14 June 2007

Karni Ilyas Menang Lagi


Rabu, 13 Juni 2007. Polisi Indonesia mengumumkan bahwa Yusron Mahmudi yang dicokok di Banyumas, Sabtu 9 Juni 2007 identik dengan Abu Dujana, gembong teroris. Anak buah Noordin Mohammad Top.

Yusron itu, ya, Abu Dujana. Sehari sebelumnya, pemerintah Australia sudah membocorkan informasi kelas wahid ini.

Mana gambar terbaru Abu Dujana? Rupanya macam apa? Tambah kurus, tetap, gemuk? Televisi dan media cetak tak beroleh akses untuk mengambil gambar si Abu. Tapi tidak bagi Karni Ilyas. Pemimpin redaksi ANTV ini kembali menjadi satu-satunya wartawan di Indonesia [dus, dunia] yang diizinkan 'menemui' Abu Dujana.

Lalu, anak buah Karni Ilyas ambil gambar. Klik! ANTV pun akhirnya menyiarkan gambar eksklusif sosok Abu Dujana. Pakai sarung kotak-kotak, baju takwa, si Abu dikawal dua polisi.

Koran-koran kemudian mengutip gambar ANTV itu untuk halaman depannya besok pagi. Televisi lain, termasuk televisi spesialis berita 24 jam, hanya bisa gigit jari. Tidak dapat gambar Abu Dujana!

"Juampuut.... Karni Ilyas maneh! Karni maneh! Kok iso ya arek iku bolak-balik dapat gambar eksklusif, punya akses khusus ke Densus 88," gerutu teman saya, wartawan senior.

"Ya.. opo maneh," jawab saya sekenanya.

Bukan ANTV yang hebat, tapi Karni Ilyas.

Bekas wartawan majalah TEMPO yang lahir di Bukitinggi, Sumatera Barat, 25 September 1952, itu memang punya lobi khusus dengan petinggi polisi. Sejak dulu, saat memulai karier wartawan di Suara Karya, tahun 1972. Bos-bos polisi, bos jaksa... hamba hukum dia 'kawani'.

"Dalam hal itu berlaku TRUST. Kepercayaan. Ketika dibagikan [informasi penyerbuan oleh petinggi polisi] ini semuanya bisa di-keep," ujar Karni Ilyas seperti dikutip majalah Playboy Indonesia, September 2006.

Ah, majalah Playboy ternyata memuat wawancara sangat menarik dengan Karni Ilyas. Di luar gambar-gambar erotis, Playboy Indonesia boleh juga.

Berkat kedekatan, lobi, TRUST... itulah Karni Ilyas menang. Dia dapat berita eksklusif untuk medianya. Saat Karni kerja di Suara Karya, ya Suara Karya dapat. Kerja di TEMPO, TEMPO dikasih berita kelas satu. Pindah ke SCTV ya begitu. Hari ini ANTV menikmati keampuhan lobi seorang Karni Ilyas.

Ya... opo maneh, Cak!

Sebelum bikin kaget media-media lain dengan gambar eksklusif Abu Dujana, Karni Ilyas menyiarkan gambar dan liputan khusus penyerbuan rumah kontrakan Dr. Azahari, teroris asal Malaysia, di Batu, Malang.

Dua pekan sebelum penyerbuan di Batu, Karni mengaku sudah dapat bocoran dari petinggi polisi. Sebagai pemimpin redaksi SCTV pada 2005, ya, Karni mengangkat citra televisi itu.

Lalu, pada 29 April 2006 Karni Ilyas kembali 'diajak' polisi menyerbu sarang teroris di Wonosobo, Jawa Tengah. Noordin M. Top lolos, namun Gempur Budi Angkoro alias Jabir tertangkap. ANTV [kali ini Karni Ilyas bekerja untuk ANTV] mendapat gambar eksklusif.

Pewarta foto media asing dan kantor berita, apa boleh buat, hanya bisa mereproduksi gambar eksklusif ANTV. Lalu, koran-koran di seluruh dunia memuat gambar ANTV tersebut. Waktu itu saya dan teman-teman pesiar di Malaysia dan Singapura. Halaman muka koran di dua negara itu memuat gambar penyerbuan di Wonosobo versi ANTV.

"Asem, Cak," ujar teman saya.

"Ya, opo maneh, Cak," jawab saya asal-asalan. Hehehe...

PLAYBOY: Mungkin Anda telah kunci lobi-lobinya [sehingga wartawan lain tidak dapat].

KARNI ILYAS: Ah nggak lah. Nggak mungkin saya bilang kamu nggak boleh bergaul sama ini ini. Emang kita kasih apa dia? Mau nggak kerja keras, itu saja....


Karni Ilyas mengaku menerapkan resep sederhana dalam menjalin lobi dengan sumber berita: pendekatan kemanusiaan.

"Kalau anda jujur, lurus sama orang... biar muka jelek kayak saya, orang juga respek. Kalau anda kelihatan cheating tidak akan diterima.

"Maka dari itu, wartawan saya harus netral. Saya tidak suka wartawan yang oposan, partisan."

4 comments:

  1. wartawan memang hrs gigih, tekun, cinta profesi. kalo gak ya gak usah kerja di media. salut utk bang karni!

    ReplyDelete
  2. Cak, blogger sampeyan tak link nang MPku yo..menarik soale...Suwun

    ReplyDelete
  3. Blog ini sangat menarik karena berfungsi sebagai motivator. Salam cak teko arek-arek Kaltim Post (Grup JP) di Balikpapan.

    ReplyDelete
  4. Oke, Cak Kresna, suwun sampeyan wis mampir ke blog ini. Salam juga untuk kawan2 di Kaltim Post. Blog ini untuk corat-coret kalau ada waktu kosong dan ide-ide kecil. Sekali lagi, salam dari Surabaya.

    ReplyDelete