19 June 2006

Nyanyi Klasik, Jantung Sembuh

Ang Swie Tjhaiy [65 tahun] tak pernah menyangka kalau bisa menyanyi di depan umum bersama sebuah orkes simfoni. Menyanyi klasik lagi!

"Seumur-umur saya nggak pernah tampil menyanyi di depan orang ramai. Paling satu dua kali di karaoke," ujar Ang Sarjono, sapaan pengusaha yang bermarkas di kawasan Jalan Raden Saleh Surabaya.

Ang mengaku sejak remaja suka menikmati musik, khususnya lagu-lagu romantis dan slow. Di rumah, Ang berusaha melantunkan lagu-lagu itu sebagai hiburan biasa.

"Nggak terpikir untuk menyanyi di depan umum. Saya ini kan pengusaha yang jauh dari urusan seni suara dan musik," paparnya kepada saya.

Namun, perjalanan waktu akhirnya 'memaksa' Ang Sarjono untuk menekuni dunia menyanyi secara serius. Sambil terus menekuni bisnis logam, tentu saja. Ayah dua anak kelahiran Surabaya, 22 November 1942, ini tiba-tiba terkena penyakit jantung.

Ia pun harus berobat rutin ke dokter, menelan begitu banyak obat. "Saya lakoni itu, tapi penyakitnya nggak sembuh-sembuh," tutur Ang.

Suatu ketika, sang dokter bertanya, "Pak Ang ini hobinya apa?"

Ang menjawab sekenanya, menyanyi! "Ya, sudah, mulai sekarang Anda harus latihan menyanyi. Carilah guru nyanyi yang baik biar nyanyinya nggak karuan!" tutur Ang menirukan kata-kata dokter spesialis jantung.

Ang akhirnya dipertemukan dengan Xiao Cia, guru vokal asal Korea di Surabaya. Xiao Cia ini dinilai sangat keras dan disiplin. Olah vokal dan olah pernapasan harus dilakukan sungguh-sungguh, layaknya penyanyi klasik beneran. Suara pun harus dikeluarkan secara maksimal.

"Jadi, setiap kali menyanyi jantung saya dipacu untuk bekerja keras. Pernapasan jalan, pokoknya seluruh organ tubuh ikut bekerja. Saya merasa, oh, ternyata inilah terapi yang harus saya jalankan untuk meyembuhkan penyakit jantung saya," tutur Ang Sarjono dengan wajah berseri-seri.

Untuk kesehatan, Ang berpendapat bahwa menyanyi lagu biasa--apalagi sekadar di karaoke--sama sekali tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah teknik vokal secara baik dan benar.

"Dan menurut pengetahuan saya, hanya teknik seriosa yang bisa. Kalau nyanyi di karaoke itu kan kayak orang ngomong saja. Nggak ada tantangan sama sekali, nggak bakalan keringat, jantung nggak ikut terpacu," papar Ang, serius.

Setelah dua tahun menekuni seni suara--tanpa bermaksud menjadi vokalis klasik--Ang Sarjono mengecek kesehatannya ke dokter. Bukan main! Ternyata, kondisi jantungnya semakin baik.

Ang Sarjono semakin terpacu untuk berguru di Xiao Cia, kemudian menerapkan hasil latihan di rumahnya.

"Suaranya keras sekali, tapi enak. Saya sendiri kaget kok sekarang suara suami saya seperti penyanyi profesional," papar Li Yuliani, istri Ang Sarjono.

Pada tahun ketiga, Ang Sarjono kaget bukan kepalang. Kenapa? Penyakit jantung yang diidapnya hilang sama sekali. Sembuh total.

"Sekarang ini saya sudah tidak lagi makan obat. Obat saya, ya, menyanyi dan menyanyi terus," ujar Ang Sarjono.

Suatu ketika, Ang Sarjono menyanyi santai bersama rekan-rekan bisnis di sebuah restoran. Tak dinyana, Solomon Tong, dirigen Surabaya Symphony Orchestra, berada di situ.

"Saya kaget, kok ada orang yang sudah sepuh suaranya bagus sekali," papar Solomon Tong.

Tong kemudian menelepon Ang Sarjono untuk diminta tampil dalam sebuah konser SSO di Hotel JW Marriott beberapa waktu lalu. Penggemar musik klasik terkejut, tak menyangka, ada lansia bisa menyanyi dengan baik.

Permintaan Tong diteruskan ke Xiao Cia, sang guru. Mereka berdua berlatih membawakan komposisi terkenal karya G. Verdi Brindisi. Komposisi yang sangat lincah dibawakan dengan apik oleh Ang Sarjono dan Xiao Cia.

Mudah-mudahan tambah sehat, Pak!

1 comment:

  1. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya ternyata menyanyi lagu klasik, bagus untuk penderita sakit jantung. Aneh tapi nyata.

    ReplyDelete