06 July 2007

Misa Tahbisan Mgr. Sutikno


Mgr. Sutikno saat ditahbiskan oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. di Lapangan AAL Bumimoro, Surabaya, 29 Juni 2007.

Akhirnya, Keuskupan Surabaya punya uskup. Namanya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono. Ia ditahbiskan pada 29 Juni 2007 oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J., Uskup Agung Jakarta.

Meskipun saya orang Katolik, lahir di pulau katolik, Flores, jujur saja, lebih dari 30 tahun silam, baru kali ini saya lihat tahbisan uskup. Maklum, ini peristiwa sangat langka. Bisa 20 atau 30 tahun sekali. Umat pun dibatasi karena kapasitas lapangan memang terbatas.

Misa tahbisan di Lapangan Kodikal, Bumimoro, Tanjung Perak, diikuti sekitar 10 ribu umat. Masing-masing paroki paling banyak mengirim 100 umat [dari 40 paroki], tergantung besar kecilnya paroki. Saya memanfaatkan kartu wartawan dan 'kedekatan' dengan panitia agar bisa masuk ke kompleks TNI AL itu. Sebab, saya tidak dapat undangan dari Paroki Paulus, Juanda, Sidoarjo, paroki saya.

Tak apa-apalah. Dimulai pukul 15.00 WIB, misa pontifikal yang juga dihadiri Duta Besar Vatikan Mgr. Leopoldo Girelli ini dibuka dengan perarakan sekitar 300 pastor ke altar di panggung utama. Kemudian 32 uskup dari seluruh Indonesia [plus Mgr. Girelli]. Adapun Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono didampingi Romo Martin Anggut SVD dan Romo Paul Suparmono CM [provinsial SVD dan CM di Surabaya].

Kor yang dipimpin Yulius Kristanto membawakan lagu-lagu indah macam Wait for the Lord, Jesus Your Light, Lihatlah Imam Agung, Tuhan Kau Gembala Kami... Paduan suara gabungan beranggotakan 400-an penyanyi ini tampil bagus dan penuh semangat. Iringan musik dan sound system sangat baik.

Misa berlangsung seperti biasa. Hanya saja, jauh lebih meriah, rapi, dan panjang. Ratusan wartawan media cetak, televisi, radio, fotografer, serta wartawan media-media gereja [Katolik dan Protestan] berjubel di depan panggung. Bisa dipahami karena sebelumnya panitia bikin jumpa pers dan mengundang kawan-kawan wartawan.

Saya mulai terharu, beberapa kali menitikkan air mata, saat liturgi tahbisan. Haru karena sejak 13 Desember 2003 kami tak punya uskup menyusul wafatnya Mgr. Johanes Hadiwikarta. Haru karena Tuhan memilih Mgr. Sutikno, imam asli Surabaya, yang selama ini dikenal suka humor, bicara blak-blakan.

Mgr. Sutikno ternyata menjawab pertanyaan Julius Kardinal Darmaatmadja, yang didampingi Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo dan Uskup Malang Mgr. H.J.S. Pandoyoputro, O.Carm. dengan tegas. Sangat tegas!

"Ya, saya bersedia," jawab Mgr. Sutikno. Umat hening mengikuti ritus tahbisan yang berlaku sejak gereja purba itu.

"Saudara-saudari terkasih. Keuskupan Surabaya kini mempunyai seorang uskup baru yang akan memimpin serta mempersatukan umat pada Kristus, memperhatikan keselamatan, serta hidup bersatu sehati sejiwa dalam suka dan duka dengan umat. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan, dan bahwa beliau adalah uskup saudara, maka kami menyerahkan kepemimpinan Keuskupan Surabaya, kepada Mgr. Sutikno Wisaksono."

Kata-kata Kardinal Darmaatmadja ini disambut tepuk tangan meriah dari umat. Dan pukul 16.25 WIB Romo Martin Angut SVD dan Romo Paul Suparmono CM mengantar Mgr. Sutikno ke singgasana keuskupan.

Berakhir sudah takhta lowong, sede vacante, selama 3,5 tahun. Ut vitam abundantius habeant!

Di awal kepemimpinannya, Mgr. Sutikno berpesan kepada umat di Surabaya, para biarawan-biarawati... semuanya untuk BERTOBAT. Kita semua harus bertobat, mengaku salah... karena kita semua memang salah dan lemah. Bahkan, Mgr. Sutikno mengatakan bahwa pertobatan itu akan dimulai dari dirinya sendiri.

"Orang bilang gaya saya tidak 'menguskupi'. Saya berjanji mengubah diri, paling tidak tidak menjadi manusia lama lagi," ujar Mgr. Sutikno dengan suara tegas dan masih tetap ceplas-ceplos khas arek Suroboyo.

Saya berada di depan tim paduan suara utama Keuskupan Surabaya, bersama beberapa teman dirigen. Saya menyimak inti pesan perdana Mgr. Sutikno: Mari bertobat!

Yah.. saya pun perlu bertobat. Meninggalkan 'manusia lama' saya!

Tapi, saya pun selalu teringat kata-kata ini: Roh memang penurut tapi daging lemah!

No comments:

Post a Comment