16 May 2007

Tante Margie Segers


Oleh Cak Hurek

Margie Segers jatuh sakit. Pecinta jazz sedih karena Margie merupakan penyanyi jazz yang benar-benar jazz di tanah air. Sangat sulit melahirkan vokalis jazz sekaliber Margie Segers.

VICTOR RINDANAUNG, presiden Victorious Music, penerbit album-album jazz:

"Margie Segers is an Indonesian most talented jazz singer. And I would say that she is one of the best jazz singers in the world."

BENNY LIKUMAHUWA, peniup trombone, flute, trumpet:

"Margie Segers adalah penyanyi soul yang lalu berubah menjadi penyanyi jazz. Soalnya ada juga penyanyi yang melantunkan lagu jazz, ngaku-ngaku sebagai penyanyi jazz atau diproklamasikan orang sebagai penyanyi jazz." [KOMPAS, 16 Mei 2007]

IRENG MAULANA, gitaris, promotor jazz:

"Sudahlah, kalau soal jazz, yang namanya Margie Segers luar biasa. Suara yang keluar dari mulutnya itu jazz."

Kalau bicara soal jazz di Indonesia, maka jangan engkau lupakan nama Margie Segers. Tante Marge penyanyi langka di republik dangdut ini. Sejak awal 1970-an dia berani memilih jazz sebagai jalan hidupnya meski tahu kalau jazz tak akan pernah meledak di sini. Pemusik jazz hidup sederhana, pas-pasan.

"Saya bersyukur dikarunia talenta oleh Tuhan untuk menyanyi. Yah, saya nyanyi saja, jalani hidup apa adanya," ujar Margie Segers kepada saya di Gedung Balai Pemuda, 2004. Waktu itu Tante Margie menyanyi diiringi band Surabaya plus Ireng Maulana.

Bagi penyanyi jazz dengan jam terbang tinggi macam Tante Margie, jazz sudah menjadi bagian dari hidupnya. Darah dagingnya. Karena itu, Margie menyanyi apa adanya, tidak dibuat-buat. Toh, nada-nada yang keluar, ekspresi, soul... jazz banget.

Inilah bedanya dengan, meminjam kata-kata Benny Likumahuwa, "orang yang mengaku-ngaku sebagai penyanyi jazz". Atau, katakanlah, penyanyi-penyanyi baru yang suka bikin 'improvisasi' dengan merusak melodi asli. Bagi peminat jazz, macam saya, antara jazzer sejati dan penyanyi yang 'mengaku-ngaku' jazzer itu berbeda nyata.

Saya terakhir kali menyaksikan langsung penampilan Margie Segers di Balai Pemuda Surabaya. Tante Margie sederhana, meski namanya besar. Tidak neko-neko. Waktu itu dia membawakan sejumlah lagu pop lama macam My Way, Semua Bisa Bilang, When the Saint Go Marchin In. Lagu-lagu yang dikenal masyarakat umum.

Tapi, dasar jazzer bertalenta, nyanyian Margie Segers lain. Roh atawa soul jazz sangat terasa. Sangat kental. Rasa swing, penjiwaan, sinkope... membuat saya terbuai. Dia 'bercanda' dengan Ireng Maulana dalam musiknya. Sulit lho bagi orang Indonesia, yang tak memang punya tradisi jazz, menyanyi macam Margie Segers.

Saat menulis catatan ini, saya sengaja memutar album Natal Margie Segers. Saya ingin menghadirkan Margie Segers di kamar saya agar tahu persis gayanya menyanyi. Kebetulan ini satu-satunya album Margie Segers yang saya punyai. Di sini Margie membawakan 10 lagu khas Natal.

Side A: Santa Claus is Coming to Town, Joy to the World, Rudolph the Red Nosed Reindeer, Marry's Boy Child, God Bless the Child.

Side B: The First Noel, Jingle Bells, White Christmas, Silent Night, Christmas Song.

Di album terbitan Victorious Music ini Margie Segers diiringi Idang Rasjidi (piano, keyboard), Bintang Indrianto (bas), Arief Setiadi (saksofon), Gerry Herb (drums). Pemusik-pemusik ini sangat berdedikasi dalam menghidupkan jazz di Indonesia.

Bagi saya, sekali lagi, 10 lagu Natal biasa itu saat dibawakan Margie Segers menjadi luar biasa. Soul banget. Jazz banget. Sebab, meski mendekonstruksi cantus firmus alias lagu pokok [melodi asli], Tante Margie Segers melakukannya dengan tidak dibuat-buat.

"Produksinya kurang dari dua minggu. Bahkan, lima lagu di antaranya direkam secara live dalam waktu delapan jam saja," papar Victor Rindanaung, sang produser. Dia hanya ingin mengatakan bahwa model rekaman cepat macam ini hanya bisa dilakukan penyanyi berbakat besar ala Margie Segers.

Silent Night [Malam Kudus], misalnya, dibawakan Margie dengan cara yang beda. Blues, ekspresif, macam orang merintih karena punya beban batin yang berat. Saya pernah mendengar beberapa penyanyi jazz Barat membawakan Christmas Carolls, tapi tetap lain dengan Margie Segers.

Begitu pula Christmas Song, nomor swing yang amat disukai orang Amerika. Suara Margie Segers hanya diiringi bas Bintang Irianto. Benar-benar beda. "Saya menyanyi dengan hati, dengan perasaan. Entah lagu apa pun, cara saya menyanyi, ya, begitu itu," tutur Margie Segers.

Pertengahan Mei 2007, saya baca di koran bahwa Margie Segers mengalami kecelakaan jatuh dari tangga rumahnya. Paha dan tangannya patah. Harus operasi. Lalu, sejumlah penyanyi bikin penggalangan dana untuk Tante Margie.

Saya ikut sedih karena kecelakaan ini membuatnya tidak bisa menyanyi hingga kondisinya membaik. Saya juga tahu bahwa pemusik jazz, macam Margie Segers, kaya rohani tapi miskin materi. Itu sebabnya, harus ada acara cari dana untuk Margie Segers.

Saya hanya bisa berdoa semoga Margie Segers lekas sembuh. Terus terang, saya tak pernah bosan mendengar suara Tante yang soul banget.


Sampul kaset jazz Natal versi Margie Segers koleksi saya. Kapan Tante Margie bikin album lagi?

3 comments:

  1. moga2 mbak margie cepat sembuh n nyanyi kembali.

    anton,
    bandung

    ReplyDelete
  2. Mbak Margie sudah sembuh sekarang, beliau terjatuh dari tangga dirumah kakaknya karena terlalu lelah bekerja hingga larut malam.

    Atas nama Margie Segers saya menghaturkan rasa terima kasih yg sebesar-besarnya dan sedalam - dalamnya atas segala bantuan dan apresiasinya terhadap sang "Legenda".

    Saya juga ikut merasa senang dan berterima kasih terhadap para fans Margie Segers.

    Bila ada yg berminat menghubungi mbak Margie, mohon jangan sungkan untuk menghubungi saya di...

    E-mail :
    steson_10@yahoo.com

    Sonny A J Segers

    ReplyDelete
  3. Mas Sonny A J Segers,
    Terima kasih banyak atas informasi anda. Saya berdoa semoga Mbak Margie tetap sehat, ceria, dan aktif di jazz lagi macam dulu lah. Salam damai!

    ReplyDelete