04 June 2007

Opera Milan yang Memukau


Penggemar musik serius di Surabaya, Jumat (1/6/2007) malam, mendapat suguhan opera lezat dari negeri biangnya opera. La Scala di Seta, ensembel asal Milan, Italia, memukau sekitar 200 undangan di Balai Adika, Hotel Majapahit, Surabaya.

Sepuluh seniman opera ini datang ke Indonesia atas inisiatif World Food Programme (WFP) berkerja sama dengan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jawa Pos, RADAR Surabaya, dan beberapa sponsor lainnya. "Kami ingin memberikan tontonan yang bermutu kepada penggemar musik di Surabaya,” ujar David Montgomery, bos TPS.

La Scala di Seta diperkuat empat vokalis: Domenica Briganti (sopran), Alessandra Palomba (meso-sopran), Carlo Morini (bariton), dan Maurizio Comencini (tenor). Mereka diiringi enam pemusik: Cesare Caretta (violin), Massimo Repellini (cello), Nicola Zuccala (klarinet), Alessandro Longhi (flute), Michele Fagnani (gitar), Antonello Ghidoni (gitar).

Dibuka dengan overtur Il Barbiere di Siviglia karya Rossini, La Scala di Seta langsung memerlihatkan kelasnya sebagai ensembel klasik papan atas dunia. Masing-masing pemain tampil dengan skill prima, begitu juga harmonisasinya. Mereka saling mengisi dalam porsi yang pas.

"Mereka disiplin banget. Inilah bedanya dengan pemain kita yang sering kali suka egois,” ujar Agus, pemain klarinet lulusan Institut Seni Indonesia (Jogja), kepada saya.

Usai overtur, dua penyanyi muncul dari sisi kiri dan kanan panggung. Lalu, meluncurlah komposisi karya WA Mozart bertajuk Il Flauto Magico. Mimma Briganti (sopran) dan Carlo Morini (bariton) tampil sangat ekspresif. Pas dengan suasana lagu yang bercerita tentang cinta dua insan. Di ujung lagu, Carlo mencium tangan Mimma dengan tulus. Romantis banget.

Mungkin sudah dapat ‘bocoran’ lebih dulu, para seniman Italia ini menyisipkan beberapa nomor opera yang sangat ‘ngetop’ di Indonesia. Di antaranya, Rigoletto (Verdi), La Traviata (Verdi), serta Don Giovanni (WA Mozart). Nomor-nomor ini selalu ditampilkan dalam konser Surabaya Symphony Orchestra (SSO).

Aplaus panjang pun bergema di akhir lagu.
“Thank you… thank you!” ujar Mimma Briganti, soprano yang baru pertama kali datang ke Indonesia itu.

Sajian vokal prima, penampilan enam pemusik nan yahud, ditambah akustik Balai Adika yang bagus, tak ayal membuat para penonton terbuai. Tak disangka, konser langka ini harus berakhir setelah 14 lagu. Namun, penonton yang terdiri atas warga ekspat, diplomat, pengusaha, siswa sekolah musik, rekanan TPS dan WFP rupanya tak mau beranjak dari tempat duduknya.

“More! More! More!” teriak penonton.

Akhirnya, empat penyanyi asal Milan itu pun memenuhi keinginan penonton dengan menambah empat nomor alias enchore. Salah satunya, O Sole Mio, lagu rakyat Italia yang sangat dikenal di dunia. Penonton benar-benar puas.

“Malam ini kita benar-benar disuguhi musik yang sangat berkualitas. Para penyanyi tampil luar biasa. Saya pikir mereka the best dari pemusik luar yang pernah datang ke Surabaya. Ciamik soro,” ujar Pauline Poegoeh, satu-satunya penyanyi opera di Surabaya, kepada saya.

Solomon Tong, dedengkot musik klasik, pun memuji La Scala di Seta. Padahal, dirigen Surabaya Symphony Orhestra (SSO) ini selama ini dikenal sangat irit melontarkan pujian secara blak-blakan. Menurut Tong, empat penyanyi opera asal Milan itu menyajikan teknik bell canto yang sempurna.
Bell canto adalah teknik menyanyi ala Italia, khususnya untuk nomor-nomor opera.

“Bagi saya, penampilan mereka luar biasa. Ya penyanyinya, ya pemusiknya. Memang mereka memasukkan dua gitar, hal yang tidak lazim. Tapi hal ini tidak mengurangi kualitas mereka,” tutur Tong.

"Saya puas karena sudah lama tidak ada konser macam ini di Surabaya. Lebih puas lagi, mereka tampil sangat bagus,” ujar David P Sheldon, ekspatriat asal Amerika Serikat.

PROGRAM 'LA SCALA DI SETA'
Hotel Majapahit, Surabaya, 1 Juni 2007
-------------------------


1. G. Rossini: Il Barbiere di Siviglia - Overture.
2. W.A. Mozart: Il Flauto Magico - Prapageno e Papagena [soprano, bariton].
3. G. Rossini: Il Barbiere di Siviglia - Largo al Factotum [bariton].
4. G. Rossini: Il Barbiere di Siviglia - Una voce poco fa [mesosopran].
5. G. Verdi: Rigoletto - La Donna e Mobile [tenor].
6. G. Verdi: La Traviata - Addio del Passato [soprano].
7. G. Verdi: La Taviata - Libiamo nei Lieti Calici [soprano, tenor].

ISTIRAHAT 30 MENIT

1. G. Rossini: La Gazza Ladra - Overtur.
2. W.A. Mozart: Don Giovanni - La Ci Darem la Mano [mesosopran, bariton].
3. G. Verdi: Rigoletto - Caro nome [soprano].
4. G. Verdi: Rigoletto - Cortigiani, vil razza... [bariton].
5. G. Bizet: Carmen - Habanera [mesosoprano].
6. G. Puccini: Tosca - E Lucevan le Stelle [tenor].
7. G. Verdi: Rigoletto - Bella Figlia dell'amore [bersama-sama].

No comments:

Post a Comment