauline, Tertiusanto dan Sam ; dan lagu berjudul "Regina Coeli" gubahan WA Mozart dengan empat orang soli: PAULINE, AGNES STEPHANI, TJOKRO, dan SAM. Paduan suara telah tampil dengan sukses dan mampu mengatasi faktor kesulitan yang begitu menantang.


SEKILAS TENTANG SURABAYA SYMPHONY ORCHESTRA

Didirikan pada tahun 1996, Surabaya Symphony Orchestra (SSO), bersama conductor Dr. Solomon Tong, telah berhasil menggelar 4 - 6 kali konser setiap tahunnya, dengan total 53 konser berskala 1,000 penonton di setiap konsernya.

SSO merupakan satu-satunya orkestra di Indonesia yang berdiri secara permanen dalam artian selain belum pernah mengalami pergantian nama ataupun bentuk organisasi sejak didirikannya; orkestra yang menerapkan kode format internasional dengan komposisi jumlah alat tiup, gesek, perkusi, piano, dan harpa ini pun wajib untuk berlatih secara rutin dengan tidak terpengaruh oleh ada atau tidak adanya even.

Demikian juga dengan Paduan Suaranya yang diberi nama Surabaya Oratorio Society (SOS) dan SSO Girls & Children Choir yang rutin berlatih setiap minggunya.

Dengan berjalannya waktu, SSO merasakan adanya kebutuhan untuk mendirikan sekolah musik yang berkiblat pada musik orkestra klasik internasional dalam mempersiapkan regenerasi dari 56 pemain tetapnya dan sekarang sekolah yang telah berdiri selama sekian tahun dengan Kepala Sekolah Ibu Ester Karlina Magawe ini telah memiliki beberapa kelompok ensembel yang dilatih oleh 5 orang asisten conductor dari Bapak Solomon Tong, sebagai calon penerus dari orkestra kebanggaan kota Surabaya ini.

Dengan motto LET THERE BE MUSIC, segala upaya ditempuh oleh Yayasan Surabaya Symphony Orchestra, yang merupakan sebuah yayasan non-profit yang mengusung misi kebudayaan, dengan General Managernya, Sam W. Tong, untuk memasyarakatkan musik klasik di Indonesia pada umumnya dan Surabaya pada khususnya.

Maka, selain dari orkestra dan sekolah musik tersebut, SSO juga menerbitkan buletin musik klasik bulanan CLASSICO yang berisikan pengetahuan/info musik klasik bagi masyarakat Surabaya secara cuma-cuma untuk melengkapi kerja samanya dengan salah satu radio swasta melalui acara musik klasik dalam mengedukasi masyarakat.

Selain itu, studio rekaman bernama EQ Record pun didirikan untuk memenuhi kebutuhan dari komunitas SSO, khususnya para murid sekolahnya dalam mengasah ketrampilannya sebagai pemusik profesional.

1 comment:

  1. Angelica Audrey Azarine7:05 PM, March 17, 2009

    Memorable. Thank you very much.

    ReplyDelete