17 July 2007

Titiek Puspa - Si Legenda



Kendati sudah berusia 70 tahun, penyanyi Titiek Puspa masih berkiprah di dunia hiburan tanah air. Akhir pekan lalu, Titiek mendapat Life Time Achievement Award di Surabaya.


Sabtu, 14 Juli 2007.

Sebanyak 18 finalis Bintang Radio Tingkat Nasional (BRTN) unjuk kebolehan di Taman Surabaya, Surabaya. Di antara sekitar 200 penonton, tampak hadir Titiek Puspa. Penyanyi senior serba bisa ini duduk berdekatan dengan sejumlah undangan VIP seperti Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh serta Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono.

Titiek, si nenek cantik, tampak sangat menikmati penampilan para finalis BRTN 2007 yang diiringi Orkes Studi Surabaya pimpinan Desiderius Sugianto dan Amir Katamsi itu. "Terus terang, saya sampai keluar air mata menyaksikan penampilan para finalis di panggung. Suaranya bagus-bagus. Saya teringat masa muda saya dulu," kata Titiek Puspa.

Masa muda? Yah, perempuan bernama asli Sudarwati ini memang mengawali kariernya lewat ajang bintang radio di RRI Semarang. ''Saya ingat, waktu tahun 1954, saya ikut bintang radio di Semarang. Saat dapat kesempatan mau ke Jakarta, saya tidak bisa tidur karena mikir bintang radio terus," kata nenek bercucu 14 ini.

Ironisnya, meski selalu dijagokan, Titiek mengaku tak pernah menembus tangga juara. "Aku tidak pernah menang, tapi tidak pernah putus asa. Aku biasanya di semifinal paling hebat, tapi sampai di final kempes," cerita Titiek disambut tawa hadirin.

Karena itulah, dia berpesan kepada para peserta agar tidak pernah putus asa meskipun kalah. Yang penting, kerja keras, berusaha, jujur, ikhlas. Dia punya prinsip, kalau sudah telanjur menekuni dunia tarik suara (atau dunia apa saja), harus dijalani dengan sungguh-sungguh. "Pengalaman saya ini bisa kalian terapkan, cucu-cucuku," papar penyanyi senior yang lebih suka disapa 'eyang' oleh anak-anak muda.

Kenapa Titiek Puspa didaulat ke atas panggung BRTN 2007?
Ini karena Titiek Puspa terpilih sebagai artis penyanyi yang berhak mendapat Anugerah Capaian Sepanjang Hayat (Life Time Achievement Award) dari Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI). Direktur Utama LPP-RRI Parni Hadi yang menyerahkan penghargaan itu kepada Titiek Puspa.

"Yang jelas, ini merupakan penghargaan pertama untuk penyanyi yang punya prestasi luar biasa. Sebelumnya, 58 kepala stasiun RRI dari seluruh Indonesia dan berbagai pihak terkait mendiskusikan siapa yang paling berhak mendapatkannya. Dan pilihan kami jatuh pada Ibu Titiek Puspa," kata Parni Hadi.

Titiek mengaku sangat senang dan terharu karena masih ada orang yang mengingat dirinya. "Saya jadi ingat masa lalu saya ketika ikut bintang radio kayak malam ini. Mau tahu pakaian saya dulu? Dari kain untuk saringan tahu itu lho," ujar Titiek.

"Oh, kain blacu," tukas Parni Hadi.

"Iya, kain blacu. Aku ingat tahun 1954 aku ikut bintang radio. Makanya, saya sangat mensyukuri anugerah Tuhan sehingga saya bisa seperti sekarang," kata Titiek.

Parni Hadi, dirut RRI, dengan gaya ludrukan mewawancarai Titiek. Parni bertanya tentang resep awet muda si nenek ayu ini. "Wah, saya ini orang yang mengalir saja. Hidup yang jujur, lurus, sehatkan jiwa dan raga," beber perempuan yang lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 2007, ini.

Setelah berbincang santai, Titiek Puspa melontarkan pendapat tentang pentingnya memelihara seni budaya bangsa. Sebab, setiap orang di mancanegara justru ingin menikmati kesenian khas Indonesia dan bukan hiburan populer.

"Di luar negeri yang dicari itu yang hijau ini. Yang etnik itu yang dikagumi di luar negeri," ujar Titiek sambil menunjuk grup kesenian tradisional Madura yang kebetulan memakai busana hijau.

"Nah, saya mau tanya," sela Parni Hadi. "Apakah pemerintah sudah memerhatikan seni tradisi?"

"Kurang banget," kata Titiek Puspa.

"Apa tadi?"

"Kurang banget?"

"Kurang keras!"

"Kurang banget!"

Penonton bertepuk tangan dan tertawa lebar. "Saya mau ingatkan kepada anak-anakku, finalis bintang radio. Bagus kalau kalian punya kemampuan bernyanyi, tapi please, jangan lupakan seni budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita," tegasnya.

Selepas omong-omong ringan, Parni Hadi menodong Titiek Puspa untuk menyanyi. Mengenakan gaun putih keperakan dengan hiasan payet-payet mewah, Titiek mengajak 18 finalis BRTN 2007 untuk menyanyikan lagu ciptaannya, Kupu-Kupu Malam.

"Saya ciptakan lagu ini karena simpati pada wanita yang hidupnya kurang menyenangkan," kata Titiek.

"Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintainya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya...."

No comments:

Post a Comment