10 May 2007

Trinitas Prof Thoby Mutis




Koperasi, bola, musik. Tiga hal ini tidak bisa dipisahkan dari Prof Dr Thoby Mutis.

Oleh Lambertus Hurek

Banyak orang tahu bahwa Thoby Mutis rektor Universitas Trisakti Jakarta. Juga pakar yang menulis banyak buku tentang koperasi. Tapi hanya sedikit yang mengetahui hobi pria kelahiran Ruteng, Pulau Flores, 2 November 1947 ini.

“Sejak kecil sampai sekarang saya selalu main bola. Pokoknya, setiap minggu harus main bola,” kata Thoby Mutis. Dia juga suka nonton siaran langsung bola di televisi. Main bola membuatnya sehat, fit, dan segar seperti sekarang.

Hobi berat lain Prof Thoby Mutis adalah musik. Ini hampir sama dengan orang Flores umumnya. Sebab, di kampung-kampung Flores, musik atau nyanyian tak pernah dipisahkan dari liturgi Katolik. Sejak kecil anak-anak diajar menyanyi, baca not, bikin komposisi, hingga mendireksi paduan suara.

Thoby beruntung karena papanya, FX Arnoldus Pius Mutis guru musik dan pemusik andal di Flores. Maka, jangan heran Thoby piawai menulis lagu. Umumnya pop rohani atau pop daerah Nusa Tenggara Timur. Sedikitnya 2.000 lagu rohani sudah diciptakan suami Dewi Darmonowati ini.

"Saya sudah merilis belasan album solo dan kolaborasi dengan artis nasional,” ujar penulis sembilan buku manajemen koperasi dan usaha kecil itu.

Thoby Mutis mengatakan dia tak bisa dipisahkan dari musik. Aktivitas apa pun yang dia lakukan harus ada musik. Di kantor ada musik. Berdoa hingga menjelang tidur harus ada musik. Minum kopi temannya musik.

“Kalau ditemani alunan musik, saya merasa lebih tenang,” papar guru besar di Universitas Trisakti ini.

Karena kelebihannya di bidang musik itulah, sejumlah pastor dan uskup meminta Thoby Mutis menggubah lagu-lagu tradisional gereja yang jarang dibawakan umat masa kini. Misalnya, komposisi Gregorian atau plain song yang rata-rata sulit dibawakan orang biasa. Thoby pun menerima tantangan itu. Maka, lagu Adoro te Devote dicairkan Thoby hingga berasa pop.

"Saya buat lebih ngebeat agar disukai anak-anak muda sekarang,” ujar ayah satu anak [Fransiskus Paschalis Mutis] ini.

Bagaimana dengan koperasi? Cerita tentang kegiatan Thoby di koperasi sudah banyak ditulis dan diketahui orang. Bahkan, dulu nama Thoby sering dijagokan sebagai menteri koperasi. Thoby pernah menjabat Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan Dewan Koperasi Indonesia.

Thoby Mutis mengaku sudah aktif berkoperasi sejak 1963 saat dia berusia 16 tahun di Flores. Dia bersama teman-temannya bikin koperasi menjual makanan. Tapi bangkrut karena salah kelola. Saat kuliah, Thoby ambil jurusan ekonomi koperasi. "Saya sungguh mencintai koperasi.”

Prof Thoby mengaku sedih karena koperasi-koperasi di Indonesia tidak berkembang dengan baik. Padahal, konstitusi kita, Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 secara eksplisit, menghendaki ekonomi Indonesia disusun berdasar usaha bersama alias koperasi. Di Jepang, katanya, koperasi justru sangat maju.

“Bank-bank dan koran terbesar di Jepang adalah milik koperasi,” paparnya.

Begitulah. Ada tiga hal yang disebut Thoby Mutis sebagai the trinity of live: musik, bola, koperasi. "Saya selalu berdoa: Tuhan, tolong jangan ambil tiga hal ini,” kata Thoby Mutis.

“Amiiiin!” jawab saya.

2 comments:

  1. Salam kenal, kalau ada waktu silahkan gabung di www.kabarntt.blogspot.com, ada mailing list juga untuk academia ntt (termasuk wartawan).

    ReplyDelete
  2. bisa melihat sosok lain prof disini,thx. walopun kini lagi gencar ada kasus di trisakti :)

    ReplyDelete