15 July 2007

BRTN 2007 Jenis Seriosa


Saya pernah menulis bahwa lagu seriosa telah lenyap dari Indonesia. Alhamdulillah, pendapat saya ternyata salah. Sabtu malam, 14 Juli 2007, grand final Bintang Radio 2007 tingkat nasional di Taman Surya, Surabaya, lagu klasik ala Indonesia ini dilombakan juga.

Hehehe... seriosa tak jadi mati.

"Memang sepuluh tahun terakhir ini tidak ada lomba nyanyi seriosa. Makanya, saya sangat berterima kasih kepada RRI [Radio Republik Indonesia] yang menggelar kembali bintang radio," ujar Christopher Abimanyu, ketua dewan juri Bintang Radio 2007 jenis seriosa.

Malam itu ada enam finalis. Tiga perempuan, tiga laki-laki. Diiringi Orkes Studio Surabaya, dengan dirigen Desiderius Sugianto, masing-masing penyanyi membawakan satu lagu seriosa yang sudah tak asing lagi. Menurut saya, tingkat kesulitan lima lagu tidak terlalu tinggi, kecuali 'Cintaku Jauh di Pulau' [dari puisi Chairil Anwar] yang kelas berat.

Setelah mendengarkan lagu hiburan, penonton disuguhi suara tiga finalis perempuan jenis seriosa. Suasana yang tadinya riuh, ngebeat, menjadi hening. Khas klasik.

Tapi, maaf saja, penyaksi malam final Bintang Radio kali ini belum tahu disiplin musik klasik. Mereka bicara sendiri-sendiri, suit-suit, belum berusaha menyimak pesan nyanyian klasik khas Indonesia.

Bukan salah penonton, saya kira. Siapa suruh panitia mencampur jenis seriosa dan hiburan di satu panggung? Di tengah keramaian yang tidak perlu itu, saya coba menikmati suara-suara seriosa yang sudah lama 'hilang' dari Indonesia.

SYANE LAWALATA [Ambon] membawakan Cempaka Kuning karya Sjafiie Embut. Ini tergolong lagu mudah yang biasa dibawakan anak-anak paduan suara. Sejak nada pertama Syane terlihat kurang percaya diri. Maklum, nona Ambon jarang tampil di panggung bawakan seriosa.

Bidikan nada kurang pas. Power kurang. Belum lagu harmonisasi dengan musik pengiring yang juga bermasalah. Tapi secara umum tetap baiklah.

KRISWANTI [Jakarta] dengan lagu Lumpur Bermutiara [Surni Warkiman]. Power jauh lebih bagus, artikulasi oke. Kemudian Hajah ARIANI [Jogja] membawakan Untuk Anakku [Syaiful Bachri].

Gak nyangka sang hajah, pakai jilbab, busana muslim, justru menyanyi paling bagus. Suara soprannya mantap. Pembawaan oke. Lagu ini bercerita tentang kebahagiaan sang ibu terhadap anaknya, doa sang bunda agar anaknya kelak bahagia dan menjadi manusia berguna.

Benar dugaan saya. Hajah Ariani terpilih sebagai juara pertama. "Alhamdulillah. Saya menyanyi saja tanpa beban. Saya hanya mencoba mengungkapkan pesan yang diperlihatkan dalam syair lagu," kata Ariani kepada saya.

Ariani guru sebuah sekolah menengah kejuruan di Jogja. Dia juga mengajar seni suara. Tampilnya Hajah Ariani sebagai kampiun seriosa sekaligus mematahkan anggapan seakan-akan seriosa itu 'lagunya orang nasrani'.

Nota bene: Aning Katamsi, bekas kampiun seriosa, yang malam itu jadi anggota juri, pun berbusana muslim, pakai jilbab!

MOSES TOMAZOA [Ambon] tampil sebagai finalis pertama laki-laki. Ini kejutan karena sejak dulu belum pernah ada penyanyi Ambon yang ikut bintang radio jenis seriosa. Suaranya bas. Dus, beda dengan finalis yang sejak dulu rata-rata tenor.

Seperti temannya, Syane, karena tampil pertama, Moses terlihat kurang tenang. Ambitus nada yang lebar di lagu 'Kepada Kawan' [Saiful Bachri] menuntut konsentrasi tinggi. Moses keluar sebagai juara ketiga. Lumayanlah!

Suara AGUNG WIDYOo [Bogor], finalis kedua, juga besar, bas. Membawakan lagu 'Derita' [Zainuddin], Agung tampil tenang, apa adanya. Agung mendapat sambutan meriah dari hadirin. Dia juara dua.

RAMHOT BASANI SIHOMBING [Medan], finalis ketiga, meneruskan tradisi kejayaan seni suara dari orang Sumatera Utara, khususnya Batak. Suaranya tenor. Saya teringat beberapa kampiun bintang radio 1990-an macam Johnson Panjaitan dan Mangapul Hutapea.

Ramhot pun kebagian lagu yang sulit, yakni 'Cintaku Jauh di Pulau'. Tapi berkat pengalamannya di dunia seni vokal klasik, Ramhot membawakannya dengan lumayan.

"Dia terlalu banyak melakukan covering sehingga pesan lagu menjadi tidak jelas. Padahal, seriosa itu kan harus menonjolkan pesan," kritik Abimanyu, bekas juara seriosa, yang juga ketua dewan juri. Meski begitu, Ramhot terpilih sebagai pemenang pertama. Horas!

"Terus terang, saya kebagian lagu yang sulit. Nadanya mulai dari paling rendah sampai paling tinggi. Variasinya banyak. Tapi, syukurlah, saya akhirnya menang," ujar Ramhot kepada saya. Laki-laki Batak ini sibuk mencari kameranya sehingga tidak bisa bicara banyak dengan saya.

Aning Katamsi, bekas juara seriosa, mengingatkan kembali pentingnya bernyanyi sesuai dengan partitur. Tidak boleh improvisasi sembarangan di lagu seriosa atau klasik. Tanda-tanda dinamika, ekspresi.. harus diperhatikan.

Saya pribadi menilai kualitas enam finalis kali ini di bawah Bintang Radio era 1990-an ke bawah. Bandingkan saja dengan Abimanyu, Aning Katamsi, Johnson, Mangapul.... Tapi tak apa-apa. Ketiadaan lomba seriosa di tanah air selama bertahun-tahun, pelan tapi pasti, telah menjauhkan anak-anak muda kita dari seni suara klasik ala Indonesia.

Seperti Abimanyu, legenda pop kita, Titiek Puspa mengaku sangat terharu mendengar lagu-lagu seriosa dilombakan [lagi] di bintang radio. "Saya merinding mendengar lagu-lagu seriosa. Lagu-lagu itulah yang justru membuat manusia menjadi lebih manusiawi. Ora hancur-hancuran," tegas Titiek Puspa.

Malam itu, Titiek Puspa [lahir 1 November 1937] menerima Anugerah Capaian Sepanjang Hayat [Life Time Achievement Award] dari Direktur Utama RRI Parni Hadi atas dedikasinya di bidang seni suara. Pada 1954 Titiek Puspa tercatat sebagai peserta lomba bintang radio di Semarang.

"Tapi saya nggak bisa masuk final. Semifinal paling hebat, eh finalnya kempes. Hehehe....," ujar Titiek yang sudah punya 14 cucu itu.

BACA JUGA
Lagu seriosa itu apa?

5 comments:

  1. emang seriosa susah tuh...

    ReplyDelete
  2. THANKS UNTUK ULASAN DAN KEHADIRANNYA BANG.. SALAM!
    ADHI - PRO2FMSBY

    ReplyDelete
  3. Sama-sama Cak. Salam untuk teman-teman di RRI.

    ReplyDelete
  4. mau ikut lomba rri kategori seriosa gmn caranya yah?! tahun ini ada ga yah!?!?!

    pls info... pls pls pls...

    callas_mania@yahoo.com

    thanks bgt sbl nya

    ReplyDelete
  5. Hai...
    Anda bisa bertanya langsung ke RRI di kota Anda. Sebab, lomba nyanyi seriosa sejak dulu diadakan RRI.

    Salut, di zaman gila pop macam ini Anda justru berminat ikut seriosa. Selamat berlatih. Salam musik.

    ReplyDelete