19 July 2007

Ira Puspita Penyanyi Surabaya 1970-an



Pada 24 September 1977 digelar Malam Final Festival Lagu & Penyanyi Populer V di Balai Sidang, Jakarta. Ira Puspita, penyanyi asal Surabaya, ikut festival bergengsi itu. Majalah TEMPO edisi 14 Oktober 1977 menulis catatan menarik tentang lomba ini. Petikannya:

"...Pada kesempatan lagu pilihan, penonton terpikat oleh penampilan Ira Puspita. Wakil Surabaya yang berusia 30 tahun ini biasanya merekam lagu-lagu Jawa bersama band Varia Nada. Ia sudah punya anak berusia 2 tahun.

Kendatipun malam itu ia sudah mengandung 3 bulan, toh ia bergoyang dengan enak. Bahkan tak terduga mengeluarkan harmonika, langsung meniupnya. Banyak orang terkesima oleh harmonika ini. Ia jadi unik, sehingga banyak yang menjagokannya akan berhasil meraih hadiah.

Ia dapat menguasai diri, ada penahanan, ada kesadaran bentuk penampilan, tidak seperti Lana yang meledak-ledak tapi menakutkan itu. Tetapi suara Ira, terutama untuk lagu wajib, belum memiliki kematangan seorang juara. Kalau kemudian Ira sempat juga merenggutkan tempat ketiga, di samping mungkin ada pertimbangan juri yang benar-benar jitu, kita sangsi kalau ini semacam kebijaksanaan.

Maklum juara I dan II telah jatuh di Jakarta. Masak Jakarta melulu kan!


Singkat cerita, Hetty Koes Endang [20 tahun] juara I dengan biji 359. Juara kedua duet Melky Goeslaw dan Diana Nasution nilai 351. Sedangkan Ira Puspita [nilai 333,5] juara III.

Penggambaran TEMPO sangat hidup sehingga saya bisa bayangkan suasana festival malam itu. Saya juga ketawa sendiri membayangkan Ira Puspita yang hamil tiga bulan, tiba-tiba mengeluarkan harmonika, dan bikin penonton bersorak senang. Aha, boleh juga Ira Puspita ini!

Nama Ira Puspita tak asing di telinga saya yang sejak sekolah dasar gemar mendengar siaran pagi Radio Australia Seksi Indonesia. Seorang penyiar, saya lupa namanya, selalu mengakhiri acara salam-salaman [macam pilihan pendengar] dengan suara Ira Puspita.

"Good bye to you, my sinyo manis...

Lagu ini berirama keroncong, liriknya pakai bahasa gado-gado: Indonesia, Inggris, Belanda, Jawa. Dan Ira membawakannya dengan penuh penghayatan. Seakan-akan lagi mengucapkan selamat tinggal kepada kekasihnya, sinyo manis....

Bertahun-tahun Radio Australia menjadikan nyanyian Ira Puspita ini sebagai 'ikon' siarannya. Tapi, terus terang, dulu saya tidak tahu siapa gerangan Ira Puspita itu. Suaranya bagus, sering keluar di Radio Australia, kok tak pernah kelihatan di televisi? Albumnya mana? Kasetya kayak apa sih? Lagu-lagu lain, selain Good Bye to You, apa?

Pertanyaan yang tak berjawab. Teman-teman di Flores, beberapa wartawan, siapa saja yang 'paham' musik, saya tanya, tapi hasilnya nihil. "Ira Puspita? Oh, yang sering keluar di Radio Australia itu ya? Kayaknya nggak bikin album lagi. Mungkin sibuk dengan keluarga," ujar seorang penyiar radio swasta di Malang pada 1990-an kepada saya.

Waktu bergulir. Saya tak lagi mendengar siaran Radio Australia di gelombang pendek [SW] karena di Jawa kita hanya kenal radio FM atau [dulu] AM. Isinya lagu-lagu pop mutakhir atawa Top 40 atawa laporan kemacetan lalulintas dan berita-berita sekilas. Juga sandiwara radio macam Tutur Tinular atau Saur Sepuh. Saya pun mulai asing dengan suara Ira Puspita.

Di Surabaya, sekitar tahun 2000, saya meliput acara kebaktian kebangunan rohani [KKR] di plaza. KKR lazimnya menampilkan penyanyi rohani, penyanyi pop... membawakan puji-pujian kristiani alias gospel songs. Tiba-tiba pembawa acara mengumumkan:

"Saudara-saudara yang terkasih, sebentar lagi kita akan mendengarkan pujian dari Ibu Ira Puspita. Beliau mantan penyanyi yang pernah menjuarai festival lagu pop tingkat nasional."

Aha, jelas saya langsung ingat 'Good Bye to You' di Radio Australia yang dulu menemani awal hari-hari saya. Tapi benarkah Ira Puspita yang itu? Kan banyak orang Jawa yang namanya Ira Puspita. Hmm.. ternyata benar. Suaranya sama benar dengan Ira Puspita di radio. Saya bahagia karena diberi kesempatan bertemu muka dengan Ira Puspita.

Selepas kebaktian, saya dekati Ira Puspita. Setelah memperkenalkan diri, nama media, saya langsung tembak: "Maaf, Ibu Ira Puspita itu yang sering keluar di Radio Australia itukah?"

Ira Puspita tersenyum. "Jadi, kamu senang dengar Radio Australia? Iya, benar sekali. Itu suara saya. Memang lagunya jenaka, lucu, tapi dibawakan secara serius. Saya rekaman di Singapura," ujar Ibu Ira Puspita dengan ramah.

Di usia yang tak lagi muda, badan Ira Puspita tetap ramping, ia pun terlihat awet muda. Teknik vokalnya pun masih baik meskipun teknik pernapasannya agak menurun. Maklum, Ira Puspita yang sekarang bukan Ira Puspita yang penyanyi penuh gaya macam di festival pop tahun 1977.

Berbeda dengan Hetty Koes Endang, Melky Goeslaw [kini almarhum], dan Diana Nasution, rekan-rekannya sesama pemenang festival yang tetap berkarier di industri musik pop, Ira Puspita memilih menjadi perempuan biasa. Mengurus anak, jadi istri yang baik, sambil sekali-sekali menyanyi.

Tarik suara pun menjadi nomor dua. Karena itu, nama Ira Puspita pun tenggelam. Untung, ada penyiar Radio Australia yang mengawetkan suara Ira Puspita di siarannya. "Saya bukan penyanyi kok. Itu kan dulu ketika saya masih muda dulu. Sekarang kegiatan saya, ya, seperti ibu-ibu di Surabaya," tutur Ira Puspita.

Saya kemudian betemu dengan Ira Puspita dalam beberapa konser musik klasik di Surabaya. Boleh dikata, Ibu Ira Puspita ini penggemar berat konser klasik baik yang dimainkan musisi lokal maupun musisi luar negeri. Saya pun bersalaman sambil menyenandungkan lagu 'Good Bye to You'. Ira Puspita pun tersenyum.

Suatu ketika, saat sama-sama lihat konser klasik, Ira Puspita datang bersama anak muda yang ganteng. Saya pun menyapa Ira Puspita. "Ini anak saya, Glenn," ujar Ira Puspita.

Glenn ini baru saja pulang dari Amerika Serikat setelah menuntaskan studi musik klasiknya. Glenn inikah jabang bayi berusia tiga bulan di dalam kandungan Ira Puspita saat menjadi finalis festival pop pada 1977 seperti digambarkan majalah TEMPO?

Saya tidak sempat tanya karena kutipan di TEMPO baru saya baca jauh setelah saya bertemu Ira Puspita. Kalau tidak baca TEMPO zaman dulu, 1977, saya tentu tidak tahu kalau Ira Puspita pernah jadi juara tiga festival penyanyi pop yang piawai bermain harmonika.

Kini, Glenn dikenal sebagai salah satu pianis klasik jempolan di Surabaya. Dan itu membuat Ira Puspita, mamanya, bangga dan bahagia.

5 comments:

  1. Pakdhe, mau minta ijin copas artikel ini ya..Kebetulan saya lagi ngumpulin kaset2 penyanyi Surabaya. Suwun

    ReplyDelete
  2. Silakan Mbak Tiwi...
    Semoga situs lagu2 lawas sampean makin banyak penggemar dan berguna sebagai dokumentasi musik Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Wah ini benar2 nostalgia. Saya masih ingat acara Bintang Radio itu, disiarkan langsung di TVRI. Saya masih kecil, tapi ingat bu Ira menyanyikan lagu yang berbunyi (judulnya "Mimpi"): "Mama aku ada tanya,papa aku mohon doa
    Ku telah berjumpa seorang pujaan hati
    Ketika semalam kubermimpi
    Dan aku dipeluk dalam sayang
    Dibawa ke bukit gunung karang
    Berlayar menembus ombak kutertawa gelak
    Tak ada lagi aral melintang
    Aku terjaga didalam pilu
    Dia pergi mimpipun berlalu
    Semesra bisikan dalam kalbu
    Sepedih hati disayat sembilu
    Mama aku ada pinta,papa aku mohon doa
    Akankah pujaan hatiku kembali tiba
    Sebagai impian nyata
    Aku terjaga di dalam pilu
    Dia pergi mimpipun berlalu
    Semesra bisikan dalam kalbu
    Sepedih hati disayat sembilu...
    Sepedih hati disayat sembilu...
    Sepedih hati disayat sembilu....";

    dan benar, waktu dia main harmonika, penonton gemuruh.

    Belakangan waktu saya SMA (20 tahun lalu!), ada acara konser di St Louis, beliau menyumbang lagu Natal pop "My Favorite Things".

    ReplyDelete
  4. Hehehe Cak Wens,
    Lagu ini juga sangat saya sukai. Kalau ada hajatan, dan diminta nyanyi, biasanya saya order lagu ini sama pemusik. Dulu di Flores juga sangat terkenal meskipun saya tidak pernah lihat kasetnya, tidak tahu siapa yang nyanyi.

    Sekarang, Juli 2009, di beberapa radio di Surabaya, khususnya Wijaya FM, pun masih diputar. Tahun lalu Ermy Kullit bersama Ireng Maulana All Stars bikin rekaman jazz Indonesia, salah satu nomor andalan ya ini dia.

    Xiexie ni... sudah baca dan kasih komentar di beta punya blog. Salam untuk orang Indonesia di USA.

    ReplyDelete
  5. Lagunya Ira Puspita yang populer
    selain 'Mimpi' yaitu ' Cinta'
    Dulu sewaktu jaya2 nya lagu 'Cinta'
    tidak henti2 nya diputar diradio2
    swasta maupun RRI, :

    Lalalala lalalalalala
    lalalalala lalalala
    Lalala la lalalalala
    La lalalalala lalalalala

    Cinta, cinta
    Orang bilang cinta itu asyik
    Cinta, cinta
    Orang bilang cinta itu berisik
    Cinta, cinta
    Dia bilang bagai bunga pelastik
    Budi bahasanya sangatlah simpatik
    Nggak tahunya ....politik.........
    Apa kau bilang
    Apa dia bilang terserah saja
    Dahulu cinta
    Sekarang cinta nantipun cinta
    Slama dunia masih berputar ada cinta
    Mobil tergantung sopirnya
    Cinta terserah kepada
    Anda...........sopirnya

    Maka, maka
    Jangan cepat cepat bilang cinta
    Juga, juga
    Jangan lama lama mendam cinta
    Walau, walau
    Kamus cinta memang tidak ada
    Tetapi anda masih bisa meraba
    Isi hati....hati dia

    Lalalala lalalalalala
    Lalalalala lalalala
    Lalala lalalalalala la
    Lalalalala lalalalala
    Lalalala lalalalala
    Lalalala lalalala la......



    ReplyDelete