26 June 2007

Harry Noerdi, Hakim dan Penyanyi



Kalau ke ruang karaoke, saya selalu pilih 'Andaikan'. Lagu ini saya hafal sejak kecil di kampung halaman, Flores Timur. Melodinya enak, syairnya puitis. Ini khas lagu-lagu Indonesia sebelum era 1980-an.

Setelah jadi wartawan di Kota Surabaya, tahulah saya bahwa 'Andaikan' diciptakan oleh Bapak Harry Noerdi. Dia hakim senior yang bertugas di Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuna. Kebetulan, ah lagi-lagi kebetulan, saya pernah beat alias ngepos di PN Surabaya. Tambah klop!

Saya pun jadi mengenal lebih dekat Pak Harry Noerdi, penulis lagu, penyanyi, yang dulu hanya bisa saya dengar suaranya di tape recorder. Wah, Pak Harry ternyata tidak bertampang artis atau orang terkenal. Sama saja dengan hakim-hakim lain. Orang biasalah.

Bahkan, tak banyak yang tahu kalau dia itu pernah menjadi penyanyi, penulis lagu, yang karya-karyanya hit pada 1970-an. "Saya memang suka musik sejak remaja. Main band, menyanyi, gitaran. Teman saya antara lain Markus Sajogo yang kebetulan sama-sama anak band," cerita Harry Noerdi [69 tahun] suatu ketika.

Beberapa saat setelah reformasi, 1998, Harry Noerdi dipercaya menjadi juru bicara atawa humas PN Sidoarjo. Otomatis, beliau sering berhubungan dengan wartawan. Malam-malam saya sering menelepon Pak Harry untuk meminta konfirmasi atas suatu masalah.

Di ujung wawancara, biasanya saya mengalihkan persoalan, "Bapak masih sempat main gitar atau menulis lagu?" Pak Harry Noerdi biasanya tertawa kecil. Dia bilang musik tidak bisa lepas dari kehidupannya. Menyanyi menjadi hobi yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupannya.

"Tapi saya sibuk di pengadilan sehingga tidak bisa seperti dulu. Profesi saya kan hakim. Hehehe," ujar penyanyi bersuara bariton ini. Harry Noerdi biasanya menyanyi dengan penuh penghayatan.

Lagu 'Andaikan' sangat berasa kalau dia nyanyikan sendiri kendati kualitas vokalnya termasuk tidak istimewa. Dia pernah cerita bahwa lagu 'Andaikan' yang sangat terkenal, legendaris itu, ditulis secara spontan. Dia main gitar, bersenandung, ketemu melodi, menulis lirik... jadilah lagu yang belakangan dinyanyikan penyanyi-penyanyi macam Yuni Shara, Elfa Singer's, Broery Marantika, Ade Manuhutu, Rachmat Kartolo... dan banyak lagi.

Seperti umumnya penulis lagu, Harry Noerdi mengaku tak menyangka bahwa 'Andaikan' akan terkenal sampai hari ini. Tugas seniman, kata dia, hanya bikin karya seni. Terkenal atau tidak, populer atau tidak... itu urusan waktu dan pasar. Kebetulan orang Indonesia rata-rata melodius, suka lagu-lagu bermelodi kuat, sehingga 'Andaikan' pun cepat menjadi hits di blantika musik pop pada 1970-an.

Di era Presiden B.J. Habibie digelar pemilihan umum multipartai pertama di era reformasi. Kali ini, Harry Noerdi dipercaya sebagai ketua Panitia Pengawas Pemilu [Panwaslu] Kota Surabaya. Kebetulan saya mendapat tugas sebagai reporter politik dengan fokus pada pemilu. Sebanyak 48 partai ikut pemilu, dan itu membuat suasana politik riuh rendah.

Pelanggaran terjadi di seluruh Kota Surabaya. Tiap hari Harry Noerdi mendapat pengaduan dari pengurus partai di desa, kecamatan, hingga kota. Apa boleh buat, Harry Noerdi pun pusing kepala menghadapi proses politik yang sebelumnya tak pernah ditekuninya. Dia seniman musik, dia hakim atawa hamba hukum.

Boleh dikata, Harry Noerdi itu apolitis. Namun, justru kenetralannya inilah yang membuat peserta pemilu yakin bahwa Panwaslu Kota Surabaya bersikap netral. Kredibilitas Panwaslu Surabaya sangat baik jadinya.

"Waktu itu kami menghadapi semua pengaduan dengan enjoy. Semua pengaduan kami kaji, analisis, dan memberikan rekomendasi. Apalagi, kepemimpinan Pak Harry Noerdi di Panwaslu juga sangat demokratis," cerita Romo Eko Budi Susilo, Pr., rohaniwan Katolik, yang juga anggota Panwaslu Surabaya pada tahun 1999.

Eh, kebetulan lagi di Panwaslu ada beberapa anggota yang suka musik dan nyanyi. Harry Noerdi jelas penyanyi dan penulis lagu. Romo Eko sangat senang menyanyi apa saja. Mbak Indah, perempuan anggota Panwaslu, bekas juara bintang radio dan televisi di Jawa Timur. Ditambah beberapa wartawan politik, termasuk saya, suka nyanyi dan antusias di musik. Klop!

"Jangan lupa nanti malam kita rekreasi di Nur Pacific ya? Anda habis menulis berita cepat-cepat gabung ya?" pesan Romo Eko Budi Susilo.

Asal tahu saja, Nur Pacific adalah restoran yang punya fasilitas kamar karaoke paling bagus di Surabaya, saat itu. Tentu saja, saya gabung karena pasti dapat banyak informasi seputar pemilu di Kota Surabaya. Bukankah Pak Harry Noerdi serta para anggota panwaslu ada di sana? Hehehe....

Di situlah, kali pertama, saya menyaksikan penyanyi dan penulis lagu menyanyikan lagunya sendiri. Pak Harry Noerdi membawakan 'Andaikan' dengan penuh perasaan. Andaikan seorang kan datang... menghibur hati sedang sunyi.... Lalu, tepuk tangan ramai-ramai.

Karier Harry Noerdi di bidang hukum naik terus. Setelah jadi Humas PN Surabaya, kemudian ketua Panwaslu Surabaya, beliau ditarik ke Mahkamah Agung di Jakarta. Saya pun kehilangan kontak sama beliau. Belakangan, dari Jakarta dia ditugaskan lagi ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai hakim tinggi. Apa kabar Pak Harry Noerdi sekarang?

Yang jelas, sampai sekarang saya masih memesan lagu 'Andaikan' di kamar karaoke di Surabaya. Ini membuat saya tak pernah melupakan sosok Bapak Harry Noerdi. Manusia multitalenta: hakim, penulis lagu, penyanyi, pengawal reformasi, ayah, teman, guru... yang baik.

Berkat musik, hakim senior ini selalu murah senyum, ramah, halus tutur kata, dan siap melayani siapa pun.

Ah, andaikan semua hakim macam Harry Noerdi!


Andaikan seorang kan datang
Menghibur hati sedang sunyi
Ku kan mengabdi padamu seorang
Kekal abadi insani

Andaikan seorang kan datang
Menghibur hati sedang sunyi
Ku kan mengabdi padamu seorang
Kekal abadi insani

Namun ku pohonkan kepadamu
Janganlah kau ragu kan cintaku

Di kala hati sedang pilu
Harapanku seorang s'lalu
Dikalaulah sayang pujaan hati
Saling mencinta dan murni



CATATAN:

Syair lagu yang ditulis Harry Noerdi ini sangat memerhatikan rima. Perhatikan: bait pertama pola rimanya g-i-g-i [datang, sunyi, seorang, insani].
Jembatan atau bridge lagu pakai vokal u [kepadamu, cintaku]. Bait akhir pola rima uu-ii [pilu, s'lalu, hati, murni].

12 comments:

  1. bang, minjem artikelnya lagi, buat di reupload di blog saya ya..makasih banyak

    ReplyDelete
  2. Oke, Ning Tiwi,
    Silakan dikutip agar musik2 lama dari Oom Harry Noerdy boleh terkenal lagi ke mana2. Saja senang karena Ning Tiwi selalu minta izin sabelomnya ambil saya punya artikel. Ini satu contoh bagus yang perlu ditiru.

    ReplyDelete
  3. wah, pak Lambertus. Saya punya kenangan yang sangat manis ketika saya kecil dengan lagu-lagu Hary Noerdi (saya lahir 1960).
    Kalau boleh:
    1. Mohon no hp atau telp bapak Harry Noerdi
    2. Kalau ada boleh dong kirimi saya MP3 lagu2 dlm album Lagu Kesayangan itu. Saya dulu punya ph nya ( isi 4 lagu, 45 rpm, kecil), tapi hilang
    entah kemana)
    Tks sebelumnya

    Sugiarto (sugiarto40@yahoo.com.au)

    ReplyDelete
  4. Saya mbok dikirimi MP3 lagu2 pak Harry Noerdi ini. Syukur2 kalau saya juga dikasih no telp/ hp beliau. Saya punya kenangan manis waktu kecil dg lagu2 beliau (saya lahir 1960)

    Tks sebelumnya

    Sugiarto (sugiarto40@yahoo.com.au)

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Pak Sugiarto sudah masuk ke blog saya. Pak Harry sudah lama tidak berada di Surabaya dan saya kehilangan kontak sama beliau. MP3 saya juga tidak punya, tapi kayaknya lagu-lagu lama masih diproduksi, termasuk yang dibawakan Pak Harry Noerdi.

    Selamat mengenang masa kejayaan tempo doeloe.

    ReplyDelete
  6. permisi, boleh saya liat2 site nya, tks
    http://www.nurdinpris.multiply.com/

    ReplyDelete
  7. Pak Nurdin, terima kasih sudah mampir di sini. Saya tidak tahu lamannya Pak Harry, juga sudah lama tidak ada kontak. Salam musik.

    ReplyDelete
  8. Bilman Simanungkalit10:14 PM, May 15, 2010

    Rasanya saya dengar dan nyanyiin lagu itu waktu saya masih SMP tahun 1960-an. Apa saya salah? Yang jelas, saya suka sekali, hingga kini. Apa karena membangkitkan kenangan ya? Terimakasih, Pak Lambertus.

    ReplyDelete
  9. Saya tdk sengaja masuk ke sini dan merasa sangat beruntung menemukan Bung Hary Nurdi, yang sejak lama saya cari2. Kalau beliau sekarang 69 tahun, saya skrg 65 th, kenal lagu-lagu beliau selain Andaikan, ada Kemana Kan Kucari, Bagimu Pahlawan, Lagu Kesayangan. Tdk hanya lagunya yang jadi kenangan saya, bahkan melodi gitarnya pun tetap membekas di telinga saya. Ingin sekali download lagu2 tsb, tapi kok suliiiiit carinya. Kalau pun toh ketemu, prosedurnya sering ber-belit2. Siapa bisa bantu .....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda bisa cari di youtube .

      Delete
    2. Njih... di YouTube ada banyak versi lagunya beliau. Mengunduh pun sangat mudah. Gak sampe 5 menit sudah beres. Gak perlu bayar. Cukup bayar pulsa data thok. Cuman mutu rekamannya beliau di PH tidak jernih alias banyak suara anehnya. Musiknya pun sederhana tapi enak. Gak neko neko

      Delete
  10. Lagu "Andaikan" terispirasi lagu " Send me the pillow"

    ReplyDelete