01 May 2007

Victor Hutabarat Biduan Batak Terbaik


KABULKANLAH
(Lagu/Lirik: Wahyu OS. Vocal: Victor Hutabarat)

TUHAN, LURUSKANLAH JALAN YANG IA LALUI
JAUHKANLAH DARI SEGALA GODAAN INI
TEGUHKANLAH IMAN DI HATINYA.

HANYALAH PADAMU TUHAN KU SELALU MENGADU
AKANKAH ENGKAU MENGABULKAN DOAKU INI
TUHAN TOLONG TEGUHKAN IMANNYA.

TUHAN, MAAFKANLAH DIA DARI SEGALA DOSANYA
YANG PERNAH MENYAKITKAN HATI SESAMANYA
SADARKANLAH, TEGUHKANLAH, KUATKAN IMAN DI HATINYA
OH TUHAN, KABULKAN DOAKU INI



MENURUT Anda, siapa penyanyi pop terbaik di Indonesia? Pertanyaan iseng ini kerap saya sampaikan kepada teman-teman, pemusik, guru vokal, wartawan, anggota kor... khususnya orang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tentu saja, jawabannya macam-macam. Ada yang bilang HARVEY MALAIHOLO, BROERY MARANTIKA, KATON, ACHMAD ALBAR, dan seterusnya. Ada orang Flores yang bilang PANCE PONDAAG atau OBBIE MESSAKH.

Wah, wah, wah, dia memang gila lagu-lagu Pance yang sudah menjadi trade mark JK Records. Namun, dari 'riset' kecil-kecilan saya sejak tahun 1980-an, sebagian besar orang NTT (Flores, Sumba, Timor, Lembata, Alor) sepakat menyebut nama VICTOR HUTABARAT.

“Bagi saya, suara Victor Hutabarat sulit dilawan oleh penyanyi Indonesia mana pun. Suaranya itu... wah, wah... kayak suara malaikat. Mana ada penyanyi sehebat dia?” kata GREGORIUS GAGO, pelatih paduan suara asal Ende, Flores.

Pegawai Pemda ini mengaku sejak dulu mengoleksi kaset-kaset dan (belakangan) CD Victor Hutabarat.

FRANS KIWAN, juga guru dan pelatih vokal asal Flores Timur, pun saya tes: siapa penyanyi pop terbaik Indonesia? “Victor Hutabarat. Dia punya semua kapasitas: materi vokal, teknik, penghayatan, konsistensi. Sejak dulu suaranya masih mantap. Nada-nadanya tetap tinggi, jernih, bening,” kata Frans.

Saya memang sengaja mengutip pendapat beberapa pelatih/guru vokal karena saya anggap penilaian mereka lebih objektif. Mereka tahu betul kriteria penyanyi, berikut cara menyanyi yang baik. Saya kurang suka polling lewat SMS karena sama sekali tidak akan mengambarkan kualitas penyanyi KDI, AFI, Indonesia Idol, dan sejenisnya. Orang yang banyak uang, mengirim ribuan SMS ke nama tertentu, ya... akhirnya menang.

Contohnya Veri, juara AFI 1. suaranya begitu buruk, biasa-biasa, tapi juara. Kini, dia tenggelam sama sekali.

Nah, Victor Hutabarat ini lain. Hingga kini suaranya masih ditunggu-tunggu peminat seni suara. Kasetnya selalu dibeli orang, meskipun dia biasanya membawakan lagu-lagu lama, yang sudah pernah dibawakan penyanyi lain. Lagu apa pun, kalau dibawakan Victor Hutabarat, keindahannya akan kelihatan.

Victor membuktikan pepatah: The singer, not the song! Lagu bagus itu penting, tapi yang paling utama, ya, si penyanyi!

Di Surabaya ada banyak toko kaset rohani Kristen yang terkenal. Dua yang top adalah Immanuel (Pregolan Bunder) dan Gunung Mulia (Genteng Kali). Beberapa kali saya ‘cek’ apakah kaset-kaset Victor Hutabarat diminati orang.

“Wah, kasetnya Victor Hutabarat sudah habis. Anda tunggu sajalah. Mungkin bulan depan baru datang,” kata penjaga toko kaset Immanuel, Surabaya.

Asal tahu saja, Victor Hutabarat paling banyak membuat rekaman lagu-lagu rohani, jenis apa saja: Kidung Jemaat berseri-seri, praise and worship, rohani Batak, liturgi Katolik, Natal, dan sebagainya. Benar-benar produktif... dan laku keras.

Saya juga mengecek beberapa radio swasta di Surabaya yang punya acara tembang kenangan (oldies). Salah satunya Radio Wijaya FM di Jalan Perak Timur Surabaya. Wah, hampir tiap hari suara pria asal Tapanuli, Sumatera Utara, itu bisa kita nikmati. Si penyiar sampai meminta maaf berkali-kali kepada pendengar yang ngotot meminta lagu Victor Hutabarat.

Di radio ada kebijakan, satu penyanyi hanya boleh tampil satu kali di satu acara. “Victor Hutabarat kan sudah nyanyi, Bu?” ujar WILMA WIJAYA, penyiar radio terkenal itu.

Kepada saya, Wilma membenarkan bahwa Victor Hutabarat itu salah satu penyanyi paling favorit pendengar-pendengarnya. “Yang minta Victor Hutabarat orang yang sama atau bervariasi? Jangan-jangan itu-itu saja?” tanya saya.

“Oh, tidak. Pengemarnya macam-macam. Rupanya mereka cocok dengan karakter suara Victor Hutabarat,” kata Wilma, penyiar bersuara halus ini. Beberapa penyiar radio lain, khususnya yang punya acara tembang kenangan, mengatakan hal senada.

“Oh, Victor Hutabarat ternyata punya penggemar sangat luas, dari berbagai kalangan,” kata saya dalam hati.

SAYA sendiri termasuk penggemar berat Victor Hutabarat sejak 1980-an karena lingkungan, di Larantuka, Flores Timur, memang penyuka suara Victor. Saya sampai lupa sudah berapa banyak koleksi kaset-kaset Victor. Banyak yang dipinjam tak kembali. Hilang. Rusak. Kelelisut. Tapi, yang jelas, si Victor Hutabarat ini merambah di hampir semua jenis musik.

Saya punya koleksi kaset Victor Hutabarat untuk serial KIDUNG JEMAAT, KARUNIA, KABULKANLAH, AVE MARIA, NATAL, LAGU BATAK, SENANDUNG MELAYU, TEMBANG KENANGAN (beberapa seri).

Kalau disimak, lagu-lagu Victor ini umumnya sudah dibawakan orang lain di masa lalu, entah itu rohani, melayu, nostalgia, band macam Panbers, D’Lloyd. Tapi suara tenornya yang tinggi, bening, merdu dengan penghayatan luar biasa... membuat lagu lawas ini terasa baru dan hidup.

“Lagu-lagu biasa kalau dinyanyikan Victor Hutabarat jadi luar biasa,” kata Gregorius Gago, guru vokal, yang juga pelatih paduan suara di gereja Katolik.

Contoh: lagu CINTA HAMPA karya A Chalik. (Ibarat air di daun keladi, walaupun tergenang tetapi tak meninggalkan bekas...). Victor Hutabarat menyanyikan lagu melayu ini dalam nada dasar C, sehingga ambitus suaranya mencapai a’ (la tinggi). Lagu KEAGUNGAN TUHAN (A Malik Bz) yang rata-rata dibawakan penyanyi biasa dengan do=C (aslinya begitu memang), oleh Victor Hutabarat ‘diangkat’ ke skala F.

"Saya memang cocok di nada tinggi. Suara saya tenor sih,” kata Victor Hutabarat dalam suatu kesempatan di Surabaya. Victor Hutabarat mengatakan kepada saya bahwa suara indah, lantang, yang dimilikinya merupakan talenta dari Tuhan. “Talenta itu harus saya kembangkan. Kita tidak boleh mengubur talenta itu di dalam tanah,” tegasnya.

Kata-kata ini mengacu pada perumpamaan tentang talenta di Alkitab. Maklum, Victor Hutabarat memang tumbuh dari keluarga kristiani yang kental.

MASYARAKAT Flores Timur umumnya mulai mengenal suara Victor Hutabarat pada awal 1980-an. Ketika itu Victor Hutabarat menghasilkan hits rohani antara lain KABULKANLAH dan KARUNIA. (Lagu KARUNIA sering juga disebut sebagai KABULKANLAH II, sebagai kelanjutan KABULKAN.) Masih ingat syairnya?

“Tuhan luruskanlah jalan yang ia lalui.
Jauhkanlah dari segala godaan ini.
Teguhkanlah iman di hatinya
...”

Setelah lagu ini disosialisasikan di dua toko kaset terkenal di Jalan Niaga, pusat niaga di Larantuka, Flores Timur, lagu ini kontan menyebar sangat cepat bagaikan virus. Di mana-mana orang menyanyikan lagu ini. Vocal group, paduan suara, band, nyanyi di pinggir jalan, atau sekadar senandung di kamar mandi.

Lagu ini ditulis oleh Wahyu OS (lengkapnya, Wahyu Otong Sanusi, agamanya Islam) sebagai lagu pop biasa, bukan lagu rohani, apalagi gospel song. Eh, ternyata oleh umat kristiani (Katolik, Protestan) di Tanah Air, lagu KABULKANLAH dianggap gospel song alias lagu rohani Kristen. Mungkin karena ada kata-kata Tuhan, doa, ampunan...? Hehehe...

Wahyu OS sendiri terkejut, sekaligus bersyukur, dengan fakta ini. saya bisa katakan bahwa lagu KABULKANLAH telah menjadi trade mark Victor Hutabarat. Victor yang lahir di PALEMBANG 29 AGUSTUS 1955 ini identik dengan KABULKANLAH. Kalau ditanggap ke NTT, saya jamin warga akan minta lagu ini.

“Lagu itu bikin saya menangis. Syair dan cara pembawaannya sangat menyentuh. Kita diajak bertobat hehe,” ujar Kak Maya, pengusaha asal Sidoarjo. Si Maya ini meminta agar koleksi Victor Hutabarat saya itu dimilikinya. “Oke, tak apa-apa,” kata saya. Sekarang ke mana-mana kaset Victor Hutabarat selalu ada di mobilnya.

Sukses dengan KABULKANLAH, kemudian KARUNIA, Victor Hutabarat semakin dikenal sebagai gospel singer. Tapi di saat yang sama ia merambah ke jenis musik lain. Musik apa saja ‘disantap’ Victor Hutabarat dengan enteng, dan sukses, berkat kualitas vokalnya yang menjangkau c’ atau do tinggi. Saya jamin, di Indonesia sangat jarang penyanyi yang bisa melakukannya.

“Kalau kita berbicara penyanyi dengan kemampuan nyanyi yang komplet, VICTOR HUTABARAT adalah satu di antaranya. Beragam album telah dikeluarkannya dari pop Indonesia, rohani, sampai dengan keroncong dan daerah. Walaupun asli Batak, Victor Hutabarat yang dilahirkan di Palembang 29 Agustus 1955 ini mampu melahirkan album daerah Palembang dan Padang, di samping Batak sendiri.... Victor memang istimewa,” begitu catatan dari TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang merilis album SENANDUNG MELAYU versi Victor Hutabarat.

Karena talenta istimewa itu, dari 20 lebih albumnya, Victor Hutabarat selalu mengutamakan vocal. Vokal nomor satu. Musik hanya sebagai pengiring, bukan pelaku utama. Dari sekitar 10 album koleksi saya, terlihat bahwa Victor Hutabarat mengandalkan Pangkerego bersaudara (Ricky Pangkerego, Franky Pangkerego, Hanny Pangkerego, Iwan Pangkerego) sebagai pemusik. Produser Sunan Hutabarat, masih kerabat Victor Hutabarat.

Kalau dirasa perlu biasanya Victor mengajak satu dua pemusik tamu untuk mengisi biola atau gitar. Tapi sebetulnya dengan Pangkerego bersaudara saja, kualitas vokal Victor Hutabarat sudah bisa kita nikmati.

Bang Victor benar-benar hanya mengandalkan suara (vokal), bukan gerak tari (koreofografi), rambut merah, tingkah aneh-aneh, sensasi, dan seterusnya. Bagi saya pribadi, Victor Hutabarat benar-benar penyanyi, the real singer yang kita miliki di Indonesia. Penyanyi sejati tak akan pernah lekang oleh waktu dan zaman. Victor Hutabarat telah membuktikannya.

Karena itu, saya sepakat dengan pendapat teman-teman NTT bahwa Victor Hutabarat-lah penyanyi pop Indonesia terbaik yang pernah kita miliki. Di alam demokrasi ini, orang boleh berbeda pendapat, bukan?


KARUNIA (KABULKANLAH II)
(LAGU/LIRIK WAHYU OS. VOCAL VICTOR HUTABARAT)

BERKAT KEAGUNGAN-MU TUHAN
BERKAT KEMULIAAN-MU
KINI, ENGKAU TELAH MENGABULKANNYA
SEGALA DOA YANG PERNAH KUPINTA

KINI DIA TELAH MENYADARINYA, TUHAN
SEAKAN TAK LELAH ‘TUK BERDOA
KARENA ENGKAULAH YANG MENYELAMATKANNYA
DARI JALAN YANG PERNAH IA LALUI

TUHAN SADARKANLAH SEMUA INSAN DI DUNIA
AGAR HIDUP INI PUN TENTRAM DAN DAMAI
TUHAN BERIKANLAH SINAR TERANG UNTUKNYA
AGAR TAK KEGELAPAN DATANG PADANYA
SENANDUNG DOAKU HANYALAH BAGIMU, TUHAN
OH TUHAN, ENGKAU TELAH MENGABULKANNYA.

15 comments:

  1. hmmmm.. he is a great singer. salam kenal.

    anton, malang

    ReplyDelete
  2. Ko lagu 'doa' ga ada yang bahas? Padahal bagus bannget..albumnya kalo ga salah judulnya'Doa' jua

    ReplyDelete
  3. Oooo... DOA ciptaan Johanes Purba juga bangus, tapi lebih dulu dipopulerkan Eddy Silitonga. "Hidupku yang sengsara penuh dengan penderitaan..."

    Saya kebetulan hanya bahas lagu-lagu Bang Victor yang benar-benar "heboh" di Flores. Tahun 1980-an dan 1990-an semua orang hampir selalu nyanyi itu: KABULKANLAH. Bagaimana kalau anda saja yang bahas?

    Salam damai.

    ReplyDelete
  4. Setuju,......Dan Bang Victor juga adalah salah satu penyanyi lagu-lagu Batak yang enak didengar.

    Itu sebabnya dalam salah satu konser Musik Batak paling bergengsi yang akan digelar 12 Februari 2009 nanti Victor juga menjadi salah satu penyanyinya. Jangan ketinggalan dong untuk para penyuka Victor. Di Konser ini akan tampil juga musisi keren seperti idang rasjidi, harry "gong 2000" Anggoman, korem sihombing, mauro goia (italy), yeppy romero. Juga para penyanyi seperti Lea Simanjuntak, Jack Marpaung, Mega Sihombing, Dewi Marpaung, juga Lawak Pakter Tuak. Untuk informasi hubungi : Brief Communications 799 0180.

    ReplyDelete
  5. minta lagunya Victor,kabulkanlah & pimpinlah.kalo ada tolong kirim ke : sam_82_hurint@yahoo.com atau samhurint.1982@gmail.com...terimakasih.GBU ama.

    ReplyDelete
  6. halo salam kenal....aku richard...dari nagekeo.....aku pingin lagu vitor hutabarat tapi aku lupa syairnya.....gelap nya jalan yang kini kutempu..dengar tuhan....ada yang tau gak bisa di krm ke richardrefan@hotmail.com

    .....thank u.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. dengar tuhan klo g salah judul nya

      Delete
  7. Dari kita masih kecil sampe sekarang lagu Victor Hutabarat memang Bagus dan Memeberkati sekali baik lagu rohani dan juga lagu natal. Dia pe suara deng cara menyanyi memang so khas skali.

    Salam kasih StivenLee

    ReplyDelete
  8. Kalo saya sih suka lagu melayunya. Yg live di TPI dulu. Saya masih berumur . Tahun. Tapi masi ingat kan.. ok sip lah bang makasih masi melestarikan lagu beliau. Yg penting melayu tak di telan bumi. Hidup melayu

    ReplyDelete
  9. om hurek, menurut saya suara Bang Victor Hutabarat emang "Batak banget"... cuma kalo menurut saya pribadi sih, setelah mendengarkan album2 beliau, sayang sekali kalo vokal sebagus itu musiknya biasa-biasa saja menurut saya, padahal keduanya harus ada sinergi... sudah selayaknya Bang Victor menyanyi dgn diiringi orkestra, paling tidak orkestra string... 7 biola, 3 cello, piano, gitar... gak cukup kalo mengandalkan band...

    saya paling suka lagu2 Batak dari Bang Victor terutama yg 2 album awal itu... terutama lagu "Si Togol" dan "O Pio" (dgn iringan gondang dan suling yg bikin merinding)...

    kalo untuk lagu rohani favorit saya adalah "Buku Ende & Haluan Na Gok" (isinya lagu2 dari Buku Ende HKBP) terutama lagu "Ho Sipangolu Ahu" dan "Sonang Di Lambung Jesus" (versi Indonesia: Selamat di Tangan Yesus, Kidung Jemaat 388) lagi-lagi dgn iringan instrumen Batak yg bikin merinding...

    saya juga suka album Katolik dari beliau (Ave Maria)... album ini kami putar non stop sekitar tahun 2002 dalam perjalanan mobil Jakarta-Bandung (waktu itu belum ada tol Cipularang)... makanya saya bisa hapal lagu "Syukur Kepada-Mu Tuhan" dan "Hai Makhluk Semua Pujilah Tuhan Kita"...

    untuk album "Senandung Melayu" jujur saja saya agak kurang suka, karena lagi2 suara Bang Victor "Batak banget" dan kurang cocok sama alunan lagu Melayu yg membutuhkan cengkok-cengkok khas...

    oh iya satu lagi, Bang Victor yg lahir di Palembang juga pernah berkolaborasi dgn artis lainnya dalam album lagu2 daerah Sumatera Selatan... seingat saya Bang Victor menyanyi lagu "Ombai Akas" dan "Nasib Badan"... sayang kasetnya hilang entah kemana...

    ReplyDelete
  10. Setuju, saya ingat Victor Hutabarat tampil di TV menyanyikan lagu Tie a Yellow Ribbon di acara Berpacu Dalam Melodi -- sudah lama sekali -- yang dipandu Koes Hendratmo. Wah, huebat sekali orang ini, pikir saya yang masih kecil. Dan benar, setelah dewasa dan saya cari di Youtube, kebanyakan musik pengiringnya tidak sepadan dengan suaranya yang dahsyat. Itu berarti bang Victor kurang agresif dalam mencari produser yang bisa mencari band pengiring yang bagus, bukan sekedar keyboard yang diprogram. Band pengiring pun cukup, tidak harus orkestra, jika aransemennya menggigit, dan pemain-pemainnya (session musicians) punya jam terbang tinggi.

    ReplyDelete
  11. kalo ada not angka versi SATB lagu-lagu album KaRUNIA victor hutabarat mohon diposting juga

    ReplyDelete
  12. Mohon di posting lirik PIMPINLAH utk versi SATB makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada. Lagu2 pop rohani dari dulu dibuat untuk penyanyi solo. Bukan untuk kor atau SATB. Biasanya lagu2 pop rohani dibuat aransemen kor oleh pelatih atau arranger sendiri.
      Memang susah kalau paduan suara kita tidak bisa membuat aransemen SATB sendiri. Cari aja lagu2 liturgi yg pasti punya versi paduan suara.

      Delete