04 June 2007

Gita Gutawa Ngajar Nyanyi


Saya menikmati suara Gita Gutawa binti Erwin Gutawa. Terus terang, saya memberi apresiasi positif kepada Erwin Gutawa, papanya Gita, yang sudah bikin album berisi 12 lagu ini. Jelas sekali kalau album ini dipersiapkan dengan benar-benar serius.

Berbahagialah Gita Gutawa! Dia terlahir sebagai putri Erwin Gutawa, pemusik papan atas, piawai membuat orkestrasi, punya relasi luar biasa di dalam dan luar negeri. Maka, sejak kecil Gita sudah kursus seni suara [klasik] di Ibu Catherina W. Leimena dan Ibu Aida Swenson-Simanjuntak.

[Kedua guru vokal Gita ini pernah kami undang sebagai juri paduan suara di Surabaya. Saya tahu persis kualitas Ibu Catherina dan Ibu Aida Swenson. Apa kabar Paduan Suara Anak Indonesia, Ibu Aida? Mudah-mudahan maju terus.]

Gita Gutawa bersuara sopran. Materi suara sejatinya tidak sangat istimewa untuk standar penyanyi klasik. Tapi, berkat teknik vokal yang baik, arahan dari guru-gurunya, ditambah polesan sang ayah, album yang didominasi warna pink ini layak dinikmati. Layak dikoleksi para orang tua yang punya anak-anak kecil untuk belajar seni suara.

Setelah menikmati 12 lagu Gita, saya melihat bahwa Erwin Gutawa ingin menjadikan album perdana anaknya ini sebagai sumbangan untuk apresiasi musik vokal di tanah air. Erwin juga naga-naganya ingin menunjukkan kepada penggemar musik: Ini lho cara nyanyi yang benar! Ini lho musik yang diiringi orkestra! Ini lho lagu yang pas dengan usia Gita: gadis kecil yang tengah beranjak remaja.

Sebagai album apresiasi, Erwin sengaja menampilkan satu nomor bertajuk Vocalizing. Kalau mau menyanyi dengan baik dan benar, maka vocalizing alias vokalisi wajib dilakoni oleh penyanyi yang benar-benar penyanyi. Vokalisi macam pemanasan bagi atlet. Sulit dibayangkan orang menyanyi dengan baik tanpa vokalisi. Juga latihan pernapasan!

Vokalisi itu ada macam-macam. Yang umum dan dasar adalah mengucapkan lima huruf hidup [a, i, u, e, o] dengan atau tanpa nada. Lalu, beranjak ke latihan meniti tangga nada. Ini penting agar penyanyi bisa mengeluarkan vokal secara pas ketika berpindah dari register dada ke register kepala alias falsetto. Singkatnya, vokalisi atawa vocalizing ini harus menjadi bagian dari kegiatan penyanyi [profesional] tiap hari.

Nah, Gita Gitawa rupanya mau membimbing teman-temannya [juga penyanyi dewasa kita] untuk berlatih vokalisi dengan membunyikan huruf 'a' dari suara dada ke suara kepala. Melodinya la si do fa'... hingga satu oktaf la si do la'...

Vokalisi ala Gita pakai suara sopran sehingga mungkin terlalu tinggi untuk alto atau mesosopran. Tidak apa-apa. Nada bisa diturunkan sedikit, yang penting perpindahan dari register dada [suara biasa] ke register [suara] kepala harus dilatih dengan benar-benar. Kalau vokalisi ini dilakukan terus-menerus, rutin, saya jamin semua anak Indonesia bisa nyanyi macam Gita Gutawa.

Sebagai bekas juri paduan suara dan lomba karaoke [kelas kampung], saya selalu menemukan kelemahan penyanyi kita umumnya di sini. Trie Utami kerap mengkritik hal ini saat menjadi komentator AFI dan lomba nyanyi di Lativi.

Siapa tahu dengan mengikuti vokalisi bersama Gita Gutawa, teknik vokal anak-anak Indonesia menjadi lebih baik. Bukan apa-apa. Sekolah-sekolah dasar kita di seluruh Indonesia umumnya tak punya guru seni suara yang paham musik vokal.

Kelebihan lain album ini adalah dilibatkannya London Symphony Orhestra. Gita beruntung bisa rekaman bersama para pemusik kelas dunia di London, Inggris. Gita menulis di albumnya: "London Symphony Orchestra is the best orchestra in the world. It's a great pleasure having you in my album."

Hadirnya London Symphony Orchestra membuat anak-anak dan remaja kita [target pasar album Gita] sejak dini diperkenalkan dengan musik orkestra. Bagaimana bunyi seksi gesek [string], brass, harmonisasi, suara flute, klarinet... serta sejumlah pakem musik klasik lain.

Memang ini murni album pop, tapi sentuhan orkestra sangat terasa di beberapa lagu. Dengan begitu, sejak usia sangat dini anak-anak Indonesia belajar mengapresiasi orkes simfoni. Ini merupakan langkah awal menuju apresiasi musik klasik [Barat] di tanah air.

Kalau boleh memilih, saya pribadi pilih Alunan Sebuah Lagu [Aluna Sagita]. Komposisi karya Erwin Gutawa/Lulu Gutawa ini terasa megah dengan orkestrasi nan apik. Hanya saja, di akhir lagu [coda], suara Gita rasanya tenggelam oleh orkes simfoni yang fortessimo.

Ah, andai saja Gita mengoptimalkan power vokalnya!

3 comments:

  1. nice posting kl boleh aku minta tolong... dmn bs saya download vocalizing ya? kl tau tlg kabari ke email hendramusic@telkom.net salam.

    ReplyDelete
  2. bener, mas, gita emang penyanyi bagus. langka tuh.

    ReplyDelete
  3. mas hendra, terima kasih sudah baca blog ini. yang jelas adanya di kaset/CD gita gutawa. kalau di internet aku kurang tahu lah.
    salam.

    ReplyDelete