29 July 2007

Apresiasi dari Maria Eva


Kaget juga saya tiba-tiba ditelepon Maria Eva. Ada apa dengan penyanyi dangdut yang sempat bikin heboh gara-gara video mesranya dengan Yahya Zaini, politikus Golkar, tersebar ke mana-mana itu?

'Wah, Mas Hurek, saya iseng-iseng lihat internet, ternyata banyak artikel yang membahas Maria Eva. Kalaupun baca sampai satu minggu akan habis-habis,' ujar ME, begitu Maria Eva menyebut dirinya.

Ia juga berterima kasih kepada saya karena blog ini menulis cukup banyak artikel tentang ME. Memang, jauh sebelum kasus video ME-YZ, saya sudah menulis beberapa artikel tentang album 'Pelangi Senja' garapan Pak Malik Bz., penulis lagu dan penata musik asal Sidoarjo. Kebetulan saya cukup akrab sama Pak Malik, sehingga cukup tahulah kisah di balik proses pembuatan album ME.

'Wah, ternyata sampeyan menulis cukup banyak tentang saya. Saya terima kasih banyak ya, Mas Hurek,' papar perempuan asal Sidoarjo itu.

Wah, ternyata ME ketinggalan. Selama ini dia hampir tak pernah berselancar di internet. Ketika pekan lalu dia masuk Google, ketika namanya, keluarlah ribuan lema seputar Maria Eva. Dari situlah ME menemukan blog saya. Lalu, dia baca artikel tentang dirinya, terlebih ribut-ribut video adegan ranjang ME-YZ.

Lalu, bagaimana dengan komentar-komentar pembaca [bloger] yang rata-rata memaki-maki dirinya? Apa ME tidak marah? Apa perlu dihapus?

'Saya sudah baca komentar-komentar itu. Biarkan saja, toh mereka belum tahu ME yang sebenarnya. Apa pun komentar masyarakat tentang saya, silakan saja,' katanya.

Yah, saya bilang sama ME bahwa kasus video sensasional ME-YZ memang menjadi santapan empuk penulis di internet. Blog saya pun tiba-tiba melejit gara-gara saat itu menulis sosok Maria Eva. Dan biasanya akan muncul komentar-komentar spontan yang, apa boleh buat, sering kali menohok.

Celakanya, para komentator itu lebih banyak berlindung di balik anonimitas. Tidak mau menulis nama penuh, apalagi alamat dan nomor telepon yang bisa diverifikasi. Komentar-komentator anonim di blog, meski bagus dan berbobot, tetap saja tidak ada nilainya. Ujung-ujungnya mutu blog pun turun karena tidak ada pertukaran ide yang mencerahkan.

Lain dengan blog-blog di negara Barat yang berani berkomentar secara bertanggung jawab. 'Itulah Indonesia, ME. Jadi, sampeyan maklumi saja kalau banyak yang menyerang sampeyan, tapi tidak berani tulis nama dan alamat terang,' kata saya.

'Nggak apa-apa,' kata ME. 'Yang penting, pada suatu saat orang akan tahu bahwa Maria Eva tidaklah sejelek yang diduga orang.'

Lalu, ME yang barusan bercerai dari suami di Surabaya ini mengatakan bahwa dia sedang sibuk di Jakarta. Sibuk apa tidak dijelaskan. Namun, saya lihat di infotainmen ada berita ME yang segera merilis film perdananya. 'Saya kan sudah nyanyi. Sekaang saya mau jajal kemampuan di bidang film,' tekad ME.

Syukurlah, blog orang kampung ini ternyata ada manfaatnya dan mendapat apresiasi dari seorang Maria Eva.

No comments:

Post a Comment