04 May 2007

Sartono Pencipta Himne Guru


Sartono, foto dikutip dari www.detiksurabaya.com

Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei 2007. Saya teringat guru. Kebetulan bapak saya guru, sebagian besar keluarga kami guru. Mulai guru sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Mereka-mereka ini 'pahlawan tanpa tanda jasa': kerja keras, penuh pengabdian, tapi gajinya pas-pasan. Hidup prihatin.

Di Flores Timur, semua guru pasti rangkap jadi petani. Sehabis mengajar, kerja kebun [istilah Flores] sampai sore. Pulang dari kebun menyiapkan bahan pengajaran, periksa pekerjaan siswa. Dan seterusnya. Sampai tua, ya, nasib guru tak berubah. Anak didiknya jadi profesor, doktor, berharta... guru sampai pensiun, ya, dia tetap guru.

Bicara soal guru, kali ini saya bahas sedikit Bapak SARTONO. Mungkin tak banyak orang kenal dia. Tapi karyanya sangat terkenal di Indonesia. Pak Sartono, lahir di Madiun 29 Mei 1936, adalah pencipta lagu HIMNE GURU - PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

Beberapa kali dia diundang ke Surabaya untuk cerita pengalamannya sebagai guru. Cerita proses menulis himne yang dinyanyikan oleh orang-orang Indonesia yang pernah makan sekolah.

TERPUJILAH WAHAI ENGKAU,
IBU BAPA GURU
NAMAMU AKAN SELALU HIDUP
DALAM SANUBARIKU
SEMUA BAKTIMU AKAN KUUKIR
DI DALAM HATIKU
S'BAGAI PRASASTI T'RIMA KASIHKU
TUK PENGABDIANMU

[Ah, saya ingat masa kecil di Flores. Pak Petrus yang pertama mengajar kami lagu ini di SD. Pakai tiga suara. Saya dipercaya memimpin paduan suara, lomba tingkat kecamatan. Horeeee... JUARA SATU.

Di universitas, saya ikut 'membimbing' gadis-gadis cantik... di paduan suara mahasiswa seksi sopran dan alto. Hmmm.. aku, sang asisten pelatih, pernah naksir si gadis sopran, tapi gak berani ngomong. Cinta tak pernah sampai. Hehehe...

Kami di Universitas Negeri Jember biasanya menggunakan aransemen versi almarhum Binsar Sitompul. Tata suara yang saya nilai luar biasa.]

Pak Sartono mengatakan, Himne Guru ditulis pada 1975. Guru seni suara di SMP Kristen Madiun ini ingin bikin karya besar yang dipersembahkan kepada guru-guru di Indonesia. Inspirasi muncul begitu saja, dan lahirilah karya monumental itu.
Himne Guru, dalam istilah musik vokal, berpola strofik, persis lagu-lagu himne di lingkungan gereja-gereja Protestan versi Martin Luther.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Daud Yusuf pada 1978 menetapkan Himne Guru karya Sartono sebagai lagu resmi guru tingkat nasional.

Himne ini tadinya memang diikutkan dalam festival yang digagas Menteri Daud Yusuf. Kendati Sartono hanya meraih juara empat, Himne Guru dinilai paling bagus. Paling mencerminkan kehidupan guru. Berisi ungkapan terima kasih anak didik kepada gurunya.

ENGKAU PATRIOT PAHLAWAN BANGSA....
TANPA TANDA JASA

Pria yang belum dikarunia anak ini piawai main organ. Paham akor, harmoni, teori komposisi. Tak heran himne yang dibuatnya sangat bagus. Nah, Sartono menerima hadiah Rp 750 ribu, piagam, dan jalan-jalan ke Jepang... berkat Himne Guru. Paling tidak itulah kebahagiaan besar yang pernah dirasakan alumnus SMAN 3 Surabaya ini.

Sartono, lagi-lagi berkat karya monumentalnya, dinobatkan sebagai guru teladan pada 1980. Tapi nasibnya setelah itu apes terus. Meskipun karyanya dinyanyikan di mana-mana, bekas anggota Korps Musik TNI Angkatan Darat ini tidak diterima sebagai pegawai negeri. Daftar terus, tapi tidak diterima. Akhirnya, bosanlah dia.

"Ya, sudah... saya tidak melamar lagi. Saya hanya bisa jadi guru tidak tetap. Yang penting saya bisa kasih sumbangan untuk bangsa saya," ujar suami Damiyanti ini.

Sartono pun 'pensiun' pada 30 Juni 2002 dengan status guru tidak tetap. Gajinya Rp 60 ribu per bulan.

Saya geleng-geleng kepala mendengar cerita Pak Sartono. Uang Rp 60 ribu bisa beli apa di zaman ini? Ironis, ribuan anak Indonesia yang sejak 1978 menyanyikan Himne Guru sudah menjadi profesor, pengusaha besar, profesional, orang kaya, artis, ustaz, pendeta, pastor, dokter, insinyur.

Toh, Sartono merasa bahagia bersama istri tercinta, guru sekolah dasar. Bagi Sartono, kebahagiaan terbesar adalah bisa memberikan sesuatu yang berharga kepada bangsa Indonesia berupa Himne Guru.

Pak Sartono, engkaulah guru sejati.
Pahlawan tanpa tanda jasa.
Terima kasih...



Himne Guru, komposisi paduan suara campuran sopran, alto, tenor, bas (SATB) gubahan Bapak Binsar Sitompul (almarhum).

9 comments:

  1. salam untuk pak sartono.

    ReplyDelete
  2. menarik, cak, tulisan sampeyan. kasih ya nasib guru2 kita, khususnya pak sartono.

    anang, pasuruan

    ReplyDelete
  3. Terima kasih juga atas komentar teman2. Saya hanya bantu memposting informasi dan partitur Himne Guru karena banyak orang cari di Google, tapi tidak ketemu. GBU.

    ReplyDelete
  4. thanks boss, akhirnya aq nemu partitur ini. salut utk tulisan2 ttg paduan suara yg komplet n luar biasa. salam kenal.

    katrin

    ReplyDelete
  5. Salam kenal mas,
    lama sudah saya mencari himne guru, namun tak jumpa, syukur ada ketemu, saya mohon cpy kalau tidak keberatan.
    Bersama ini saya undang anda datang kerumah saya yasrilriau blogspot.com. Salam buat rekan rekan di Radar Surabaya dari yasril di Riau Pos
    salam

    ReplyDelete
  6. Oke Bang Yasril, silakan dikopi dan selamat bernyanyi. Semoga nasib bapak ibu guru makin baik, gajinya naik. Salam juga buat kawan-kawan di Riau Pos.

    ReplyDelete
  7. ini lagu paling terkenal di kalangan anak sekolah se-indonesia.

    ReplyDelete
  8. Saya merinding jika mendengar dan menyanyikan lagu ini. Tapi saya juga lebih "merinding" mendengar kisah pak Sartono. Saya pun bahkan ingin "mencicipi" pengalamannya :)

    Trims infonya juga :)

    ReplyDelete
  9. anak2 sd sekarang sepertinya tidak mengenal lagu ini..krn tdk di ajarkan..aq dl klas 4 udah apal
    boleh minta partitur nya I have a dream ?
    matur nuwun..maaf ya g bisa ngganti nama..gaptek

    ReplyDelete