25 July 2007

Jelajah Hitam Putih di Sidoarjo

Berkumpul sama teman-teman pelukis itu asyik. Kita bisa omong apa saja: kesenian, budaya, politik, lumpur lapindo, jalan macet, dewan kesenian, perilaku pejabat, cewek, dan sebagainya. Bahannya tak habis-habis.

Ini yang bikin saya betah di Sidoarjo. Ini yang bikin saya memilih menjadi penduduk Kabupaten Sidoarjo, pegang KTP Kecamatan Gedangan. Pokoke Sidoarjo iku enak tenan, Cak, terlepas dari serangan lumpur di Porong!

Nah, saya baru saja kumpul-kumpul sama pelukis Sidoarjo dan Surabaya di Museum Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo. Para tukang gambar ini lagi gelar pameran bersama 'Jelajah Hitam Putih'. Di Sidoarjo, pameran hitam-putih bareng-bareng hingga 58 pelukis memang langka.

"Kita kan lama gak kumpul-kumpul, habis gak ada gedung pameran. Alhamdulillah, kita dapat pinjaman dari Pak Himawan," kata Farid Firdaus, koordinator, yang juga pelukis asal Sidokare, Sidoarjo, kepada saya.

Farid didampingi Harryadjie, Dany Lukman, Saiful Munir, Herman Benk... serta beberapa pelukis yang belum saya kenal. Mereka diskusi ringan sambil menunggu kedatangan pemirsa. Ada satu dua anak SMA atau mahasiswa datang, kemudian pergi lagi.

Yang jelas, pameran lukisan di Jawa Timur tidak pernah 'diserbu' penonton kayak pentas musik pop. Lain ceritanya kalau guru kesenian mewajibkan anak didiknya untuk lihat pameran dan bikin laporan.

Di pameran ini, masing-masing pelukis menyertakan satu sampai dua karya hitam-putih. Ada yang benar-benar baru, banyak yang hanya bisa kasih karya lama. Biasanya, tukang gambar yang kurang kreatif karena sibuk kerja di luar urusan melukis atau terlalu asyik mancing, ngelencer, dan seterusnya. Tak apalah.

"Saya kan hanya bisa menampung. Saya sih inginnya karya-karya baru, tapi kalau teman-teman gak siap, ya, bagaimana lagi? Yang penting, kita bisa ketemu dulu di pameran bersama," ujar Farid, bekas sekretaris jenderal Dewan Kesenian Sidoarjo.

Macam-macamlah corak karya teman-teman ini. Liem Keng seperti biasa tampilkan sketsa sapi. Sang 'maestro' ini memperlihatkan kematangannya dalam membuat garis-garis dengan sekali tarikan. Karya Pak Liem sangat bernyawa... dan banyak peminatnya. Saat pembukaan sudah ada yang ingin koleksi.

Pak Benk tetap dengan goresan bolpoin, abstrak, ruwet. 16 persegi panjang digores dengan berbagai bentuk tak beraturan. Pak Thalib menggambar suasana Jogja dengan Sultan, Pak Marijan, tradisi Jawa. Kemudian ada yang bikin sketsa kota tua Surabaya, grafis, hingga lumpur lapindo. Nasrullah, yang sejak tahun lalu hijrah ke Swiss, bikin 'ada gunungan di Jenewa'. Mungkin dia ingat kampungnya di Tanggulangin.

Kalau dibahas satu per satu, tentu akan sangat panjang. Yang jelas, karya-karya ini [100 lebih] layak disebut bhinneka tunggal ika: berbeda-beda tapi semangatnya sama: hitam putih. Teman-teman sengaja keluar dari rutinitas selama ini. Sebab, setahu saya hanya Pak Liem Keng yang sejak dulu konsisten dengan dunia hitam putih. Adapun teman-teman lain bikin hitam putih karena kebetulan diajak pameran oleh Pak Farid.

Hehehe....

"Sebenarnya pameran hitam putih tidak ada kesitimewaannya karena warna-warni cemerlang yang lain memang merupakan kekayaan anugerah Tuhan yang luar biasa," tulis Pak Rudi Isbandi di katalog sederhana.

"Jadi, kalau disengaja pameran kali ini hitam putih saja, itu adalah hak panitia sepenuhnya....," tambah Pak Rudi.

Farid Firdaus, ketua panitia, mengaku puas karena 'Jelajah Hitam Putih' ini sukses. Peserta banyak, bahkan dia sampai menolak peserta susulan. Pengunjung banyak. Apresiasi masyarakat bagus. "Namun, perhatian pemerintah kita [maksudnya pejabat tinggi di Sidoarjo] belum bagus. Sudah dikasih undangan, tapi tidak datang. Dewan kesenian pun apatis," kata Farid.

Teman-teman perupa memang sejak dulu merindukan gedung kesenian untuk pameran seni rupa dan atraksi seni budaya umumnya. Pak Win Hendrarso [bupati] dan Pak Saiful Ilah [wakil bupati] sudah sering berjanji, tapi realisasinya belum ada. Maka, teman-teman perupa terpaksa bergerilya agar bisa pameran. Kadang di pendopo pariwisata, pendopo kabupaten, atrium GOR, kafe... atau lari ke Surabaya.

Sejak 29 Mei 2006 Sidoarjo diserang semburan lumpur kronis di kawasan Porong dan sekitarnya. Pejabat-pejabat pun pening kepala mengurus dampak lumpur dan tetek-bengek lainnya. "Lha, bagaimana mau mikir gedung kesenian atau pameran lukisan, Cak?" kata saya.

"Kalau begitu, ya, wis. Kesenian harus jalan terus karena itu dunia kami. Pameran bisa digelar di mana saja sepanjang ada tekad, niat, dan keguyuban di antara para pelaku seni rupa bai yang senior sampai pemula," tegas Farid Firdaus.

PESERTA PAMERAN HITAM PUTIH
Museum Mpu Tantuar, Buduran, Juli 2007

RUDI ISBANDI
Karang Wisma I/10 Surabaya,
031 5032931

LIEM KENG
Undaan Kulon 125 Surabaya,
031 5348583

HARRYADJIE B.S.
Sidokare Indah AI-1 Sidoarjo,
081 75210920

M. THALIB PRASOJO
Taman Erlangga V/16 Sidoarjo,
031 8955363

SOEMADJI
Pasar Seni Pondok Mutiara,
031 7882540

HARDONO
Pejaya Anugrah F-22, Taman, Sidoarjo.

HARRIADIE
Sedati Asri Q-21 Sidoarjo,
081 23503344

TARMUDJI SOFYAN
Gading Fajar I/B6-10 Buduran, Sidoarjo.

Q. SAKTI LAKSONO
Wonorejo Selatan I/Kav. 160-161 Surabaya.

HARI - YONG
Kapasan Lor II/16 Surabaya,
031 3769721, 081 65439105

GUNAWAN WIDJAJA
Wisma Permai Tengah IX/KK-3 Surabaya
031 5932834

SUGENG BAYU
Pasar Seni Pondok Mutiara CG-24 Sidoarjo
081 332672109

SURIA DARMA
Pagerwojo RT 22/RW 5 Sidoarjo
031 8968775

HARMANU
Gajah Magersari II/6 Sidoarjo
031 8955509

YANTO PLANET
Raya Sawungaling 80, Jemundo,
Taman, Sidoarjo

AMDO BRADA
Pasar Seni Pondok Mutiara, Sidoarjo

NC. LILA
Pasar Seni Pondok Mutiara, Sidoarjo

ELLYS SUSANTI
Pasar Seni Pondok Mutiara, Sidoarjo

NOVITA SECHAN
Brigjen Katamso I/149 Waru, Sidoarjo

DHAR GANDEN
Raden Patah RT 3/RW 1
Ketapangkeres 46, Sidoarjo

INDRI SEDHANA
Gading Fajar I B-6/10 Buduran, Sidoarjo
085 648462525

VERONICA ROSANA VERY JAYANTI
Pondok Wage Indah II EE-12 Sidoarjo

ARI WARDHANA
Gading Fajar I B-6/10 Buduran, Sidoarjo
085 648462525

CAHYONO HADI
Sidokare Indah U/12 Sidoarjo
031 8943617, 081 33076818

DANI LUKMAN
Tawangalun, Buncitan, Sedati, Sidoarjo
085 645250097

N.P. IRAWAN KAOT
GBPEI 29 Surabaya
Jl. Kaliwungu Selatan 2 Jombang

BAMBANG TRI ES
Pondok Buana Kav. Q-35 Sidoarjo
031 7155 1657

YANTO
Janti, Waru, Sidoarjo
031 7203 7953

KANG JO
Jl. Brigjen Katamso 5B, RT 19, Janti
Waru, Sidoarjo.

SENTOT HIDAYAT
M.H. Thamrin I/7 Sidoarjo
031 8961434

DADUNG EKO P.
Jl. Hasanuddin III/248 Sidoarjo
031 8951248

ACHMAD SAIFUL MUNIR
Buncitan, Sedati, Sidoarjo

MAKRUB
Rungkut Lor 7 Masjid 40 Surabaya
031 72031455

TAUFIK
Kletek RT 13/RW 5 Nomor 210
Taman, Sidoarjo. 031 7880256

EKO SUPRIYADI
Siwalan Panji RT 01 Buduran, Sidoarjo
085 850110022

ANDRIE COROT
Kedungtarukan Baru III/22-B Surabaya
081 357078725

DEDI WAHYUDI
Pondok Tanggulangin Asri NN-18 Sidoarjo
081 615771994

IRAWAN CANDRA
Bhayangkari RT 6/RW 2 Porong, Sidoarjo

NANANG
Seduri, Mojosari, Mojokerto
081 232 98391

HELMY BASTIAN
Jl. Masjid 44 Mojosari, Mojokerto
081 331130100

NASRULLAH [N. ROEL]
Jl. Blambangan RT 9, Ketapang, Sidoarjo

ANGGARA ADI N.
Sedati Asri Q-21 Sidoarjo

MCR AKBAR
Taman Pinang Indah H3/09 Sidoarjo
031 8951037, 081 3300 77575

NURHADI
Jl. Jaksa Agung Suprapto I/25 Sidoarjo
031 8928293, 081 55345802

UUK
Jl. Jenderal S. Parman G6/23 B Sidoarjo
081 555702604

SITTA
Jl. Jenderal S. Parman G6/23 B Sidoarjo
085 6480 55114

IRWANTO
Pasar Seni Pondok Mutiara Sidoarjo

BAMBANG WIDYANTOKO
Pasar Seni Pondok Mutiara Sidoarjo
081 803 186358

BUDI ASTUTI
Pasar Seni Pondok Mutiara Sidoarjo
081 550 95251

SAIFUL HADJAR
Pasar Seni Pondok Mutiara Sidoarjo
081 550 95251

HARIADI
Prima Kebraon II/19 Sidoarjo

IMAM CHAMBALI
Simomulyo Baru IA-38 Surabaya
081 55333 8092

HERMAN 'BENK' HANDOKO KAMTO
Waru, Sidoarjo

SUPRAPTI
MCA E4 Candi, Sidoarjo
031 805 7203

FARID FIRDAUS
Sidokare Indah HH-29 Sidoarjo
081 231 73496

No comments:

Post a Comment