18 June 2007

Wisata Kopi ala Java Mocha


Banyak orang doyan minum kopi, tapi belum tahu bagaimana proses pengolahan kopi dari perkebunan hingga menjadi kopi bubuk siap seduh. Bahkan, banyak orang (kota) belum pernah melihat tanaman kopi.

Inilah yang mendorong pengelola Java Mocha di Delta Raya Selatan 38 Waru, Sidoarjo, menggelar Java Coffee World Adventure. Peserta tur berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya dibawa ke perkebunan kopi di Kaliwining, Kabupaten Jember.

"Kebetulan Java Mocha memang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi di Jember sana," ujar Sofie Kusminarsih, program director Java Mocha Indonesia, kepada saya.

Tur ke kebun kopi itu cukup mengesankan. Sebab, peserta tak hanya bereaksi di akhir pekan atau berkelana ke desa, tapi mendapat banyak pengetahuan baru tentang kopi. Apa saja tentang kopi.

"Sebelum ke perkebunan, peserta mendapat presentasi tentang kopi. Peserta diberi wawasan mulai dari jenis kopi, cara budidaya, perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen," tutur Sofie Kusminarsih.

Yang menarik, penjelasan tentang seluk-beluk kopi ini langsung diberikan oleh para ahli kopi di Pusat Penelitian Kopi Kaliwining. Sebagian di antaranya dosen senior Fakultas Pertanian Universitas Jember. Pakar-pakar ini tiap hari berurusan dengan budidaya dan pengolahan kopi.

Selepas presentasi, rombongan dari Sidoarjo diajak melihat perkebunan kopi dan pabrik pengolahan kopi milik Puslit Kaliwining.

"Habis jalan-jalan, kita diminta mencicipi kopi. Coffee cup testing ini yang paling berkesan bagi peserta tur," kata Sofie.

Cukup seru, karena banyak macam kopi yang disediakan Puslit Kaliwining. Mereka pun dipersilakan bertanya--apa saja asalkan masih tentang kopi--kepada para pakar kopi.

Menurut Sofie, tur ke perkebunan kopi Kaliwining akan menjadi agenda tetap Java Mocha. Sebab, sejak awal coffee house di kawasan Deltasari ini ingin agar warga Jawa Timur punya apresiasi terhadap kopi jawa. Bukan apa-apa. Kopi jawa yang diproduksi di berbagai perkebunan dan lahan rakyat tak kalah dengan kopi impor.

"Java Coffee itu punya tempat tersendiri di kalangan komunitas kopi internasional. Sudah selayaknya kalau kita bangga dengan tanaman yang dihasilkan di bumi Indonesia sendiri," ujar Sofie.

2 comments:

  1. sekarang apa masih menyelenggarakan tur ke perebunan kopi, sepertinya menarik. kalo ada menghubungi siapa.

    regards,
    sari

    ReplyDelete
  2. Saya sudah lama tidak berhubungan dengan Java Mocha. Kafe yang di Deltasari pun sudah tutup. Tapi Java Mocha masih punya konter di beberapa mal/plasa di Surabaya.

    Jadi, saya tidak tahu apakah masih ada tur ke perkebunan kopi kayak beberapa tahun lalu. Yang jelas, PTP di Jember masih tetap melayani kunjungan wisata di perkebunan kopi. Suwun.

    ReplyDelete